Archive for the ‘edisi 129’ Category

h1

Wapres Jusuf Kalla: Indonesia Ingin Maju Harus Perhatikan Pertanian

14 Juli 2009

JK Kutaraja (15)

MALEBER (IB)

“Bila Indonesia ingin maju maka pertanian yang didominasi oleh 40 persen dari jumlah penduduk Indonesia harus diperhatikan. Karena bila petani sejahtera dipastikan rakyat Indonesia akan sejahtera,” kata Wakil Presiden RI, Drs. HM. Jusuf Kalla (JK) saat panen raya di Desa Kutaraja Kec. Maleber Kab.  Kuningan, Minggu (28/6).

Tampak hadir Caleg Terpilih DPR RI dari Partai Golkar seperti Nurul Arifin, Enggartiasto Lukita, Agun Gunanjar Sudarsa, dan Derajat Wibowo dari PAN. Hadir pula, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (Yance), Muspida, tim sukses JK-Win. Selain itu, Wakil Bupati H. Momon Rochmana, Sekda Drs. Djamaludin Noer, MM, Kadis Pertanian DR. Ir. H. Iman Sungkawa, MM, para pejabat lainnyam dan ribuan warga masyarakat.

Kelompok tani di Desa Kutaraja mendapat bimbingan dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah, sehingga mereka mampu meningkatkan hasil pertanian dengan meminimalkan penggunaan pupuk anorganik.

Pupuk anorganik yang biasanya digunakan sebanyak 6-7 kuintal per hektare, sekarang jauh berkurang hingga menjadi 1-2 kuintal/hektare. Namun hasilnya lebih optimal.

Ketua MPM Pusat Muhammadiyah, Said Tuhulele mengungkapkan, dasar dari kegiatan pemberdayaan masyarakat sudah digariskan Allah SWT, yaitu dalam surat Al Maun. Alasan pertanian jadi garapan, karena 40 persen masyarakat Indonesia hidup dari pertanian. “MPM Muhammadiyah hanya mencoba membina petani dengan cara mengurangi input, yaitu biaya untuk pupuk, diganti dengan pupuk organik yang beraal dari kotoran sapi, kerbau dan kambing,” terangnya.

Wapres HM Jusuf Kalla dalam sambutannya menyampaikan, jika Indonesia ingin maju, maka pembangunan pertanian harus ditingkatkan. Pasalnya, sebagian besar penduduk Indonesia memang hidup dari pertanian. Hasil pertanian yang baik juga didapat dari bibit yang baik, pupuk yang baik dan iklim yang menunjang.

“Masyarakat patut bersyukur karena Indonesia sekarang sudah sanggup untuk berswasembada beras. Mudah-mudahan di tahun depan dapat ditingkatakn menjadi negara pengekspor beras,” tegasnya.

Dalam dialog, anggota Kelompok Tani Harapan Desa Maleber, Oji, meminta agar di desanya dibangun pabrik pengolah an pupuk organik. Itu dikarenakan ia beserta kelompok lainnya sudah merasakan bagaimana hasil dari penggunaan pupuk tersebut.

Oji juga mengutarakan pula harapannya agar ada kebijakan dari pemerintah pusat yang dapat melindungi ekonomi rakyat dan dapat membebaskan masyarakat dari konsumerisme. Hal itu didasari keprihatinannya atas serbuan supermarket hingga ke daerah pinggiran.

Seorang guru perempuan dari SMAN 1 Garawangi pun menyampai kan keinginannya agar pemerintah pusat memberikan banyak beasiswa bagi anak yang tidak mampu, tapi memiliki prestasi akademis yang baik. Ia mengetahui selama ini Pemkab Kuningan masih terbatas dalam memberikan beasiswa. Beasiswa dari Pemkab Kuningan, lanjutnya, sempat diberikan kepada salah seorang siswa dari SMAN 1 Garawangi yang bersekolah di ITB. Dan terbukti nilai akademik siswa tersebut bagus hingga mencapai IPK 3,84.

