Archive for the ‘edisi 159’ Category

h1

Desa Rajawetan Siap Jadi Wakil Kuningan

14 April 2011

Pancalang, IB

Pamarentah Desa Rajawetan nu kasebut panghadena di Kacamatan Pancalang siap ngawakilan Kabupaten Kuningan dina lomba tingkat Provinsi Jawa Barat. Hal eta ditepikeun ku Kuwu Rajawetan, Dedi Mulyadi nalika Lomba Desa tingkat kabupaten, Senen (7/4).

Camat Pancalang Dra. Eni Sukarsih, M.Si netelakeun yen dongkapna tim tim peniley lomba desa mere motivasi (pangrojong) ka masarakat pikeun ngawangun tur ngagali potensi masarakat nu aya di desa.

Kacamatan Pancalang mangrupa kacamatan nu pernahna di wates Kabupaten Kuningan jeung Kabupaten Cirebon, legana 1852 ha. Numutkeun sensus penduduk taun 2010 tepi 25.439 jiwa, ngawengku lalaki 12.725 jeung istri 12.714 jiwa, sarta boga keluarga 5.201 KK.

Kuwu Dedi Mulyadi ngajelaskeun kamajuan desana taun 2009 – 2010. Kamajuan ngawengku widang atikan, kasehatan masarakat, ekonomi, kaamanan jeung katertiban, sarta pangrojong masarakat.

Kaayaan alam nu pinuh ku pasawahan, tegalan jeung kebon mawa pangaruh kana pacapabakan rahayatna. Seueurna kana tani, ngingu sasatoan, industri paimahan jeung dagang di luar kota.

Dina prungna pangwangunan teu leupas tina pangrojong ti masarakat, katiten mani daria tur soson pisan dina gotong royong bari jeung guyub.

Pupuhu Tim Peniley Drs. H. Kamil G. Permadi, MM dina biantarana nyebutkeun yen pangwangunan kabeh meto ka pamarentahan desa. Kukituna pikeun evaluasi kagiatan pamarentahan, pangwangunan jeung kamasarakatan diayakeun lomba desa.

Kaayaan Desa Rajawetan tos katiten ngawitan tina data statis jeung dinamis. “Kuring bade nganiley naon anu tos ditepikeun ku Kuwu, LPM sareng PKK. Desa ieu produk husus beuleum opak sareng susu kedele anu kudu dimotekarkeun ku pamarentah desa. Nu jadi cukang lantaran dumeh pamarentahan sareng pangwangunan nganco ka desa,” saur Kamil.  (rml)

Iklan
h1

Bencana Alam Hantam Ciniru dan Hantara

14 April 2011

Ciniru, IB

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan selama dua hari, Minggu – Senin (6 – 7  Maret) menghantam pemukiman dan sarana umum. Kecamatan  Ciniru dan Hantara tercatat paling banyak menderita kerugian akibat  longsor itu.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Kuningan, Drs. Dian Rahmat Yanuar, M.Si melalui Kabid Bantuan Sosial, Drs. Iis Santoso didampingi Kasi Penanggulangan Bencana Alam, Yosef Yanuar, S.Sos mengatakan, puluhan rumah di Kabupaten Kuningan ambruk dan ratusan terancam.

Minggu (6/3) di RT 08/05 Dusun Tanjungpura Desa Cipedes, longsor menimpa bagian depan rumah milik Said yang dihuni 4 jiwa. Juga, rumah Maman 43 tahun yang dihuni 6 jiwa, dan rumah Uri Sanhuri 35, dihuni 7 jiwa.

Bencana alam, di Desa Cipedes masih berlanjut, esoknya, Senin (7/3) tiga rumah tertimbun longsor di Dusun Cirahayu RT 01/02 yakni milik Jono, Syamsudin dan Bahri. Selain itu, dua rumah terseret di RT 01/03 Dusun Sukamukti yakni milik Madi dan Dede Suhanan.

