Arsip Kategori: edisi 155

Perdes Harus Ditandatangani Sekda

Kadugede, IB

Tiga buah Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur APBDes, pungutan kepada masyarakat, dan asset desa harus masuk Berita Daerah dan ditandatangani oleh Sekretaris Daerah.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Hukum Setda Kab. Kuningan, Andi Juhandi, SH saat pembinaan penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan se-Kab. Kuningan di Aula Kantor Kepala Desa Bayuning Kec. Kadugede, Selasa (21/12).

Andi Juhandi menyebutkan, ketentuan itu mengacu pada Permendagri No. 17 tahun 2006 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah. Pasal 12 berbunyi, (1) Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa diumumkan dalam berita daerah; (2) Pengumumam peraturan desa dan peraturan kepala desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh sekretaris daerah; (3) Pelaksanaan pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat didelegasikan kepada sekretaris desa.

Ia menjelaskan, tujuan memasukkan Perdes dalam berita daerah untuk penertiban dan pengawasan Perdes khususnya yang menyangkut keuangan dan asset desa. “Kami akan memasukkan tiga Perdes dalam berita daerah. Sedangkan Perdes lainnya, cukup mendapat verifikasi dari camat setempat,” ujarnya.

Adapun teknis pelaksanaannya dapat didelegasikan oleh Sekda kepada Kepala Bagian Hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 10 dan 11 Permendagri tersebut.

Terpisah, Sekda Kuningan, Drs. H. Nandang Sudrajat mengaku belum mengetahui mengenai adanya ketentuan bahwa Perdes harus masuk berita daerah dan ditandatangani oleh Sekda. “Kami akan pelajari dulu, karena ketentuan itu sering berubah,” terang H. Nandang saat ditemui IB di ruang kerjanya, Selasa (22/12).

Bupati Kuningan diwakili Asisten Administrasi Setda Kuningan, Drs. Sadil Damini Dj mengatakan, dalam implementasi otonomi daerah berbagai penataan dan pembenahan telah dilakukan. Penataan itu meliputi aspek kewenangan daerah, kelembagaan, keuangan, peralatan, SDM, dll.

Dalam hal ini, lanjutnya, sumberdaya aparatur merupakan salah satu fokus utama yang perlu ditingkatkan dalam era otonomi daerah. Salah satunya adalah kegiatan pembinaan SDM aparatur pemerintahan desa dan kelurahan yang dilaksanakan ini, sehingga diharapkan adanya peningkatan kualitas dan profesionalisme aparatur pemerintah desa dan kelurahan khususnya bagi kepala desa dan lurah.

Sadil menyebutkan, dalam pelaksanaan otonomi desa kepala desa dan lurah dalam melaksanakan tugas-tugasnya harus dapat menampilkan kinerja pemerintahan desa dan kelurahan  yang lebh demokratis, transparan dan partisipatif.

Pemdes dan kelurahan, tambahnya, adalah ujung tombak pemerintah yang langsung dihadapkan pada pelayanan dengan berbagai dinamika di lapangan. Dengan kapasitas tersebut, maka baik atau tidaknya penilaian masyarakat terhadap pemerintah ditentukan pula oleh kinerja pemdes dan kelurahan dalam menyikapi setiap perkembangan sosial/politik termasuk aspirasi masyarakat dan pelaksanaan agenda reformasi.

“Untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera, desa dan kelurahan dituntut untuk meningkatkan kemampuan, yakni kemampuan regulasi atau kemampuan melahirkan produk hukum desa, serta kemampuan menciptakan harmonisasi dan sinergitas pemerintah desa/kelurahan dengan BPD, lembaga desa lainnya dan seluruh komponen masyarakat. “kata Sadil.

Kemudian, kemampuan menyelesaikan permasalahan yang timbul di tingkat desa dan kelurahan dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, serta kemampuan menggali sumber potensi desa.

Seorang kepala desa dan lurah, katanya, perlu memiliki visi dan misi sehingga dalam setiap pelaksanaan tugas-tugasnya mempunyai arahan dan pedoman yang mengikat baik bagi aparatnya maupun masyarakatnya.

