Archive for the ‘edisi 174’ Category

h1

Ironis, APBD Minus SOPD Malah Nambah

27 Maret 2012

Kuningan, IB

Sebuah ungkapan yang ironis, melihat pengajuan adanya rencana perubahan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dengan diajukannya tiga buah rancangan peraturan daerah (raperda). Ketika kita disuguhkan dengan informasi APBD Kabupaten Kuningan minim dan tersedot untuk belanja pegawai, tapi anehnya malah terjadi penambahan SOPD baru.

SOPD yang pertama adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah di-perda-kan, serta dua yang baru yakni  Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD), dan RS Ibu dan Anak Linggarjati. Ungkapan itu disampaikan oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) melalui Jubirnya, Idwan.

Fraksi PKS mempertanyakan pembentukan ketiga lembaga itu. “Apakah sudah difikirkan secara matang pembentukan organisasi baru, seperti BPBD, BPKAD dan RS Ibu dan Anak? Sebab, belanja pegawai dan belanja tidak langsung akan semakin membengkak,” ucap Idwan pada Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD, Senin (28/11/11).

Mereka juga mempertanyakan, apakah konsidetan pembentukan perda sudah tepat, dan tidakkah kadaluarsa dengan mencantumkan peraturan-perundangan yang lama.

Tiga buah raperda itu sendiri disampaikan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda pada Rapat Paripurna DPRD, Senin (21/11/11).Ketiga raperda itu adalah Perubahan atas Perda Kabupaten Kuningan No. 9 Tahun 2008 tentang Sekretariat Daerah, Perubahan atas Perda No. 11 tahun 2008 tentang Dinas Daerah, dan Perubahan tentang Lembaga Teknis Daerah.

Ketiga raperda yang diajukan itu dibacakan oleh Wakil Bupati, Drs. H. Momon Rochmana, MM dan saat ini telah mamasuki pembahasan di Pansus, setelah pada Senin (28/11) dilakukan peman-dangan umum oleh fraksi-fraksi DPRD. Dalam nota pengantar tiga raperda itu disebutkan, perubahan terjadi pada Dinas Komunikasi dan Informatika dengan adanya UPTD Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Kemudian, perubahan nomenklatur dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menjadi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan PP 37 tahun 2007.
Berdasarkan PP 41 tahun 2007 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dalam rangka tertib pengelolaan keuangan dan asset daerah dibentuk Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD). Hal ini sangat berpengaruh terhadap susunan organisasi Sekretariat Daerah, khususnya Bagian Perlengkapan dan Bagian Keuangan. Begitu juga di Bagian Humas dan Bagian Umum, terjadi pertukaran sub bagian yakni Subbag Protokol dari Bagian Umum ke Bagian Humas, dan Subbag Sanditel dari Humas ke Bagian Umum.

Selanjutnya untuk efektifitas dan efisiensi, Kantor Penelitian dan Pengembangan dimerger ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Dan, Rumah Sakit Bandorasa ditetapkan menjadi rumah sakit yang berdiri sendiri dengan nama Rumah Sakit Ibu dan Anak Linggarjati.

Jubir Fraksi PDIP, Apang Sujaman, S.Pd mengungkapkan kesamaan pendapatnya. Ia menyebutkan, perlu adanya badan pegelolaan keuangan dan pengelolaan asset daerah berada dalam satu lembaga teknis daerah (BPKAD). “Namun mengingat masih terbatasnya kemampuan fiskal karena masih banyak potensi penerimaan daerah belum teroptimalkan, kami sarankan agar fungsi penerimaan daerah secara umum dipisahkan dari fungsi penganggaran, akuntansi, pembendaharan serta fungsi asset daerah,” terang Apang.

Jubir Fraksi Golkar, Didi Setiadi, S.Pd mengungkapkan ironisnya, karena Perda 11 Tahun 2008 tidak mengacu kepada PP No. 37 tahun 2007 yang menyatakan bahwa di Provinsi DKI Jakarta dibentuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan di kabupaten/kota dibentuk suku dinas. Seharusnya, istilah pencatatan sipil sudah dibakukan dalam perda tersebut.