Begitu pula, di RT 10/01 Desa Gunungmanik Kecamatan Ciniru, rumah milik Sarkim, 30 tahun yang dihuni 5 jiwa, bagian belakangnya tertimbun longsor.

Di wilayah Kecamatan Hantara, longsor menyeret rumah Agus 56 tahun yang dihuni 4 jiwa di Dusun Puhun Desa Hantara. Masih di Desa Hantara, dua rumah lainnya tertimbun longsor yakni milik Saleh 53 tahun dan Rohi, serta sebuah rumah milik Eman terancam.

Kejadian longsor menimpa pula rumah Ahrona 63 tahun di RT 36/08 Dusun Ciagi Desa Tundagan dan rumah Mulus 52 tahun di RT 04/01 Dusun Cimaung. Dusun Cimaung Desa Tundagan mamang merupakan daerah rawan longsor. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Tundagan, Sukirman. Ia menyebutkan tak kurang dari 50 rumah di Dusun Cimaung terancam longsor, sayangnya usulannya belum mendapat respon dari Bupati Kuningan.

Di daerah lainya, jalan Indrahayu sepanjang 120 meter dari Dusun Indrahayu menuju Desa Karangkancana tertimbun longsor. Akibatnya, warga yang memiliki keperluan ke pasar terpaksa harus memutar sepanjang 40 Km melalui Jalan Desa Cimara Kecamatan Cibeureum. Itupun diperparah karena kondisi ruas Jalan Indrahayu – Cimara kondisinya sudah rusak.

Di Kecamatan Cilebak ancaman longsor akibat hujan deras mengancam dua desa. Sebanyak 30 rumah terancam longsor dan dua rumah dindingnya roboh di Dusun Cikalapa Desa Patala. Sedangkan, di Dusun Bangbayang Desa Bungurberes, delapan rumah terancam longsor. (tan)

h1

Aang, “Saya Ingin Sholat Jum’at di Masjid Ahmadiyah”

14 April 2011

Kuningan, IB

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos menginginkan untuk melaksanakan Sholat Jum’at berjamaah dengan Jemaat Ahmadiyah.

Keinginannya itu diungkapkan Aang saat sosialisasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011 tentang Larangan Melaksanakan Kegiatan (aktivitas) Jemaat Ahmadiyah Indonesia, bertempat di Ruang Rapat Setda Kuningan, Kamis (10/3).

Saat itu hadir pula Wakil Bupati Kuningan, H. Momon Rochmana, MM, Kepala Kejaksaat Negeri Kuningan Hj. Siti Utari, Kapolres Kuningan AKBP Hj. Yoyoh Indayah, M.Si, Dandim 0615 Kuningan Letkol (Arm) Mulyono, Ketua Pengadilan Negeri Agama Kuningan, Ketua DPRD Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH, Sekda Kuningan Drs. H. Yosef Setiawan, M.Si, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas H. Yeddy Chandra SS, SH, MH, dan  beberapa pejabat lainnya. Juga hadir pengurus Ahamdiyah Desa Manislor, Kepala Desa  dan Perangkat Desa Manislor, sementara dari unsur Ormas Islam tidak diundang.

“Saya ingin Sholat Jum’at di Masjid Ahmadiyah secepatnya. Untuk itu agar Kementerian Agama segera melakukan koordinasi,” ungkap Aang.

Sayangnya, keinginan itu masih bertepuk sebelah tangan. Pasalnya. menurut informasi yang diterima IB, pihak Ahmadiyah belum sepaham, terutama berkenaan imam dan khotib yang disediakan oleh pemerintah.

Berkenaan dengan urungnya Bupati Aang melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Ahmadiyah pada Jum’at (18/3), Kepala Kementerian Agama Kab. Kuningan, Drs. H. Agus Abdul Kholik, MM menjelaskan, Sholat Jum’at Bupati dan Muspida berjamaah dengan Jemaat Ahmadiyah di Manislor, nampaknya untuk sementara harus ditunda dulu. Penundaannya karena pihak Ahmadiyah belum siap dengan adanya iman dan khotib dari luar jemaatnya.

