Arsip Kategori: edisi 136

Pemda Akan Tertibkan Seluruh Bangunan Tanpa IMB

Kuningan, IB

UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah membentuk paradigma baru dalam mengelola secara lebih luas pembangunan wilayahnya. Hal itu untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui upaya-upaya strategis sesuai dengan koridor-koridor aturan yang berlaku.

Salah satu upaya nyata peningkatan kualitas pelayanan, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengambil kebijakan penyederhanaan pelayanan izin ke dalam suatu sistem Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP), dengn membentuk Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT).

Disamping memberikan pelayanan yang baik dalam rangka menciptakan good governance, juga berupaya mewujudkan pembangunan di berbagai sektor. Salah satunya adalah perizinan melalui pelaksanaan Peraturan Daerah nomor 12 tahun 2009 tentang Bangunan Gedung.

Kini Pemkab Kuningan memiliki program pemutihan IMB. Dengan program ini, mudah-mudahan upaya memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya kepemilikan izin terhadap bangunan yang mereka miliki akan terwujud.

Sebagai langkah awal program pemutihan IMB dilaksanakan sosialisasi, agar kita semua sebagai elemen pemerintah dan stakeholders terkait yang terlibat langsung dapat memahami secara teknis maupun administratif.

Ide dasar program pemutihan IMB dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan izin. Hal ini berdampak terhadap minimnya jumlah bangunan yang memiliki IMB. “Hanya sebagian kecil bangunan di Kabupaten Kuningan yang memiliki IMB. Ini disebabkan kurang sosialisasi yang dilaksanakan kita. Saat ini kurang lebih 14.081 buah bangunan yang belum mempunyai IMB. Untuk itu perlu adanya pembangunan kesadaran dari masyarakat untuk memiki izin terhadap bangunan yang dimilikinya,” terang Aang.

Dengan program pemutihan IMB ini diharapkan akan terwujudnya tertib administrasi dan hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung, terwujudnya pengendalian bangunan gedung di Kabupaten Kuningan, dan adanya peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Kuningan dari sektor IMB.

Selanjutnya saya informasikan bahwa untuk tahun 2010 kita telah menetapkan target PAD dari program ini sebesar Rp. 5 miliar. Diharapkan target sebesar itu dapat terwujud. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah dan strategi yang baik untuk mewujudkannya, diantaranya kordinasi yang baik dan berkesinambungan antara kelurahan/desa, kecamatan dan kabupaten, pencapaian target bulanan sesuai data masing-masing kecamatan, melaksanakan prosedur pelayanan pemutihan IMB sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan, dan melakukan pembinaan dan evaluasi pelaksanaan program pemutihan IMB sampi tingkat desa. (tan)

Tahun Baru Sekda Baru

Kuningan, IB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Djamaluddin Noer, MM berakhir masa jabatannya 31 Desember 2009, karena memasuki masa pensiun. Pada tahun baru 2010, tepatnya Januari, akan tampil wajah baru penerus tongkat estafet Sekda, putra asli Kuningan Drs. Nandang Sudrajat.

Dalam meniti perjalanan karier kepegawaian, Nandang Sudrajat pertama kali menjabat Sekretaris Korpri BAPPEDA. Lalu dialihkan menjadi Kepala Seksi Tata Ruang BAPPEDA. Kemudian promosi menjadi Kepala Bidang Fisik dan Tata Ruang BAPPEDA atas penetapan Gubernur Jabar.

Pada 28 Juni 2002, Nandang Sudrajat dipercaya menjadi Kepala Kantor Kebersihan Kab. Kuningan. Kemudian menjadi Kabid Perencanaan Dinas Pendapatan Daerah. Selanjutnya oleh Bupati dipercaya menjadi Kabag Perlengkapan Setda Kab. Kuningan.

Karirnya terus melejit, dengan menduduki eselon II.b sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Selang dua tahun kemudian, tepatnya pada 11 Juni 2007, Ia dipercaya oleh Bupati Kuningan,  H. Aang Hamid Suganda menjadi Asisten Administrasi Setda Kuningan sampai sekarang.

