Archive for the ‘edisi 172’ Category

h1

Waduk Kuningan (Cileuweung) Hampir Pasti Terwujud

24 Maret 2012

Kuningan, IB

Menteri PU Djoko Kirmanto dan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda didampingi Dirjen Sumber Daya Air Mochamad Amron

Pembangunan Waduk Kuningan atau Waduk Cileuweung dengan lokasi di Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum dan sekitarnya hampir pasti terwujud. Kepastian akan pelaksanaan pembangunan terungkap dari kunjungan Menteri Pekerjaan Umum RI, Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE, ke Kuningan.

Djoko Kirmanto diterima oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda di Grage Sangkan Hotel SPA, Rabu (12/10/11). Ia hadir didampingi oleh Dr. Ir. Mochamad Amron, M.Sc, Dirjen Sumber Daya Air dan Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Dr. Ir. Djaja Murni Warga Dalam, Dipl. HE, M.Sc dan Prijo Sambodo, ME, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung.

Saat itu diungkapkan pula perubahan nama waduk, sehubungan genangan waduk mencakup dua kecamatan yani wilayah Kecamatan Cibeureum dan Karangkancana.

Menurut Djoko Kirmanto, untuk terselesainya pembangunan Waduk Kuningan ini dibutuhkan kerjasama antar pemangku kepentingan (stakeholder) dan juga dukungan dari masyarakat sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengatakan, Waduk Kuningan nantinya diproyeksikan akan mampu mengairi wilayah Kuningan untuk daerah irigasi 1.000 hektare, air baku untuk air minum dan industri, serta pariwisata. Sementara untuk Kabupaten Brebes akan mengairi daerah irigasi Cijangkelok seluas 7.151 hektare.

Untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Waduk Kuningan itu, Bupati Kuningan dan Bupati Brebes telah menghadap atas undangan dari Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta belum lama ini, sebagai bagian dari tindak lanjut “Kuningan Summit 2011” pembangunan Waduk Kuningan.

Menurut Bupati Kuningan, Waduk Kuningan akan menggunakan lahan seluas 285 hektare yang terdiri dari daerah genangan 220 hektare, sabuk hijau 45 hektare dan lahan fasilitas 20 hektare. Waduk ini akan mampu menampung air 30 juta meter kubik. Adapun jumlah penduduk yang akan dipindahkan sebanyak 60 KK.

Waduk Kuningan ini selain berfungsi untuk menyimpan air guna keperluan di musim kemarau, juga berfungsi sebagai daerah tujuan wisata, pusat usaha budidaya ikan dengan cara jaring terapung .

Sementara lokasi Waduk Kuningan, kata Bupati Kuningan, meliputi Desa Kawungsari, Desa Randusari dan Desa Sukarapih di Kec. Cibeureum, serta Desa Tanjungkerta dan Simpayjaya di Kec. Karangkancana, Kabupaten Kuningan. Waduk Kuningan terletak pada sungai Cikaro bagian hulu yang memiliki debit air cukup. “Kami mengharapkan pada 2012 mendatang waduk ini sudah bisa mulai digarap,” ungkapnya.

Aang menyebutkan, pembangunan waduk tersebut sejalan dengan konsep Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi dan menempatkan diri sebagai lumbung air. Selama ini, selain memiliki Waduk Darma seluas 425 ha dengan kapasitas daya tampung air 39 juta meter kubik, Kabupaten Kuningan juga sudah selesai membangun 45 embung atau situ yang tersebar di sejumlah kecamatan, yang airnya dimanfaatkan masyarakat.

Berdasarkan hasil penilain tentang prioritas rencana pembangunan waduk melalui studi komparatif potensi waduk-waduk di DAS Cisanggarung (BBWS Cimanuk – Cisanggarung 2007) terdapat 15 lokasi berpotensi untuk dibangun waduk. Ke 15 lokasi itu meliputi Cimulya, Cileuweung, Cihirup, Ciniru, Haurkuning, Cigalagah, Cimara, Dukuhbadag, Gunungkarung, Ciwaru, Cihowe, Peucang, Seuseupan, Masigit, dan Maneungteung. (tan)

Iklan
h1

Jajat Sudrajat : Bangunan Pasar Darma Tidak Miliki IMB

24 Maret 2012

Darma, IB

Pembangunan Pasar Darma ditengarai masih menyimpan masalah karena belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kab. Kuningan. Dua pasar lainnya yang sedang dibangun yakni Pasar Ancaran dan Kramatmulya juga bernasib sama, tanpa IMB .