Bupati H Aang Hamid Suganda mengatakan pendidikan menjadi soko guru pembangunan disamping bidang kesehatan dan perekonomian di Kabupaten Kuningan, dengan capaian IPM 71,38 poin. Ia pun menuturkan, saat masih di Sulawesi, kala itu dirinya aktif di Gapensi dan JK selaku Ketua Kadinda Sulawesi Selatan. Kemudian ia jadi Bupati dan Pak Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden. “Untuk itu Saya do’akan agar bapak jadi pimpinan lebih tinggi lagi,” kata Aang.

Kampanye di GOR

Dalam sambutannya di hadapan ribuan pendukungnya di GOR Ewangga, Capres JK mengatakan Indonesia sudah ketinggalan jauh oleh negara lain. Oleh karena itu, jargon “Lebih Cepat Lebih Baik” mesti dianut sekarang. Sebab, peribahasa “Biar Lambat Asal Selamat” itu  zaman dulu.

“Kereta api itu lambat tapi selalu kecelakaan. Sedangkan kereta api di Jepang yang tiga kali lebih cepat tapi jarang kecelakaan. Jadi memang lebih cepat, ternyata lebih baik baik,” ucap JK disambut tepuk tangan ribuan massa pendukungnya.

JK mengatakan, disamping berbagai kelebihannya, bangsa Indonesia tidak akan terlepas dari kekurangan. Kekurangan yang paling vital yaitu masih bergantung kepada orang lain. Sehingga menuntut semua untuk memperbaiki kekurangan itu dengan menggunakan otak, otot dan kemampuan yang dimiliki sendiri.

“Dengan mengekspor hasil tani kita seperti ubi ke luar negeri misalnya, itulah yang seharusnya kita lakukan. Dengan begitu, kehidupan petani dan buruh bisa lebih baik, sehingga mencapai kemakmuran,” tegasnya.

Berbekal dari pengalamannya mulai dari menteri perekonomian sampai wapres, JK memetik hikmah bahwa jika bangsa ingin besar dibutuhkan pemimpin yang cepat tanpa ragu-ragu dalam mengeluarkan keputusan.

“Dalam pencalonan ini saya tidak mencari kehormatan pribadi melainkan kehormatan semua. Saya tidak ingin mengirimkan TKW yang ternyata kemudian mencederai bangsa ini. Dengan berbekal amanah, insya Allah saya akan bekerja dengan sebaik-baiknya seraya bertekad memegang teguh syarat-syarat kepemimpinan seperti shidiq, amanah, tabligh dan fathonah. Untuk itu kami berharap masyarakat meluangkan waktu lima menit demi nasib bangsa lima tahun ke depan,” ungkap dia.

Ketua PC NU Kuningan HR Machmud Silahudin mewakili unsur ulama sangat apresiatif terhadap sosok JK. Menurutnya, JK sudah banyak berbuat dalam membangun kehormatan tanah air, termasuk dalam kerukunan beragama. Spirit yang dimunculkannya pun cukup besar.

Namun demikian, kata Mahmud, ada satu virus dalam kehidupan beragama di Indonesia yakni keberadaan aliran sesat yang merobek-robek kitab suci Alquran. Untuk itu pihaknya menanyakan kesiapan JK untuk mengeluarkan keppres pembubaran aliran sesat jka terpilih nanti. Iapun menyampai aspirasi anggaran pendidikan 20 persen untuk pondok pesantren dan penanganan TKW.

Menjawab pertanyaan itu, JK mengatakan, agama ditentukan berdasarkan rukun iman atau akidah. Jika ternyata keluar dari rukun iman atau akidah, maka sudah disebut murtad. Untuk anggaran pendidikan, JK mengatakan tentu saja anggaran tersebut mencakup pendidikan umum dan agama. Sebab pontren juga sama-sama berbakti mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kalau soal TKW, untuk tenaga akuntan dan profesi lainnya perlu kita dorong. Yang perlu dilarang itu pengiriman TKW untuk pembantu rumah tangga. Guna mengatasinya kita akan bentuk tim pengacara lokal di luar negeri,” ujar mantan aktifis HMI itu.

