Archive for the ‘edisi 161’ Category

h1

Kuningan Peringkat Satu di Jawa Barat

3 Mei 2011

Kuningan, IB

”Kabupaten Kuningan telah berhasil menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan meskipun belum terlalu signifikan dan keberadaan bidan sudah lebih baik dibanding lima tahun terakhir dalam membantu persalinan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kuningan, dr. H. Kadaryanto, M.Kes, MM.

Pada saat penilaian di Jakarta, kata dia, terungkap Kabupaten Kuningan adalah daerah yang memiliki anggaran terendah dibanding 454 kota dan kabupaten yang ada di Indonesia, yaitu hanya Rp 4 miliar.

Anggaran itu, kata Kardaryanto, sangat jauh dibandingkan anggaran kesehatan di beberapa daerah lain seperti Bali dan Jakarta yang mencapai Rp100 miliar.

”Kami hanya mempunyai anggaran Rp4 miliar, namun terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan,” ungkapnya.

Indikator lain yang dapat meningkatkan penilaian Kuningan sebagai daerah yang berhasil meningkatkan kesejah teraan masyarakat di bidang kesehatan adalah SDM yang minim, namun dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Kami dengan dana paspasan, namun bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok tanpa pamrih,” kata dr. Wati, Kepala Puskesmas Sukamulya. (tan)

Iklan
h1

Kades Baru Cimahi Serahkan Hijet 1000

3 Mei 2011

Cimahi, IB

Untuk keperluan warganya, Kades Cimahi Kecamatan Cimahi yang baru, K. Endang Arifin secara sukarela menyumbangkan mobil pribadinya. Mobil merk Hijet 1000 itu diserahkan langsung kepada Ketua BPD Cimahi, Nana Supriatna, MM.Pd saat serah terima jabatan antara dirinya dengan Kades lama, Udin Syamsudin di Kantor Desa Cimahi, Jumat (15/4).

Atas pemberian bantuan itu, Nana Supriatna menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kades Endang. Mobil Hijet 1000 dapat dipergunakan untuk keperluan warga Desa Cimahi, misalnya ada orang yang mau ke rumah sakit atau keperluan lainnya yang sangat mendesak. “Kami mengucapkan terima kasih atas pemberian mobil dari Pak Kades Endang dan akan menggunakan mobil ini untuk keperluan masyarakat,” kata Nana kepada IB.

Mantan Kepala Desa Cimahi dua periode, Udin Syamsudin mengharapkan agar di desanya tidak ada kubu-kubu atau perpecahan antar warga. Selama kepemimpinannya, warganya bisa bersatu dan bersama-sama membangun desa. “Jangan ada kubu-kubuan atau perpecahan antar warga, agar desa ini bisa membangun di segala bidang dan lebih maju lagi,” ucapnya.

Mengenai program pembangunan, Kades Cimahi, Endang Arifin mengaku siap mempertahankannya. “Saya akan berusaha menempatkan diri saya seperti kades terdahulu dan akan tetap membangun. Amanat kades lama menjadi PR (pekerjaan rumah, red) buat saya,” kata Endang.

Camat Cimahi, Rachman Sutisna, S.Sos memberikan satu gambaran penting untuk Endang Arifin dalam menjalankan tugasnya nanti. Rachman Sutisna meminta agar kades baru itu tidak membeda-bedakan yang mana pendukungnya dan mana yang bukan, begitupun tidak membeda-bedakan si kaya dan si miskin.

“Saya mengingatkan agar selalu menjaga kebersamaan dalam pembangunan. Dengan kebersamaan, seberat apapun beban yang dihadapi akan terasa lebih ringan,” ucap dia. (gie)

h1

HUT ke 4 SMAN Darma Sederhana

3 Mei 2011

Darma, IB

SMA Negeri Darma merayakan hari ulang tahun (HUT) ke empat secara sederhana, Senin (25/4). Hal itu diungkapkan Kepala SMAN Darma, Drs. Dedi Harun didampingi ketua Panitia, Yayat Sudrajat, S.Pd.

