Archive for the ‘edisi 127’ Category

h1

Gubernur Jabar Canangkan Gerakan Cinta Lingkungan “Balad Kuring”

23 Juni 2009

Balad Kuring 3 sekda.tifKuningan, IB

Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, mencanangkan Balad Kuring. Balad Kuring merupakan suatu gerakan masyarakat Jawa Barat yang bertujuan untuk mewujudkan kesadaran dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Pencanangan dilaksanakan di 25 kabupaten/kota meliputi kawasan bebas sampah dengan lingkage program car free day (hari bebas kendraraan) dan enonomic creative (ekonomi kreatif). Selain itu, pencanangan sungai bebas polusi, kawasan bebas polusi asap kendaraan bermotor (gerakan anti udara kotor), ruang terbuka hijau, dan berbagai topik lain sesuai tren yang terjadi.

Pencanangan Balad Kuring di Kuningan dilakukan oleh Sekda Drs. H. Djamaluddin Noer, MM mewakili Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda. Ia menyebutkan, Balad Kuring menginternalisasikan kembali sifat peduli lingkungan (eco-friendly) ke dalam nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Jabar.

“Karena ini merupakan amanah seluruh manusia di muka bumi maka gerakan ini perlu didukung oleh semua pihak dan dilaksanakan secara tulus dan ikhlas,” papar Djamaluddin Noer di Pandapa Paramarta Kuningan, Sabtu (30/5).

Menurut Sekda, gerakan peduli lingkungan harus dilaksanakan secara terus menerus dan berkelanjutan pada berbagai aspek lingkungan serta melibatkan berbagai unsur. Pada pencangan itu dilaksanakan kawasan bebas sampah dengan mengambil rute dari Pandapa Paramarta, Jalan Siliwangi dan finis di Taman Kota.

Nampak para pejabat tak segan berbaur dengan masyarakat untuk mengambil sampah baik organik maupun an organik. Mereka yang ikut terlibat selain Sekda Djamaluddin diantaranya Kasdim 0615, Wakil Ketua DPRD Kuningan H. Acep Purnama, SH, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Drs. H. Yuyun Nasrudin, M.Pd. Sudah pasti, Kepala BPLHD Drs. H. Atik suherman, M.Si, Kadinsos Naker Drs. H. Yayan Sofyan, MM, Kadis Tata Ruang dan Cipta Karya, Drs. H. Lili Suherli, M.Si, Kadisperindag H. Bambang T. Margono, SH, MM, Kabag Humas Drs. Yudi Nugraha, M.Pd serta petugas kebersihan dan warga masyarakat.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kab. Kuningan disampaikan Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Ir.  Bunbun Budhiyasa menyebutkan, sampah terdiri dua jenis yakni sampah organik dan an organik. Sampah organik mudah hancur, didaur ulang dan mudah menyatu dengan tanah, seperti kulit pisang. Sedangkan sampah an organik sulit hancur atau lama untuk bisa menyatu dengan tanah, seperti plastik, besi dan baja.

Sebagi kilas balik, sejak dahulu sebenarnya Jawa Barat merupakan wilayah yang selalu hijau, namun sekarang mulai berkurang. Permasalahannya karena dulu masyarakat Jabar gemar menanam sehingga nampak paling hijau di Pulau Jawa. Wagub dan LSM mengajak masyarakat untuk kembali mencintai Jawa Barat atau Tatar Sunda. Selain melakukan penanaman, juga perlu melakukan pengelolaan sampah secara baik. (tan)

Iklan
h1

Pemikiran Mahasiswa Jangan Sampai Terkooptasi

23 Juni 2009

seminar uniku 2.tifKuningan, IB

Sebagai insan intelektual yang menentukan arah dan kemajuan bangsa, mahasiswa dituntut untuk bisa melakukan perubahan melalui pemikiran-pemikirannya. Namun, jangan sampai pemikiran mahasiswa itu terkooptasi dan terdzalimi kaum-kaum yang mempunyai kepentingan tertentu, utamanya para penjajah.

Demikian disampaikan Sekjen Pengurus Besar HMI, Ahmad Nasir Siregar, saat memberikan materi pada acara dialog interaktif mahasiswa se-Kab. Kuningan yang digelar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi (HIMA PE) FKIP Universitas Kuningan, di Student Center, Kamis (21/5) lalu.

Nasir mengatakan, perubahan yang dilakukan para mahasiswa itu harus mampu menjalar kepada inti komunitas masyarakat. Pasalnya, dari lingkungan masyarakatlah perubahan itu akan bisa diukur.