“Mengamati fenomena yang timbul dan telah menjadi isu nasional, manakala adanya tuntutan dari perangkat desa yang ingin diangkat menjadi PNS, saya menghimbau, kita semua terutama perangkat desa agar bisa menahan diri dari kegiatan yang dapat merusak stabilitas daerah/nasional,” pintanya. (tan)

Kuningan Summit Gerbang Kerjasama Antar Daerah

Cigandamekar, IB

Delapan perwakilan pemerintah kabupaten/kota mengadakan rapat persiapan Deklarasi Kerjasama Daerah “Kuningan Summit” di Resor Prima Sangkanhurip, Jum’at (17/12). Ke delapan  daerah yang berbatasan itu yakni Kab. Majalengka, Kab. Ciamis, Kab. Cirebon, Kota Cirebon, Kota Banjar, Kab. Brebes, Kab. Cilacap dan tuan rumah Kab. Kuningan.

Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, MM mengatakan, kerjasama antar daerah ini dilaksanakan dalam rangka percepatan dan pemerataan pembangunan antar daerah terutama wilayah perbatasan.

Kerjasama mengarah pada pengembangan kawasan dibidang infrasruktur, sektor perekonomian, perdagangan, kesehatan, pendidikan, kepariwisataan, penyediaan pelayanan publik dan lainnya.  “Upaya percepatan dan pemerataan pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat yang berada pada kedua daerah,” katanya.

Disebutkan, kesepakatan bersama dimaksudkan untuk meningkatkan sinergitas perencanaan dan pembangunan. Serta, pemanfaatan sarana maupun fasilitas yang sudah tersedia di sekitar wilayah perbatasan antar Kabupaten Kuningan dengan kabupten/kota lainnya.

Ia mengharapkan tidak adanya saling klaim ketika sudah ada kesepakatan bersama, “Ketika sudah menjadi kesepakatan, semua ini menjadi tangung jawab bersama. Untuk itu, harus dijalankan bersama, serta dibutuhkan dorongan dan peranserta semuanya,” ujarnya.

Dalam rapat itu, masing-masing daerah diwakili Asisten Pemerintahan, kepala Bappeda, kabag Tata Pemerintahan dan kabag Hukum. Mereka membahas ruang lingkup kesepakatan bersama ini yang men cakup berbagai bidang yang akan dikerjasamakan.

Lebih lanjut, Asisten Pemerintahan Kab. Kuningan Drs. Sadil  Damini Dj didampingi Kabag Tata Pemerintahan Drs. Deniawan, M.Si menuturkan, pertemuan ini merupakan gerbang bagi kabupaten/kota dalam menyinkron kan potensi dan obyek yang akan dikerjasamakan. Sehingga akan menghasilkan rumusan yang kontruktif dalam kesepahaman mengenai kerjasama daerah dan pemilihan objek yang akan dikerjasamakan.

“Kesepahaman ini merupakan suatu bentuk keseriusan dari masing-masing daerah dalam meningkatkan pelayanan publik. Dimana pada pertemuan selanjutnya, rencananya akan dilaksanakan Deklarasi Kerjasama Daerah yang akan dibingkai dalam acara “Kuningan Summit” 2011, dan akan dihadiri para bupati/walikota daerah yang akan melaksanakan kerjasama,” ungkapnya.

Menurut Sadil, Kuningan Simmit merupakan sebuah bentuk ikatan moral dan niat baik dari para kepala daerah yang akan melaksanakan kerjasama. Untuk tahap selanjutnya akan ditindak-lanjuti dengan perjanjian kerjasama daerah yang mempunyai dampak hukum dan mengikat, sehingga melahirkan hak dan kewajiban masing-masing daerah. (tan)

JITUT dan JIDES untuk Kelancaran Pengairan Petani

Kadugede, IB

Air merupakan salah satu faktor penentu (determinan) dalam proses produksi pertanian. Oleh karena itu investasi irigasi menjadi sangat penting dan strategis dalam penyediaan air untuk pertanian.

Dalam memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan usaha tani, maka air harus diberikan dalam jumlah, waktu dan mutu yang tepat. Jika tidak, kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP3) Kab. Kuningan Ir. Hj.Triastami melalui Kabid Tanaman Pangan dan Hortikulura, Yoyo Wahyo, SP, maka tanaman akan terganggu pertumbuhannya.

