Archive for the ‘edisi 170’ Category

h1

75 Persen Jalan di Kuningan Rusak

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Hujan yang mengguyur selama lebih dari satu setengah tahun menghancurkan infrastruktur jalan di Kabupaten Kuningan. “Lebih dari 75 persen jalan di Kabupaten Kuningan rusak akibat diguyur hujan lebih hampir dua tahun,” jelas Drs. Ir. H. Rusliadi, M.Si, Kepala Dinas Bina Marga Kab. Kuningan, saat sosialisasi PJBM (Pengelolaan Jalan Bersama Masyarakat) tahun 2011 di RM Lembah Ciremai, Jum’at (16/9/11).

Para kepala desa penerima program PJBM sedang menyimak penjelasan dari Bupati Kuningan H. Aang HS di RM Lembah Ciremai, Jum’at (16/9/11)

Acara dihadiri Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, Asda II Drs. H. Yayan Sofyan, MM, para staf ahli bupati, camat dan kepala desa penerima PJBM 2011 serta perwakilan dari Gapensi dan Gapeknas.

Rusliadi mengatakan, dalam program PJBM yang dalam waktu dekat akan segera digulirkan, garapannya tidak hanya terfokus kepada jalan, akan tetapi juga kepada pembangunan infrastruktur lainnya. Misalnya, jembatan, saluran air (drainase), gorong-gorong, senderan dan lain sebagainya.

“Dari sosialisasi ini, diharapkan dapat menghasilkan keseragaman prosedur yang akan dilaksanakan dalam kegiatan PJBM nanti. Saya juga sangat mengapresiasi kepada masyarakat yang telah siap untuk ikut andil melibatkan diri pada pelaksanaannya nanti,” katanya.

Dari data yang dipaparkan Kadis Bina Marga, terdapat 50 desa yang akan menerima proyek PJBM. Disamping itu, sebanyak 99 desa ditetapkan sebagai penerima PJBM Semen dan 94 desa sebagai peserta PJBM Aspal.

Agar penyelenggaraan jalan dapat mencapai daya guna dan hasil guna, kata Rusliadi, diperlukan keterlibatan masyarakat dengan cara menumbuh-kembangkan kehidupan gotong royong. “Hal ini dapat kita wujudkan melalui penerapan sistem Pengelolaan Jalan Bersama Masyarakat (PJBM) Kabupaten Kuningan,” paparnya.

Dijelaskannya, program PJBM yang bersumber dari APBD Provinsi sebesar Rp. 4 milyar, direalisasikan antara lain untuk bantuan semen 6.153 zak, piva galvanis 28 batang, besi beton 9.120 kg, dan aspal 1.960 drum. Adapun jenis pekerjaan yang ditangani Bina Marga yaitu tembok penahan tebing 1.893 m, saluran 1.585 m, gorong-gorong 7 buah dan jembatan 11 buah. Khusus untuk jalan, Bina Marga akan melakukan pengerjaannya sepanjang 88,11 km, dengan lebar variatif antara 2,5 sampai 4 meter.

“PJBM ini merupakan salah satu program yang mempunyai nilai strategis, karena dilihat dari sisi anggaran tentunya dapat menghemat. “jelasnya.

Sementara, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dalam sambutannya mengatakan, kerusakan jalan di hampir seluruhnya di Kuningan hingga mencapai 75 persen disebabkan oleh ketidakdisiplinan masyarakat pengguna jalan.

“Kita bisa lihat bagaimana banyaknya mobil truk yang melebihi kapasitas, tidak mempertimbangkan kekuatan jalan. Akibat inilah, jalan juga dapat rusak, selain diakibatkan oleh faktor hujan yang berkepanjangan. Saya berharap agar masyarakat dapat memelihara jalan, karena kegunaannya juga untuk masyarakat,” harapnya.

Sementara pada sesi tanya jawab Kuwu Cijemit Kec. Ciniru, Yaya Cahyadi mengungkapkan bahwa PJBM merupakan program yang menyengsarakan rakyat. Namun hal itu langsung dibantah oleh Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga, Ir. Ade Sukayat.

