Archive for the ‘edisi 136’ Category

h1

Pemda Akan Tertibkan Seluruh Bangunan Tanpa IMB

4 Februari 2010

Kuningan, IB

UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah membentuk paradigma baru dalam mengelola secara lebih luas pembangunan wilayahnya. Hal itu untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui upaya-upaya strategis sesuai dengan koridor-koridor aturan yang berlaku.

Salah satu upaya nyata peningkatan kualitas pelayanan, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengambil kebijakan penyederhanaan pelayanan izin ke dalam suatu sistem Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP), dengn membentuk Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT).

Disamping memberikan pelayanan yang baik dalam rangka menciptakan good governance, juga berupaya mewujudkan pembangunan di berbagai sektor. Salah satunya adalah perizinan melalui pelaksanaan Peraturan Daerah nomor 12 tahun 2009 tentang Bangunan Gedung.

Kini Pemkab Kuningan memiliki program pemutihan IMB. Dengan program ini, mudah-mudahan upaya memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya kepemilikan izin terhadap bangunan yang mereka miliki akan terwujud.

Sebagai langkah awal program pemutihan IMB dilaksanakan sosialisasi, agar kita semua sebagai elemen pemerintah dan stakeholders terkait yang terlibat langsung dapat memahami secara teknis maupun administratif.

Ide dasar program pemutihan IMB dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan izin. Hal ini berdampak terhadap minimnya jumlah bangunan yang memiliki IMB. “Hanya sebagian kecil bangunan di Kabupaten Kuningan yang memiliki IMB. Ini disebabkan kurang sosialisasi yang dilaksanakan kita. Saat ini kurang lebih 14.081 buah bangunan yang belum mempunyai IMB. Untuk itu perlu adanya pembangunan kesadaran dari masyarakat untuk memiki izin terhadap bangunan yang dimilikinya,” terang Aang.

Dengan program pemutihan IMB ini diharapkan akan terwujudnya tertib administrasi dan hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung, terwujudnya pengendalian bangunan gedung di Kabupaten Kuningan, dan adanya peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Kuningan dari sektor IMB.

Selanjutnya saya informasikan bahwa untuk tahun 2010 kita telah menetapkan target PAD dari program ini sebesar Rp. 5 miliar. Diharapkan target sebesar itu dapat terwujud. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah dan strategi yang baik untuk mewujudkannya, diantaranya kordinasi yang baik dan berkesinambungan antara kelurahan/desa, kecamatan dan kabupaten, pencapaian target bulanan sesuai data masing-masing kecamatan, melaksanakan prosedur pelayanan pemutihan IMB sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan, dan melakukan pembinaan dan evaluasi pelaksanaan program pemutihan IMB sampi tingkat desa. (tan)

Iklan
h1

Tahun Baru Sekda Baru

4 Februari 2010

Kuningan, IB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Djamaluddin Noer, MM berakhir masa jabatannya 31 Desember 2009, karena memasuki masa pensiun. Pada tahun baru 2010, tepatnya Januari, akan tampil wajah baru penerus tongkat estafet Sekda, putra asli Kuningan Drs. Nandang Sudrajat.

Dalam meniti perjalanan karier kepegawaian, Nandang Sudrajat pertama kali menjabat Sekretaris Korpri BAPPEDA. Lalu dialihkan menjadi Kepala Seksi Tata Ruang BAPPEDA. Kemudian promosi menjadi Kepala Bidang Fisik dan Tata Ruang BAPPEDA atas penetapan Gubernur Jabar.

Pada 28 Juni 2002, Nandang Sudrajat dipercaya menjadi Kepala Kantor Kebersihan Kab. Kuningan. Kemudian menjadi Kabid Perencanaan Dinas Pendapatan Daerah. Selanjutnya oleh Bupati dipercaya menjadi Kabag Perlengkapan Setda Kab. Kuningan.

Karirnya terus melejit, dengan menduduki eselon II.b sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Selang dua tahun kemudian, tepatnya pada 11 Juni 2007, Ia dipercaya oleh Bupati Kuningan,  H. Aang Hamid Suganda menjadi Asisten Administrasi Setda Kuningan sampai sekarang.