Fraksi Golkar menyambut baik pembentukan BPKAD untuk menangani asset daerah oleh eksekutik eselon 2, bukan eselon 4, karena banyaknya asset daerah yang mencapai triliuan rupiah. Dalam BKAD disarankan digabungkan bukan hanya asset dan keuangan saja, tetapi Dispenda juga. Dengan fasilitas dan luas wilayah RS Bandorasa statusnya ditingkatkan menjadi RSU, sehingga Kuningan memiliki dua rumah sakit umum. Pendapat senada mengenai status RSU Bandorasa dan BPKAD yang mengakomodir Dispenda diungkapkan pula oleh Jubir Fraksi PPP, Mamun Sofyan, S.Ag.

H. Dede Ismail dari Fraksi Reformasi mengungkapkan, pembentukan BPKAD sangat penting untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Oleh karena itu harus dilandasai profesionalisme serta dedikasi SDM, termasuk melaksanakan fungsi pemungutan pajak dan retribusi daerah. Sehingga, sudah seharusnya Dispenda dilebur dalam BPKAD. Begitu pula, RS Bandorasa agar tetap pada rencana awal sebagai RSU. (tan)

Iklan
h1

MR Serap Aspirasi Para Kades Cidahu

27 Maret 2012

Cidahu, IB

H.T. Mamat Robby Suganda, S.Sos, Ketua Komisi C DPRD Jawa Barat kerap turun ke bawah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kali ini (Senin, 21/11/11) aspirasi disampaikan oleh para kepala desa (kades) se-Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan.

Secara bergantian para kades menyampaikan aspirasinya, yang diawali oleh tuan rumah, Kades Cidahu, Rudi Rahmat. Ia mengungkaplam, selama ini telah mendengar opini di masyarakat yang menyebutkan H. Robby akan mencalonkan diri menjadi Bupati Kuningan.

Aspirasi lainnya yang disampaikan Rudi berkenaan uang kinerja dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Uang kinerja itu datangnya tidak tentu dan jumlahnya cukup kecil untuk kades dan perangkat desa. Yang agak membingungkan, ketika uang sudah masuk rekening desa, tetapi petunjuk teknisnya menyusul datang, sehingga menimbulkan kegamangan, khawatir menimbulkan permasalahan hukum

Sementara itu, Ketua DPAC Partai Demokrat Kec. Cidahu, Uyud meminta agar H. Robby andai kelak jadi mencalonkan jangan untuk posisi K.2 (wakil bupati). Ia berharap agar keinginannya itu mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Kuningan.

Aspirasi yang cukup lugas disampaikan oleh Tatang Tresna, Kadus Wage Desa Cidahu. Ia tanpa sungkan mengungkapkan bahwa selama ini kesejahteraan kades dan perangkat desa sangat minim. Karena itu, ia meminta agar tunjangan penghasilan tetap bagi kades dan perangkat desa seperti di Kabupaten Cirebon dan Brebes, dapat direalisasi pada 2012 nanti.

Pertemuan seperti ini, kata Robby, merupakan pertemuan informal, karena termasuk lingkup kerja bupati. “Tapi sebagai bentuk penghargaan atas undangan saya tetap hadir, meski hari ini ada rapat paripurna DPRD Jawa Barat,” ujarnya.
Hal ini berbeda ketika saat reses yang bisa mengundang siapa saja. Sehingga apabila melakukan kunjungan paling banter ke kiayi, dulur dan babaturan (kiayi, saudara, dan teman-teman).

Meski demikian, menurutnya, sebagai anggota DPRD Jabar dari Dapil X yang mencakup Kabupaten Kuningan, Banjar dan Ciamis sudah sepantasnya ia menghadiri apabila diundang. Hal ini sebagai komitmen terhadap para pemilih dan pendukung saat Pileg dulu. “Saya tidak mau dicap bila belum jadi datang hampir tiap hari, tapi kalau udah jadi sangat sulit ditemui. Ini yang sangat saya hindari,” ucap Robby.

Ia mengaku datang sebagai bentuk ucapan terima atas dukungannya saat Pileg dulu. Mengenai pertanyaan seputar pencalonan dirinya, secara diplomatis ia mengatakan pencalonan dari partainya itu ada mekanisme. Diantara mekanisme itu adalah dilakukan survey terlebih dahulu terhadap popularitas calon. Apabila dalam survey itu ternyata menempatkan pada posisi yang bagus, maka partai akan mengusung sebagai calon kepala daerah.

“Sampai saat ini, pupolaritas saya masih di bawah Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda. Mudah-mudahan diberikan kesehatan,” ucapnya jujur.

Kades Cibulan, Heri meminta agar desanya mendapat perhatian untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan desa, masjid dan kantor kepala desa. Kades Jatimulya Nuryadi, Kades Nanggela, R. Trisno, dan kades lainnya tak banyak cakap, tetapi langsung menyerahkan proposal yang telah disiapkannya.