Kegiatan yang diadakan diantaranya frendly (persahabatan) bola basket diikuti empat tim. Ke empatnya, SMAN 1 Cilimus, SMAN 1 Ciawigebang, SMAN 1 Cidahu dan tim tuan rumah.

Kegiatan bola basket sendiri diadakan sekaligus peresmian lapangan bola basket yang baru selesai Maret lalu. Sehingga tak aneh bila tim basket di sini pun baru dibentuk.

Kondisi ini bertolak belakang dengan tim futsal yang sudah bisa berbicara ditingkat kabupaten. Terbukti, pada 2010 lalu berhasil menjuarai Turnamen Futsal antar pelajar SMA/SMK, dan berhak mewakili Kuningan ke Bandung.

Sekolah ini sebenarnya sudah berdiri sejak 2006 lalu dengan menggunakan gedung KUD Cipasung, dan baru diresmikan 25 April 2007 oleh Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos. Konsekuensi dari sekolah baru, tentunya fasilitas pun belum lengkap.

Meski baru dan ini merupakan tantangan, siswanya terus bertambah seiring kepercayaan publik yang terus meningkat. Kini di sekolah yang ada di sebelah utara Lapang Sepakbola Desa Darma itu dihuni oleh 343 siswa dan akan segera melepas 68 siswa kelas XII.

“Kami hingga kini sudah melakukan pelepasan untuk ke empat kalinya, dan hari ini secara simbolis kami melepaskan siswa kelas XII,” ucap Yayat.

Adapun fasilitas yang telah dimiliki saat ini adalah 11 rombongan belajar (rombel), dan laboratorium yang masih bersatu dengan perpustakaan. Maklum saja dua ruangan yang sudah tersedia belum rampung, karena dananya menggantung. Ada juga ruang broadcasting (siaran) untuk latihan para siswa, ruang OSIS, ruang praktek automotif dan koperasi siswa.

Ke depan seiring dengan visi sekolah yakni “Dengan IMTAQ, profesional dalam pelayanan dan kompetitif dalam prestasi” itu akan membangun sekolah yang memenuhi standar nasional. Hal itu sudah nampak dari Site Plan sekolah yang ada di perbatasan Desa Cipasung Kec. Darma dan Cikijing Kab. Majalengka ini.

Tantangan sekolah ini, kata Dedi Harun diantaranya, kurikulum yang belum memenuhi standar nasional pendidikan (SNP), baru 40%. Proses belajar belajar baru 20% guru yang melaksanakan CTL dan Pakem, serta guru belum memenuhi standar kompetensi (belum bersertifikat). Juga dukungan sarana dan prasarana belajar baru 30%. (tan)

h1

Toserba Fajar Luragung Gelar Lomba Kreatifitas Siswa dan Guru TK

3 Mei 2011

Luragung, IB

Toserba Fajar Luragung menggelar Lomba Kreatifitas bagi siswa dan guru TK di lingkungan IGTKI Cabang Luragung, Sabtu (16/4). Lomba diikuti oleh sekira 1.500 siswa dan puluhan guru dari 43 TK di wilayah tersebut.

“Ada tiga macam yang dilombakan dalam kegiatan ini yakni kolase dan menyusun huruf untuk siswa, serta dongeng Sunda untuk guru,” kata Eni Suhaeni, S.Pd., Ketua IGTKI Luragung sekaligus penanggung jawab kegiatan didampingi Mini Sumini, Ketua Panitia.

Menurut Eni, para pemenang mengikuti lomba serupa di Toserba Jogja Kuningan, 23 April ini. Sedangkan untuk para guru TK, akan dilanjutkan perlombaan dongeng Sunda, MTQ dan Senam Parahiangan yang akan digelar di SBI Cikaso, 14 Mei mendatang.