Pertanyaan lain baik soal kesetaraan gender dan KDRT yang disampaikan H Atin G Susmoro SE, kemajuan pemuda dilontarkan Heri Purnama, semangat berwirausaha ditanyakan Hilman, dan lontaran dari Muslimat NU terkait dana sosial keagamaan, berhasil dijawab oleh JK dengan lugas. (tan/RC/IB)

Iklan
h1

Prabowo: Pemerintah Tak Serius Ngurus Negara

14 Juli 2009

Prabowo 1

Cigugur, IB

Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto, menilai pemerintah tidak serius mengurus negara karena saat ini masih banyak orang miskin di Indonesia. Padahal Indonesia memiliki segala hal untuk menjadi negara besar dan kaya.  “Perlu diketahui bahwa semua unsur yang dibutuhkan utuk menjadi negara kuat ada di sini. Indonesia bisa menjadi negara yang sangat kaya dan ini bukan angin surga,” kata Prabowo, di Lapang Desa Gunung Keling Kec. Cigugur Kab. Kuningan, Sabtu lalu.

Menurut Prabowo, cita-cita kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah untuk mewujudkan rakyat Indonesia agar bisa hidup makmur dan sejahtera.Tetapi nyatanya, setelah kita merdeka 64 tahun, masih banyak rakyat yang belum menikmati kesejahteran, susah hidupnya dan banyak yang miskin. “Ini karena pemimpinnya nggak becus mengurus negara,” tegasnya di hadapan  ribuan massa pendukungnya.

Pada 8 juli kita akan memilih pemimpin bangsa untuk lima tahun yang akan datang. Pemimpin bangsa ibarat nakkhoda kapal. Kalau nakhodanya tidak benar, kapal bisa oleng. Kalau arahnya ngga benar, kapal bisa ngga sampai. “Negara kita sangat kaya sebagai anugrah Tuhan yang maha kuasa, tapi masih banyak rakyatnya yang miskin,” kata Prabowo Sumitro Joyohadikusumo ini.

Ia yang berpasangan dengan calon presiden Megawati, apabila dipercaya oleh rakyat pada 8 Juli akan membangun sungguh-sungguh ekonomi Indonesia kepada perekonomian rakyat. Bukan seperti sekarang ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir manusia saja, bukan oleh seluruh rakyat.

Mantan Danjen Kopasus ini bertanya kepada para pendukung nya. Apakah ekonomi kita sudah baik, pendidikan sudah gratis benar, ke rumah sakit gratis, dan kemiskinan menurun. Dijawabribuan massa, tidak.

Yang ada kata Prabowo, bukannya kemiskinan menurun, tetapi kemiskinan turun menurun. “Kemiskinan bukan turun, tapi turun temurun. Dari bapak turun ke anak, setelah itu turun lagi ke cucunya. “sindirnya.

Ketua Tim Kampanye Capres/Cawapres Mega – Prabowo, H. Acep Purnama, SH, mengatakan akan menyukseskan deklarasi Bantar Gebang Bekasi. “Kami akan berupaya memenangkan Mega-Prabowo di Kuningan,” ungkap Acep.

Ia mengaku bangga karena banyaknya massa yang hadir pada kampanye Pilpres di Lapang Gunungkeling Cigugur. “Saya bangga dengan banyaknya massa yang menghadiri kampanye. Mudah-mudahan ini menjadi gambaran kemenangan nanti,” ungkapnya seusai menghadiri dialog interaktif Prabowo dengan masa di RM Lembah Ciremai.