Menurut Ade Sukayat, PJBM harus dijadikan momentum seberapa besar dukungan masyarakat terhadap kades dalam melaksanakan program di desanya, dan bukan untuk menyengsarakan rakyat. (tan)

Iklan
h1

Bupati Serahkan 40 Traktor kepada Kelompok Tani

22 Maret 2012

Pasawahan, IB

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda secara simbolis menyerahkan bantuan sosial 40 traktor dan melakukan dialog dengan kelompok tani (Poktan) se-Kabupaten Kuningan di Desa Cidahu Kecamatan Pasawahan, Jumat (16/9/11).
Kepala Dinas Pertanian Kab. Kuningan Ir. Hj. Triastami mengatakan, pertemuan dihadiri oleh seluruh jajaran stakeholders yang bergerak dibidang pertanian.

Menurut Triastami, pada tahun 2011 Kab. Kuningan telah menerima bantuan sosial bagi kelompok tani dari dana dekonsentrasi tugas pembantuan Departemen Pertanian, APBD I, APBD II sejumlah Rp. 16 miliar. Bantuan itu untuk mendukung program nasional yakni peningkatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, dan program peningkatan kesejahteraan petani. Hal itupun sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah Kab. Kuningan tahun 2008-2013, serta visi yang mencakup bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Bansos itu disalurkan melalui rekening kelompok yang sumber anggarannya dari APBD tugas pembantuan melalui bank BRI. Bantuan yang berasal dari APBN sebanyak 938 kelompok, dari DAK Pertanian 63 kelompok, DAK Perikanan 15 kelompok, dan APBD II yang merupakan dana luncuran traktor sebanyak 40 kelompok.

Selanjutnya, bantuan untuk tugas pembantuan tanaman pangan, terdiri dari Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) untuk padi non hybrida, padi hybrida, padi gogo sebanyak 740 kelompok. Masing-masing kelompok menerima Rp. 2.995.000.

Kemudian SLPTT untuk kedelai 20 kelompok masing-masing Rp. 3.215.000, SLPTT kacang tanah 50 kelompok @ Rp. 2.285.000, dem area ubi kayu 5 kelompok @ Rp. 1.527.000, dem area ubi jalar 10 kelompok @ Rp. 1.545.000, dan bantuan sarana pasca panen tanaman pangan untuk 2 kelompok @ Rp. 2.185.000.

Untuk sarana dan prasarana pertanian yang pertama adalah pembuatan irigasi tanah dangkal sebanyak 3 kelompok @ Rp. 15 juta, pengembangan jalan usaha tani 5 kelompok @ Rp. 30 juta, rehabilitasi jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) 7 kelompok @ Rp. 25 juta, rehabilitasi jaringan irigasi desa (JIDES) 4 kelompok @ Rp. 25 juta, pembangunan embung untuk 5 kelompok @ Rp. 50 juta, pembutan sumur resapan 4 kelompok @ Rp. 5 juta, dan pengelolaan irigasi partisipatif untuk paket 1 satu kelompok Rp. 50 juta

Konservasi lahan yang mendukung hortikultura sebanyak 6 kelompok, rumah pengolahan pupuk organik 1 kelompok Rp. 100 juta. Sementara unit pengolahan pupuk organik pendukung tanaman pangan 2 kelompok @ Rp. 340 juta, pendukung hortikultura 2 kelompok nilainya sama Rp. 340 juta, nilai ini besar karena pengadaan sapi.

Kemudian pengembangan SRI (system of rise intensivication) yaitu 5 kelompok @ Rp. 18 juta, bantuan traktor roda dua 5 kelompok @ Rp. 15 juta, dan pengembangan UPJA @ Rp. 1.250.000 (untuk UPJA pemula 20 kelompok, UPJA berkembang 15, dan UPJA professional 5 kelompok).

Sementara kegiatan tanaman hortikultura yaitu pengembangan kawasan mangga dalam tatanan budidaya mangga yaitu 10 kelompok @ Rp. 14 juta, dan pengembangan kawasan bawang merah 9 kelompok @ Rp. 40 juta, dll.

Kuwu Cidahu, Abdul Wahab mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan dari program DAK yakni pengaspalan jalan produksi tani 520 dengan lebar 3 meter. Selain itu, tiga bendungan di Soka Udik, dan finishing unit pengolahan pupuk organik Rp. 340 juta.

“Total bantuan yang telah digelontorkan oleh Bupati Kuningan untuk Desa Cidahu tahun 2011 sebesar Rp. 740 juta,” terang Abdul Wahab.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengatakan, perkembangan bidang hortikultura, tanaman pangan, peternakan dan perikanan mempertegas bahwa Kuningan pantas dijuluki daerah yang betul-betul bisa mempertahankan swasembada pangan.