Uji kesehatan, serta uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sudah dilaksanakan pekan lalu di Bandung beserta calon Sekda lainnya yakni Drs. H. Didi Suhendi, M.Si (Kepala Dispenda) dan H. Yeddy Chandra SS, SH, MM (Kepala Badan Kesbangpol Linmas). Selanjutnya pemaparan visi dan misi di Pemprov Jabar.

Dari ketiga calon tersebut dipastikan Nandang Sudrajat akan keluar sebagai kandidat terkuat Sekda Kuningan menggantikan Drs. H. Djamaluddin Noer, MM.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, pada tahun baru 2010, bulan Januari, Kuningan akan memiliki Sekda baru yakni Nandang Sudrajat. Informasi munculnya nama Nandang Sudrajat menjadi Sekda Kuningan, direspon positif oleh sejumlah tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, Jalan Sawo yang berubah menjadi Jalan Mangkubumi, Lingkungan Pasapen.

Tokoh warga setempat, Yunus Suparman, SE mengatakan, Nandang merupakan sosok yang peduli terhadap kondisi lingkungannya, terlebih ketika warga sedang membutuhkan. “Pak Nandang itu merupakan sosok yang low profile, tidak sulit dihubungi dan selalu respon terhadap kondisi sosial yang terjadi,” sebutnya.

Misalnya, lanjut mantan Ketua RT 07 dua periode ini, bila diberitahu ada warga yang membutuhkan bantuan, Nandang Sudrajat tidak pernah bicara ka, ke dan langsung memenuhi permintaan walaupun apa adanya. (mansluck)

Peringatan Tahun Baru 2010 Dimeriahkan 153 Shot Kembang Api

Kuningan, IB

Peringatan menyambut tahun baru 2010 di Pandapa Paramarta akan dimeriahkan pesta kembang api sebanyak 153 shot. “Kita akan saksikan lesatan warna warni kembang api selama satu jam. Untuk pesta kembang api sendiri mendapat izin mulai dari Polres, Polda Jabar dan Mabes Polri,” kata Ketua Panitia, H. Ade Petruk, SH, MBA.

Dia menjelaskan, agenda tahun baru 2010 diisi dengan audisi Band lokal, mulai pukul 14.00 – hingga 17.00 wib. Pemenangnya akan ditampilkan pada puncak acara malam hari bersama Band Sembilan dari Jakarta, diselingi dangdut.

Pada malam harinya, gebyar tahun baru dimeriahkan pertandingan sepakbola di Stadion Mashud Wisnusaputra. Warga dipersilakan menikmati tontonan tanpa dipungut bayaran. Kemudian, dari atas pentas, secara bergiliran akan tampil, Band Sembilan, pentas seni trasional Rudat dan Rampak Genjring 49 orang, dan tausyiah.

“Tepat pukul 24.00 wib, kita akan menyaksikan gemerlapnya shoting kembang api yang mewarnai langit Kuningan dan bunyi terompet dari panggung kehormatan dipimpin Bupati Aang,” kata H. Ade Petruk.

Seperti tahun sebelumnya sejak bada Isha, ribuan kendaraan memadati jalan-jalan utama menuju lokasi. Raungan bunyi knalpot sepeda motor dan mobil, dan bunyi terompet sudah terdengar di sana-sini.

Untuk mengantisipasi keamanan, Panitia telah melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Kuningan, Kodim, dan Satpol PP, tanpa melibatkan unsur Ormas dan OKP (organisasi kepemudaan). “Panitia tidak melibatkan unsur Ormas dan OKP dalam menjaga keamanan, tetapi memercayakan pengamanan resmi. Hal ini karena semua Ormas dan OKP adalah sahabat kami. Bila hanya melibatkan satu atau dua Ormas/OKP kami merasa tidak enak dan akan menimbulkan kecemburuan dari yang lainnya. Sementara bila semua dilibatkan sangat mustahil,” terang H. Ade Petruk di rumahnya, Rabu (17/12).