“Penundaaan itu karena belum adanya kesepahaman mengenai siapa yang akan menjadi iman dan khotib Sholat Jum’at. Padahal kita sudah menyiapkan imam dan khotib terbaik,” ungkap H. Agus kepada IB di ruang kerjanya, Jum’at (18/3).

Kasubag  TU Kemenag Kab. Kuningan, H. Yusron Kholid, S.Ag, M.Si menambahkan, Kementerian Agama tetap melakukan koordinasi dengan derajat segera dengan Bupati. “Kita akan mengambil langkah yang dianggap perlu dan penting berkaitan dengan aplikasi Pergub No. 12 tahun 2011,” ujarnnya di ruang kerjanya, Jumat (18/3).

Untuk itu dimohon kepada seluruh komponen masyarakat di daerah tidak mengambil langkah yang tidak sejalan dengan substansi Pergub itu. “Ini karena urusan Ahmadiyah merupakan domain pemerintah pusat untuk mengambil kebijakan secara utuh untuk merespon desakan daerah, agar membubarkan Ahmadiyah,” tegas H. Yusron.

Kita harus bersabar menunggu keputussan pemerintah pusat, karena untuk membubarkan Ahmadiyah tidak sesederhana yang dibayangkan. Maka itu, kepada setiap warga negara harus mengindahkan SKB tiga menteri dan Pergub 12 tahun 2011. (tan)

h1

Tiga Rumah Sakit Terima Askesdes

14 April 2011

Kuningan, IB

Untuk sementara waktu tiga rumah sakit swasta ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan bagi peserta Askesdes (asuransi kesehatan aparat desa).  Ketiga rumah sakit itu yakni RS Wijaya Kusumah, RS Juanda dan RS Sekarkamulyan Cigugur.  Namun anehnya, RSUD 45 Kuningan sebagai milik Pemda belum termasuk didalamnya.

Hal itu terungkap saat MoU (kesepahaman) Askesdes antara Kepala PT. Askes Cabang Cirebon, Drs. JB. Situmeang, Ak dengan Ketua DPC Apdesi Kab. Kuningan, Mulyono AR di sekretariat APDESI Kuningan Jl. RE Martadinata, Kamis (17/3) disaksikan Kasubid Perangkat Desa BPMD Kab. Kuningan, Ahmad Faruk, M.Si dan pengurus DPC APDESI.

Mulyono menjelaskan, besaran premi yang harus dibayar sebesar Rp. 9.800/orang/bulan yang dibayarkan setiap enam bulan sekali.  Drs. M. Rasmad, M.Si, salah seorang wakil ketua didampingi Sekretaris, Yudi R. Sudirman mengharapkan untuk ke depannya pembayaran premi dibayar oleh APBD Kab. Kuningan. Hal itu merujuk kepada isi MoU yang mengatakan bahwa premi dibayar oleh APBN, APBD atau APBDes.

Asuransi itu sendiri berlaku sejak 1 April 2011 hingga 31 Maret 2012. Adapun fasilitas yang diberikan oleh PT. Askes yakni mulai dari pelayanan medis di Pustu, Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah dan swasta di wilayah Jawa Barat yang telah menjalin kerjasama dengan PT. Askes. Meski mereka ketika rawat ini hanya diperkenankan untuk kelas III.

Kasubid Perangkat Desa BPMD, Ahmad Faruk, S.Sos, M.Si menjelaskan, Pemkab Kuningan  telah menandatangi MoU dengan PT. Askeskin Cabang Cirebon pada 9 Maret lalu, yang diwakili oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda dan Kepala PT. Askes Cabang Cirebon, JB Situmeang.

Klim asuransi dapat digunakan terhitung 1 April 2011 depan, sehingga kepada aparat desa (kepala desa, istri kades dan anak 1 – 2, perangkat desa, Sekdes non PNS, dan keluarganya). Mereka diminta untuk menggunakan Askesdes sebagaimana mestinya. (tan)

h1

DPK KORPRI Gelar Open Turnamen Tenis Bupati Cup

14 April 2011

Kuningan, IB

Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Korpri Kabupaten Kuningan menggelar Open Tenis Bupati Cup, 5 – 13 Maret 2011 di Lapangan Tenis Korpri Kuningan. Turnamen dibuka oleh Bupati Kuningan, Sabtu (5/3).