Hal itu diungkapkan Kepala BPPT Kab. Kuningan, Ir. H. Jajat Sudrajat, M.Si, di Kantornya, Rabu (26/10/11). “Ketiga pasar yang sedang dibangun saat itu, benar belum mengantongi izin mendirikan bangunan. Bahkan Pasar Darma melanggar garis sempadan jalan, sehingga tidak bisa dikeluarkan IMB,” terang H. Jajat Sudrajat.

Ia menyebutkan, tim telah turun ke lokasi yang mencuat belakangan ini, pasca kunjungan kerja Komisi B DPRD ke tiga pasar yang didanai oleh APBN itu. Menurut Jajat, dirinya tidak akan mengeluarkan IMB, bila benar hasil kajian teknis ternyata pasar itu melanggar ketentuan garis sempadan jalan dan ketentuan lainnya tentang perizinan.

“Jika pasar itu tidak memenuhi ketentuan perizinan maka tidak akan dikeluarkan IMB. Dan, apabila bangunan itu tidak mengantongi IMB maka kewenangan untuk membongkar ada pada Satpol PP,” terang Ajat.

Sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD Kuningan, Yudi M. Ridho didampingi Wakil Ketua H. Oyo Sukarya mengatakan, kondisi seperti ini menjadi pertanda tidak adanya sikap teladan yang ditunjukkan Pemkab Kuningan. Bahkan mereka menganggap beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait telah rapuh, karena tidak ada sinkronisasi antara yang satu dengan lainnya.

“Ini bangunan milik pemerintah, mestinya pemerintah sendiri harus berani mengambil sikap. Jangankan bangunan pemerintah, terhadap bangunan milik pribadi saja beberapa waktu lalu yang berada di sempadan jalan, pemerintah berani membongkarnya,” kata Oyo Sukarya kepada Kuningan News.

Dikatakan Oyo, aturan yang mengatur persoalan ini, terdapat pada Perda nomor 18 tahun 2002, tentang Ketentuan Garis Sempadan Jalan. “Di situ jelas disebutkan, bangunan harus berada di luar garis sempadan jalan, dengan jarak dua meter dari As (garis tengah) jalan. Sementara bangunan pasar Darma ternyata hanya kurang dari dua meter saja,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti persoalan ini, Komisi B DPRD Kuningan akan memanggil beberapa dinas terkait pada hari Senin lusa. “Kita akan adakan Raker (Rapat Kerja, red) untuk membahas evaluasi dengan beberapa dinas terkait, termasuk beberapa dinas yang juga menangani beberapa proyek yang masih bermasalah. Ini perlu diluruskan,” tegas Oyo.

Terpisah, Kepala Dinas Perindag Kab. Kuningan, Nana Sugiana, SE, M.Si melalui Kabid Perdagangan, Rd. Markum, SH mengatakan, ketiga revitalisasi pasar itu mencapai Rp. 4,5 miliar. Dengan rincian, Pasar Darma Rp. 1,431.650.000, Pasar Ancaran Rp. 1.570.670.000 dan Pasar Kramatmulya Rp. 1.617.240.000.

Menyikapi adanya dugaan pelanggaran garis sempadan jalan pada pembangunan Pasar Darma, Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan Perda No. 18 Tahun 2002 tentang Izin Mendirikan Bangunan, disebutkan bahwa ada beberapa fasilitas yang dikecualikan dari garis sempadan jalan itu, meliputi pusat pertokoan, pasar dan perkantoran pemerintah.

“Dengan demikian Pasar Darma yang telah ada tidak melanggar garis sempadan jalan. Hal inipun telah disampaikan kepada Komisi B DPRD Kuningan,” terang Rd. Markum.