Menanggapi pertanyaan dari Kades Jatimulya, ia menyebutkan dirinya tidak bicara partai yang ada di wilayah masing-masing, melainkan bagaimana kita harus membangun Kuningan ke depan yang lebih baik dan maju dengan potensi yang dimiliki. (kies)

h1

Gubernur Saba Lembur Dipadati Ribuan Penonton

27 Maret 2012

Kuningan, IB

Acara Gubernur Saba Lembur yang menampilkan Wayang Golek Giri Harja 3 dengan Dalang Kondang Asep Sunandar Sunarya, berhasil menyedot puluhan ribu penonton. Penonton yang tak bergeming dari tempat duduknya semalam suntuk memadati Pandapa Paramarta Kuningan, Minggu malam (27/11/11).

Warga masyarakat dari wilayah Kuningan dan sekitarnya tumplek dan asyik menonton sampai acara tuntas menyaksikan si Cepot sang tokoh Punakawan. Acara itu diisi pula dengan dialog antara Gubernur H. Ahmad Heryawan dan Cepot dengan masyarakat yang diselingi doorprize dari Gubernur.

Drs. H. Hardiman, MM yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar mengungkapkan, acara Gubernur Saba Lembur merupakan pagelaran malam ke dua yang menampilkan wayang Golek Dalang Kondang Asep Sunandar Sunarya dari Giri Harja 3.

Dipilihnya Kabupten Kuningan, karena Kuningan banyak meraih prestasi ditingkat provinsi, diantara prestasi itu adalah sebagai Jajaka ke 3, dan juara Kirab ke 2 tahun 2011. “Ini berkat kemajuan yang ditorehkan oleh Bupati Kuningan, H. Aang,” ujar Hardiman.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengatakan, pagelaran wayang golek dalam acara Gubernur Saba Lembur itu sangat ditunjang oleh udara yang sejuk dan tanpa hujan sehingga puluhan ribu penonton berkenan datang. “Ini karena masyarakat Kuningan sangat menyukai wayang golek,” jelas Aang.

Ia menyebutkan perlunya melestarikan budaya leluhur yang sudah ada dan jangan sampai tersisihkan oleh budaya luar. Sehingga seni wayang golek di tatanan lokal juga banyak dalangnya. Disamping itu, seren taun, kawin cai dan sintren sebagai budaya Kuningan harus tetap dilestarikan.

Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi, katanya, harus tetap lestari dan hijau agar bisa bermanfaat bagi manusia secara umum. Sedangkan berkenaan dengan penunjukan Kuningan bersama empat daerah lainnya dari 26 kota dan kabupaten di Jawa Barat sebagai tempat acara Gubernur Saba Lembur, Bupati Aang sangat berterima kasih.

Pujian dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Ia memuji Kuningan yang paling baik dan hijau diantara daerah lainnya di Jawa Barat. “Kabupaten Konservasi yang digagas Bupati Aang harus dipertahankan,” pinta Heryawan.

Ini juga berkaitan dengan penilaian kota di Indonesia, karena ada peningkatan passing grade, seluruh kabupaten/kota di Jabar gagal dapat Adipura. “Tetapi kita masih punya kebanggaan karena H. Aang bisa meraih Kalpataru. Ini tentu kebanggaan bagi masyarakat Kuningan dan Jawa Barat,” ucap politisi PKS ini.

Untuk majunya suatu daerah, tambah Heryawan, kita harus belajar dari Korea Selatan. Di sana masyarakat sudah ditanamkan sejak kecil untuk bisa mengalahkan Jepang. Orang Korea Selatan punya doktrin harus bisa mengalahkan Jepang, haram menggunakan produk Jepang, dan tidak boleh kalah dari orang Jepang.

Diakhir pidatonya ia mengajak masyarakat Jawa Barat untuk meneriakkan yel-yel “sabisa-bisa, kudu bisa, dan pabisa-bisa”. (tan)

h1

32 Orang Sopir Bus Dites Urine

27 Maret 2012

Kuningan, IB

Polisi Resor (Polres) Kuningan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Kuningan, Selasa (22/12/11), bertempat di Terminal Tipe A Kertawangunan mengadakan razia tes urine terhadap para sopir bus.

