Archive for the ‘edisi 171’ Category

h1

Desa Cimulya Terbaik, Desa Sadamantra Termurah Pilkades

22 Maret 2012

Bupati Aang saat melantik 20 kepala desa di Pendopo Kabupaten, Selasa (4/10/11)

Kuningan, IB

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos mengatakan, Desa Cimulya Kecamatan Cimahi merupakan desa terbaik dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) periode ke III tahun 2011 di Kabupaten Kuningan. Sedangkan Desa Sadamantra Kecamatan Jalaksana penyelenggaraan Pilkades-nya relatif paling murah.

Di Desa Cimulya, kata Bupati Aang, meski Pilkades diikuti tiga calon (Casdik, Kasdja, Raskum, red) tetapi bisa berjalan lancar dan demokratis. Sikap demokratis ini nampak dari sikap para calon kalah, yang mau menghargai dan mengakui kemenangan lawannya.

“Pengakuan terhadap lawan yang menang merupakan wujud demokratis yang harus ditumbuhkembangkan dalam pelaksanaan Pilkades di desa lainnya,” ujar Aang, Selasa (4/10/11) di Pendopo Kabupaten saat melantik 20 orang kepala desa terpilih.

Sementara, terkait keluhan yang selama ini muncul mengenai tingginya biaya Pilkades, ternyata dapat ditangkis dalam Pilkades Desa Sadamantra. Ketua BPD Sadamantra, Drs. H. Toto Toharudin, M.Pd membenarkan rendahnya biaya Pilkades di desanya.

Menurut Toto, di desanya secara transparan biaya Pilkades hanya Rp. 16 juta. Dana itu berasal dari ADD Rp. 5 juta dan bantuan APBD Rp. 4 juta. Sisanya menjadi tanggung jawab bersama, seperti untuk honor BPR Rp. 1,5 juta dan honor panitia yang disumbangkan kembali untuk biaya Pilkades.

“Mereka sadar. Ini merupakan bentuk komitmen bahwa Pilkades adalah tanggung jawab bersama. Termasuk tidak memungut dana dari calon kades,” terang Kabid Pora Disdik Pora ini.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda menjelaskan bahwa pelantikan kades merupakan awal strategis penyelenggaraan pemerintahan desa. Ia meminta agar perbedaan yang sempat muncul bisa dipersatukan kembali, jangan ada perlakuan pendukung dan bukan pendukung oleh kepala desa karena semua adalah rakyat kita.

Dalam mewujudkan desa yang maju dan mandiri, kata Aang, perlu dibuat produk hukum yang baik dan benar, serta segera lakukan harmonisasi dengan lembaga di desa, baik BPD, LPM, MUI, PKK dan Karangtaruna. “Dan bila ada masalah segera selesaikan secara musyawarah dengan prinsip yang terbaik untuk semua,” sarannya.

Sebagai Sekjen APKASI, Aang telah melakukan langkah untuk memperbaiki nasib kades dan perangkat desa dengan melakukan komunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri. “Saya setuju dengan perjuangan beberapa orang kepala desa yang berjuang memperjuangkan nasibnya hingga Jakarta, namun harus dengan langkah positif,” ujar Aang. (tan)

Iklan
h1

Kemendagri Tolak Permohonan Utang Pemkab Kuningan

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Untuk memenuhi kebutuhan terkait belanja langsung pada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Perubahan tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Kuningan merencanakan melakukan pinjaman daerah sebesar Rp. 20 miliar. Sayangnya, permohonan pinjaman daerah itu tidak dikabulkan oleh Kementerian Dalam Negeri cq. Dirjen Keuangan Daerah.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, MM  saat penyampaian Jawaban BupatiKuningan atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD pada Rapat Paripurna DPRD, Kamis (6/10/11). Padahal, pinjaman itu sangat diperlukan untuk pembayaran gaji CPNS Rp. 3,56 miliar, rapel kenaikan tunjangan beras Rp. 4,02 miliar, kenaikan tunjangan beras Rp. 835 juta, menutupi penurunan penerimaan dana perimbangan Rp. 9,03 miliar, dan melaksanakan kegiatan yang sangat mendesak sebesar Rp. 2,53 miliar.

