Archive for the ‘edisi 160’ Category

h1

PDAM Kuningan Miliki Pelanggan 23.070 SL

14 April 2011

Kuningan, IB

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kemuning Kuningan berkomitmen untuk  menjadi PDAM besar. Di usia ke 23 ini telah memiliki  23.070 sambungan langganan (SL), termasuk didalamnya masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal itu disampaikan Direktur PDAM Kuningan H. Kamdan, pada  peringatan HUT PDAM ke-23 bertempat di halaman Kantor PDAM Kuningan. Menurut H. Kamdan,  saat ini  terjadi peningkatan 3.655 SL dibanding posisi SL  per 31 Desember 2009 sebanyak 19.415 SL. “Ini merupakan penambahan terbesar  dalam sejarah PDAM Kuningan,” ungkapnya.

Upaya peningkatan sambungan ini, diawali penyehatan  PDAM tahun 2008, kemudian gebyar cai  keur balarea tahun 2009 dan program hibah air minum yang disinkronkan dengan program kerja tahunan PDAM.

Upaya PDAM tidak hanya menyentuh kepada masyarakat menengah ke atas tetapi juga kepada masyarakat  menengah ke bawah. “Hal ini terbukti, pada tahun 2010 yang lalu PDAM dapat melayani masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sungguh diluar dugaan, dengan memberikan keringan dan subsidi  atas biaya sambungan baru mencapai 5800 lebih peminat,” ungkapnya.

Pada tahun 2010 sebanyak 2.650 SL pelanggan MBR sudah dapat menikmati air, dan pada 2011 sebanyak 3.000 unit akan dipasang.

Saat ini, kata H. Kamdan, PDAM telah mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai PDAM yang siap berkembang. Hal ini terbukti dengan telah disetujuinya restrukturirasi hutang dan mendapat bantuan hibah AUSID tahap II sebanyak 2000 sambungan rumah. Kuningan termasuk 11 dari 340 PDAM di seluruh Indonesia.

Disamping itu  PDAM Kabupaten Kuningan terpilih menjadi 5 PDAM di Indonesia yang disiapkan untuk menyusun bisnis plan dalam rangka subsidi bunga pinjaman perbankkan sesuai Kepres 29 tahun 2009.

Bersamaan dengan  momentum hari ulang tahun ke-23 ini, Direktur PDAM Kuningan berkomitmen untuk mencanangkan bersatu menjadi PDAM besar dan hebat. Hebat dalam arti hemat, bersih dan mudah didapat.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos., menuturkan bahwa di usia 23 tahun, sudah sepantasnya dan selayaknya bagi PDAM untuk memulai langkah lebih mandiri dan mampu menjadi BUMD  yang dapat diandalkan.  Untuk itu, rencana dan program kerja PDAM selama dapat mendorong, serta menjadikan PDAM lebih sehat, pada dasarnya pemerintah daerah siap mendukung.

Dukungan pemerintah daerah yang nyata salah satunya adalah memberikan penyertaan modal untuk memperbaiki sarana dan prasarana, memperluas jaringan pelayanan serta peningkatan kualitas, kuantitas dan kontinuitas air minum.

H. Aang mengingatkan, agar jajaran manajemen PDAM jangan berpuas diri dan terus meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan. “Salah satunya dapat ditempuh dengan cepat tanggap terhadap komplain dari masyarakat. Langkah ini harus terus ditingkatkan karena kepuasan pelanggan adalah nomor satu,” tegasnya.

Hadir pula Wakil Bupati Kuningan H. Momon Rochmana, Sekda Kuningan H. Yosep Setiawan,   Kapolres Kuningan, Ketua DPRD Kuningan, Ketua Pengadilan Kuningan, Kejari Kuningan, Dewan Pengawas PDAM Kuningan dan lainnya.  (tan)

Iklan
h1

Parman Iponk Pimpin DPC Aspekindo

14 April 2011

Cigugur, IB

Musyawarah Kabupaten ke-II ASPEKINDO (Asosiasi Pengusaha Kontruksi Indonesia) mengha-silkan kepengurusan baru masa bhakti 2011-2015. Aspekindo Kabupaten Kuningan dipimpin Ketua  Parman Iponk, Sekretaris R. Januka, dan Bendahara Emud Carmud.

Organisasi yang bergerak pada bidang jasa konstruksi ini akan menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan dan proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Kuningan.

Ketua Panitia, Ir. Carmadi mengatakan, pelantikan merupakan kelanjutan dari acara Muskab ASPEKINDO, 13 Maret 2011 di Hotel Purnama Mulia.

Ia berharap segenap pengurus dan anggota dalam melaksanakan pekerjaan lebih mengutamakan mutu dan bersikap profesional.