Hal itu tentu berbeda bila yang jadi acuan adalah Perda Provinsi Jabar No. 3 Tahun 2009 tentang Garis Sempadan jalan. (tan)

h1

Oknum Petugas PABP Japara Diduga Manipulasi Rekening

24 Maret 2012

Japara, IB

Oknum petugas pencatat kilometer pada Pipanisasi Air Bersih Perdesaan (PABP) Kecamatan Japara, RN, diduga memanipulasi pencatatan nominal rekening pembayaran beberapa konsumen selama dua bulan terakhir. Sehingga, saat jatuh tempo pembayaran, konsumen harus mengeluarkan kocek yang lebih besar.

“Dalam dua bulan terakhir ini, pembayaran bulanan rekening air terasa membengkak. Penyebabnya, oknum pencatat kilometer diduga asal tembak dalam mencatat debit air yang dipakai tiap bulannya,” ungkap seorang konsumen yang enggan dikorankan kepada IB, Kamis (20/10/11).

Menurut sumber itu, bukti penyelewengan petugas pencacat kilometer dilihatnya pada struk pembayaran selama bulan Agustus – September 2011. Pada struk tersebut, kata dia, terdapat jumlah yang sama pada kedudukan kilometer akhir. “Kejadian ini menimpa pula konsumen yang lain,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, ada dua hal yang kurang jelas pada pengelola Pipanisasi Air Bersih Perdesaan Kecamatan Japara selain pencatatan kilometer yang tidak sesuai dengan rekening tagihan. Kekurangjelasan itu adalah kilometer yang rusak tidak cepat diganti dan ketidakjelasan dana pemeliharaan yang dibebankan kepada konsumen yakni Rp. 2.000 per bulannya.

Sementara, Bambang Kusmantoro, Seksi Keamanaan yang juga bertugas menampung aspirasi dan keluhan konsumen di lembaga pengelola air bersih tersebut mengucapkan terima kasih terkait keluhan yang disampaikan.

“Terus terang saya merasa kaget atas kejadian ini, karena saya baru dua bulan bertugas. Kedepan, kami akan lebih teliti lagi agar konsumen tidak dirugikan,” kata dia. (dad)

h1

84 Pasangan Pengantin Ikuti Isbat Nikah Massal

24 Maret 2012

Kuningan, IB

Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Kuningan menggelar isbat nikah kerja bareng dengan Pengadilan Agama Kuningan yang diikuti 84 pasangan pengantin. Untuk kelompok pertama diikuti sebanyak 43 pasangan pengantin, bertempat di Sekretariat K3S Kuningan, Kel. Purwawinangun, Kamis (20/10/11).

Ketua K3S Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda menuturkan, isbat nikah diikuti pasangan pengantin yang berasal dari beberapa kecamatan yang berada di Kuningan dan dilakukan selama 2 hari. Untuk sisanya, 39 pasangan pengantin dilakukan di Kantor Kecamatan Ciawigebang 21 Oktober.

“Bahkan rencanaya 1 November juga akan dilakukan  nikah massal  yang diikuti sebanyak 11 orang. Sekaligus penyerahan akta nikah bagi meraka yang telah melakukan isbat nikah,” ungkap ketua umum K3S Kab. Kuningan yang memiliki kepedulian sosial ini.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, jelas Utje, untuk mewujudkan pelaksanaan program secara terpadu dalam meningkatkan martabat dan kesejahteraan keluarga dengan menaati peraturan pemerintah dan meningkatkan pelaksanaan yang dilandasi kepedulian sosial untuk mengangkat derajat keluarga dengan memiliki surat nikah.

Untuk  temanya  yakni melalui bhakti sosial nikah massal, kita tingkatkan ketaatan hukum dan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda tahunan  dan kali ini adalah yang ke tiga. Sedangkan untuk isbat nikah baru tahun ini, namun tidak menutupkemungkinan akan menjadi agenda tahunan.

Oman, S.Ag, Ketua Panitia menjelaskan, sidang isbat nikah merupakan  permohonan untuk pengesahan nikah dimana pernikahan dulu tidak tercatat di KUA atau kawin agama. Apabila sudah memenuhi persyaratan akan keluar putusan atau penetapan. Setelah itu akan diberikan akta nikah dari Kantor Urusan Agama setempat.

Untuk pelaksanaan sidang isbat nikah ini, Oman mengatakan,  ada  ketua majelis, hakim anggota 2 orang ditambah panitera pengganti 1 orang. Dari peserta nikah massal dihadiri suami selaku pemohon 1 dan istri pemohon 2 dan saksi. Adapun materi sidang berkaitan dengan pertanyaan siapa saksi nikah, wali nikah,  mas kawin, dan lainnya.