Solusi untuk menutupi itu, kata Wabup Momon Rochmana, akan dilakukan koordinasi dan konsultasi intensif dengan Kementerian Keuangan agar menaikkan pagu anggaran dana bagi hasil pajak dan bukan pajak.

Memang terbitnya beberapa Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) pada 2011 berimplikasi pada keuangan daerah. Seperti terbitnya Permenkeu No. 74/PMK07/2011 mengakibatkan dana bagi hasil PBB yang semula direncanakan Rp. 33 miliar menjadi Rp. 25,89 miliar (turun Rp. 5,67 miliar). PMK No. 68/PMK07/2011 mengakibatkan alokasi dana perimbangan sumber daya alam dan minyak bumi, meningkat dari Rp. 10,28 miliar menjadi RP. 11,35 miliar.

Permenkeu No. 232/PMK07/2011 mengakibatkan dana bagi hasil sumber daya alam panas bumi turun, semula Rp. 7,32 milar menjadi Rp. 4,93 miliar. Pemenkeu No. 73/PMK07/2011 tentang Dana Alokasi Umum (DAU) semula Rp. 722,47 miliar menjadi Rp. 722,13 miliar, turun Rp. 342,93 juta. Permenkeu No. 42/PMK07/2011 tentang Pedoman Dana Alokasi Khusus (DAK), semula Rp. 69,43 miliar turun menjadi Rp. 69,41 miliar, berkurang Rp. 12,3 juta.

Menurut Wakil Bupati, APBD Kuningan diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya pada wilayah dengan IPM rendah. Harapan ini sejalan dengan komitmen dan langkah yang telah ditempuh mengacu pada kebijakan umum anggaran (KUA) 2011. Yang dimaksud memperhatikan adalah pengalokasian belanja secara merata dan berkeadilan dengan meperhatikan daerah IPM rendah.

Ia pun menyebutkan bantuan keuangan dari Pemprov Jabar sebesar Rp. 100,4 miliar yang dialokasikan untuk belanja tidak langsung Rp. 8,33 miliar dan belanja langsung Rp. 92,14 miliar.
Akan dilakukan pula terobosan-terobosan untuk meningkatkan PAD mencapai 20% dari APBD tanpa memberatkan masyarakat.

Perubahan APBD 2011

APBD Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2011 semula Rp. 1.178.591.366.865,00 bertambah Rp. 193.596.727.902,00 menjadi Rp. 1.372.188.094.767,00. Pendapatan semula Rp. 1.131.163.656.898,00 bertambah Rp. 173.596.727.902,00 menjadi Rp. 1.332.780.872.367,00 depisit Rp. 28.020.487.567,00.

Pendapatan dimaksud terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp. 79.210.273.026,00 bertambah Rp. 1.812.554.000,00 menjadi Rp. 81.022.827.026.00, dan Dana Perimbangan semula Rp. 863.087.160.644,00 berkurang Rp. 9.029.832.692,00 menjadi Rp. 854.0557.327.952,00, lain-lain pendapatan Rp. 188.866.23.228,00 bertambah Rp. 180.814.006.594,00 bertambah Rp. 369.680.229.882.00. (tan)

h1

Koes Brother Gelar Festival Dangdut Soneta

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Koes Brother Production Jakarta dan Radio Bewara Sr menggelar Festival Lagu Dangdut Soneta se-Jawa Barat di halaman Yogya Toserba, Sabtu – Minggu (8-9/10/2011). Festival dengan tiga juri yakni Jupri Asong (artis), Hasan dan Rohmat (PAMI Cirebon) itu diikuti oleh 100 kontestan, memperebutkan total hadiah Rp. 5 juta.