Ia mengatakan, pemanfaatan lahan di Kab. Kuningan wilayah dataran rendah dan menengah telah banyak dikembangkan usaha tanah padi sawah, padi gogo, palawija, sayuran dan buah-buahan. “Sampai tahun 2010, capaian produksi padi cukup menggemberikan dibanding tahun 2009. Ada peningkatan 5,35 persen, sehingga meraih penghargaan dari Presiden RI,” ujar Aang.

Kabupaten Kuningan, tambahnya, terus berupaya meningkatkan dan melestarikan kebutuhan bahan pangan bagi pemenuhuan kebutuhan masyarakat sendiri maupuan kebutuhan regional. Hal ini karena Kab. Kuningan merupakan penyangga wilayah pembangunan Cirebon, sehingga harus mampu berfungsi sebagai penyedia bahan pangan, air dan daerah tujuan wisata.

“Karena pentingnya peranan sektor pertanian, kita dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam daerah (swasembada pangan), mampu merealisasikan komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan nasional melalui upaya peningkatan produksi beras nasional, serta mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan Provinsi Jawa Barat dan nasional,” pintanya.

Hadir pada acara tersebut Ketua DPRD Kab. Kuningan H. Acep Purnama, MH, BPTP Provinsi Jawa Barat, kepala SOPD se-Kab. Kuningan, kepala BRI dan BPR Kuningan, petugas/penyuluh pertanian, Ketua KTNA Kab. Kuningan Oyo, para kades, camat, dan kelompok penerima bantuan. (rml)

h1

RSS Cigintung Diduga Menyalahi Site Plan dan Lahirkan Sertifikat Ganda

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Rumah Sangat Sederhana (RSS) Cigintung yang berdiri di atas tanah ruislagh bengkok Kelurahan Kuningan diduga pembangunannya telah menyalahi site plan sehingga diduga pula lahirkan sertifikat ganda.

Hal itu terkuak ketika IB mengontrol tanah kavling milik IB yang dulunya saat akad kredit berlokasi di Blok C 478.  Luas tanah sesuai Sertifikat Hak Milik No. 5504 atas nama pemegang hak Lili Yualiah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPNRI) Kabupaten Kuningan tersebut 150 m2, dengan lokasi gambar sesuai site plan awal berlokasi di huk jalan.

IB mendapatkan kejanggalan ternyata tanah jalan yang bagian belakangnya sejajar dengan RSS Blok C 477 sudah lama berdiri bangunan. Sehingga, posisi RSS milik IB yang sebelumnya berada di huk menjadi jalan buntu. Baru-baru ini masyarakat setempat pun diduga tanpa seizin Kelurahan Kuningan telah membuat gang alternatif 1 x 24 m dari program PNPM di lahan tanah bengkok itu.

Bahkan yang lebih parah lagi, sebagian tanah milik IB di Blok C 478 seluas 30 m2 ada yang berusaha mengklaimnya. Padahal, Ny. Lis, Staf Kelurahan Cigintung, tidak menemukan SPPT tahun 2011 itu ketika memeriksanya.

Lis menyarankan agar menghubungi Kelurahan Kuningan. Saat itu pula Lis membenarkan kalau di RSS Cigintung kerapkali terjadi sertifikat ganda. “Nah ini juga termasuk tanah kavling milik bapak, karena tanah sebelahnya yang semula jalan justru ada SPPT-nya dengan Blok. 498. Lihat saja masa tidak ngurut dari Block C 478 ke Block C 498,” jelas dia di kediamannya.

“Coba saja klarifikasi ke kantor BPN pak. Saya juga pernah menguruskan masalah di blok yang lain biayanya lumayan besar. Padahal menurut saya yang ceroboh melahirkan sertifikat adalah BPN, tapi tetap saja saya diminta biaya,” imbuh Lis. (rda)

h1

Pilkades Babatan, Calon Tunggal Terjungkal

22 Maret 2012

Kadugede, IB

Calon tunggal Kepala Desa Babatan Kecamatan Kadugede, Uud Suyud terpental pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di halaman Kantor Kepala Desa Babatan, Rabu (7/10/11). Ia hanya meraih 325 suara dari 911 suara masuk, sementara kotak putih didukung oleh 432 suara. Sedangkan sisanya tidak sah 131  suara dan blangko 13 suara.