Dalam kesempatan itu, terjaring sebanyak 32 orang sopir bus yang berhasil dites urine. Berdasarkan catatan Polres Kuningan, dari ke 32 orang yang telah melaksanakan tes urine tersebut, didapatkan satu sampel urine nomor urut 12 atas nama inisial Uwa yang diduga positif  mengandung amphitamin sejenis sabu.

Disamping itu didapatkan pula seorang sopir bus bernama Hermansyah yang diduga mengidap hipertensi karena sewaktu dicek tekanan darahnya sampai 200/140. Oleh karena itu dia langsung diberi obat, dan jajaran Polres Kuningan meminta Hermansyah untuk istirahat agar tidak melanjutkan perjalanan.

Kapolres Kuningan, AKBP Wahyu Bintoro, SIK, MH kepada wartawan mengatakan bahwa razia tes urine terhadap para sopir bus sebagai langkah antisipasi agar dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan ulah ugal-ugalan para sopir bus yang seringkali menelan korban di jalan.

Hal tersebut menurut Kapolres bisa terjadi dikarenakan berbagai faktor, mungkin saja para sopir bus sering menggunakan sejenis obat suplemen agar badannya terasa fit, atau bisa juga karena mengkonsumsi narkoba, dan mungkin pula faktor tekanan karena dikejar target setoran oleh para Pengusaha Otobus (PO).

“Jika suatu saat nanti ada diantara sopir yang diduga kuat mengkonsumsi narkoba serta ada barang bukti berupa ganja dan sejenis psikotofrika lainnya, kami akan bertindak tegas”, tandas Wahyu.

Test Urine Bukan Gebragan Sesaat

Lebih lanjut Kapolres menegaskan, tes urine terhadap sopir bus merupakan gebragan awal dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kapolres baru di Kabupaten Kuningan. “Tapi ini juga bukan hanya sebatas gebragan sesaat, karena kami akan terus menindaklanjuti secara periodik dan sasarannya akan diperluas kepada umum. Begitu juga masalah tes urine sekarang ini, akan ditindaklanjuti dengan upaya mengkomunikasikannya dengan para PO, agar para sopir bus dapat bekerja nyaman tanpa rasa tertekan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kadishub Kuningan Drs. Djaka Chaerul, kepada IB menerangkan bahwa razia tes urine kepada para sopir bus merupakan bagian follow up anak yang tergilas bus baru-baru ini. “Hal ini sudah sering terjadi dan cukup meng-khawatirkan semua pihak apabila terus-terusan dibiarkan. Untuk itu kami sangat mendukung langkah dan upaya Kapolres,” tegasnya.

“Perlu diketahui Terminal A Kertawangunan merupakan sentral terminal bus yang dilalui oleh tujuh PO. Jumlah Bus keseluruhannya 230, sedangkan yang beroperasi setiap hari sekira 150 sampai dengan 200 bus. Jika dirata-ratakan setiap harinya yang keluar dan masuk terminal terhitung 100 bus,” terang Djaka. (rda)

h1

Tiblalin Jalan Sudirman Kondusif

27 Maret 2012

Kuningan, IB

“Penertiban lalu lintas (tiblalin) Jalan Sudirman satu arah dari sebelah barat mulai Toserba Terbit ke RUS 45 Kuningan sudah kondusif,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kab. Kuningan, Drs. Djaka Chaerul, saat ditemui IB di kantornya, Selasa (22/11/11).

Menurutnya, penertiban penggunaan satu arah Jalan Sudirman sudah menjadi bagian tugasnya dalam rangka menanggulangi kemacetan. “Dalam melaksanakan tugas penertiban itu, kami juga tidak bekerja sendiri tetapi kami selalu berkoordinasi dengan Polres Kuningan,” katanya.

Diakui Djaka, halangan dan rintangan dalam melaksanakan tugas penertiban pengunaan jalan lalu lintas tentu ada, seperti dari sopir angkot maupun kusir andong. Namun setelah diberikan keterangan pada hari Senin (21/11/11) bertempat di Kantor Pasar Kepuh, mereka (para kusir, red) dapat memahami serta mengerti akan pentingnya tertib lalu lintas.

Yedi (35), salah seorang staf di Pasar Kepuh ketika dimintai keterangan oleh IB di kantornya Rabu (23/11), membenarkan bahwa di kantornya pada hari Senin yang baru lalu telah terjadi dialog antara para kusir andong, sopir angkot dengan Dinas Perhu-bungan dan Polres Kuningan beserta stakeholder lainnya.