Ketua Panitia, Adis mengatakan, festival  lagu dangdut merupakan ajang silaturahmi, mengembangkan talenta dan bakat, serta untuk mengukir prestasi. Pembukaan festival dihadiri Pengurus Persatuan Artis Melayu Indonesia (PAMI) Jabar diwakili oleh Hasan dan Rohmat, Ketua Komisi C DPRD Jawa Barat H.T. Mamat Robby Suganda, 100 kontestan dan para suporter masing-masing kontestan.

Koordinator PAMI Cirebon, Hasan menyambut baik adanya festival lagu dangdut yang diikuti oleh para artis yang berasal dari Kuningan, Sukabumi, Garut, Cirebon, Bandung dan Jakarta tersebut.

Sebagai perwakilan dari Soneta Group, Ia meminta agar peserta mempertahankan karakter Soneta dan karakter pribadi artis. “Peserta harus mempertahankan karakter Soneta dan tetap menjaga karakter pribadi dalam bernyanyi, dan jangan dibuat-buat, sehingga mengakibatkan kaku dan gugup,” pinta Hasan yang hadir mewakili Ketua PAMI Jabar, H. Abun.

Festival dua hari full yang diikuti 56 pedangdut pria dan 44 pedangdut wanita itu dapat terselenggara berkat dukungan para sponsor. Diantara sponsor itu yakni BRI, Telkomsel, Poldan Mix, SanaFlu, Adira, Arista Motor, Mandala Finance, PAMI Jabar, MR Peduli, dan Artis Euis Suswati.

Tampil sebagai juara pada kategori pria, yaitu juara 1 Mukty (Ciawigajah), juara 2 Wasta (Cidahu), juara 3, Sony Sonjaya (Kuningan), juara favorit Iwan (Cidahu). Sedangkan kategori wanita, juara 1 diraih oleh Yuyun (Ciawigebang), 2 Nitami (Kab. Garut), 3,  Ai Swara (Kab. Garut), dan juara paforit Nada (Bandung).

Robby Peduli Seni dan Olahraga

Mamat Robby merupakan tokoh muda yang peduli terhadap dunia seni dan olahraga. Kepeduliannya itu nampak dari andilnya menjadi donatur beberapa event seni dan olahraga di Kabupaten Kuningan dan sekitarnyau. Iapun rela berbaur dengan peserta Festival Lagu Dangdut Soneta di halaman Yogya Toserba, Sabtu (10/10).

“Kalau untuk kepedulian terhadap olahraga jangan tanya lagi, karena H. Robby, selain gemar berolahraga dan menjadi donatur, juga menjadi ketua Pengda Perbasi (Persatuan Basket Seluruh Indonesia) Jawa Barat,” kata Saidun, M.MPd, Kepala SMK Auto Matsuda.

Kepedulian Mamat Robby nampak pula dengan kehadirannya pada “Basket Ball Competition” antar pelajar SMA yang dihelat oleh HIMA PE FKIP UNIKU di GOR Ewangga. Sejak siang hari hingga sore hari, Ia mau berbaur dengan ratusan penonton siswa SMA sambil menyaksikan grand final putra antara SMAN 2 dan SMAN 3 Kuningan.

Namun, Ia tak sempat menyerahkan piala kepada para juara, karena ada keperluan lain ke Desa Cirukem Kecamatan Garawangi. Sebelumnya, Ia menyempatkan menyaksikan pertandingan sepakbola pada Turnamen PORGAL di Desa Luragung Landeuh Kecamatan Luragung. (kies)

h1

Pelaku PNPM Terima Si Kompak Award

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Para pelaku PNPM di tingkat kecamatan dan desa di Kabupaten Kuningan mendapatkan penghargaan “Si Kompak Award” dari Bupati Kuningan, di GOR Ewangga, Rabu (5/10/11). Penghargaan yang diberikan meliputi lima kategori.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda menyerahkan Si Kompak Award kepada H. Kamil G. Permadi, Kepala BPMD dan pelaku PNPM lainnya, di GOR Ewangga, Rabu (5/10/11)

Penyerahan ini dihadiri Kepala BPMD Kab. Kuningan, Drs. H. Kamil G. Permadi, MM, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Kuningan, Hj. Utje Ch. Suganda, Forum Pimpinan Daerah,  pimpinan SOPD, PJOK Kabupaten, para camat, Fasilitator Kabupaten/Kecamatan, PJOK Kecamatan, dan 900 KPMD serta 335 perwakilan desa penerima program.