Sebagai solusinya, semua pimpinan Ormas dan OKP akan diundang untuk bersama-sama menyaksikan gebyar malam tahun baru. Pesta rakyat Kuningan ini akan dihadiri Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, unsur Muspida, para pejabat, tokoh masyarakat dan tokoh agama, dan ribuan warga Kabupaten Kuningan yang tumpah memenuhi Pandapa Paramarta.

Untuk mengantisipasi arus lalu lintas, Ketua III KONI Kab. Kuningan ini mengatakan, akan menggunakan area parkir di halaman Kantor Disperindag, Samsat, dan sepanjang jalan Aruji. Dan, sejak pukul 18.00 wib, seluruh akses jalan menuju lokasi tertutup untuk umum. Dia mengimbau agar masyarakat yang akan menyaksikan acara tersebut bisa hadir dengan tertib.

H. Ade Petruk menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran panitia yang berasal dari Pemda Kuningan, DPD KNPI dan DPC Granat. Selain itu kepada Bupati Kuningan yang telah memberikan kontribusi besar untuk mendanai tahun baru, bersama dirinya, dan kepada sponsor. (tan)

Usia Sudah 67 Tahun, Aang Tetap Ingin Bangun Kuningan

Kuningan, IB

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos diusianya yang telah 67 tahun tetap punya komitmen ingin membangun Kabupaten Kuningan. Hal itu diungkapkan Aang pada ultah dirinya yang ke 67 di Masjid Al Asri Lingkungan Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (15/12).

Sebelumnya, perwakilan AHAS, KH. Abdullah Dunun, mengatakan, dirinya lahir pada tahun yang sama dengan Bupati Aang (1942, red) dan sama-sama ingin membangun Kabupaten Kuningan. “Awalnya saya gak percaya Pak Aang bisa membangun Kuningan. Tahun pertama masih malu-malu kucing. Namun ketika beliau berani menandatangani SKB (surat kesepakatan bersama) dengan Dandim dan Kejari, kepercayaan pun mulai pulih,” katanya.

Begitu pula, lanjutnya, ketika beredar mitos di Kuningan tidak ada orang yang mampu menjabat bupati dua kali, dirinya bersama para ulama merasa tertantang untuk membuktikan bahwa itu merupakan perbuatan musrik. “Hal yang sama pernah terjadi di Desa Sangkanurip. Beberapa waktu lalu ada kepercayaan bahwa orang yang berhaji itu akan mati. Ternyata ketika saya berangkat haji, saya tidak mati,” sebutnya.

Dia merasa gembira karena pada pilkada lalu Aang mampu mendapat dukungan hampir 73 persen masyarakat Kuningan. “Saya juga senang, untuk pertama kalinya Bupati Kuningan memberikan tanah pemda guna pembangunan Islamic Centre. Karena itu kami para ulama mendukung Bapak untuk terus membangun Kabupaten Kuningan. Ulama ada di belakang Bapak,” jelasnya.

Sementara, Bupati Aang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Tim AHAS dan Arochman yang telah mengantar dirinya dan H. Momon Rochmana memimpin Kabupaten Kuningan pada periode 2008-2013. “Saya ingin memajukan Kuningan sejak masih memimpin perusahaan. Ketika itu dalam seleksi pegawai, saya lebih mengutamakan orang Kuningan,” ujarnya.

Dikatakannya, sebagai penyuka olahraga, dirinya selalu ingin menang dan mendapat hasil yang sempurna. “Kendati kita merupakan daerah yang memiliki APBD kecil, namun tetap bisa berhasil dalam pembangunan. Sehingga banyak dari kabupaten lain yang melakukan studi banding ke sini,” ungkapnya.

Menurut Aang, Kuningan pun sudah banyak mendapatkan berbagai penghargaan. Itu sebagai bentuk apresiasi atasan kepada bawahan. Dia juga mengatakan, harus ada pengkaderan pada setiap lini agar pembangunan bisa berkelanjutan dintaranya dengan membuat rencana pembangunan jangka pendek, RPJM dan RPJP (panjang).

“Saya tidak merasa sukses. Saya selalu membuat program yang tidak tanggung, seperti pembangunan Islamic Centre dan rehab Masjid Syiarul Islam yang akan selesai pada 2010 mendatang,” katanya.