Selain itu, kata Nasir, sebagai bagian dari pemuda, mahasiswa harus bisa melihat ke depan dan melakukan proses kaderisasi. “Proses kaderisasi ini bisa dilakukan dengan dididik, terdidik dan mendidik. Hal ini sangat penting sekali mengingat pemuda adalah duta masa depan dunia,” jelasnya.

Sebelumnya, Aam Abdussalam Nur Ahmad, S.Ag., Ketua Jabar Komit dan Pengurus Pusat Dewan Tani Indonesia yang juga bertindak sebagai pemateri mengatakan, gerakan mahasiswa layak dijadikan inspirator untuk bersama-sama maju ke depan. Oleh karena itu, dalam melakukan gerakannya mahasiswa harus optimistis dengan apa yang dimilikinya.

Aam juga menceritakan tentang perjuangan para mahasiswa dari zaman kemerdekaan hingga pasca reformasi ini. Dia berpesan agar mahasiswa bisa menyikapi konfigurasi politik yang pastinya terus berubah-ubah itu.

“Saya berharap mahasiswa bisa menyikapi konfigurasi politik yang terus berubah. Salah satu caranya adalah dengan menggali semua potensi yang ada,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua panitia, Ahmad Tatang Somantri menyebutkan, kegiatan dialog digelar dalam rangka mengoptimalkan kembali gerakan mahasiswa yang saat ini sudah mulai memudar. Dia berharap, mahasiswa kembali menjadi agent of social control yang membantu mewujudkan perubahan bangsa.

Jika melihat tren sekarang ini, kata Tatang, mahasiswa itu sedang tren dengan organisasi kedaerahan, sehingga membuat para mahasiswa kemudian mengkotak-kotakkan diri dalam lembaga mahasiswa di tingkat kabupaten dan kotanya masing-masing. “Padahal tren ini sudah terbukti tidak pernah menang melawan ketidakadilan secara akumulatif,” terang Tatang.

Tatang memprediksikan, jika seluruh mahasiswa dan elemen lainnya mampu mengakumulasikan ide-ide perlawananan terhadap ketidakadilan para pejabat yang tidak mampu menjalankan amanah rakyatnya, maka itu semua akan menjadi kekuatan yang dapat menghancurkan ketidakadilan sistem.

Rektor UNIKU, Drs. Iskandar Hasan, MM memberikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa atas digelarnya acara ini. Pasalnya, acara seperti ini merupakan pencerahan akademik yang bisa merangsang pemikiran-pemikiran mereka.

Ia menyebut, pada tahun akademik ini universitas yang dipimpinnya mencoba menerapkan TAK (Transkip Aktifitas Mahasiswa). “Dengan TAK, mudah-mudahan mahasiswa tergerak hatinya untuk mengikuti setiap kegiatan yang mengarah kepada softskill,” katanya.

Acara bertema ‘Reoptimalisasi Gerakan Mahasiswa dalam Mewujudkan Perubahan Bangsa’ ini menghadirkan panelis Heri Purnama, S.Ag., Ketua PGM dan Ketua Linggarjati Center. Dihadiri Kepala Bakesbanglinmas Kab. Kuningan mewakili Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, rektor dan dekan FKIP serta kaprodi PE Universitas Kuningan. Diikuti oleh sekira 500 peserta yang berasal dari BEM universitas se-Kab. Kuningan dan BEM Fakultas se-Universitas Kuningan. Juga ikut hadir HIMA dan BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) di universitas tersebut. (kies)

h1

‘Radiator’ The Best Band Kota Kuda

23 Juni 2009

Kuningan, IB

Band Radiator semakin dikenal di belantika musik Kuningan. Pasalnya, di berbagai festival, band kebanggaan SMK Pertiwi Kuningan ini selalu tampil sebagai jawaranya. Bahkan, Radiator bisa bersuara di Wilayah III Cirebon.

Band yang digawangi Reno (vokal), Bambang (bass), Lukman (gitar) dan Robi (drum) ini mulai meniti karirnya di dunia musik pada tahun 2007 lalu, dengan menjadi peserta festival di Majalengka. Namun, saat itu dewi fortuna belum berpihak kepadanya. “Di pentas pertama kami, kami belum bisa menjadi juara,” kata pencabik bass, Bambang, Sabtu (30/5).

Kegagalan di pentas pertamanya, tak menyurutkan langkah Radiator untuk terus berkarya di dunia musik. Selang beberapa bulan kemudian, masih di tahun 2007, band beraliran rock ini mampu menyabet juara 1 pada festival yang digelar di Beber, Cirebon. Selanjutnya, hingga kini Radiator tetap menjadi raja festival band. Festival terakhir yang digelar Demotin bulan Mei lalu, piala terbesarnya pun berhasil dibawa band didikan Hendra Arban ini.