Uji kesehatan, serta uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sudah dilaksanakan pekan lalu di Bandung beserta calon Sekda lainnya yakni Drs. H. Didi Suhendi, M.Si (Kepala Dispenda) dan H. Yeddy Chandra SS, SH, MM (Kepala Badan Kesbangpol Linmas). Selanjutnya pemaparan visi dan misi di Pemprov Jabar.

Dari ketiga calon tersebut dipastikan Nandang Sudrajat akan keluar sebagai kandidat terkuat Sekda Kuningan menggantikan Drs. H. Djamaluddin Noer, MM.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, pada tahun baru 2010, bulan Januari, Kuningan akan memiliki Sekda baru yakni Nandang Sudrajat. Informasi munculnya nama Nandang Sudrajat menjadi Sekda Kuningan, direspon positif oleh sejumlah tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, Jalan Sawo yang berubah menjadi Jalan Mangkubumi, Lingkungan Pasapen.

Tokoh warga setempat, Yunus Suparman, SE mengatakan, Nandang merupakan sosok yang peduli terhadap kondisi lingkungannya, terlebih ketika warga sedang membutuhkan. “Pak Nandang itu merupakan sosok yang low profile, tidak sulit dihubungi dan selalu respon terhadap kondisi sosial yang terjadi,” sebutnya.

Misalnya, lanjut mantan Ketua RT 07 dua periode ini, bila diberitahu ada warga yang membutuhkan bantuan, Nandang Sudrajat tidak pernah bicara ka, ke dan langsung memenuhi permintaan walaupun apa adanya. (mansluck)

h1

Peringatan Tahun Baru 2010 Dimeriahkan 153 Shot Kembang Api

4 Februari 2010

Kuningan, IB

Peringatan menyambut tahun baru 2010 di Pandapa Paramarta akan dimeriahkan pesta kembang api sebanyak 153 shot. “Kita akan saksikan lesatan warna warni kembang api selama satu jam. Untuk pesta kembang api sendiri mendapat izin mulai dari Polres, Polda Jabar dan Mabes Polri,” kata Ketua Panitia, H. Ade Petruk, SH, MBA.

Dia menjelaskan, agenda tahun baru 2010 diisi dengan audisi Band lokal, mulai pukul 14.00 – hingga 17.00 wib. Pemenangnya akan ditampilkan pada puncak acara malam hari bersama Band Sembilan dari Jakarta, diselingi dangdut.

Pada malam harinya, gebyar tahun baru dimeriahkan pertandingan sepakbola di Stadion Mashud Wisnusaputra. Warga dipersilakan menikmati tontonan tanpa dipungut bayaran. Kemudian, dari atas pentas, secara bergiliran akan tampil, Band Sembilan, pentas seni trasional Rudat dan Rampak Genjring 49 orang, dan tausyiah.

“Tepat pukul 24.00 wib, kita akan menyaksikan gemerlapnya shoting kembang api yang mewarnai langit Kuningan dan bunyi terompet dari panggung kehormatan dipimpin Bupati Aang,” kata H. Ade Petruk.

Seperti tahun sebelumnya sejak bada Isha, ribuan kendaraan memadati jalan-jalan utama menuju lokasi. Raungan bunyi knalpot sepeda motor dan mobil, dan bunyi terompet sudah terdengar di sana-sini.

Untuk mengantisipasi keamanan, Panitia telah melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Kuningan, Kodim, dan Satpol PP, tanpa melibatkan unsur Ormas dan OKP (organisasi kepemudaan). “Panitia tidak melibatkan unsur Ormas dan OKP dalam menjaga keamanan, tetapi memercayakan pengamanan resmi. Hal ini karena semua Ormas dan OKP adalah sahabat kami. Bila hanya melibatkan satu atau dua Ormas/OKP kami merasa tidak enak dan akan menimbulkan kecemburuan dari yang lainnya. Sementara bila semua dilibatkan sangat mustahil,” terang H. Ade Petruk di rumahnya, Rabu (17/12).