Turut hadir Wakil Bupati Kuningan Drs. H. Momon Rochmana, MM, Sekda Drs. H. Djamaluddin Noer, MM, Tim AHAS, ulama, dan sekira 150 orang undangan. (tan)

Wartawan dan Keluarga Napi Ungkap Maraknya Pungli di Lapas

Indramayu, IB

Praktik pungutan liar (pungli) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Indramayu yang dilakukan oknum petugas Lapas hingga saat ini masih sering terjadi. Sepertinya pungli kepada para pembesuk ini sudah lama berlangsung dan sulit diberantas.

Bahkan bukan menjadi rahasia umum lagi bagi para keluarga narapidana yang ingin membesuk di tahanan harus mengeluarkan uang. Jika tidak, mereka tak bisa bertemu keluarganya.

Untuk menepis adanya anggapan miring dari masyarakat, pada akhirnya pihak Lapas Indramayu menggelar sosialisasi program kerja (SPK) 100 hari kerja Kementrian Hukum dan HAM, pada akhir pekan lalu.

Acara dihadiri kalangan media, pengacara, LSM, aktifis kampus/ BEM Universitas Wiralodra dan keluarga binaan dari Lapas. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut surat edaran dari Depkum dan HAM RI, Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, yang terkait dengan pelayanan dan keterbukaan terhadap media massa yang selama ini mengalami kesulitan dalam meliput di Lapas tersebut.

Namun pada akhirnya dalam acara itu, berubah memanas setelah keluarga binaan Lapas keluarga binaan Lapas menyampai kan protes, terkait masalah pungli. Mereka meminta pihak Lapas agar benar-benar bisa merubah paradigma lama yang kerap kali menyulitkan keluarga tahanan.

FW, salah satu keluarga warga binaan mengakui kepada IB, setiap kali akan membesuk keluarganya yang ditahan, dirinya harus menyerahkan uang sebesar Rp. 75.000 untuk membayar penjaga di setiap pintu. Ia bersama warga binaan lainnya mengeluhkan praktik pungli di Lapas. Sekalipun di pungli, kami sekeluarga tak bisa berbuat banyak, karena kami jberhrap bisa bertemu dengan keluarga yang berada di balik jeruji besi.

Ketua PWI Indramayu, Makali Kumar meminta kepada Kalapas Indramayu untuk segera menginformasikan dan menyeponsori kritik dari masyarakat. Ia bahkan mengakui dengan terus terang pernah membesuk rekannya yang ditahan, Subiyanto, terpaksa harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah.

Paradigma semacam ini memang sangat sulit untuk diberantas atau dihilangkan, karena bukan hati yang berbicara, namun kepentingan perut dan pribadi. “Oleh karena itu, kami mengambil nawaetu Lapas Kab. Indramayu menggelar aksi sosialisasi program 100 hari Kabinet Presiden SBY. Semoga  bisa dilakukan atau segera dilaksanakan,” kata Kepala Lapas, Supeno Djoko Cintoro, Bc.IP., MH.

Djoko mengatakan, pihaknya mengada kan sosialisasi  bertujuan untuk memberantas segala bentuk pungli yang ada di instansinya. Adapun masukan dari sejumlah kalangan media ini merupakan bentuk intropeksi ke dalam, dan akan menindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. “Kami akan menindak tegas setiap petugas lapas yangmelakukan pungli sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. (suh)

FIKOMM Upaya Meningkatkan Bargain Media Informasi

Kuningan, IB

Sebanyak sepuluh pengelola media cetak di kabupaten Kuningan, sepakat membentuk Forum Informasi Komunikasi Media Massa. Keanggotaan terdiri dari perusahaan media cetak lokal, dan biro media cetak di Kabupaten Kuningan yang merupakan anggota biasa.

Untuk anggota luar biasa dapat berasal dari wartawan harian atau reporter media elektronik yang tidak memiliki biro atau kantor perwakilan di Kuningan.

Menurut Ketua FIKOMM, Iwan Muliawan, FIKOMM adalah wahana komunikasi media massa baik cetak, elektronik maupun digital. Visinya berperan aktif dalam menciptakan media massa yang profesional danmandiri dalam konteks pembangunan daerah.