Kampanye dihadiri wakil Ketua DPD PDIP Jabar Ir. Gatot Cahyono, jajaran pengurus DPC PDIP dan DPC Partai Gerinda, PAC dan Ranting kedua partai pengusung, dan ribuan massa yang memadati Lapangan Sepakbola Desa Gunungkeling. (tan)

h1

Belum Tuntas, RSU Bandorasa Diresmikan

14 Juli 2009

Aang Maket RSU Bandorasa 2

Cilimus, IB

Pembangunan RSU 45 Kuningan Cabang Bandorasa di Desa Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus belum tuntas, dan baru bisa digunakan IGD (instalasi gawat darurat) dan Poli Klinik saja. Kendati demikian, Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, Senin (29/6) telah meresmikan penggunaannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aang berharap agar pengelola rumah sakit meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia tidak ingin mendengar ada masyarakat miskin pemegang Jamkesmas tidak dilayani. “Jangan sampai terjadi kasus seperti Prita, orang tak mampu tidak mendapat pelayanan dari RS OMNI Internasional,” ungkapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wasma, Ibu Maryamah dan Dr. Ribka Ciptaning yang telah berjuang dalam pembangunan rumah sakit ini. Saat ini kata Aang, untuk cuci darah dan scen saja harus ke Cirebon..

“Mudah-mudahan dengan kucuran dana sebesar Rp9 miliar dari APBN dapat melengkapi ruang operasi dan tahun depan bisa rawat inap,” katanya.

Menurut Aang, kita harus bangga karena IPM Kabupaten Kuningan tahun ini meningkat menjadi 71.38 poin, angka harapan hidup (AHH) 70,50, angka kematian ibu (AKI) 41,21/1000, provinsi 43/1000 dan nasional 26,9/1000.

Ia pun mengingatkan, agar jangan hanya bisa membangun saja, tapi kita juga harus bisa memelihara. “Jadikan RS ini sebagai kawasan bebas rokok, berikan ruang khusus untuk perokok. Jangan sampai seperti di Pemda, puntung rokok di mana-mana, bahkan pot bunga pun jadi tempat pembuangan puntung rokok,” tegasnya.

Aang menyebutkan, Kuningan juga punya rumah sakit rujukan di Manggari, dan diharapkan dibangun pula rumah sakit kecil di wilayah Kecamatan Subang, Cilebak dan Selejambe.

Anggota Komisi IX DPR RI Dra. Hj. Maryamah Nugraha Besus mengatakan, bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan RS Bandorasa ini sejak tahun 2005 telah mencapai Rp29 juta. Tahun ini saja dikucurkan sebesar Rp9 miliar. Memang masih diperlukan lagi anggaran yang cukup besar untuk penyelesaian pembangunan gedung dan penyediaan peralatan canggih.

Sebagai rasa cinta terhadap daerah pemilihannya, walaupun nanti tidak menjadi lagi anggota DPR tetapi akan tetap berupaya membantu Kuningan. “Walaupun saya nanti pada bulan September tidak menjadi anggota DPR lagi, namun dengan kedekatan dengan Depkes dan rekan Panitia Anggaran, Saya akan tetap berupaya agar rumah sakit ini dapat bantuan lagi untuk peneyelesaian pembangunan dan penyediaan alat kesehatan,” janji Maryamah, Senin (29/6).

Harapannya, agar rumah sakit ini dapat bermanfaat bagi warga di sekitar Cilimus yang jaraknya cukup jauh dari Kuningan, dan daerah sekitarnya. “RS ini sangat ideal, didukung dengan fasilitas air panas. Saya berharap agar RS ini dipelihara, sebab saya melihat banyak rumah sakit yang telah dibangun dan ukurannya lebih besar dari ini tapi tidak dipelihara.

Direktur RSU 45 Kuningan, Dr. H. Afif Kosasih, M.Kes mengatakan, pembangun an rumah sakit yang dibangun di atas lahan 4 hektare ini padat modal dan padat teknologi. Pada modal karena untuk penyediaan CT Scen saja harganya mencapai Rp. 4,9 miliar. Padat teknologi karena harus tersedia alat kesehatan yang tidak hanya standar, namun juga yang canggih. Selain itu harus dipersiapkan tenaga yang profesional dalam penguasaan teknologi alkes canggih. Dengan alat yang canggih, akan mengurangi tingkat kesalahan diagnosa.

“Nanti kalau bangunan ini sudah selesai semua akan mampu menampung pasien rawat inap dengan kapasitas 300 tempat tidur,” terang Afif.