Sebagai solusinya, semua pimpinan Ormas dan OKP akan diundang untuk bersama-sama menyaksikan gebyar malam tahun baru. Pesta rakyat Kuningan ini akan dihadiri Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, unsur Muspida, para pejabat, tokoh masyarakat dan tokoh agama, dan ribuan warga Kabupaten Kuningan yang tumpah memenuhi Pandapa Paramarta.

Untuk mengantisipasi arus lalu lintas, Ketua III KONI Kab. Kuningan ini mengatakan, akan menggunakan area parkir di halaman Kantor Disperindag, Samsat, dan sepanjang jalan Aruji. Dan, sejak pukul 18.00 wib, seluruh akses jalan menuju lokasi tertutup untuk umum. Dia mengimbau agar masyarakat yang akan menyaksikan acara tersebut bisa hadir dengan tertib.

H. Ade Petruk menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran panitia yang berasal dari Pemda Kuningan, DPD KNPI dan DPC Granat. Selain itu kepada Bupati Kuningan yang telah memberikan kontribusi besar untuk mendanai tahun baru, bersama dirinya, dan kepada sponsor. (tan)

h1

Usia Sudah 67 Tahun, Aang Tetap Ingin Bangun Kuningan

4 Februari 2010

Kuningan, IB

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos diusianya yang telah 67 tahun tetap punya komitmen ingin membangun Kabupaten Kuningan. Hal itu diungkapkan Aang pada ultah dirinya yang ke 67 di Masjid Al Asri Lingkungan Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (15/12).

Sebelumnya, perwakilan AHAS, KH. Abdullah Dunun, mengatakan, dirinya lahir pada tahun yang sama dengan Bupati Aang (1942, red) dan sama-sama ingin membangun Kabupaten Kuningan. “Awalnya saya gak percaya Pak Aang bisa membangun Kuningan. Tahun pertama masih malu-malu kucing. Namun ketika beliau berani menandatangani SKB (surat kesepakatan bersama) dengan Dandim dan Kejari, kepercayaan pun mulai pulih,” katanya.

Begitu pula, lanjutnya, ketika beredar mitos di Kuningan tidak ada orang yang mampu menjabat bupati dua kali, dirinya bersama para ulama merasa tertantang untuk membuktikan bahwa itu merupakan perbuatan musrik. “Hal yang sama pernah terjadi di Desa Sangkanurip. Beberapa waktu lalu ada kepercayaan bahwa orang yang berhaji itu akan mati. Ternyata ketika saya berangkat haji, saya tidak mati,” sebutnya.

Dia merasa gembira karena pada pilkada lalu Aang mampu mendapat dukungan hampir 73 persen masyarakat Kuningan. “Saya juga senang, untuk pertama kalinya Bupati Kuningan memberikan tanah pemda guna pembangunan Islamic Centre. Karena itu kami para ulama mendukung Bapak untuk terus membangun Kabupaten Kuningan. Ulama ada di belakang Bapak,” jelasnya.

Sementara, Bupati Aang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Tim AHAS dan Arochman yang telah mengantar dirinya dan H. Momon Rochmana memimpin Kabupaten Kuningan pada periode 2008-2013. “Saya ingin memajukan Kuningan sejak masih memimpin perusahaan. Ketika itu dalam seleksi pegawai, saya lebih mengutamakan orang Kuningan,” ujarnya.

Dikatakannya, sebagai penyuka olahraga, dirinya selalu ingin menang dan mendapat hasil yang sempurna. “Kendati kita merupakan daerah yang memiliki APBD kecil, namun tetap bisa berhasil dalam pembangunan. Sehingga banyak dari kabupaten lain yang melakukan studi banding ke sini,” ungkapnya.

Menurut Aang, Kuningan pun sudah banyak mendapatkan berbagai penghargaan. Itu sebagai bentuk apresiasi atasan kepada bawahan. Dia juga mengatakan, harus ada pengkaderan pada setiap lini agar pembangunan bisa berkelanjutan dintaranya dengan membuat rencana pembangunan jangka pendek, RPJM dan RPJP (panjang).