FIKOMM ini sendiri digagas oleh enam orang yakni Anton Sunanton (Berita Aktul), T. Sukartanu, SH. (Tabloid Identitas Bangsa), Dadang Hendrayuda (Seputar Jabar), Maman Sutarman (Koran BOM), Yoyo Suhendar (Medikom) dan Arif Rahman (Majalah Rajawali). Namun Arif Rahman memilih mengundurkan diri.

Kemudian, terbentuk kepengurusan untuk masa bakti dua tahun dengan komposisi Iwan Muliawan, SE (ketua), Maman Sutarman (sekretaris), dan Yoyo Suhendar (bendahara). Sedangkan Divisi Humas Anton Sunanton, Divisi Hukum dan Advokasi T. Sukartanu, SH, dan Divisi Keanggotaan Asep. (kies)

Sekdes Harus Jadi Suri Tauladan di Lingkungan Masyarakat

Kuningan, IB

Sebanyak 361 orang Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kabupaten Kuningan, Rabu (9/12), menerima Surat Keputusan dan diambil sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Wisma Permata Kabupaten Kuningan.

“Validasi data Sekdes yang memenuhi syarat diangkat menjadi PNS adalah sebanyak 194 orang dan terdapat satu orang meninggal dunia. Sebanyak 193 Sekdes telah diangkat menjadi PNS pada tahap 1 formasi tahun 2007 sebanyak 124 orang,” papar Drs. Ade Priatna, Kepala Bidang Pengadaan, Pembinaan, dan Pengembangan Karir Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Dia menyebutkan, pengangkatan Sekdes untuk formasi tahun 2008 sebanyak 44 orang dan untuk formasi tahun 2007 sebanyak satu orang. Dengan demikian Sekdes yang diserahkan SK-nya sebanyak 45 orang. Sedangkan pegawai yang diambil sumpah PNS sebanyak 169 orang dengan perincian formasi tahun 2007 125 orang dan formasi 2008 sebanyak 44 orang.

Hadir dalam acara tersebut Sekda Kabupaten Kuningan Drs. H. Djamaluddin Noer, MM, Asisten Pemerintahan H. Bambang T Margono, SH. MM, Sekretaris BKD Kabupaten Kuningan Drs. Dudy Budiana, M.Si, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kuningan Drs. Ir. H. Durachman, MM, camat se- Kabupaten Kuningan serta undangan lainnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Kuningan yang dibacakan Sekda Drs. H. Djamaluddin Noer, MM, mengucapkan selamat kepada Sekdes yang mendapatkan kesempatan diangkat menjadi PNS. Ia berharap momen tersebut dapat membawa makna khusus terhadap proses peningkatan dedikasi dan prestasi kepada masyarakat sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat. Ia juga ingin Sekdes bisa menjadi suri tauladan di lingkungan tempatnya berdomisili.

Ia mengingatkan kepada Sekdes yang baru menerima SK maupun yang baru mengangkat sumpah PNS senantiasa menyikapi peristiwa itu dengan lebih arif dan tawadhu, karena masih banyak yang belum mendapatkan kesempatan diangkat menjadi PNS.

“Saya berpesan agar sumpah pegawai yang telah diikrarkan dapat dijadikan acuan dan diamalkan. Disertai niat dan itikad baik dengan penuh dedikasi serta tanggungjawab baik terhadap diri sendiri, negara dan masyarakat, juga Tuhan Yang Maha Esa,” katanya. (kies)

HAB Depag Diisi Berbagai Kegiatan

Kuningan, IB

Puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-64 Departemen Agama (Depag) tingkat Kabupaten Kuningan akan dilaksanakan di Pandapa Paramarta, Senin (4/1/2010). Kepala Kandepag Kab. Kuningan, Drs. H.  Agus Abdul Kholik, MM melalui Kasubag TU, H. Yusron Kholid, S.Ag, M.Si menyebutkan, kegiatan  HAB meliputi Jumsih pada Jum’at (1/1). Hal ini sebagai apresiasi terhadap kebijakan daerah dalam rangka mewujudkan Kuningan Sehat 2010.