Pemberian air dari hulu sampai hilir, memerlukan sarana dan prasaranan irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana itu bisa berupa bendungan, saluran primer, saluran skunder, saluran tertier, bax bagi, bangunan-bangunan ukur, dan saluran tingkat usaha tani.

Keberhasilan swasembada beras, tidak terlepas dari peran besar pembangunan dan pengembangan sarana irigasi baik ekstensif maupun intensif. Untuk itu, Pemerintah melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP3) Kab. Kuningan senantiasa berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pertanian dimaksud. Upaya itu diantaranya dengan meluncurkan proyek Jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) dan jaringan irigasi desa (JIDES) baik yang berasal dari dana alokasi khusus maupun APBN.

Tujuan untuk meningkatkan kinerja jaringan irigasi desa (JIDES) dan jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) sehingga dapat meningkatkan fungsi layanan irigasi. Meningkatkan perluasan areal tanam, indek pertanaman dan produktivitas. Serta, membangun rasa memiliki terhadap jaringan irigasi yang telah direhabilitasi.

Selain itu, untuk mempercepat transportasi sarana produksi dan alat mesin pertanian dari kawasan pemukiman (dusun dan desa) ke lahan usahatani. Mempercepat pengangkutan produk pertanian dari lahan usaha menuju sentra pengolahan dan pemasaran.

Upaya lainnya, adalah dengan membangun atau merehab jalan usaha tani. Jalan usahatani adalah suatu prasarana transportasi didalam kawasan pertanian (tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan) guna memperlancar pengangkutan sarana produksi, hasil produksi dan mobilitas alat mesin pertanian.

Sasaran JIDES dan JITUT untuk kegiatan pembangunan atau merebah jalan usaha tani pada sentra produksi komoditas tanaman pangan, hortikultura dan peternakan. Diintegrasikan dengan kegiatan pembangunan pertanian antara lain kawasan agropolitan, prima tani, pengembangan System of Rice Intensification (SRI), dan perluasan areal (pencetakan sawah, perluasan hortikultura dan pengembangan kawasan peternakan).

Tahun 2010, kata Yoyo Wahyo ada tiga desa yang mendapat bantuan JIDES yakni Desa Cibeureum Kec. Cilimus, Desa Ciloa Kec. Kramatmulya, dan Desa Wilanagara Kec. Luragung.  Selanjutnya, desa yang menerima bantuan JITUT yakni Desa Margasari Kec. Luragung, Desa Sidamulya dan Jalaksana Kec. Jalaksana, Desa/Kecamatan Meleber, Desa Cihanjaro Kec. Karangkancana, Kelurahan Winduhaji Kec. Kuningan, Desa Sindangkempeng Kec. Pancalang, dan Desa Cimara Kec. Pasawahan.

Sedangkan desa yang mendapat program jalan usaha tani (JUT) yakni Desa/Kec. Cipicung, Desa Ciasih Kec. Nusaherang, Desa Windujanten Kec. Kadugede dan Kelurahan Winduhaji Kec. Kuningan.

Dalam pelaksanaan pembangunannya, ada yang dilaksanakan oleh Gapoktan secara swadaya masyarakat, dan ada pula oleh rekanan atau pihak ketiga. (tan)

Telepon Bantuan Telkom Dikuasai Pribadi

Cigandamekar, IB

Hampir setahun belakangan ini PT. Telkom Tbk memberikan bantuan telepon non kabel kepada puluhan desa. Alat komunikasi itu untuk digunakan secara pribadi di rumah kepala desa dan di kantor kepala desa.

Sayangnya, bantuan alat komunikasi dan pulsa setiap bulan sebesar Rp. 100.000 itu hanya digunakan untuk pribadi saja. Maksudnya, kata sumber itu, ke dua-duanya hanya dibawa ke ruamah masing-masing kepala desa dan sekretaris desa, sehingga perangkat desa apalagi masyarakat umum tak bisa menggunakannya. Meski ada keperluan penting.

Camat Cigandamakar, Tatang Taryono, M.Si ketika ditanya mengenai bantuan telepon dari Telkom yang digunakan hanya untuk kepentingan pribadi, mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak mengetahui bahwa beberapa desa di Kecamatan Cigandamekat dapat bantuan telepon dari Telkom,” ucap Tatang kepada IB belum lama ini. (dad)

Tukang Serabi Dapat Penghargaan Hari Ibu

Kuningan, IB

Ada yang cukup menarik dalam peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2010 lalu, tatkala tiga orang tukang serabi mendapat penghargaan dari ketua Tim Penggerak PKK Kab. Kuningan. Mereka merupakan pahlawan keluarga yang memiliki semangat luar biasa, meski dengan keterbatasan.