“Saya tidak merasa sukses. Saya selalu membuat program yang tidak tanggung, seperti pembangunan Islamic Centre dan rehab Masjid Syiarul Islam yang akan selesai pada 2010 mendatang,” katanya.

Turut hadir Wakil Bupati Kuningan Drs. H. Momon Rochmana, MM, Sekda Drs. H. Djamaluddin Noer, MM, Tim AHAS, ulama, dan sekira 150 orang undangan. (tan)

h1

Wartawan dan Keluarga Napi Ungkap Maraknya Pungli di Lapas

4 Februari 2010

Indramayu, IB

Praktik pungutan liar (pungli) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Indramayu yang dilakukan oknum petugas Lapas hingga saat ini masih sering terjadi. Sepertinya pungli kepada para pembesuk ini sudah lama berlangsung dan sulit diberantas.

Bahkan bukan menjadi rahasia umum lagi bagi para keluarga narapidana yang ingin membesuk di tahanan harus mengeluarkan uang. Jika tidak, mereka tak bisa bertemu keluarganya.

Untuk menepis adanya anggapan miring dari masyarakat, pada akhirnya pihak Lapas Indramayu menggelar sosialisasi program kerja (SPK) 100 hari kerja Kementrian Hukum dan HAM, pada akhir pekan lalu.

Acara dihadiri kalangan media, pengacara, LSM, aktifis kampus/ BEM Universitas Wiralodra dan keluarga binaan dari Lapas. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut surat edaran dari Depkum dan HAM RI, Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, yang terkait dengan pelayanan dan keterbukaan terhadap media massa yang selama ini mengalami kesulitan dalam meliput di Lapas tersebut.

Namun pada akhirnya dalam acara itu, berubah memanas setelah keluarga binaan Lapas keluarga binaan Lapas menyampai kan protes, terkait masalah pungli. Mereka meminta pihak Lapas agar benar-benar bisa merubah paradigma lama yang kerap kali menyulitkan keluarga tahanan.

FW, salah satu keluarga warga binaan mengakui kepada IB, setiap kali akan membesuk keluarganya yang ditahan, dirinya harus menyerahkan uang sebesar Rp. 75.000 untuk membayar penjaga di setiap pintu. Ia bersama warga binaan lainnya mengeluhkan praktik pungli di Lapas. Sekalipun di pungli, kami sekeluarga tak bisa berbuat banyak, karena kami jberhrap bisa bertemu dengan keluarga yang berada di balik jeruji besi.

Ketua PWI Indramayu, Makali Kumar meminta kepada Kalapas Indramayu untuk segera menginformasikan dan menyeponsori kritik dari masyarakat. Ia bahkan mengakui dengan terus terang pernah membesuk rekannya yang ditahan, Subiyanto, terpaksa harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah.

Paradigma semacam ini memang sangat sulit untuk diberantas atau dihilangkan, karena bukan hati yang berbicara, namun kepentingan perut dan pribadi. “Oleh karena itu, kami mengambil nawaetu Lapas Kab. Indramayu menggelar aksi sosialisasi program 100 hari Kabinet Presiden SBY. Semoga  bisa dilakukan atau segera dilaksanakan,” kata Kepala Lapas, Supeno Djoko Cintoro, Bc.IP., MH.

Djoko mengatakan, pihaknya mengada kan sosialisasi  bertujuan untuk memberantas segala bentuk pungli yang ada di instansinya. Adapun masukan dari sejumlah kalangan media ini merupakan bentuk intropeksi ke dalam, dan akan menindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. “Kami akan menindak tegas setiap petugas lapas yangmelakukan pungli sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. (suh)

h1

FIKOMM Upaya Meningkatkan Bargain Media Informasi

4 Februari 2010

Kuningan, IB

Sebanyak sepuluh pengelola media cetak di kabupaten Kuningan, sepakat membentuk Forum Informasi Komunikasi Media Massa. Keanggotaan terdiri dari perusahaan media cetak lokal, dan biro media cetak di Kabupaten Kuningan yang merupakan anggota biasa.