Dilanjutkan gerak jalan santai Sabtu (2/1) dengan star dan finish di depan Kantor Depag, diikuti pejabat, fungsional, karyawan beserta keluarga.

Minggu malam (3/1) bertempat di Aula Depag diadakan tasyakuran keluarga besar Depag Kuningan, tokoh dan pimpinan Ormas Islam, dan Pondok Pesantren. Kegiatan lainnya, Porseni Madrasah Ibtidaiyah (MI) di setiap wilayah, dan antar Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Kuningan di MAN Cigugur.

Seusai upacara HAB ke-64 tahun 2010, Senin (4/1) akan diserahkan bantuan bagi anak yatim Depag. Selanjutnya, penyerahan penghargaan bagi para pensiunan Depag 2009. Penghargaan prestasi diberikan kepada MTsN Sindangsari sebagai juara MTs terbersih tingkat Jabar, dan UKS MTs Khusnul Khotimah sebagai juara olimpiade. Juga, kepada Keluarga Sakinah tingkat Kabupaten, KUA Lebakwangi sebagai KUA terbaik tingkat nasional, dan penyerahan PGM Award dari DPD PGM Jabar kepada Bupati Kuningan.

“Harapan kami, momentum HAB ini dapat dijadikan wahana muhajahah (reintropeksi) dalam kerangka optimalisasi pelayanan prima. Juga diharapkan dapat lebih terjalin ukuwah personal intansional dengan pihak terkait daerah,” ungkap H. Yusron, Rabu pekan lalu.

Kiranya Pemda Kuningan memahami tupoksi Depag sebagai lembaga yang melaksanakan tugas umum dan pembangunan, khususnya  bidang keagamaan. Sehingga Pemda dapat mengakomodir kebutuhan riel dalam konteks pembangunan umat di daerah. “Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemda atas perkenan bupati menyosialisasikan kegiatan lembaga kami sehingga terpelihara integritas,” kata Yusron Kholid.

Upacara Puncak

Berdasarkan press realis yang diterima IB, Menteri Agama RI, Drs. H. Surya Dharma Ali, M.Si (SDA) akan menyampaikan amanatnya yang dibacakan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos. Menurut SDA, sejak lahir 3 Januari 1946, Depag memiliki tugas penting dan strategsis khususnya untuk membina, melayani dan mengembangkan kehidupan beragama dengan sebaik-baiknya sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Sebagai organisasi vertikal di seluruh wilayah NKRI, Depag turut berperan dan memberikan andil yang tidak kecil dalam menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa, memajukan kehidupan beragama, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menjaga kerukunan antar umat beragama. Hal ini harus selalu menjadi komitmen dan menjadi kebanggaan bagi setiap aparatur Depag.

Ia berpesan agar para pejabat dan karyawan/karyawati di lingkungan Depag, dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama, akhlak mulia dan menampilkan budaya kerja yang profesional.

Pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Agama tidak hanya menyangkut pembaruan organisasi, tata kerja dan administrasi yang harus memenuhi prinsip-prinsip Good Governance, tetapi harus menyentuh pembaruan sikap mental dan budaya kerja yang lebih baik. “Sebagai aparatur Departemen Agama yang menyandang nilai-nilai agama, akhlak dan moral, kita seharusnya berada paling depan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, bebas dari praktik KKN dan perbuatan melanggar hukum lainnya. Apalagi agama mengajarkan kepada kita untuk terus berbuat kebajikan dan meninggalkan perbuatan tercela,” katanya.

Disebutkan, sesuai tema peringatan Hari Amal Bhakti Departemen Agama tahun ini, yaitu “Mewujudkan Bangsa Berakhlak Mulia Menuju Negara Sejahtera”, kita semua diingatkan bahwa sebagai bangsa yang besar, selain diperlukan kemajuan bidang fisik dan intelektual, juga diperlukan kemajuan di bidang akhlak atau moral.