Di tempat terpisah, Ocin Kabid Pasar Disperindag Kuningan ketika dimintai tanggapannya mengatakan, pada prinsipnya dirinya setuju terhadap pemberl-akuan satu arah di dalam pasar yang telah diberlakukan pihak terkait. “Kami mengharapkan adanya pengawasan dari pihak terkait, baik pengawasan dari dalam atau dari luar pasar,” pintanya.

“Kami juga menghimbau kepada semua pihak yang terkait dalam penertiban yaitu para sopir angkot dan kusir andong agar konsisten terhadap hasil kesepakatan dalam rempugan. Sebagaimana hasil rempugan untuk tempat mangkal andong ialah di Pasar Baru, tapi nyatanya masih saja ada andong yang mangkal di depan kantor BRI. Dan itupun akan terus dikaji  dan dievaluasi dampaknya terhadap para pedagang di pasar,” imbuhnya.

Pemberlakuan Jalan Sudirman satu arah ternyata dapat dirasakan langsung oleh para pengguna jalan. Seperti halnya H. Eman (58), salah seorang tokoh masyarakat yang kebetulan mengendarai mobil pribadinya mengaku senang melewati Jalan Sudirman dari mulai arah sebelah barat. Menurutnya, biasanya dari mulai Apotek Akrab sampai dengan pertigaan RSU 45 itu macet. “Alhamdulillah sekarang mah lancar,” tuturnya.

Begitu juga yang dirasakan salah seorang pejalan kaki yang enggan disebut namanya. “Waduh pak, kemaren-kemaren sebelumnya boro-boro bisa berjalan dengan tenang begini, dulu mah kalau jalan kaki saja harus nengok kiri kanan, depan belakang. Kalau tidak begitu saya bisa keserempet atau ketabrak mobil, motor dan andong. Yah, sekarang mah cukup mandang ke depan dan sekali-sekali ke kanan, alhmdulillah nyaman dan aman,” katanya kepada IB. (rda)

h1

HUT KORPRI ke-40 Diisi Berbagai Kegiatan

27 Maret 2012

Kuningan, IB

Berbagai kegiatan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus KORPRI (DPK) Kabupaten Kuningan dalam rangka hari ulang tahun (HUT) organisasi abdi negara ke-40 itu. Acara diawali dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan dilanjutkan Gebyar HUT KORPRI di GOR Ewangga Kuningan, Selasa (22/11/11).

Pada Gebyar KORPRI itu, menurut Ketua Panitia, Dra. Eni Sukarsih, M.Si, menampilkan motivator muda nomor satu di Asia yaitu Bong Chandra di hadapan ribuan anggota KORPRI, launching Website DP KORPRI Kabupaten Kuningan, launching Perumahan Graha Abadi Negara dan penyerahan kartu multiguna dari Bank BJB. Kehadiran Bong Chandra, kata Eni, memiliki nilai spesial dengan memberikan kiat-kiat sukses memberikan motivasi bagi seluruh tamu dan undangan.

Rangkaian HUT KORPRI diisi pula bhakti sosial, lomba seni dan olah raga. Bhakti sosial diantaranya pengobatan gratis untuk 500 pasien di Desa Tarikolot Kec. Pancalang, dan, pengobatan gigi gratis 678 pasien di Desa Tarikolot Kec. Pancalang dan Desa Sukadana Kec. Ciawigebang.

Selanjutnya, khitanan massal bagi 21 anak sunat di Pancalang, donor darah diikuti 88 peserta di Gedung KORPRI, dan pelayanan KB gratis diikuti 34 akseptor di Desa Luragung Landeuh Kec. Luragung.

Berikutnya, penghijauan di Hutan Kota Bungkirit Cigugur, dan jalan sehat bekerjasama dengan PD PGRI dengan start dan finish di Pandapa Paramartha diikuti oleh ribuan peserta.

Adapun hasil perlombaan diantaranya pengucapan Pancaprasetya KORPRI disabet Tarmidi, M.Si Unit KORPRI DPRD, Yudi Setiana Dishub, dan Sidik, S.AP Lebakwangi. Lomba Karaoke Putra Iman Nugraha Disparbud, Muhtadi, S.Sos Dinsosnaker, dan Is Ismoro Cilimus. Lomba Karaoke Putri diraih oleh Meta BPLHD, Dei BKBPP, Marsinah  Cilebak.