Untuk anggota luar biasa dapat berasal dari wartawan harian atau reporter media elektronik yang tidak memiliki biro atau kantor perwakilan di Kuningan.

Menurut Ketua FIKOMM, Iwan Muliawan, FIKOMM adalah wahana komunikasi media massa baik cetak, elektronik maupun digital. Visinya berperan aktif dalam menciptakan media massa yang profesional danmandiri dalam konteks pembangunan daerah.

FIKOMM ini sendiri digagas oleh enam orang yakni Anton Sunanton (Berita Aktul), T. Sukartanu, SH. (Tabloid Identitas Bangsa), Dadang Hendrayuda (Seputar Jabar), Maman Sutarman (Koran BOM), Yoyo Suhendar (Medikom) dan Arif Rahman (Majalah Rajawali). Namun Arif Rahman memilih mengundurkan diri.

Kemudian, terbentuk kepengurusan untuk masa bakti dua tahun dengan komposisi Iwan Muliawan, SE (ketua), Maman Sutarman (sekretaris), dan Yoyo Suhendar (bendahara). Sedangkan Divisi Humas Anton Sunanton, Divisi Hukum dan Advokasi T. Sukartanu, SH, dan Divisi Keanggotaan Asep. (kies)

h1

Sekdes Harus Jadi Suri Tauladan di Lingkungan Masyarakat

4 Februari 2010

Kuningan, IB

Sebanyak 361 orang Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kabupaten Kuningan, Rabu (9/12), menerima Surat Keputusan dan diambil sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Wisma Permata Kabupaten Kuningan.

“Validasi data Sekdes yang memenuhi syarat diangkat menjadi PNS adalah sebanyak 194 orang dan terdapat satu orang meninggal dunia. Sebanyak 193 Sekdes telah diangkat menjadi PNS pada tahap 1 formasi tahun 2007 sebanyak 124 orang,” papar Drs. Ade Priatna, Kepala Bidang Pengadaan, Pembinaan, dan Pengembangan Karir Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Dia menyebutkan, pengangkatan Sekdes untuk formasi tahun 2008 sebanyak 44 orang dan untuk formasi tahun 2007 sebanyak satu orang. Dengan demikian Sekdes yang diserahkan SK-nya sebanyak 45 orang. Sedangkan pegawai yang diambil sumpah PNS sebanyak 169 orang dengan perincian formasi tahun 2007 125 orang dan formasi 2008 sebanyak 44 orang.

Hadir dalam acara tersebut Sekda Kabupaten Kuningan Drs. H. Djamaluddin Noer, MM, Asisten Pemerintahan H. Bambang T Margono, SH. MM, Sekretaris BKD Kabupaten Kuningan Drs. Dudy Budiana, M.Si, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kuningan Drs. Ir. H. Durachman, MM, camat se- Kabupaten Kuningan serta undangan lainnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Kuningan yang dibacakan Sekda Drs. H. Djamaluddin Noer, MM, mengucapkan selamat kepada Sekdes yang mendapatkan kesempatan diangkat menjadi PNS. Ia berharap momen tersebut dapat membawa makna khusus terhadap proses peningkatan dedikasi dan prestasi kepada masyarakat sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat. Ia juga ingin Sekdes bisa menjadi suri tauladan di lingkungan tempatnya berdomisili.

Ia mengingatkan kepada Sekdes yang baru menerima SK maupun yang baru mengangkat sumpah PNS senantiasa menyikapi peristiwa itu dengan lebih arif dan tawadhu, karena masih banyak yang belum mendapatkan kesempatan diangkat menjadi PNS.

“Saya berpesan agar sumpah pegawai yang telah diikrarkan dapat dijadikan acuan dan diamalkan. Disertai niat dan itikad baik dengan penuh dedikasi serta tanggungjawab baik terhadap diri sendiri, negara dan masyarakat, juga Tuhan Yang Maha Esa,” katanya. (kies)