Jika suatu bangsa memiliki keunggulan akhlak yang baik, maka niscaya Tuhan akan membukakan berkah, baik dari langit maupun bumi. Sebaliknya, kemajuan fisik semata tanpa dibarengi dengan keunggulan akhlak mulia, cepat atau lambat, niscaya bangsa tersebut akan mengalami kehancuran. Sejarah kemajuan bangsa-bangsa besar masa lalu telah terbukti mengalami kehancuran atau kemunduran karena para pemimpin dan juga warganya telah meninggalkan prinsip-prinsip akhlak mulia.

“Bersamaan dengan upaya meningkatkan kualitas akhlak mulia tersebut, kita hendaknya juga terus meningkatkan kualitas dan profesionalitas masing-masing melalui kreasi-kreasi inovatif dan positif dalam pelayanan kepada umat dan masyarakat. Mari terus kita tumbuhkembangkan semangat pembaharuan untuk merespon dinamika permasalahan kehidupan berbangsa yang sangat dinamis,” bebernya.

Dia meminta untuk meningkatkan kualitas intelektual dan emosional kita sebagai aparatur negara yang dituntut bekerja secara profesional, cepat, transparan, akuntabel dan humanis, seiring perkembangan masyarakat yang semakin kritis. Apalagi di era keterbukaan dan kemajauan teknologi informasi seperti sekarang ini, kita seperti hidup dalam aquarium besar yang sangat mudah dilihat, dipantau dan diawasi oleh masyarakat. Tidak ada kesempatan untuk mengelak dan menghindar dari tanggung jawab sebagai penyelenggara negara jika berbuat tidak jujur dan tidak amanah.

“Oleh karena itu, saya menghimbau kepada semua jajaran aparatur di lingkungan Departemen Agama untuk terus memperbaiki diri dan memacu kemajuan dari berbagai ketinggalan yang dirasakan selama ini serta mengatasi berbagai masalah yang ada, sehingga Departemen Agama dapat menjadi teladan yang dapat dibanggakan oleh masyarakat. Tidak mungkin kita bisa menangani masalah umat, jika organisasi kita sendiri bermasalah, misalnya koordinasi, komunikasi, dan informasi yang tidak berjalan dengan baik, atau kemampuan SDM yang belum seimbang dengan beban kerja organisasi,” paparnya.

Dia berharap kepada para pimpinan di lingkungan unit kerja masing-masing agar memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para staf atau bawahannya untuk terus menggali dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. “Berikan peluang yang pantas untuk pengembangan diri bagi SDM yang berkualitas, dan berikan bimbingan yang optimal bagi SDM yang masih jauh dari harapan. Disamping itu, mari kita ciptakan dan pelihara suasana kerja yang kondusif dan komunikatif,” ajaknya. (tan)

Tahun Baru Harapan Baru

Tak terasa perjalanan panjang selama 2009 berakhir dan kita songsong tahun baru 2010. Bagi kita tahun baru harus menjadi bahan intropeksi untuk perbaikan ke depan, terlepas bahwa mem peringati itu sendiri merupakan perbuatan bid’ah dan tidak dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw. Anehnya, justru momentum tahun baru 1431 hijriah yang baru lalu, nyaris tak terdengar gelegarnya.

Mengapa demikian? Karena kita memang sudah terkontaminasi pola pikir barat. Selama 2009, tidak banyak prestasi yang ditorehkan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, termasuk kebanggaannya, membangun jalan hotmix. Dan hanya sebuah jembatan terpanjang di Kuningan tepatnya di Desa Tangkolo Kec. Subang berhasil dirampungkan.

Catatan lainnya, lebih dari 3.000 PTT atau Sekretaris Desa diangkat menjadi CPNS/PNS. Kendati kemudian pengangkatan ini menjadi menguras APBD Kab. Kuningan. Bahkan pada beberapa pos anggaran terjadi kekosongan dana. Sehingga terkesan apabila tahun 2008 lalu, anggaran sudah mengering pada September, maka pada 2009 lebih maju menjadi bulan Agustus.

Apakah kondisi ini akan terus berlanjut di 2010. Apakah lebih maju (depisitnya) menjadi bulan Juli? Jawabannya mungkin ya atau tidak. Tergantung terobosan yang akan diambil oleh pemegang kebijakan dan birokrasi yang mengelola keuangan daerah.