Untuk pertandingan Tenis Putra diraih oleh Dinas Pendidikan, Kecamatan Sindang Agung, dan Kecamatan Ciawigebang.
Ketua DPK Kab. Kuningan Drs. Dian Rachmat Yanuar, M.Si mengatakan, peringatan HUT KORPRI sebagai media untuk merefleksikan dan mengkaji ulang tentang kiprah serta peranan KORPRI dalam tatanan peningkatan profesionalisme dan peningkatan kinerja disektor pelayanan publik. Selain itu, dalam meningkatkan kesejahteraan anggota, keluarga dan masyarakat.

Launching Website KORPRI Kabupaten Kuningan dan perumahan murah serta penyerahan kartu multiguna bagi anggota Korpri, kata Dian, untuk lebih meningkatkan interaksi komunikasi diantara pengurus dan seluruh anggota KORPRI Kabupaten Kuningan.

Upacara Puncak HUT KORPRI

Upacara puncak Peringatan HUT KORPRI ke-40 dilaksanakan di halaman Setda Kabupaten Kuningan, Selasa (22/11/11) dengan Pembina Upacara Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda.

Presiden Republik Indonesia, DR.H. Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Kuningan mengungkapkan bahwa KORPRI sebagai bagian utama dari jalannya roda pemerintahan dituntut untuk meningkatkan profesionalismenya. Selain itu, harus mampu meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tetap memelihara netralitasnya sebagai aparatur pemerintah.

Presiden menilai saat ini merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan pembinaan jiwa KORPRI dalam kebhinekaan, karena KORPRI adalah jiwa dan semangat warga bangsa yang majemuk. Jiwa KORPRI adalah jiwa yang mengemban amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan jiwa KORPRI adalah jiwa pengabdian tanpa membedakan asal-usul, agama, etnis, serta budayanya.

Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian beasiswa kepada anak-anak dari anggota KORPRI gol I dan II yang berprestasi dan santunan anak yatim yang berasal dari beberapa kecamatan. Total bantuan yang diberikan berjumlah Rp. 50.000.000 dimana Rp. 40.000.000 berasal dari bantuan DP KORPRI Kabupaten Kuningan serta PT. ASKES dan dari BAZ melalui program Gupay Rasa sebesar Rp. 10.000.000. Sedangkan untuk anak yatim diberikan 50 paket perlengkapan sekolah bagi 50 anak dimana 20 orang anak yatim  berasal dari Kecamatan Kuningan, 10 berasal dari Kecamatan Sindang Agung, 10 dari Kecamatan Cigugur dan 10 dari Kecamatan Kramatmulya.

Selain itu juga DP KORPRI Kabupaten Kuningan memberikan bantuan kepada Panti Jompo Yayasan Amal Mulya yang berada di Kelurahan Awirarangan Kecamatan Kuningan. (tan)

h1

70 Calon Transmigran Asal Kuningan Sudah Terdaftar

27 Maret 2012

Kuningan, IB

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kuningan, Drs. H. Dadang Supardan, M.Si, sebanyak 70 orang calon trasmigran asal Kuningan sudah terdaftar di kantornya.

Para pendaftar transmigran tersebut, kata Dadang, rata-rata adalah buruh tani yang tidak punya lahan tanah. “Mereka mendaftar dengan harapan dapat lahan tanah pribadi,” ucap Dadang saat ditemui IB di ruang kerjanya, Kamis (1/12/11).

Dia mengungkapkan bahwa kebanyakan dari para calon transmigran tersebut ingin diberangkatkan ke daerah Riau. Akan tetapi, lanjut Dadang, Riau tidak membutuhkan transmigran, namun yang dibutuhkan adalah calon tenaga kerja untuk pemutik kelapa sawit.

Dikatakan, para transmigran asal Kuningan rencananya akan diberangkatkan ke Lahat, Sumatera Utara. Di sana, mereka akan diberikan lahan tanah seluas 2 hektare. “Itupun kalau mereka mau setelah nanti dikomunikasikan. Apabila mereka tidak mau diberangkatkan ke Lahat, kemungkinan aternatifnya akan diadakan translok ke daerah Mekarjaya,” jelasnya.

Berkaitan dengan masalah transmigrasi, Dadang mengeluh-kan masalah untuk biaya pemberangkatan, karena pada tahun yang lalu belum ada bantuan anggaran dari APBD. “Hal itu penting mengingat sewaktu pemberangkatan mini-mal ada keseragaman pakaian, tas dan uang saku. Namun alhamdulilah, untuk tahun 2012 sudah dianggarkan dalam APBD sebesar Rp. 75 juta,” ujarnya. (rda)