“Mereka memiliki semangat yang luar biasa  terus berjuang dan bekerja keras demi kelangsungan hidupnya,” kata Hj. Ika Acep Purnama, Ketua Panitia Pelaksana Hari ibu ke 82, di Gedung Paripurna DPRD Kuningan.

Tiga tukang surabi yang mendapat penghargaan yaitu  Nenek Icah, 74 tahun, Wati dan Juju. Berikutnya, Habsah pemecah batu, Umi buruh tani, Apun pembuat kulit ketupat, Een Nuraeni tukang pijat dan dukun bayi, Neni pembantu rumah tangga, Nani Sukarni instruktur senam, Uhat buruh bangunan dan kemit desa, dan Inah Rakim tukang batu.

Peringatan Hari Ibu  oleh bangsa Indonesia, kata. Hj. Ika Purnama, tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh.

Ika Purnama menyebutkan, beberapa kegiatan telah dilaksana kan yaitu pangobatan gratis bekerjasama dengan RS Juanda, dilaksanakan di Desa Haurkuning Kec. Nusaherang dan Desa/Kecamatan Kadugede. Selanjutnya, seminar kewirausahaan di gedung SKB Kabupaten Kuningan, donor darah bekerjasama dengan PMI Kab. Kuningan, dan kursus menjahit bekerjasama dengan Disnakertransos Kab. Kuningan.

Kegiatan lainnya,  senam massal pada acara car free day, ziarah  ke Taman Makam Pahlawan  Haurduni Kuningan (21/12), dan gerakan penanaman sejuta pohon di Desa Padabeunghar Kecamatan Pasawahan kerjasama Dinas Hutbun Kab. Kuningan (24/12). Juga, bedah rumah di Desa Haurkuning Kec. Nusaherang, dan khitanan masal yang dilaksanakan di Dusun Cibunut Desa Cirukem Kec. Garawangi.

Ia memberikan apresiasi dan kebanggaan kepada Hj. Utje Ch. Suganda yang telah mendapat penghargan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemerhati penyandang cacat di Kabupaten Kuningan. “Kami juga bangga sekarang kaum perempuan di kabupaten Kuningan telah banyak yang berprestasi dan dapat menduduki posisi strategis diantaranya kita punya Kapolres dan Kajari perempuan, kepala dinas dan camat perempuan serta beberapa kepala desa perempuan,” kata istri Ketua DPRD Kuningan, H. Acep Purnama, SH. MH.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengatakan, peringatan Hari Ibu merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.

Ada beberapa yang diperjuangkan kaum ibu yaitu agar mampu meningkatkan kiprah dalam berbagai aspek kehidupan dan berperan serta dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan dan terwujudnya keadilan serta kesetaraan gender. Terbangunnnya karakter moral dan pekerti bangsa guna menuju Indonesia yang adil, demokratis, aman dan damai serta sejahtera, meningkatkan kualitas hidup perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Selanjutnya, mendorong peningkatan keterwakilan politik perempuan dan pengambilan keputusan public melalui pemilu, menghapuskan dan melindungi perempuan dari segala bentuk kekerasan termasuk perdagangan orang terutama perempuan dan anak, meningkatkan peran serta instansi pemerintah, non pemerintah, masyarakat, swasta dan dunia usaha dalam meningkatkan produktifitas ekonomi perempuan guna menanggulangi kemiskinan. (tan)

Desa Margamukti dan Cileuya Dipecah

Cimahi, IB

Desa Margamukti merupakan desa terluas wilayah dan terbanyak penduduknya di Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan. Data terakhir menyebutkan, jumlah penduduk desa itu mencapai 5.185 jiwa yang mendiami luas area 900 hektar.

Untuk itu, kata Camat Cimahi Rahman Sutisna, S.Sos pihaknya telah mengajukan kepada Pemda Kuningan untuk dilakukan pemekaran desa. Dua dusun yakni Dusun Dogdog dan Dusun Cimanggu yang berjarak 4,5 km dari dayeuh Desa Margamukti akan disatukan.