Hal itu diungkapan pula oleh Ketua DPP Aspekindo Jawa Barat, Jaminar Manurung. Ia meminta,  pengusaha dan insan Aspekindo harus lebih mengutamakan mutu pekerjaan, sehingga kepercayaan terhadap para anggotanya terus diberikan oleh pemilik pekerjaan yakni pemerintah.

Ia juga meminta agar Bupati Kuningan yang notabene mantan pengusaha jasa konstruksi berpenglaman agar dapat membina para anggotanya yang ada di Kabupaten kuningan.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda menegaskan agar para anggota ASPEKINDO dapat bersaing dengan asosiasi yang ada di Kabupaten Kuningan dalam segi kualitas maupun kuantitas pekerjaan. “Seperti kita ketahui bersama bahwa pembangunan di kota yang kita cintai ini merupakan tugas kita semua,” ungkapnya.

Ia mengimbau agar pengusaha jangan hanya memikirkan keuntungan semata, akan tetapi harus pula memikirkan mutu dan kualitas pekerjaan. (tan)

h1

Maman Wijaya Siap Pimpin PAN Masa Depan

14 April 2011

Kuningan, IB

Maman Wijaya siap memimpin Partai Amanat Nasional (PAN ) masa depan. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PAN ini telah menyatakan kesiapannya. “Saya siap untuk memimpin PAN pada masa depan dan siap bersaing dengan kandidat lainnya pada Musda PAN akhir April ini,” ucapnya.

Menurut informasi, hingga saat ini sudah ada tiga orang kandidat yang akan bertarung pada Musyawarah Daerah (Musda) PAN pada akhir April ini. Ketiganya adalah Maman Wijaya, Drs. Toto Suharto, S.Farm, Apt, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, dan Hj. Nining Kurnia, Ketua DPD PAN periode 2006-2011.

Persaingan nampaknya akan ketat, karena masing-masing kandidat mempunyai basis massa. Hj. Nining Kurnia masih akan ngotot mempertahankan kursinya, karena Ia tidak punya jabatan politik lainnya.

Nining Kurnia merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Kuningan periode 1999 – 2014 dan 2004 – 2009. Pada Pemilu Legislatif 2009 lalu, Ia calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat X. Sayang, dukungan suaranya kurang signifikan sehingga gagal melenggang ke Bandung.

Ketiganya nampak akan bersaing keras merebut simpati para pengurus Dewan Pimpinan Cabang (Pengurus Kecamatan). Persaingan akan keras, khususnya di Dapil II Kuningan karena akan diperebutkan oleh Nining Kurnia, Cilimus dan Toto Suharto, Japara.  Toto Suharto meski pendatang baru, namun Ia cukup diperhitungkan.

Sedangkan Maman Wijaya ada pada posisi yang lebih aman, dan akan meraih dukungan siginifikan dari DPC di Dapil V. Permasalahannya, kata Eman Rachman IP, seorang pemerhati politik dan praktisi jurnalis, Maman merupakan pendatang baru yang belum diperhitungkan. Tapi nasib orang siapa yang tahu, sehingga kans menang tetap ada. (tan)

h1

Koperasi Miliki Kontribusi Besar Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

14 April 2011

Kuningan, IB

Koperasi didirikan atas dasar kekeluargaan dan usaha bersama, maka berdasarkan amanat tersebut pembangunan ekonomi di Kabupaten Kuningan harus berorientasi pada pembangunan ekonomi kerakyatan. Sehingga pemberdayaan koperasi dan UMKM sebagai pelaku usaha terbesar perlu mendapat dorongan dari semua pihak karena secara nyata memiliki konstribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab. Kuningan, Drs. Uca Sumantri, M.Si pada rapat koordiansi KUKM di Wisma Permata, Kamis (31/3) yang dihadiri para camat dan pengelola koperasi se-Kab. Kuningan.

Menurut Uca, pengembangan usahanya yang berdampak pada rendahnya produktifitas, kualitas usaha dan hasil produksi serta rendahnya daya saing KUMKM ini menjadi kendala yang harus dihadapi.

“Dalam membantu per masalahan tersebut dipandang perlu untuk melaksanakan rapat koordinasi KUMKM di Kabupaten Kuningan sebagai dasar untuk meningkatkan kulaitas pemberdayaan KUMKM,” papar Uca.

Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, MM mengatakan, kesejahteraan masyarakat akan tercapai ketika adanya pemerataan pendapatan, pemerataan pelayanan publik serta stabilitas politik dan keamanan. Dalam mewujudkan pemerataan pendapatan perlu adanya stabilitas ekonomi, termasuk didalamnya stabilitas perekonomian daerah.