Sementara Habibullah Jamil, Manager Toserba Fajar Luragung mengatakan, lomba yang telah dilaksanakan dapat memicu keberanian anak-anak dalam berkreatifitas, disamping dapat pula menciptakan rasa percaya diri yang positif. Dari kegiatan ini, diharapkan anak menjadi anak yang shaleh dan shalehah, berbakti kepada kedua orang tua dan kepada lingkungan, serta berjiwa patriot dan penuh tanggung jawab.

“Kami selaku pengelola senantiasa mendukung program pemerintah, baik dalam bidang pendidikan, pemberdayan ekonomi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, kemitraan dengan pengusaha kecil/UKM, pedagang dan lainya. Dalam menjalankan usaha, kami senantiasa berpedoman pada ajaran yanng kami anut, dimana Toserba Fajar dibuka, maka wajib terbuka pula lapangan dakwah,” terang Habibullah Jamil.

Sebagai pengusaha muslim, lanjutnya, pihaknya berharap bahwa perjalanan usahanya tidak hanya berhasil dalam pencapaian target profit. Akan tetapi, dapat turut menyiarkan dakwah kepada seluruh komponen dalam bentuk kepedulian sosial, zakat, infak, partisipasi dalam bidang pendidik-an masyarakat dan kegiatan lain yang berdampak positif.

“Alhamdulillah, hingga kini Toserba Fajar di Kabupaten Kuningan sudah memiliki 15 cabang dan di Kabupaten Cirebon dua cabang. Insya Allah dalam waktu dekat ini akan dibuka Toserba Fajar Sidaraja Oleced di Desa Sidaraja,” ucap Habibullah Jamil. (gie)

h1

Wakaf Kuningan Terbaik Tingkat Nasional

3 Mei 2011

Kuningan, IB

“Wakaf tanah di Kabupaten Kuningan terbaik nasional 2010,” kata Mumammad Nurdin, S.Ag, Kasi Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, di ruang kerjanya pekan lalu.

Penilaian dari Kementerian Agama pusat ini didasarkan pada fakta bahwa masyarakat Kabupaten Kuningan cukup responsif berperan dalam mewakafkan tanah untuk kepentingan umat Islam.

Berdasarkan data yang ada, di Kabupaten Kuningan pada 2010 tercatat 1912 lokasi tanah wakaf dengan luas 533.376, 99 meter². Dari luas itu, 288 lokasi dengan luas area 114.197,62 meter² sudah memiliki akta ikrar wakaf, dan sisanya belum.

Sedangkan tanah yang sudah bersertifikat  1.524 lokasi (79,70%) dengan luas 41.979,  37 meter², sisanya seluas 114.197,62 meter² belum bersertikat. “Kalau dari jumlah lokasi yang sudah di sertifikasi mencapai 79,7 persen. Ini merupakan prestasi yang luar biasa,” kata Nurdin.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari Pemkab Kuningan, ketika pada tahun 2008 lalu telah memberikan bantuan dana untuk mengurus administrasi tanah wakaf. “Pada tahun 2008 lalu Pemda Kuningan telah mengucurkan bantuan dana sebesar Rp. 26 juta dari Rp. 50 juta yang dijanjikan untuk mengurus sertifikasi tanah wakaf,” ucap Nurdin.

Ia mengharapkan agar Pemkab Kuningan ke depan bisa kembali mengucurkan bantuan untuk penyelesaian sisa 288 lokasi tanah wakaf yang belum bersertifikat. Pasalnya untuk pembuatan sertifikat tanah wakaf merupakan kewenangan Kantor Badan Pertanahan Nasional yang memerlukan biaya cukup besar.

Prosedur Pendaftaran Harta Wakaf

Proses diawali dengan kedatangan wakif (orang yang mewakapkan) kepada PPAIW (pejabat pembuat akta ikrar wakaf) di KUA. Wakif bersama nadzir (pengelola wakaf), saksi-saksi, membawa seluruh berkas yang berhubungan dengan bukti kepemilikan tanah yang sah atas harta yang akan diwakafkan. PPIW memeriksa persyaratan wakaf  dan calon nadzir. Wakif mengucapkan ikrar wakaf di hadapan 2 orang saksi dan PPAIW.