Kedua dusun ini telah memenuhi syarat dari jumlah penduduk minimum yakni berpenduduk 2.071 jiwa. Terdiri dari laki-laki 1.045 jiwa dan perempuan 1.026 jiwa.

Calingcing Menyusul

Keinginan untuk menjadi desa muncul pula dari warga Dusun Calingcing Desa Cileuya Kecamatan Cimahi. Dusun yang berpenduduk 1.600 jiwa ini berjarak 4,5 km dari Desa Cileuya.

Menurut Rahman Sutisna, keinginan untuk menjadi desa bukan datang dari camat atau kepala desa tetapi masyarakat yang mengajukan sendiri. “Keinginan untuk menjadi desa bukan keinginan camat atau kepala desa, tetapi merupakan aspirasi masyarakat,” terang Rahman kepada IB di kantornya belum lama.

Ia menyarankan agar warga bersabar, karena untuk pemekaran harus menunggu lahirnya undang-undang yang mengatur desa. “Untuk pemekaran ini kami telah melakukan kordinasi dengan BPMD Kabupaten Kuningan, dengan saran agar masyarakat bersabar menunggu lahirnya undang-undang desa,” tambah dia.

Terpisah, Kepala Desa Cileuya Yuswandi Idris menyatakan tidak keberatan bila Dusun Calingcing ingin menjadi desa. “Adanya pengajuan Dusun Calingcing untuk mekar menjadi desa bagi saya legowo-legowo saja,” ujarnya. (gie)

Kemenag Kuningan Meriahkan HAB 2011

Kuningan, IB

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan mengisi berbagai kegiatan dalam momentum hari amal bhakti (HAB) ke 65 tahun 2011. Kegiatan itu diantaranya tasyakuran, olahraga, lomba salawat, upacara bendera, dan bhakti sosial.

Ketua Panitia, H. Yusron Kholid, S.Ag, M.Si menyebutkan, kegiatan tasyakuran dilaksanakan pada hari Rabu (29/12) di Masjid Agung Syiarul Islam, dengan muballigh Drs. H. Wasdi Ahmad Ijjuddin, M.Si (Ketua LD NU Cabang Ciamis/Kabag Keuangan Setda Kab. Ciamis). Pesertanya unsur karyawan Kemenag, KUA, madrasah, pengawas, penyuluh, pensiunan Kemenag, ormas keagamaan, ulama, dan tokoh agama.

Sedangkan kegiatan olahraga dan lomba salawat dilaksanakan Sabtu (1/1/11) dan Minggu (2/1/11). Kegiatan olahraga meliputi gerak jalan santai, futsal dan bulutangkis. Jalan santai start dan finish di halaman Kemenag Kab. Kuningan. Lomba salawat dilaksanakan di Aula Kemenag dengan peserta berasal dari 32 kecamatan di Kab. Kuningan.

Sementara upacara bendera dilaksanakan di Alun-alun Pandapa Paramartha Senin (3/1/11). Dan, kegiatan bhakti sosial dilaksanakan dengan menggelar gerakan K.3 di lingkungan unit kerja, tempat ibadah dan ponpes, serta pemasangan spanduk di KUA dan madrasah mulai tanggal 22 Desember 2010. Selain itu penyerahan bingkisan kepada pensiunan tahun 2010 dan bantuan kepada anak yatim dilingkungan Kemenag pada Senin (3/1/11).

PORSENI MTs

Setelah menggelar Porseni tingkat MI, Musyawarah Kerja Madrasah Tsanawiah menggelar Porseni Tingkat MTs di GOR Ewangga Kuningan. Porseni dibuka oleh Bupati Kuningan  H. Aang Hamid Suganda, S.Sos.

Porseni merupakan ajang kegiatan untuk silaturhmi dibidang pendidikan, seni dan olahraga antar pelajar, khusunya pelajar MTs se-Kabupaten Kuningan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama yang ke-65 dan memeriahkan tahun baru hijriah 1432 H serta menyambut tahun baru masehi 2011.

“Kami mengharapkan agar para peserta mampu mengekspresikan dan menyalurkan bakat dan kemampuannya dalam lomba seni, mata pelajaran dan olahraga ini,” jelas Drs. Wahid TB, MA, Ketua Panitia Porseni.