Oleh karena itu, pemba-ngunan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan koperasi dan UMKM merupakan strategi dan menjadi prioritas utama pembangunan ekonomi daerah. “Karena itu perlu keberpihakan serta komitmen yang kuat dari kita semua dalam pengembangan koperasi dan UMKM secara konsisten dan berkesinam-bungan,” ucap Momon.

Menurut Momon, Kabupaten Kuningan merupa kan salah satu kabupaten yang telah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat bidang Koperasi. “Hal itu harus menjadi inspirator dan motor penggerak bagi kita semua untuk terus mendorong dan menggerakan perekonomian rakyat melalui pemberdayaan koperasi dan KUMKM,” pinta Wabup. (tan)

h1

BPPT Gratiskan Izin Peternak Ayam

14 April 2011

Kuningan, IB

Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Kuningan melontarkan gagasan untuk memberikan izin gratis bagi para pengusaha ternak ayam. Idenya itu untuk penertiban dan penyehatan lingkungan di sekitar peternakan ayam.

Hal itu diungkapkan Kepala BPPT Kabupaten Kuningan, Ir.  H. Jajat Sudrajat, M.Si pada acara temu para pengusaha ayam. Acara ini adalah untuk menjelaskan masalah perizinan dalam mendirikan bangunan untuk peternakan ayam. Karena, peternakan ayam yang ada di Kabupaten Kuningan prospeknya cukup baik. Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan perizinan gratis.

“Namun tidak semuanya gratis karena sebagian besar peternakan ayam yang ada belum mempunyai izin. Ini dilakukan untuk mendorong perekonomian masyarakat Kuningan,” ucap Ajat.

Ia juga mengatakan bahwa pertemuan itu akan menjadi cikal bakal untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya. Maksud pertemuan ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan usaha peternak ayam. Juga, memperhatikan pertimbangan lingkungan di sekitar kandang ayam. “Kami mengharappkan adanya penataan ternak ayam yang ramah lingkungan,” ucapnya

Sementara, Bupati Kuninan H. Aang Hamid Suganda dalam sambutannya mengatakan, peternakan ayam di Kuningan merupakan terbesar di Ciayumajakuning. Untuk itu, pihaknya  menyambut baik  adanya pertemuan ini supaya ada sinergis antara peternak ayam dengan pemerintah.

“Pemerintah akan terus mendukung  dan memberi apresiasi kepada peternak ayam karena ketekunanya. Ini adalah ajang untuk silaturahmi bagi para peternak ayam dan dirinya sangat menyayangkan kepada para peternak ayam yang besar tidak datang,” jelasnya.

Namun ia menyayangkan pada pertemuan itu tidak dihadiri oleh peternak ayam besar. (tan)

h1

33 Kepala SMPN Dimutasi

14 April 2011

Pasawahan, IB

Sebanyak 33 orang kepala SMP negeri di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan dimutasi. Pelantikan dilaksanakan di Kampus SMPN 1 Pasawahan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos, Selasa (15/3).

Lima dari 33 kepala sekolah itu merupakan muka baru yang promosi dari guru. Mereka adalah Undang Sudirman, S.Pd menjadi Kepala SMPN 1 Cilebak semula Guru di SMPN 1 Pancalang, N. Eha, S.Pd Kepala SMPN 2 Cigugur dari Guru SMPN 1 Cidahu, Anugrah Hernawan, S.Pd Kepala SMPN 3 Cimahi dari Guru SMPN 1 Kalimanggis, H. Toto Ardianto, S.Pd, M.Si Kepala SMPN 1 Karangkancana dari Guru SMPN 1 Cibeureum, dan Drs. H. Jamhadi Hernadi, M.Pd Kepala SMPN 2 Cibingbin dari Guru SMPN 1 Kuningan.

Bupati H. Aang Hamid mengatakan, kepala SMPN yang baru dilantik diharapkan dapat membawa makna khusus terhadap usaha dan proses peningkatan dedikasi dan prestasi kerja dalam kedudukan sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat. “Promosi dan rotasi dalam lingkungan pegawai negeri sipil merupakan hal yang biasa dilaksanakan sebagai bentuk kepercayaan dari pimpinan. Oleh karena itu, jabatan yang diberikan  hendaknya diimbangi dengan niat dan itikad untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab,” kata Aang.

Seorang pemimpin, lanjutnya, harus memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, baik sebagai manager, administrator maupun supervisor. Sebagai manager harus mampu membawa sekolah yang dipimpinnya ke arah yang lebih maju dan mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

“Sebagai seorang administrator hendaknya mampu mengen-dalikan manajemen sekolah, khususnya dalam pelaksanaan proses belajar  mengajar berkaitan dengan penegakan disiplin dalam tertib kehadiran, tertib administrasi, tertib perilaku dan lainnya,” pinta Aang.