Hadir pada acara itu Kapolres Kuningan AKBP Dra. Hj. Yoyoh Indayah, M.Si, Dandim 0615 Kuningan Letkol Arm Mulyono, Ketua Koni Kab. Kuningan H. Didi Sutardi, MM, Ketua DPK Korpri Kab. Kuningan Drs. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dan perwakilan Korpri Provinsi Jawa Barat.

Beny Prihayatno, S.Sos. M.Si, Ketua Panitia menyebutkan, tujuan digelarnya Kejuaraan Tenis Bupati Cup untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya berolahraga, khususnya cabang olahraga tenis lapangan bagi anggota Korpri di Kab. Kuningan.

Selanjutnya, sebagai tolak ukur prestasi dalam rangka mempersiapkan atlet tenis lapangan Kab. Kuningan pada POR Pemda tahun 2011, serta untuk memotivasi menyelenggarakan tenis yang lebih profesional, dan untuk pembinaan lebih lancar dan terprogram.

Peserta merupakan anggota Korpri dan purnakarya Korpri kategori beregu putra antar klub anggota Korpri dan ganda perorangan.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengatakan, langkah proaktif Korpri melalui even itu merupakan tonggak awal kebangkitan Korpri DPK Kuningan. Meskipun baru dilantik pada Februari lalu, mereka sudah berbuat nyata guna mewujudkan eksistensi Korpri sebagai alat pemersatu menuju tercapainya Korpri yang dicintai, serta dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.

Tampil sebagai juara beregu Tim Britama BRI, kedua Purbawisesa A, ketiga IGO (Ikatan Guru Olahraga) dan Pengadilan Agama. Sedangkan untuk ganda perorangan diraih oleh pasangan T. Djoko/Nana (Lapas Cijoho),  kedua Dr. Dulhari (Luragung)/Ikin (BRI), ketiga Supriatna (Kesbangpol Linmas)/Nirwan (Kades Tambakbaya Kec. Garawangi), dan  Yayan (BRI)/Tito (Kec. Cidahu).  (tan)

h1

PPP Targetkan Raih 5 Kursi DPRD Kuningan

14 April 2011

Kuningan, IB

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Kuningan, Drs. Momon Suherman menargetkan pada Pemilu 2014 depan meraih 5 kursi DPRD Kabupaten Kuningan.

“Kami menargetkan minimal pada Pemilu Legislatif 2014 depan dapat meraih sepuluh persen atau lima kursi di DPRD Kabupaten Kuningan,” ucap Momon Suherman kepada IB di ruang Humas DPRD Kab. Kuningan, Rabu (16/3).

Targetnya itu tentunya masuk akal, karena saat ini dari hasil Pemilu 2009 lalu bisa meraih 4 kursi. “Kita hanya gagal di daerah pemilihan lima saja. Dari Dapil lainnya bisa mencapai target,” ujarnya.

Ia sudah menyiapkan strategi khusus, diantaranya melakukan konsolidasi organisasi sampai tingkat ranting, bahkan kalau memungkinkan sampai anak ranting. Berdasarkan data yang ada, hingga kini dari 361 desa dan 15 kelurahan masih sedikit sekali yang sudah terbentuk. Sedangkan untuk PAC (Pengurus Anak Cabang) seluruhnya sudah terbentuk.

“Untuk itu, setelah semua PAC terbentuk, maka akan dilanjutkan membentuk pengurus ranting di seluruh desa dan kelurahan. Kami targetkan paling akhir pada 2013, semua ranting sudah terbentuk,” harapnya.

Ia pun akan tetap melakukan komunikasi secara intern dengan Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) PPP yang dipimpin H. Engkos Kosasih dan Dewan Pakar yang dipimpin Mamun Sofyan, S.Ag.