Ketua Panitia, Dani Nuryadin menuturkan,  peserta gelar kapasitas pelaku ini memiliki beberapa kategori dari 29 kecamatan dengan lima peringkat terbaik tingkat kabupaten.

Penghargaan itu meliputi kategori: Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Unit Pengelola Kegiatan (UPK), dan Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan (BP UPK). Juga, Pendamping Lokal (PL) dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).

Menurut Ketua BKAD Kab. Kuningan ini, PNPM Mandiri Perdesaan dan, PNPM Generasi Sehat dan Cerdas merupakan program lanjutan dari pemerintah pusat. Semula, pada 1998 bernama Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan akan dilaksanakan sampai 2014.

“Program ini sangat terasa dan dapat kita rasakan hasilnya oleh masyarakat Kabupaten Kuningan mulai desa hingga kelurahan,” jelas Dani Nuryadin.

Ia menyebutkan, program yang telah dilaksanakan hingga 2011 meliputi berbagai sektor, diantaranya : sarana air bersih  14.147 meter, aneka bangunan 1 unit, bangunan pelengkap  109.767 m2, gedung kesehatan 336 unit, irigasi 78.052 m, dan jalan 116.058 m.

Selain itu, jembatan 35 buah, MCK/WC SD 30 unit, pasar 7 unit, prasarana kesehatan 595 unit, prasarana pendidikan  733 unit, prasarana umum 39.370 m2, sarana dan perlengkapan kesehatan 72 unit, sekolah 53 lokal, dan simpan pinjam perempuan (SPP) 1.280 kelompok

“Total anggaran yang sudah direalisasikan sampai 2010 sebesar Rp. 152 miliar, berasal dari APBN dan Rp. 31,4 miliar dari APBD berupa dana coastsharing,” ungkapnya.

Bupati Kuningan mengatakan, penghargaan yang diberikan ini sebagai  bentuk apresiasi terhadap keberadaan para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan yang telah melaksanakan program dengan baik. Juga, untuk memotivasi agar mereka mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.

Ia pun meminta kepada para pelaku PNPM untuk terus meningkatkan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat, dengan memperkuat koordinasi antar pelaku PNPM Mandiri Perdesaan, baik secara vertikal maupun horizontal. Serta, hindari terjadinya penyimpangan atau penyalahgunaan anggaran.

“Disamping itu, kembangkan semangat dan motivasi untuk selalu bangga membangun desa. Sehingga desa yang ada di Kabupaten Kuningan menjadi desa yang sejahtera dan mandiri,” ucap Aang.

Para Penerima Si Kompak Award

Kategori BKAD : Kecamatan Darma, Cidahu, Ciawigebang, Luragung, Ciwaru. UPK : Darma, Cidahu, Ciawigebang, Luragung, Ciwaru. Badan Pengawas UPK : Yayat Sudrajat, SP (Cidahu), Daris (Cilebak), Ahmad mulyadi (Luragung).
Badan Pengawas UPK :  Yayat Sudrajat, SP (Cidahu), Daris (Cilebak), Achmad Mulyadi (Luragung), M. Fadli H.M. AZ (Garawangi). Pendamping Lokal (PL) : Zainudin (Lebakwangi), Aas Firmansyah (Cilebak), Hendriyatno (Darma), Iwansah (Cigandamekar).