Sebagai seorang supervisor, tambahnya, hendaknya mampu bertindak sebagai pembimbing dan konsultan bagi para guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Juga, mampu memberikan dorongan, bimbing-an dan arahan kepada para guru agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Ia berpesan agar para kepala sekolah mampu meningkatkan prestasi dalam bekerja  sehingga bidang pendidikan dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM).

Ketika ditanya mengenai kesan lelet pengisian jabatan pada beberapa SMP, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Kuningan, Drs. H. Dadang Supardan, M.Si mengatakan, hal itu dikarenakan untuk pengisian jabatan kepala sekolah harus mengacu pada Permendiknas No. 28 Tahun 2010  dan Permendiknas No. 13 Tahun 2007.

Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, di dalamnya mengatur tentang persyaratan kualifikasi dan kompetensi yang seyogyanya dimiliki oleh seorang kepala sekolah. Dalam hal ini sekolah harus dipimpin oleh orang yang benar-benar kompeten, baik dalam aspek kepribadian, sosial, manajerial, kewirausahaan, maupun supervisi.

Persyaratan khusus guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah yaitu memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah pada jenis dan jenjang yang sesuai dengan pengalamannya sebagai pendidik yang diterbitkan oleh lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan Direktur Jenderal.

Penyiapan calon kepala sekolah/madrasah meliputi rekrutmen serta pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah. Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah dilaksanakan dalam kegiatan tatap muka dalam kurun waktu minimal 100 (seratus) jam dan praktik pengalaman lapangan dalam kurun waktu minimal selama 3 (tiga) bulan.

“Karena perlu waktu, dan diklat harus diikuti banyak peserta sehingga pengisian formasi kepala sekolah agak lama,” kata Dadang. (rml)

h1

SMPN 2 Cibingbin Juara Volley Ball Piala Bupati Brebes

14 April 2011

Cibingbin, IB

Tim Volley Ball Putra SMP Negeri 2 Cibingbin berhasil menyabet Piala Bupati Brebes pada Turnamen Mubarokul IV antar Pelajar SMP/MTs di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Brebes. Turnamen itu digelar oleh SMP/SMA Mubarokul Ulum Banjarharjo Kab. Brebes Jawa Tengah.

Menggenapi sukses Tim putra, Tim volley ball putri pun berhasil menyabet peringkat ke III, serta juara 2 lomba Mata Pelajaran Kelas IX.

Steering Committee Turnamen Mubarokul Ulum Cup IV, Asep Hasanudin, S.Ag menyebutkan bahwa turnamen volley ball dan lomba mata pelajaran telah menjadi agenda tahunan SMP/SMA Mubarokul Ulum. Diharapkan dari kegiatan ini akan terjalin tali silaturahim dan memupuk sportivitas di kalangan  pelajar dan pembina olahraga.

Cipto, S.Pd, Pembina Olahraga SMPN 2 Cibingbin merasa bangga atas prestasi yang telah diraih tim binaannya. Sebelumnya, siswa dari sekolah ini pun unjuk kebolehan pada Turnamen Volley Ball dan Futsal yang digelar SMAN 1 Cibingbin, 3 April lalu. Tim putra berhasil menyabet juara 1 dan tim putri juara II volley ball. Sedangkan tim futsal berhasil meraih juara ke III pada turnamen yang diikuti pelajar SMP/MTs se-Kuningan Timur ini.

Kepala SMPN 2 Cibingbin, Drs. H. J. Hernadi, MM mengatakan, banyak prestasi yang telah diukir oleh siswa siswinya, baik dalam bidang akademik ataupun bidang olahraga. “Semua prestasi bisa diraih karena kebersamaan yang selalu ditanamkan di sekolah ini dengan mengutamakan kualitas fikir dan kualitas dzikir,” kata Hernadi.

SMPN 2 Cibingbin dalam waktu dekat akan menggelar acara Turnamen Volley Ball dan Lomba Mapel Kelas VI, memperebutkan Trophy Bupati Kuningan. Kegiatan akan dikemas dalam SPENDA CUP 2011.

Menurut Dadang Darsono, S.Pd.I, Pembina OSIS, Turnamen Volley Ball dan Lomba Mapel akan diikuti oleh siswa SD/MI di Kecamatan Cibingbin. Kegiatan ini sekaligus memperingati berdirinya SMPN 2 Cibingbin ke 9 tahun. “Dalam usia yang relatif muda insya Allah kami akan selalu belajar dan belajar demi kemajuan siswa dan siswi serta lembaga SMPN 2 Cibingbin,” ucap Dadang. (kies)