Bupati Aang menyambut baik diselenggarakannya kegiatan Porseni tingkat MTs ini, “Setidaknya ada dua sasaran pokok kegiatan yaitu meningkatkan prestasi dan memasyarakatkan olahraga serta mengolahragakan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini dipandang penting karena berdampak luas dalam membangun kepercayaan diri. Selain itu, mengefektifkan usaha kesehatan bangsa dan mempererat persaudaraan sehingga dibutuhkan perhatian serta kesungguhan para pembina, pengurus kecabangan untuk meningkatkan upaya pembinaan terhadap atlit-atlit berprestasi dan pencarian bibit-bibit olahragawan.

PORSADIN

Forum Komunikasi Dimiyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Kuningan, Minggu (12/12) menggelar pekan olahraga dan seni antar madrasah diniyah (Porsadin) tingkat Kabupaten Kuningan yang bertempat di Gedung Olahraga Ewangga.

Drs. Ade Tatang Dimyati Abas, Ketua Panitia mengatakan, pembangunan nasional jangka panjang pada hakikatnya yaitu membangun Indonesia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya adalah strategi pembangunan yang integral untuk meraih kehidupan yang seimbang antara batiniyah, moral dan spiritual, dimana nilai-nilai keagamaan menjadi sumber motivasi.

Selain dalam rangka menjalin silaturahmi antar DTA, kegiatan ini juga bertujuan melaksanakan program pemerintah dan program FKDT, menggali potensi dan bakat siswa, meningkatkan kualitas dan kuantitas DTA serta meningkatkan motivasi para ustad/ustadah dalam membina dan mendidik siswa/siswinya.

Sementara itu Ketua Forum FKDT Didin Amaludin mengatakan, kegiatan Porsadin ini diselenggarakan dalam upaya mempererat tali silaturahmi antar para guru dan siswa-siswi madrasah diniyah, juga dalam rangka mensosialisasikan peraturan daerah nomor 2.

“Dari hasil lima cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porsadin ini nantinya akan diikutsertakan pada event yang lebih besar lagi yaitu ditingkat provinsi,” ucapnya.

Pada acara yang diikuti oleh peserta dari 32 kecamatan itu, hadir pula Ketua DPRD Kuningan H. Acep Purnama SH, Kepala Kantor Kementerian Agama Drs. H. Agus Abdul Kholik, MA, dan Ketua FKTD Drs. Didin Amaludin, M.Pd. (tan)

Kebun Pepeling Mengajak Orang Eling

Kuningan, IB

Saat ini tantangan lingkungan hidup paling berat dihadapi manusia di bumi ini karena adanya pemanasan global dan perubahan iklim yang ekstrim. Pemanasan global merupakan dampak dari aktivitas manusia terutama dalam penggunaan bahan bakar minyak yang tak terkendali dan perubahan lahan.

Kabupaten Kuningan memiliki potensi alam lebih baik dibanding daerah lainnya, tak berlebihan bila dicanangkan sebagai Kabupaten Konservasi. Salah satu pendukung terwujudnya Kabupaten Konservasi yakni program pengantin peduli lingkungan (Pepeling).

Program Pepeling dilaksanakan dengan pohonisasi yakni setiap calon pengantin diharuskan menyerahkan lima sampai sepuluh batang bibit pohon. Program ini diintruksikan oleh Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, lima tahun lalu. “Kami telah melaksanakan program Pepeling sejak lima tahun yang lalu,” kata H. Rohaedi, S.Ag, Kasi Urais Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Kuningan di ruang kerjanya, Kamis (23/12).

Agar Pepeling tetap eksis, kata H. Rohaedi, Kantor Kemenag mengadakan lomba Kebun Pepeling yang ada di setiap desa sebagai wakil 32 Kantor Urusan Agama (KUA).  Kegiatan diadakan dalam rangka peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke 65.

“Untuk biaya penyelenggaraan yang mencapai Rp. 81, 85 juta ini berasal dari Kantor Kemenag, swadaya para KUA dan bantuan Bupati Kuningan. Kepada pemenang pun akan diberikan hadiah uang pembinaan cukup besar,” ujarnya.