Sementara dana yang telah terserap untuk pembangunan rumah sakit ini dari APBN, kata Afif, mencapai Rp13,5 miliar dari total angggaran sebesar Rp125 miliar. Untuk sementara tersedia fasilitas IGD (instalasi gawat darurat).

Afif menyebutkan, perlu secepatnya diselesaikan bangunan seperti Laboratorium Radiologi, Poli Umum, Poli Jiwa dan Syaraf, serta Gigi dan Mulut, dengan penanggungjawab Dr. Rosi Suparman. Sedangkan gedung yang sudah selesai adalah instalasi penanggulangan limbah (IPAL) di bawah tanah. Hal itu untuk menjawab kekhawatiran warga dari limbah rumah sakit.

Bangunan lain yang belum selesai, lanjutnya, adalah ruang kantor dan gedung pertemuan lantai tiga, ruang bedah sentra, serta ruang kebidanan. “Mudah-mudahan pada tahun 2010 apabila banguan tadi sudah dibangun, rawat inap bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Setelah itu dilakukan pelepasan burung dan penanaman pohon sebagai upaya mendukung program  peduli lingkungan. Esoknya, dilakukan pengobatan gratis bagi warga masyarakat. (tan/gun)

h1

DPRD Kuningan Pending Raperda Masterplan

14 Juli 2009

Kuningan, IB

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Masterplan Pembangunan sampai tahun 2030 ditunda persetujuannya oleh DPRD Kab. Kuningan. Penundaan inipun merupakan satu catatan sejarah adanya usulan Raperda yang dipending oleh DPRD Kuningan.

Sementara delapan dari buah Raperda lainnya yang diajukan berhasil disepakati oleh DPRD Kab. Kuningan menjadi Perda. Ke Delapan Raperda itu adalah Raperda Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) yang merupakan satu Pansus (Panitia Khusus) dengan Master Plan, dipimpin oleh Nuzul Rachdy, SE.

Berikutnya empat buah yakni Raperda Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), Kepengurusan dan Kepegawaaian PDAU, Pelestarian jenis Burung dan Ikan, serta Raperda Kebersihan dan Persampahan dipimpin oleh Ketua Pansus Rana Suparman, S.Sos.

Selanjutnya, Raperda Perencanaan Pembangunana Daerah (RKPD), Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dipimpin Ketua Pansus Muslihat Somantri.

Penolakan Raperda Masterplan, kata Nuzul Rachdi, karena sesuai dengan hasil rapat konsultasi antara Pansus dengan pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi-fraksi DPRD diputuskan dibahas lebih lanjut menunggu kajian dari Pusat Pengkajian Depdagri. Untuk penyempurnaan dan penyelesaiannya agar Pemda melakukan konsultasi kepada Mendagri berkaitan aspek hukum dan subtansinya.

Sedangkan terkait Raperda RIPP menurut politikus dari PDIP ini, karena bidang pariwisata merupakan sumber pendapatan daerah, maka dalam pelaksanaannya harus ada saling kordinasi antara Pengelola dengan Dinas Pariwisata. Serta menghindari sisi negatif pariwisata sesuai visi dan misi Kuningan yang agamis.

Potensi obyek dan daya tarik pariwisata cukup beragam dimiliki Kabupaten Kuningan, dan berpotensi untuk dipasarkan sehingga menunjang pembangunan daerah. Objek wisata tersebut perlu penataan dan pembangunan seluruh aspek kepariwisataan secara baik sesuai standar kepariwisataan, termasuk fasilitas pendukungnya.

Menurut Ketua Pansus tiga Raperda, Mumun Somantri, sistem perencanaan daerah merupakan suatu sistem yang komprehensif yang mengatur seluruh sub sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan dalam semua tahapan dan prosedur perencanaan. Perencanaan dimaksud meliputi Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD), RPJPD, dan RPJMD. Dan semuanya merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan daerah.

Ketua Pansus empat Raperda, Rana Suparman, S.Sos mengatakan, perusahaan daerah merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah, sehingga perlu ditingkatkan kemampuannya agar mampu berkompetisi dengan perusahaan lainnya. PDAU mempunyai ruh yang berbeda dengan usaha biasa, yaitu mempunyai misi profit plus yang bukan hanya mendapatkan keuntungan semata.