“Pengadilan agama akan menolak permohonan putusan apabila tidak memenuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dan juga menolak apabila ada peserta yang melakukan poligami,” ungkap sekretaris Pengadilan Agama Kuningan ini.

Menurut Oman, pihaknya  kami akan terus mendukung, bahkan rela jemput bola untuk terselenggranya kegiatan nikah massal ini. Terutama untuk membantu mereka yang tidak mampu dan semua ini dilakukan untuk memberikan kemudahan untuk anak mereka mendapatkan akta lahir dan akta diri perkawinan.  (tan)

h1

Disperindag Gelar Catur Non Master Bupati Cup

24 Maret 2012

Bupati Kuningan, H. Aang dengan Dandim 0615 Kuningan, Letkol Sugeng Waskito Aji saat pembukaan Turnamen Non Master Bupati Cup, di Kantor Disperindag, Sabtu (29/10/11)

Kuningan, IB

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kerjasama dengan DPD KNPI dan Pengda Percasi Kabupaten Kuningan menggelar Turnamen Catur Non Master Bupati Cup. Ketua Panitia Turnamen, Dading mengatakan, turnamen yang digelar selama dua hari, Sabtu – Minggu (29 – 30 Okt 2011) itu diikuti 150 pecatur dari wilayah III Cirebon, plus Bandung, Purwakarta, Ciamis dan Tegal.

Ia mengharapkan agar Turnamen Bupati Cup tersebut bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya untuk mencari bibit pecatur pada masa depan.

Ketua Pengda Percasi Kuningan, H. Uba Subari AK mengaku bangga atas digelarnya turnamen itu, dan berharap agar diikuti oleh dinas-dinas lainnya. “Selama ini Kuningan sudah banyak memiliki pecatur handal, sekarang tinggal MN Arisman saja. Namun kita punya harapan seorang pecatur muda Rida Muthiani yang disekolahkan di Sekolah Catur Guna Darma,” ujarnya.

Sekretaris Umum KONI Kab. Kuningan, Drs. Dedi Kusnadi, M.Si menjelaskan bahwa saat ini beberapa cabang olah raga sedang sibuk mengikuti kegiatan. Seperti IPSI sedang mengikuti Kejurnas, dan Perbasi ikut Kejurda. KONI ingin memberikan kontribusi terhadap pembangunan olahraga di Kabupaten Kuningan, dengan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi. “Seperti diperlihatkan enam atlet asal Kuningan yang ikut dalam Sea Games mendatang,” kata Dedi.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengharapkan agar turnamen itu dapat melahirkan pecatur andal yang bisa bersaing ditingkat regional atau nasional. Sebab, kata Aang, selama ini prestasi Kuningan di level Jawa Barat masih kurang bagus, termasuk pada PORDA 2011 lalu di Bandung. Saat itu Kuningan hanya menempati peringkat 15, dan sangat sulit untuk menembus 10 besar.

Tapi dirinya merasa bangga, dalam PORDA itu cabor Sepakbola bisa masuk grand final, dan itu merupakan pencapaian tertinggi Kab. Kuningan. “Agar kita bisa berprestasi maka harus membenahi organisasi, wasit dan atletnya. Kabupaten Kuningan saat ini banyak bibit atlet potensial, tetapi pembinaannya kurang optimal, sehingga hasilnya kurang memuaskan,” ujar Aang.

Ia juga mengharapkan agar Pemprov Jawa Barat menempatkan daerah tertentu untuk pembinaan olahraga. Misalnya, Kuningan untuk Cabor Atletik, Bandung untuk Sepakbola dan Tasikmalaya untuk Panahan. Sehingga bila ada PON tinggal mewakili dari daerah tertentu saja.