Koordinasi antara tiga pilar (DPC, MPC, Dewan Pakar) ini dipandang penting, apalagi saat ini pihaknya mendapat support dari Ketua Umum yang cukup mumpuni. “Kami merasa optimis target lima kursi akan tercapai,” pungkasnya. (tan)

h1

BUMDES Agung Mandiri Percontohan Wilayah Cirebon

14 April 2011

Luragung, IB

BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Agung Mandiri Desa Luragung Landeuh Kecamatan Luragung menjadi percontohan BUMDes di wilayah III Cirebon.

Sehingga tidak aneh bila dari luar Kabupaten Kuningan banyak desa penerima bantuan dana Desa Peradaban dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan studi banding ke BUMDes ini.

Ketua BUMDes Agung Mandiri, Drs. Agus Sholehudin didampingi Kepala Desa Luragung Landeuh, Ahmad Mulyadi dan OKMS (Organisasi Keswadayaan Masyarakat), Drs. H. E. Kusnadi mengajak IB melihat aktivitas BUMDes di desa itu. “BUMDes ini diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat dan bersifat kontinyu. Artinya, dana yang fokus dikembangkan di Dusun Wage itu harus kembali dari para pelaku usaha untuk kemudian digulirkan kepada dusun lainnya,” terang Agus.

Di Dusun Wage ini dikucurkan dana sebesar Rp. 100 juta untuk tiga kegiatan. Ke tiga kegiatan itu yakni Budidaya Ikan Lele Sangkuring, Budidaya Jamur Tiram dan Warnet. Pengadaan bibit Lele Sangkuriang sengaja didatangkan dari BBI (Balai Benih Ikan) Kabupaten Subang. Pasalnya, di Kabupaten Kuningan jenis Lele ini masih jarang.

Lele Sangkuriang, terang guru SMKN 1 Luragung, ini memiliki kelebihan dibanding Lele Dumbo, baik kualitas, harga maupun usia pemeliharaannya yang relatif lebih pendek. “Usia pemeliharaan Lele Sangkuriang lebih pendek dari lele lainnya. Sejak bibit ditebar, hanya membutuhkan waktu 60 hari untuk bisa dipanen,” ungkapnya.

Hingga saat ini dari 11 kolam Lele yang dikelola telah melakukan panen perdana, menghasilkan 12 Kg. Dengan tujuannya untuk memilih Lele yang lebih besar dahulu.  “Kita telah melakukan panen perdana yang siap dikonsumsi. Ini hasil pemilahan  yang besar dan yang kecil,” jelasnya.

Lele yang besar harus segera dipanen, dan memilah kembali lele yang lebih kecil karena termasuk jenis ikan kanibal, dimana Lele yang besar akan memangsa Lele yang lebih kecil.

Selanjutnya, untuk budidaya Jamur Tiram, memanfaatkan dedak yang dibungkus dalam plastik transparan dan dikasih bibit. Kemudian disimpan di tempat gelap yang tidak menerima sinar matahari langsung. Dalam waktu 40 hari sejak disimpan Jamur Tiram sudah bisa dipanen. Dari satu plastik itu setidaknya dapat dipanen hingga tiga kali.

Uniknya yang mengemas ini dikerjakan oleh kaum ibu. “Disinilah kita dapat memberdayaan masyarakat khususnya kaum ibu dalam budidaya Jamur Tiram. Dan, hingga kini telah melakukan satu kali panen dengan menghasilkan 73 kg,” tambahnya.

Penggunaan tenaga kerja perempuan ini sesuai dengan arahan Kepala BPMD Provinsi Jabar, Dr. H. Dadang Mohamad Masome, M.sc saat berkunjung ke desa itu.

Sedangkan untuk usaha Warnet (warung internet) masih dalam tahap persipan. Mungkin dalam waktu dekat ini akan segera online. Pihaknya akan menyediakan komputer dengan prosesor intel dual core berjumlah 6 unit. Satu unit untuk provider dan lima user. (gie/tan)