Dikatakan Bambang, bandnya mampu mempersembahkan sebanyak 21 piala untuk sekolahnya. Rinciannya, juara pertama 17 piala, juara kedua tiga piala, dan juara ketiga satu piala. Selain itu, kata dia, tiap personil juga pernah meraih the best player beberapa kali di festival yang berbeda.

“Kami akan berusaha mempertahankan prestasi ini. Kami akan terus berkarya dan berusaha membawa nama Kuningan di belantika musik Tanah Air,” kata Bambang diamini rekannya.

Prestasi Radiator, tak lepas dari dukungan penuh yang diberikan sekolahnya. Sang manager yang juga Wakasek Bidang Sarana SMK Pertiwi Kuningan, Dea Riana, SE., M.Si., mengatakan, pihaknya selalu mendukung band ini agar semakin berkembang. “Kami dukung Radiator dengan memberi kemudahan-kemudahan. Antara lain, dengan memberikan instruktur, studio untuk latihan, serta transport dan uang pendaftaran untuk mengikuti festival,” terangnya.

Selain itu, tambah Dea, pihaknya juga memberikan bea siswa untuk masing-masing personil Radiator, yakni dengan menggratiskan iuran SPP. (kies)

h1

Pemilu Presiden

23 Juni 2009

Kita saat ini memang disibukan dengan urusan pesta demokrasi. Yang namanya pesta tentu tak lepas dari hal keramaian dan resiko finansial. Sebagaimana diketahui saat ini tiga kandidat calon presiden dan wakil presiden telah mendeklarasikan  dan mendaftarkan diri untuk berkompetisi merebut kursi R1 dan R2.

Mereka yang akan bersaing pada Pilpres 9 Juli 2009 adalah calon incumbent Susilo Bambang Yudoyono – Budiono (SBY – Berbudi) yang diusung Partai Demokrat dan 22 parpol lainnya. Berikutnya, M. Jusuf Kalla – Wiranto (JK-Win) diusung Partai Golkar dan Partai Hanura, dan Megawati Soekarno Putri – Prabowo Subianto (Mega – Pro) diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerinda.

Menurut para pengamat, persaingan antar ketiga calon akan berlangsung sengit dan harus ada dua putaran. SBY – Berbudi tetap diunggulkan karena program prestisiusnya dan diterima oleh rakyat Indonesia.

Namun mereka akan mendapat tantangan berat dari JK – Win yang belakangan ini menunjuk kan ekspektasi yang meningkat dari masyarakat. Mungkin juga jargon “lebih cepat lebih baik “ bisa diterima oleh publik. Belum lagi, pasangan ini diidentikan dengan pasangan Nusantara, karena Capres Jusuf Kalla berasal dari Sulawesi atau non Jawa bersanding dengan Cawapres Wiranto yang asli Jawa.

Sementara Capres/cawapres lainnya berasal dari Jawa. Padahal hegemoni Jawa dan non Jawa begitu kuat di hati masyarakat Indonesia. Umumnya masyarakat mengharapkan Capres dan Cawapres merupakan kolaborasi Jawa dan Non Jawa, tanpa mengesampingkan popularitas, keberhasilan selama berkarir, dukungan parpol.

Siapapun yang terpilih kelak pada dasarnya sama saja yang penting mampu menyejahterakan rakyat dengan konsepsi sesuai Pancasila dan UUD 1945. Sebagaimana bunyi Pancasila sila ke lima yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang diimplementasikan pada Pasal 27, 28, dan 33 UUD 1945. (redaksi)

h1

SMA Kosgoro Kuningan Raih Medali Terbanyak POPKAB

23 Juni 2009

Kuningan, IB

SMA Kosgoro Kuningan yang beralamat di Jalan Aruji Kartawinata Kuningan ternyata mampu berprestasi di bidang olahraga dan bidang seni. Salah satu prestasi teranyar yakni menjadi peraih terbanyak Popkab 2009 komponen SMA.

Pada  Popkab 16-21 Mei 2009 itu, SMA Kosgoro meraih tujuh medali emas. Enam medali emas dan dua perak dari cabang olahraga Pencak Silat, dan satu emas dari Karate.