Minimnya dukungan suara terhadap Uud diduga karena kurangnya sosialisasi dari panitia. Hal itu diakui oleh Ketua BPD Desa Babatan, Momon, S.Pd yang mengungkapkan ketika ada sosialisasi di satu RT yang hadir sangat minim. Bahkan sosialisasi hanya dihadiri 20 orang warga saja.

Terpentalnya calon tunggal ini disikapi pula oleh Kepala Desa Babatan, Romi Andrian. Calon tunggal itu kurang komunikasi dengan keluarganya, padahal keluarganya memiliki power cukup besar untuk membantu menyukseskan pilkades itu.

Menurut Romi, kegagalan seorang calon kades harus disikapi secara positif dan intropeksi diri. “Kita harus bisa menjawab dulu, sudahkah bisa memimpin diri dan keluarga, kalau sudah bisa baru kita memberanikan diri untuk memimpin masyarakat,” ujar Romi kepada IB.

Ketua BPD, Momon menjelaskan, saat ini sedang dipersiapkan untuk mengisi jabatan kepala desa dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Terpisah, Kepala BPMD Kab. Kuningan, Drs. H. Kamil G. Permadi, MM melalui Kasubid Perangkat Desa, Ahmad Faruk, M.Si menjelaskan, untuk mengisi kekosongan kepala desa di Desa Babatan  dapat ditunjuk penjabat kades yang diusulkan oleh BPD.

Secara normatif penjabat itu bisa berasal dari kades yang tidak mencalonkan, perangkat desa atau PNS pada Kantor Kecamatan Kadugede. “Pengisian dilakukan berdasarkan titi mangsa habisnya masa jabatan kades atau saat pelantikan kades baru,” terang Faruk. (tan)

h1

Bus Reguler Masuk, Terminal Kertawangunan Mulai Berfungsi

22 Maret 2012

Sindangagung, IB

Arus mudik dan arus balik para pemudik menjadi momentum awal untuk menertibkan angkutan darat baik bus maupun angkutan lainnya di Terminal Type A Kertawangunan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Drs. Djaka Chaerul melalui Kabid Angkutan Dishub, Dadi Suryadi, kepada IB di ruang kerjanya pekan lalu.

Menurut Dadi, banyaknya angkutan umum dan bus dari dan ke Terminal Kertawangunan selama H – 7 dan H + 7 libur Idul Fitri sangat terasa sekali. Sehingga harus terjun ke lapangan untuk menertibkan dari kemacetan arus lalu lintas bersama Satlantas Polres Kuningan.

Selama itu pula, banyak bus reguler antar kota antar provinsi (AKAP) khususnya trayek Kuningan – Jakarta atau Bandung. Ke depannya, semua bus dan angkutan umum yang melalui trayek terminal harus masuk ke dalam terminal secara tertib.

“Saya mengharapkan agar semua bus dan angkutan umum lainnya bisa masuk ke terminal ini, sehingga memudahkan dalam mengaturnya dan penumpang pun merasa aman dan nyaman,” ujar dia.

Pelayanan di terminal, kata Dadi, harus didukung oleh kesiapan kendaraan beserta awaknya dengan memberikan rasa aman dan nyaman. Sehingga, keluhan yang hampir setiap waktu menerpa awak kendaraan umum, karena minimnya penumpang dengan sendirinya akan terjawab.

“Akan lebih baik lagi, kalau keberangkatan bus dan angkutan ini telah terjadwal dengan tepat waktu, baik siang atau malam hari. Tentunya, kepercayaan masyarakat pengguna jasa angkutan umum akan kembali pulih,” terang dia. (tan)

h1

Masjid SMANSA Diawali Sholat Subuh Berjamaah

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Fasilitas yang dimiliki SMA Negeri 1 Kuningan makin lengkap dengan dibangunnya masjid di lingkungan sekolah tersebut. Pembangunan masjid dua lantai dengan luas 450 m² atau 15 x 167 meter itu untuk mendorong para siswa makin mencintai masjid.

Meski pembangunan masjid belum rampung 100 persen, namun sudah diresmikan penggunaanya pada 7 September lalu.  Yang menarik, peresmian sendiri diawali dengan mengadakan sholat Subuh berjamaah, diikuti oleh sekira 150 orang jamaah yang terdiri guru, staf dan keluarganya.