Tujuan kegiatan, tambah H. Rohaedi, untuk meningkatkan peran serta KUA agar lebih aktif dalam pengembangan Pepeling, serta menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa Pepeling merupakan salah satu program khas dan unggulan Pemkab Kuningan.

Untuk lebih menariknya kegiatan ini, pihaknya kembali bekerja sama dengan TP PKK Kab. Kuningan akan menggelar nikah massal pada 12 Januari depan, bersamaan dengan ulang tahun Kecamatan Pancalang. (tan)

Kecamatan Cigandamekar Peringati Tahun Baru 1432 Hijriah

Cigandamekar, IB

Kecamatan Cigandamekar merayakan datangnya tahun baru Islam 1432 Hijriah. Kegiatan keagamaan itu dilaksanakan rutin setiap tahun sebagai refleksi atas perbuatan-perbuatan yang telah diperbuat selama setahun lalu.

Ketua Panitia Pelaksana, Kiayi Ade Abdul Halim Hafsin menjelaskan, momentum peringatan tahun baru Islam di Kecamatan Cigandamekar ini diisi berbagai lomba. Lomba itu yakni lomba Adzan diikuti oleh siswa RA/TK, SD/MI dan sederajat, Musabaqah Hafidz Qur’an, Busana Muslim, lomba Tumpeng dan Pawai Ta’aruf.

Drs. Tatang Taryono, M.Si Camat Cigandamekar mengatakan, Kecamatan Cigandamekar sangat konsen terhadap kegiatan keagamaan. Hal ini sesuai dengan visi Kabupaten Kuningan yaitu “Kuningan lebih sejahtera berbasis pertanian dan pariwisata yang tangguh dalam suasana lestari dan agamis pada tahun 2013”.

“Kecamatan Cigandamekar merupakan salah satu kecamatan pariwisata yaitu terdapat kawasan Sangkanurip. Acara ini semoga bisa menyatukan kegiatan pariwisata dengan kegiatan agama, agar perkembangan pariwisata tidak menyimpang dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Tatang.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda menyambut baik atas diadakannya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan cerminan bahwa masyarakat Kabupaten Kuningan merupakan masyarakat yang agamis sesuai dengan visi Kabupaten Kuningan.

Pada dasarnya, kata Aang, kegiatan tahun baru Islam ini jelas memberikan motivasi dan mendidik umat untuk selalu inovatif. Implementasinya diterapkan dalam konteks peningkatan kualitas jati diri yang tangguh dan menjadi panutan di keluarga, masyarakat dan pemerintah. “Kemudian siap memulai tugas-tugas dakwah Islamiyah dengan berpedoman kepada wahyu Allah dan sunnah Rasul,” ucap Aang. (dad/rml)

Sempat Tersendat, Masjid Nurul Huda Cileuya Dilanjut

Cimahi, IB

Sempat tertunda beberapa bulan, pembangun Masjid Jami Nurul Huda di Desa Cileuya Kecamatan Cimahi kembali dilanjutkan. Kali ini, pembangunan masjid berukuran 19 meter kali 25 meter itu diteruskan kepada pengerjakan lantai dua.

Yuswandi Idris, Kades Cileuya mengatakan, pembangunan tahap dua dimulai 21 Nopember 2010, ditargetkan Maret 2011 bisa rampung. Menurutnya, rencana tersebut akan tercapai mengingat tingginya swadaya masyarakat di desanya.

Ia menyebutkan sumber dana berasal dari swadaya masyarakat yang dipungut secara variatif. “Kami memungut dana dari masyarakat secara variatif. Kelas 1 Rp. 300 ribu, kelas 2 Rp. 200 ribu dan kelas 3 Rp100 ribu. Pembangunan sendiri diperkirakan akan menelan biaya sebesar  lima ratus juta rupiah,” terang Yuswandi, pekan lalu.

Sementara itu, di RT 01 RW 07 Dusun Leuwi Kuda juga dibangun masjid. Pembangunan masjid di atas tanah bengkok itu memanfaatkan dana yang berasal dari bantuan Yayasan Bulan Sabit Merah Indonesia (YBSMI).

“Sebagai kepala desa saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan lembaga desa yang telah antusias dalam pembangunan. Begitu pula kepada YBSMI dan pemerintah yang telah membantu pembangunan desa kami,” kata Yuswandi. (gie)