Kader Penggerak Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) : Indra Gunawan (Jalaksana), Evi Mustadah (Sindangagung), Fitri Hayati (Cigandamekar), Uu Haerudin (Ciwaru), Nana Suryana Kec. Darma. (tan)

h1

Buang Bayi Hingga Mati, Eti Dibui 2 Tahun 9 Bulan

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kuningan, terdiri dari Dodong Indra Rusdani, SH, MH (Ketua), Ratna Diani Wulansari, SH dan Aryaniek Andayani, SH, MH (Anggota) menjatuhkan vonis hukuman penjara 2 tahun 9 bulan kepada terdakwa Eti Rohati (30 tahun) warga Desa Tembong Kec. Garawangi.

Vonis yang dibacakan Dodong itu lebih rendah dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Retna, SH dari Kejari Kuningan. JPU menuntut tiga tahun penjara sebagaimana Pasal 306 ayat (2) jo Pasal 307 KUHP jo UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam amar putusan nomor 136/pid-b/PN/kng, terdakwa telah dengan sengaja meninggalkan anak kandungnya sendiri di kebun. Saat itu, yang diakui terdakwa, dirinya pada tanggal 16 Mei 2011 sekira pukul 04.30 wib, mengaku kebelet tanpa ingin buang air besar.

Namun tanpa bantuan paraji atau bidan, Eti ternyata melahirkan anaknya yang ke tiga. Dia pun seperti biasa, pasca melahirkan itu menuju pasar untuk melakukan aktivitas sehari-hari, serta berjualan bakulan tempe dan tahu berkeliling kampung.

Dalam pengakuannya, dia menyebutkan merasa malu mempunyai anak lagi, dan merasa berat untuk memelihara anaknya. Karena ditinggal ibunya, bayi yang dibungkus dengan kain itu menangis dan didengar oleh Kusnadi warga Desa Tembong.

Kusnadi kemudian melaporkan kepada Kepala Desa Tembong, dan membawanya ke Puskesmas Garawangi. Karena kondisinya sudah kritis, bayi itu lantas dilarikan ke RSUD 45 Kuningan. Bayi pun sempat mendapatkan pertolongan selama empat hari, hingga akhirnya meninggal dunia.

Vonis itu pun diterima oleh terdakwa dan JPU. Ketua Majelis Hakim, Dodong Indra Rusdani, mengungkapkan, meninggalkan bayi itu perbuatan setan, karena binatang pun sayang dan tidak akan tega membunuh anaknya.

Terpidana mengakui merasa malu kepada suami dan tetangganya, sehingga dengan sukarela akan menjalani hidup di terali besi sebagai intropeksi. Yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, mempunyai anak yang masih kecil, serta mengakui dan tidak berbelit-belit dalam pemeriksaan.

Sedangkan yang memberatkan, seorang ibu yang seharusnya mempunyai naluri melindungi anak, tega membiarkan anaknya dan meninggalkan pergi ke pasar. (tan)

h1

Bendahara Desa Cikadu Diduga Korupsi Raksa Desa

22 Maret 2012

Nusaherang, IB

Bendahara Desa Cikadu Kecamatan Nusaherang, TS diduga melakukan koruspsi dana raksa desa. Pada tahun 2004 lalu, Desa Cikadu ketika dipimpin oleh Kades MD mendapat dana bantuan raksa desa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 100 juta.

Dana sebesar itu dialokasikan untuk sektor ekonomi produktif sebesar Rp. 60 juta dan sektor fisik Rp. 40 juta. Untuk ekonomi produk-tif hingga saat ini masih berjalan lancar dan dikelola oleh Kaur Kesra.

Sedangkan penggunaan sektor fisik diduga bermasalah. Kasus ini sempat mencuat dan ditangai oleh Kejaksaan Negeri Kuningan pada 2009. Dalam pemeriksaan Kejari Kuningan, kata Kades Cikadu, Sudiana, terungkap bahwa dana yang digunakan saat itu hanya sekira Rp. 5 juta dari Rp. 40 juta, sedang sisanya digunakan untuk kepentingan Kades terdahulu.

Dari pemeriksaan Kejari itu, pelaku kemudian mengembalikan uang secara dicicil kepada ES sebesar Rp. 35 juta sebagaimana kwitansi tanda pembayaran yang ditandatangani ES. Namun kemudian, uang sebesar itu tidak disetorkan ES tetapi disimpan dalam rekening atas nama dirinya. Dan hanya sebesar Rp. 12,5 juta saja yang disetorkan.