Kepala Dinas Perindag Kab. Kuningan, Nana Sugiana, SE, M.Si didampingi ketua Pengda Percasi menambahkan, tujuan dari turnamen adalah untuk menjalin silaturahmi antar pecatur. Sedangkan untuk prestasi ada batasannya, yakni umur maksimal 37 tahun, dan harus mendapat izin dari Pengda Percasi Jabar. “Meski demikian tidak menutup-kemungkinan lahir talenta-talenta baru pengganti MN Arisman yang waktunya akan segera habis,” terang dia. (tan)

h1

HAN dan PIN

24 Maret 2012

Cilimus, IB

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Kuningan di taman Gedung Perundingan Linggarjati, Selasa (18/10/11) sekaligus dilaksanakan pencanangan pekan imunisasi nasional (PIN). Pencanangan dilakukan oleh Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda bersama Ibu Hj. Utje Ch. Suganda.

Gebyar hari anak nasional itu dipadati ribuan anak-anak yang begitu ceria, bahkan beberapa diantaranya unjuk kebolehan di panggung kehormatan. Diantaranya dari TK Cigugur dengan tarian Ayang-ayang Gung, dan IGRA yang menampilkan tarian Sunda. Mereka nampak tak canggung menari di atas panggung itu.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengatakan, ada tiga hal yang harus menjadi perhatian orang tua terhadap anak-anaknya. Ketiga hal itu yakni memberikan perhatian kepada anak-anak kita, mendidik, dan memberikan kasih sayang kepada mereka.

Pendidikan anak, sebut Aang, harus dimulai dari pendidikan di dalam rumah tangga dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya orang tua, khususnya berupa pengasuhan, pembimbingan, dan pemberian arahan untuk menuju masa depan yang benar. Termasuk di dalamnya orang tua juga bertanggung jawab didalam membentuk kepribadian anak.

Selanjutnya, pendidikan di sekolah memberikan peranan penting kepada guru dan pendidik. “Pendidikan yang benar tentu saja bukan hanya berkaitan dengan ilmu dan pengetahuan, tetapi untuk memiliki mental kepribadian dan fisik yang baik, serta intelektual dan kecerdasan yang baik,” terang Aang.

Juga, lanjutnya, harus memberikan perlindungan dari diskriminasi, ekploitasi baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, penganiayaan, ketidakadilan dan perlakuan salah lainnya.

Untuk itu, Bupati mengajak seluruh guru dan orang tua lebih meningkatkan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara sejahtera agar terbentuk generasi penerus yang tangguh, sehat, jujur, cerdas, berprestasi dan berakhlak mulia.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Drg. H. Kadaryanto, MM, Mars mengungkapkan, tujuan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran seluruh stakeholders akan pentingnya memberikan perlindungan, pemenuhan hak-hak anak, serta pelayanan holistic integrative kepada semua anak tanpa diskriminasi.

Acara dihadiri pula oleh Dandim 0615 Kuningan Letkol Kav. Sugeng Waskito Aji, Ketua Pengadilan Erwan Toni, SH, MH, dan Wakil Ketua DPRD Drs. H. Toto Suharto, S.Farm.Apt.

Diakhir acara dilakukan pengukuhan Hj. Utje Ch. Suganda sebagai Bunda PAUD Kabupaten Kuningan oleh wakil HIMPAUDI Jawa Barat, dan dilanjutkan dengan pencanangan pekan imunisasi nasional (PIN) dengan meneteskan vaksin anti polio dan campak kepada anak-anak. (dad/tan)

h1

Ondin Sutarman Kembali Pimpin PWI

24 Maret 2012

Kuningan, IB

Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kuningan menggelar Konferensi Perwakilan PWI Kuningan, Jum’at (28/10/11) di Hotel New Purnama, Cigugur Kuningan.

Dalam konferensi itu, kata Ketua Panitia, H. Wawan Jr kepada IB melalui ponselnya, Ondin Sutarman terpilih kembali sebagai ketua dengan meraih 19 suara. Ia unggul atas Tohir Manihuruk yang didukung 7 suara. Ondin sebelumnya pernah menjabat ketua selama dua periode, sebelum diselang oleh M. Bakri selama periode 2008 – 2011.

Pembukaan konferensi sendiri dihadiri oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos, Muspida, pimpinan SOPD, PWI Cabang Jabar, camat, peninjau dan anggota PWI Kuningan.

Adapun agenda konferensi meliputi penyampian LPJ (Laporan pertanggung-jawaban) pengurus periode 2008 – 2011 dibawah Ketua M. Bakri. (kies)