Pada ranah hukum, khususnya dalam menangani kasus korupsi hingga jatuhnya vonis oleh pengadilan, berdasarkan catatan, hampir tidak ada kasus besar yang menyeret pejabat koruptor. Padahal pada 2009, ada beberapa kasus besar seperti DAK 2007 yang berhasil memvonis AM sebagai terdakwa. Sayangnya aktor kasus DAK itu sendiri bagaikan bola pingpong yang ditepok ke sena ke mari, dan entah kapan akan menjadi terdakwa. Begitu pula kasus bantuan sosial/bantuan gubernur 2008/2009, masih tanda-tanya besar. Menyusul kemudian bantuan dana perumahan dari Menpera yang mencapai Rp. 2,6 miliar. Mungkin penyidikan dan penuntutan hingga adanya putusan akan dilakukan pada 2010. (redaksi)

Bupati Kuningan Sampaikan RAPBD 2010

Kuningan, IB

Bupati Kuningan, H.Aang Hamid Suganda menyampaikan nota pengantar Raperda tentang APBD Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2010, Senin (23/11) dalam Rapat paripurna DPRD Kuningan dipimpin Ketua DPRD H.Acep Purnama,SH di gedung dewan Jalan RE Martadinata. Rancangan APBD TA 2010 tersebut merupakan RAPBD pertama yang disusun pemerintahan Bupati H. Aang Hamid Suganda dan Wabup Drs. H Momon Rochmana, MM yang terpilih berdasarkan Pilkada 2008.

Dalam nota pengantar yang disampaikan oleh Bupati H.Aang HS disebutkan, pendapatan daerah dalam RAPBD Kabupaten Kuningan 2010 direncanakan sebesar Rp 932,28 miliar dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 18,37 miliar atau naik 2,01%, yang terdiri dari PAD Rp 70,23 miliar dibandingkan dengan target tahun anggaran lalu setelah perubahan sebesar Rp 62,13 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 8,10 miliar atau naik 13,05%.

Dana perimbangan tahun anggaran 2010 direncanakan sebesar Rp. 794,61 miliar dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 736,52 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 58,09 miliar atau naik 7,89%. Pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp 67,42 miliar dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 115,25 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 47,82 milyar atau turun 41,50%. Dalam dana perimbangan itu dirinci antara lain, bagi hasil pajak Rp 56,49 miliar mengalami penurunan Rp 1,92 miliar atau turun 3,30%, Bagi hasil bukan pajak Rp 8,82 miliar mengalami penurunan Rp 4,77 atau turun 35,09%. DAU Rp 660,39 miliar mengalami peningkatan Rp 21,60 miliar atau naik 3,38%, dan DAK non reboisasi Rp 77,73 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp 67,42 miliar dibandingkan dengan tahun lalu Rp 47,82 miliar atau turun 41,50%.

Adapun belanja daerah TA 2010 direncanakan Rp 945,02 miliar yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp 711,87 miliar dan belanja tidak langsung Rp 233,15 miliar. “Bila memperhatikan rencana anggaran pendapatan tahun anggaran 2010 sebesar Rp 932,28 miliar dibandingkan dengan belanja daerah sebesar Rp 945,02 miliar, mengalami defisit sebesar Rp 12,73 miliar,” kata Bupati. Adapun pembiayaan daerah, lanjutnya, terdiri dari penerimaan pembiayaan direncanakan Rp15,93 miliar dan pengeluaran pembiayaan direncanakan Rp 3,20 miliar. “Dengan adanya selisih lebih pembiayaan netto Rp 12,73 miliar akan digunakan untuk menutupi defisit pada pendapatan daerarah,” katanya.

RAPBD telah dibahas Badan Anggaran DPRD Kab. Kuningan, dan disetujui pada Rabu (30/12). Menurut Kabag Humas, H. Rudi Setiawan, SH, pembahasan RAPBD memang alot dibahas di Badan Anggaran dan terjadi perubahan disana-sini.(tan)