Ketika ditanya, ES mengungkapkan bahwa uang itu dipinjamkan kembali pada seseorang yang dia rahasiakan. Dari sisa sebesar Rp. 22,5 juta, sudah ada di rekening dirinya sebesar RP. 13,5 juta dan sisanya akan dilunasi Sabtu (17/9/11).

Ketika didesak siapa yang meminjam uang tersebut, dia kepada IB dan Kades Sudiana tetap bungkam. “Uang itu akan saya bayar segera, Sabtu besok, tetapi masih menunggu pembayaran dari seseorang,” ujarnya.

Sudiana sendiri bersama BPD dan LPM pernah mendesak agar ES buka suara, namun dia tetapi kukuh pada pendirian untuk melakukan aksi tutup mulut. (rda/mas)

h1

Setia Lesmana, Bangga Kader PDIP Mampu Pimpin Kuningan

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Setia Lesmana, SE, Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PDI Perjuangan mengaku bangga atas kemampuan Kader PDIP membangun Kabupaten Kuningan.

“Selama ini Kabupaten Kuningan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Ini karena kemampuan kader partai (PDIP, red) dalam memimpin,” terang Setia Lesmana di ruang Fraksi PDIP, Kamis (6/10/11).

Menyoroti APBD Perubahan 2011, Ia mengatakan, berdasarkan Nota Bupati Kuningan, APBD Perubahan Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2011 mencapai Rp. 1.372. 188. 094.767,00,  semula hanya Rp. 1.178.591.366.865,00 bertambah Rp. 193.596.727.902,00. “Ini tentu sangat luar biasa besarnya,” katanya.

Ketika ditanya tanggapannya mengenai keberpihakan APBD Kuningan 2011 sebesar itu terhadap rakyat, yang dinilai oleh sebagaian kalangan tidak pro rakyat, Ia secara diplomatis mengatakan tergantung dari sisi mana menilainya.

“Kalau menurut saya, Bupati Kuningan H. Aang dengan dukungan Ketua DPRD H. Acep Purnama telah bekerja harmonis untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Kuningan dan berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelas Nana demikian panggilan akrabnya.

Parameternya, meski anggaran (APBD) Kab. Kuningan tersedot oleh belanja pegawai yang mencapai 80 persen, itu tak terbantahkan. Namun dengan kondisi yang ada itu, Bupati Aang masih mampu membuat terobosan-terobosan dengan mencari anggaran ke pusat dan Provinsi Jawa Barat.

“Tentunya, sebagai pengurus partai saya sangat bangga atas kebijakan dan terobosan yang dibuat Bupati Aang dengan dukungan Ketua DPRD H. Acep dalam menyejahterakan rakyatnya selaras dengan visi Kabupaten Kuningan Kuningan yakni Kuningan lebih Sejahtera Berbasis Pertanian dan Pariwisata yang Maju dalam Lingkungan Lestari dan Agamis Tahun 2013,” terang dia.

Pesatnya pembangunan Kabupaten Kuningan dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Kuningan dan telah diakui secara nasional dengan diraihnya berbagai penghargaan. Meski tidak akan mampu memuaskan semua pihak, setidaknya, hingga saat ini upaya pemerataan pembangunan telah dilakukan oleh kader PDIP itu.

Menurut Setia Lesmana, dalam menerapkan kebijakan daerah diperlukan adanya sinkronisasi dan harmonisasi antara eksekutif dan legislatif agar Kabupaten Kuningan terus berpacu dalam pembangunan.

“Kita tahu selama ini betapa pesatnya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, termasuk sektor ekonomi lainnya, selain pendidikan dan kesehatan. Ini tak dapat dilepaskan dari sinergitasnya dua kader PDIP yakni Bupati Aang dan Ketua DPRD Acep Purnama,” puji Setia Lesmana. (tan)