Kepala SMAN 1 Kuningan (SMANSA),  Drs. H. Kasiyo, M.Pd kepada IB menjelaskan, keinginan menambah fasilitas itu karena dirinya mengharapkan para siswa selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, juga dibekali dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt.

Untuk anggaran pem-bangunan masjid tersebut, kata ketua ISNU (Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama) Kabupaten Kuningan ini, telah menghabiskan sebesar Rp. 800 juta dari RAB Rp. 1,2 miliar.

Dana tersebut berasal dari swadaya civitas akademika SMANSA secara sukarela, bantuan Bupati Kuningan berupa 150 zak semen, dan para donatur termasuk H. Utjin Sudiana, pensiunan perwira tinggi Polri yang menyumbangkan Rp. 25 juta.

Dengan semakin bertambahnya jumlah siswa di SMA negeri tertua di Kabupaten Kuningan ini, dipandang perlu didukung oleh sarana ibadah yang memadai, untuk menggantikan masjid sebelumnya.

Sebagai gambaran, pada tahun ajaran baru 2011/2012 sekolah ini menerima siswa sejumlah 313 orang dari 879 siswa. Sedangkan tahun  pelajaran sebelumnya hanya 283 setiap angkatannya.

H. Kasiyo menjelaskan, untuk memudahkan dalam sholat, baik sholat Dhuha, sholat Dhuhur maupun sholat Ashar, maka masjid dibangun dua lantai. Hal itu bertujuan agar ketika sholat tidak bercampur antara jamaah laki-laki dan perempuan. Laki-laki di lantai dua, dan perempuan di lantai satu.

Respon para siswa dan guru pun cukup baik. Terbukti, masjid setiap waktu sholat selalu dipenuhi jamaah, diperkirakan setiap harinya mencapai 90 persen. Hal itu karena siswa ada juga yang non muslim dan yang berhalangan, terutama siswa putri.

Mantan kepala SMAN 1 Kadugede dan SMAN 3 Kuningan ini mengharapkan anak didiknya bisa meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah swt, dengan selalu belajar agama Islam dan betah di masjid. Pandangannya tersebut, karena diantara anak muda itu ada yang dimudahkan kelak dihari akhir, apabila anak itu sedang di masjid. (tan)

h1

Belajar Demokrasi dari Pilkades Cimulya

22 Maret 2012

Cimahi, IB

Belajar demokrasi, sekarang tak perlu jauh harus ke Amerika Serikat yang dikenal dengan negeri Paman Sam dan disebut embahnya demokrasi. Tapi, cukup ke Desa Cimulya Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan.

Rabu, 7 September 2011 di Desa Cimulya telah berlangsung Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang diikuti oleh Casdik (1) wiraswasta, Kasdja (2) pensiunan PNS, dan Raskum (3) mantan Sekdes Cimulya.

Pilkades itu sendiri dimenangkan oleh Raskum yang mendulang 404 suara dari 1.117 pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Casdik menyusul diperingkat ke dua dengan meraup 339 suara, dan posisi juru kunci ditempati Kasdja 330, sisanya tidak sah 44 suara.

Dari 26 desa yang menggelar Pilkades pada putaran III di Kabupaten Kuningan ini, nampaknya hanya di Desa Cimulya para kandidat  yang telah memiliki jiwa demokratis. Mengapa demikian? Karena, Ketua Panitia Pilkades Cimulya, Kusna, S.Pd dan Sekretaris, Mulgiharto, mengakui pihaknya sebagai panitia telah menerapkan aturan seobyektif mungkin dan tanpa keberpihakan kepada salah satu calon.

Pada sisi lain, sikap ini direspon positif oleh para calon kades. Terbukti baik para calon maupun tim suksesnya mau menerima kekalahan dan mengakui kemenangan calon terpilih yang dituangkan dalam berita acara. “Calon yang kalah dan tim sukses masing-masing telah menyepakati sikap fair play dengan berikrar di hadapan masyarakat untuk menerima kekalahan dan mengakui calon terpilih,” ujar Kusna, Kamis (10/9/11).

Yang lebih mengharukan lagi, kata Kusna, calon yang kalah bersama panitia mau menyambangi calon terpilih dan berjabat tangan sebagai bentuk pengakuan kemenangan secara demokratis terhadap calon terpilih itu.