Namun, tambah Rana, ruang gerak harus selektif, seperti tidak bolah menjadi kompetitor usaha kecil, justru harus mendorong bagi tumbuhnya UKM. Selain itu, harus membuka sumbatan-sumbatan ekonomi yang selama ini mengerdilkan ekonomi rakyat, serta mencari solusi bagi masyarakat dalam menjual hasil produksinya. Jenis usaha yang bisa digarap meliputi teknologi informasi dan komunikasi, energi, agrobisnis, pariwisata, dan aneka usaha jasa.

Pelestarian satwa jenis burung dan ikan, sehubungan di Kabupaten Kuningan ruang indah hijau dan asri ini kaya dengan satwa yang hidup di darat maupun udara, terutama burung dan ikan. Hal ini dilatarbelakangi, saat ini semakin maraknya upaya perburuan satwa jenis burung dan ikan dengan dalilh mencari nafkah dan kesenangan semata.

Ketua DPRD Kab. Kuningan, H. Yudi Budiana, SH mengatakan, dengan telah berakhirnya tugas pembahasan maka dua Pansus dibubarkan, kecuali Pansus yang membahas Raperda Master Plan Pembangunan Kab. Kuningan masih melanjutkan pembahasan sambil menunggu hasil kajian dari Depdagri. (tan)

h1

Dampak Kehadiran Capres/Cawapres

14 Juli 2009

Wilayah  III Cirebon,  pada Bulan Juni lalu dibikin ramai dengan kehadiran Calon presiden dan calon wakil presiden (Capres/Cawapres). Yang pertama hadir adalah Cawapres Prabowo Subianto (20/6) di Lapangan Sepakbola Desa Gunung Keling dan kampanye dialogis di RM Lembah Ciremai.

Ia banyak menyoroti kegagalan pemerintah dalam menyejahterakan rakyat. Terbukti tingkat kemiskinan semakin meningkat, bukannya menurun. “Banyaknya rakyat yang miskin ini karena pemerintah tidak benar mengelola negara,” ucap Prabowo.

Karena itu, Ia memberikan solusi untuk mengembangkan ekonomi pro rakyat atau ekonomi kerakyatan. “Ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh segelintir orang  saja , bukan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Kunjungan ke dua, dilakukan Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabupaten Cirebon. Dalam kunjungan itu, Ia mengklaim keberhasilan pemerintahan selama dipimpinnya, sehiingga perlu dilanjutkan.

Terakhir, Senin (28/6) Wapres M. Jusuf Kalla hadir di Lapangan Sepakbola Desa Kutaraja Kec. Maleber untuk melakukan panen raya. Kehadiran-nya JK lebih komplit lagi, karena di GOR statusnya berubah menjadi Capres. Ia menyoroti nasib tragis para TKW di Malaysia dan Arab. Mereka harus dilindungi, dan lebih baik diganti dengan TKW yang profesional dan terlatih seperti perawat, bukannya PRT.

Menurut JK, mengatasi persolan bangsa lebih cepat lebih baik, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada rakyat sebagai salah satu fungsi pemerintah.

Nah sekarang bagaimana dampak dari kehadiran mereka? Sebenarnya kehadiran mereka tidaklah berdampak luar biasa. Kehadiran JK di Kutaraja didampingi Bupati Kuningan, terlepas dari kapasitasnya sebagai Wapres akan berdampak mendulang suaranya lebih baik.