Sedangkan untuk proses sertifikasi, PPAIW atas nama nadzir mengurus dan mengajukan permohonan pendaftaran tanah wakaf ke BPN di wilayah domisili nadzir. Bila sertifikat wakaf sudah selesai, maka BPN akan menyerahkannya kepada nadzir. Kemudian dicatatkan oleh PPAIW. (tan)

h1

Pesantren Harus Mampu Hasilkan Ilmuwan

3 Mei 2011

Mandirancan, IB

Pesantren harus mampu menghasilkan para ilmuwan, bukan hanya ahli doa. Untuk itu, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. DR. H. Nazrudin Umar, meminta agar proses transformasi pesantren di era modern ini perlu didukung, bukan malah diratapi.

“Selain ilmuwan, pesantren pun harus mampu menghasilkan cendikiawan serta pengusaha yang shalih, rajin beribadah dan tentunya pandai berdoa,” kata Nazrudin mewakili Menteri Agama, Suryadarma Ali, saat meresmikan Kampus Pesantren, Masjid An-Nur dan Asrama I Yayasan Al Muawanah Mandirancan, Senin (11/4).

Ia menyebutkan, momentum peresmian Kampus Pesantren Yayasan Al-Muawanah mempunyai makna yang strategis dalam konteks kehidupan kebangsaan, yakni pesantren memainkan peran yang penting dalam memecahkan permasalahan bangsa. Disamping itu, juga memiliki makna untuk kembali meneguhkan keyakinan dan komitmen dalam mengusung dan mempromosikan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

“Sebagai agen transformasi sosio-kultural, pesantren telah membantu pemerintah dalam melakukan pemberdayaan dan peribadatan masyarakat, baik dibidang pendidikan maupun ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, saya mengajak kepada dunia pesantren untuk membekali para santri dengan berbagai keterampilan kewirausahaan,” terang Nazrudin.

Ia berharap, seluruh civitas akademika Pesantren Yayasan Al-Muawanah, termasuk para alumninya nanti, dapat konsisten dalam mengusung ajaran Islam yang ramah, sehingga misi Islam rahmatan lil alamin dapat tercapai.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengungkapkan rasa syukurnya atas peran dan kontribusi pesantren. “Peran pesantren sangat menonjol dan besar sekali kontribusinya bagi penyediaan SDM yang bermutu dan beraklakul karimah. Semua itu hendaknya terus berlanjut karena tugas dihadapan kita masih luas,” kata Aang.

Ia mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan jalinan kerjasama yang telah terbina dengan harmonis. Hal itu untuk mendorong kemajuan masyarakat dalam hal kemandirian, kemampuan beraktifitas, dan yang lebih utama lagi ketahanan mental spritual yang dinafasi oleh keimanan dan ketaqwaan.

Sementara, Ketua Yayasan Al Muawanah, Prof. DR. Ahmad Sukarja, MH mengatakan, tiga hari sebelum acara peresmian, pihaknya menggelar tabligh akbar oleh ustaz Jefri Al Bukhori. Esoknya, dilakukan prosesi serah terima tanah wakaf dan lokasi Masjid An Nur dari H. Subagja Prawata. Selanjutnya, sehari sebelum peresmian diadakan khitanan massal dan pengobatan gratis bertempat di Hotel Tirta Sanita, dengan jumlah peserta 300 anak dan 300 orang untuk pengobatan gratis. (rml)

h1

Desa Jagara Bidik Juara Lomba Desa

3 Mei 2011

Darma, IB

Desa Jagara Kecamatan Darma membidik juara lomba desa tingkat Kabupaten Kuningan.  Lomba desa di Kabupaten Kuningan diikuti oleh 32 desa mewakili kecamatannya yang dilaksanakan April ini.

Keinginan untuk menjadi juara lomba desa dilontarkan oleh Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat. Ia merasa optimis kerja keras dirinya bersama perangkat desa, lembaga dan masyarakatnya akan mendapat apresiasi dari tim penilai.