Perisitiwa ini menurut pengamatan penulis yang sering saba desa, merupakan sejarah dalam Pilkades di Kabupaten Kuningan. Sehingga layak bila jadi percontohan dan diterapkan pada Pilkades di desa lainnya.

Selama ini yang sering ditemukan, hampir di setiap desa yang menggelar Pilkades, calon yang kalah menempatkan calon terpilih sebagai lawan politik seumur hidup. Mereka memper-masalahkan dan memperbesar masalah yang kecil menjadi besar, bahkan ada yang harus berurusan ke pengadilan. Sebagai contoh di Desa Cihideunghilir Kecamatan Cidahu, calon yang kalah sering mempermasalahkan kebijakan kepala desa, meski kebijakan itu atas persetujuan dari BPD setempat. Dan banyak contoh kasus lainnya.

Menanggapi adanya sikap demokratis pada Pilkades di Desa Cimulya, Kepala BPMD Kab. Kuningan, Drs. H. Kamil G. Permadi, MM sangat meresponnya dan setuju untuk menjadikan Pilkades Cimulya sebagai percontohan tingkat Kabupaten Kuningan.

Pilkades Haurkuning

Hasil Pilkades yang cukup fenomenal terjadi di Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang yang dihelat, Senin (8/10/11). Pilkades diikuti tiga calon, yakni Nana Rusmana (incumbent), Dodo Juanda AS, mantan Kades dan Nana Djumena, pengusaha lokal.

Pada Pilkades itu, Nana Djumena menang telak atas lawan-lawannya. Ia meraih 1.731 suara (71,09 %) dari 2.435 suara masuk, jauh unggul dari Nana Rusmana (275), dan Dodo Juanda (341). Sisanya tidak sah 88, dan tidak ada blangko.

Pilkades Garajati Terbanyak Tidak Sah

Sementara, pada Pilkades di Desa Garajati, Senin (6/9) dimenangkan secara ketat oleh calon nomor 2 Dadang Hidayat. Ia meraih dukungan 920 (42,10%) dari 2.185 pemilih unggul atas Amir, Amd yang meraih 883 (04,41%) suara.
Yang cukup menarik ternyata pada Pilkades ini paling tinggi pemilih suara tidak sahnya 349 (15,97%) dan blangko 13 (0,59%).

Sedangkan di Desa Babatan Kecamatan Kadugede, calon tunggal Uud Suyud kalah dari bumbung kosong (putih) dengan perbandingan 325 : 427 suara, sisanya 13 blangko dan tidak sah 131 suara.

Calon Kades Terpilih

Kepala BPMD Kabupaten Kuningan, Drs. H. Kamil G. Permadi, MM menyebutkan, setelah selesai proses pemilihan kepala desa (Pilkades) periode III (6 – 15 September 2011) di Kabupaten Kuningan, selanjutnya akan segera dilaksanakan pelantikan untuk waktu paling lama satu bulan sejak Pilkades terakhir, 15 September 2011.

Dari 22 desa yang menyelenggarakan Pilkades, hanya di Desa Babatan Kec. Kadugede yang gagal memilih calon kadesnya.

Sedangkan ke 21 calon kades yang akan dilantik adalah Suherman Desa Kertayuga, Nana Djumena Desa Haurkuning Kec. Nusaherang, Drs.  Rasmad Desa Sadamantra Kec. Jalaksana, dan Ujang Sahudi, SE Desa Pakembangan Kec. Garawangi.

Berikutnya, Sudri Desa Cikondang Kec. Hantara, Nasrudin Desa Sindangjawa Kec. Kadugede, Dadang Hidayat Desa Garajati Kec. Ciwaru. H. Awam Cibuntu Kec. Pasawahan, Raskum Desa Cimulya Kec. Cimahi, dan Surip Desa Kalimati Kec. Japara.

Kemudian, Taswin Desa Dukuh Maja dan Suarno, BA Desa Benda Kec. Luragung, Hapid Rohman Desa Lebaksiuh Kec. Ciawigebang, dan Asep Bambang Desa Cihanjaro Kec. Karangkananca.

Selanjutnya, Uhan Hendriana Desa Kutakembaran Kec. Garawangi, Edo Sumarda Desa/Kec. Subang, Suhardi Desa Pamulihan Kec. Cipicung, dan Tarjo Desa Mandapajaya Kec. Cilebak. (tan)