Secara nasional, ke tiga Capres/Cawapres memiliki peluang tidak jauh berbeda. Bila Pilpres dilaksanakan hanya satu putaran, maka peluang terbesar ada pada SBY-Budiono mengingat Ia merupakan incumben. Apabila dua putaran, maka persaingan lebih seru. Karena sang incumben akan mendapat perlawanan kekat dari pasangan (JK-Wiranto) dan (Mega-Prabowo) yang kemungkinan akan bersatu. Sehingga kemungkinan, calon diluar SBY masih berpeluang untuk menjadi pemenang, walau tidak sebesar dirinya.  Namun semuanya tergantung pilihan rakyat dan ridho Allah. (redaksi)

h1

Mantan Kuwu Diduga Gelapkan 7 STNK Motor Dinas Kuwu

14 Juli 2009

Cigandamekar, IB

Tujuh kepala desa (kuwu) di Kecamatan Cigandamekar kena tipu mantan kuwu berinisial RA, dengan modus memperpanjang pajak STNK (surat tanda kendaraan bermotor) motor dinas para kuwu. RA meminta STNK dan uang sejumlah Rp. 100.000 secara kolektif.

Tujuh yang menyerahkan STNK dan uang Rp. 100.000 yaitu Desa Sangkanmulya, Karangmuncang, Koreak, Jambugeulis, Bunigeulis, Timbang dan Cibuntu.

Saat dikroscek IB, Senin lalu Kuwu Koreak Madsai, Kuwu Karangmuncang Nuridin dan Kuwu Sangkanmulya Dindin Amparudin  membenarkan hal itu. Bahkan mereka selama dua bulan terakhir tak membawa STNK di setiap perjalanannya.

Kronologis

Kendaraan milik Pemda yang dipegang para kuwu, khususnya di Kecamatan Cigandamekar jatuh tempo habis pajak pada Bulan Mei 2009 lalu. Kesempatan ini dimanfaatkan RA dengan mendatangani tujuh kepala desa yang ada di kecamatan tersebut. Ia meminta dan uang untuk perpanjangannya (bayar pajak) masing-masing sebesar Rp. 100.000.

Karena merasa percaya, maka tujuh kades pun akhirnya memberikan uang yang dipintanya. Namun hingga sekarang, STNK yang bisa membuktikan telah dibayarkannya biaya untuk pajak belum diterima.

Ini memang kontrakdiksi. Padahal, kata seorang warga Desa Sangkanmulya, Tardi, Ia sendiri (RA, red) saat menjabat kuwu banyak dosanya terhadap desa. Seperti dugaan menilep dana pembangunan Gedung Serba Guna yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Informasi terakhir, 10 dum truk pun belum dibayar oleh pelaku.

“Bayangkan saja dana bantuan provinsi sebesar Rp. 25 juta hanya dibelikan 10 dum truk pasir. Sedangkan sisanya hingga sekarang tidak jelas juntrungannya,” ungkapnya. (dad)

h1

PA Kuningan Syukuran Kenaikan Kelas

14 Juli 2009

Kuningan, IB

Pengadilan Agama Kabupaten Kuningan menggelar syukuran kenaikan kelas dari 1.B ke 1.A, Jumat (19/6) lalu. Acara dihadiri Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda beserta unsur Muspida Kab. Kuningan.

Hadir pula Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat Drs. Zaenal Imamah, SH., MH., Kepala Kantor Departemen Agama Kab. Kuningan Drs. H. Encu Sukat WS,MA, Kajari Siti Utari, SH.MH, dan Tim Survey Mahkamah Agung RI.

Zaenal Imamah mengatakan, Pengadilan Agama Kuningan harus bisa mempertahankan prestasi ini. Dan harus bisa meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Bupati di PA 1Sementara, Bupati Kuningan H. Aang HS mengatakan, acara syukuran ini diharapkan bisa menjadikan para penyelenggara kekuasaan kehakiman sadar akan tupoksinya. “Penyelenggara kekuasaan diharapkan menyadari tugas, pokok dan fungsinya. Mereka harus bisa mengedepan kan pencari keadilan untuk dapat memperoleh rasa keadilan dalam hidupnya,” terang Aang.

Bila kondisi tersebut bisa tercapai, lanjut Aang, masyarakat pada umumnya dapat terpanggil untuk menyadari arti penting terciptanya budaya hukum.

Bupati Aang didaulat untuk memberikan penghargaan kepada lima orang pegawai PA Kuningan. Mereka adalah Agus Prianto, SH, Suwandi, SH, H. Latifah, SH, Opi Suliaman, S.Ag dan Sunarso. (kies)