Tim penilai lomba desa tingkat Kabupaten yang dipimpin oleh Ahmad Sobandi, S.Sos, Sekretaris BPMD Kab. Kuningan, Camat Darma, Drs. Sadudin, M.Si, Danramil Kapten TNI AD Komari, Kapolsek Darma AKP Arisman serta warga mendengarkan laporan dari kades Jagara, ketua LPM dan ketua TP PKK Desa Jagara.

Pada saat perubahan nama dan perpindahan tempat, di Desa Jagara telah berdiri bendungan sederhana berupa tanggul (Dam) hasil karya Syeh Dalem beserta rekan-rekannya.

Menurut Umar Hidayat, desa yang berdiri 11 Maret 1659 M itu mengambil nama Syeh Jaga Raksa dan memiliki luas 276.213 Ha. Jumlah penduduk pada tahun 2010 berjumlah 2.420 jiwa, dan 566 kepala keluarga (KK).

Desa ini pun pada masa Kades Saca Dipura, 1939 pernah digabungkan dengan Desa Kertawirama Kecamatan Kadugede (kini Kec. Nusaherang). Kemudian kembali membentuk Desa Jagara pada 1956 dengan kepala Desa Kartasasmita  (1946-1955).

Menurut Umar, lomba desa ini setidaknya dapat memberikan motivasi dalam melaksanakan pembangunan di desanya. Setidaknya menjadi tolak ukur menuju desa sejahtera dan beradab.

Desa Jagara terbilang cukup strategis untuk dijadikan obyek daerah tujuan wisata (ODTW) dengan memanfaatkan potensi perairan umum Waduk Darma. Ia menyebutkan beberapa kemajuan yang telah dicapai selama dua tahun kepemimpinannya baik bidang pendidikan, kesehatan, imprastruktur dan lainnya.

Bidang pendidikan merupakan komponen yang paling penting guna menumbuh kembangkan kehidupan masyarakat. Di desa ini telah berdiri PAUD, TK, SD, SMK Jagara, serta lembaga pendidikan non formal lainnya, seperti Kejar Paket B dan C, TPA, MD dan Majelis Ta’lim.

Bidang kesehatan, relatif cukup baik, dibuktikan dengan tidak adanya bayi dan balita yang meninggal di tahun 2009-2010. Didukung oleh sarana prasarana kesehatan, diantaranya Poskesdes, Posyandu dan Balai Pengobatan Spesialis Dokter Gigi.

Selanjutnya, ekonomi masyarakat dapat dikategorikan selangkah lebih maju dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yang paling signifikan adalah potensi budidaya perikanan jaring apung  sebagai unggulan usaha masyarakat Desa Jagara, ditunjang kelembagaan ekonomi BUMDes, toko, warung makanan serta angkutan jasa baik ojeg dan jasa angkutan perahu wisata.

Adapun yang sangat membanggakan dirinya ketika melihat tingginya partisipasi masyarakat. Terbukti dengan selesainya pembangunan Kantor Desa berdiri kokoh permanen 2 lantai di lengkapi dengan GOR berukuran 180 meter². GOR sendiri kondisi pisiknya baru mencapai 40%. “Insya Allah pada tahun ini sebagaimana telah di programkan akan diselesaikan,” ucapnya.

Partisipasi serta kegotong royongan masyarakat di desa ini nampak pula dalam pelaksanaan lomba desa. Mereka secara sukarela mendirikan beberapa warung amal dan dilombakan.

Mengawali pidatonya, Ketua Tim Penilai, Ahmad Sobandi menanyakan kepada warga Desa Jagara. Apakah sudah siap menjadi wakil Kabupaten Kuningan pada lomba tingkat provinsi? Masyarakat menjawab secara serentak siap.

Ia menyebutkan ada delapan kriteria penilaian lomba desa diantaranya pendidikan, ekonomi masyarakat, kesehatan masya rakat. Selain itu, bidang keamanan dan ketertiban, partisipasi masya rakat, kelembagaan masyarakat, pemerintahan dan PKK. (tan)