Pesilat Andi Nugraha meraih dua medali emas dari kelas B (putra) dan tunggal rampak regu (TGR). Nita Marhani merebut medali emas (kelas D/pi),  Ega Erlangga (E/pa), Iqbal Haerul Amin (H/pa), dan dua perak dipersembahkan Agung Nugraha (I/pa), dan Nina Karlina (F/pi). Sedangkan medali emas Karate disabet oleh Milda (tunggal/pi).

Kepala SMA Kosgoro, Endang Kandar, M.Pd mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya. “Prestasi sebagai peraih medali terbanyak sangat membanggakan kami. Sayang-nya Dinas Pendidikan tidak mengumumkan siapa juara umumnya, ”kata Endang Kandar, di Kantornya, Kamis (28/5).

Kosgoro Penghargaan.tifSMA Memprihatinkan

SMA swasta tertua (berdiri tahun 1976) di Kota Kuda ini banyak meraih prestasi baik akademis, maupun non akademis. Namun seiring adanya perubahan kebijakan dari Depdiknas dan Pemkab Kuningan yang menggulirkan kabupaten vocation, sekolah ini mengalami penurunan siswa baru.

Sebenarnya, kalau dilihat rasio melanjutkan dari SMP ke sekolah menengah (SMA, SMK, MA) jumlahnya baru mencapai 60%. Hal itu diketahui saat bursa PSB (penerimaan siswa baru) tahun 2008/2009 lalu, dari 14.000 lulusan SMP, yang melanjutkan sekira 8.000 orang (57,14%), sehingga masih banyak siswa yang tidak melanjutkan.

Mengapa terjadi penurunan minat melanjutkan ke SMA ? Ia  menduga ada beberapa faktor penyebab turunnya angka melanjutkan ke SMA negeriatau swasta. Pertama, karena gencarnya program sekolah menengah kejuruan (SMK) belakangan ini termasuk oleh Mendiknas Bambang Sudibyo. Kedua, adanya program Kabupaten Vocation, secara perlahan akan mematikan secara SMA. Ketiga, daya tampung di SMK terus bertambah dan tidak ada upaya pembatas-an. “Kalau ini terus dibiarkan, lambat laun SMA swasta akan gulung tikar. Terbukti saat ini sekolah swasta di Kabupaten Kuningan dapat dihitung dengan jari,” ungkapnya.

Padahal acuan untuk pembatasan siswa di sekolah standar nasional sudah jelas diatur dalam Permendiknas No. 41/2005. Didalamnya, secara jelas disebutkan jumlah siswa setiap rombongan belajar (rombel) dibatasi hanya 32 siswa. Namun dalam prakteknya saat ini mencapai 40 siswa/rombel.

Menurut Endang Kandar, ada dua solusi bila pemerintah punya good will (itikad baik) untuk mempertahankan eksistensi SMA swasta, diantaranya Pemda Kuningan mencanangkan program rintisan Wajardiknas 12 tahun dan pembatasan ruang belajar di SMA/SMK negeri. “Kalau ini tidak dilakukan, bukan sebuah keniscayaan apabila SMA swasta, termasuk SMA Kosgoro  akan lebih cepat gulung tikar,” paparnya.

Padahal, berbagai upaya telah dilakukan, diantaranya kelengkapan ruang belajar, sarana penunjang seperti lab. komputer, lab. multimedia dan internet. Untuk teknologi IT, bisa disebutkan sekolahnya memiliki fasilitas lebih lebih canggih dari sekolah lainnya. Belum lagi, kegiatan ekstrakurikuler yang telah menorehkan prestasi, seperti pencak silat, karate, dan volli ball. Sarana lainnya, UKS, koperasi, serta ketersediaan peralatan drum band dan marching band yang sudah terkenal sejak lama.

Dalam situasi ekonomi masyarakat yang serba sulit saat ini, SMA Kosgoro Kuningan memberikan bantuan keuangan kepada para siswa baru. Bantuan  berupa dana pendidikan sebesar 50% baik itu Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan SPP bulanan.

Terhadap atlet berprestasi, Ia meminta agar Pemkab dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kab. Kuningan memperhatikannya. Jangan sampai karena alasan pekerjaan mereka malah hengkang ke daerah lain, seperti Heni yang hijrah ke Majalengka, dan seorang atlet panjat tebing pindah ke Kaltim. (tan)

h1

Kolam Renang Tirta Agung Cetak Perenang Andal

23 Juni 2009

Ade Tirta Agung 1.tifLuragung, IB

Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Kuningan telah berakhir pada 21 Mei lalu. Khusus cabang olah renang dipertandingkan di Kolam Renang Tirta Agung Mas Luragung yang bertaraf nasional.

Kolam renang yang diresmikan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda ini memang layak digunakan untuk even besar, karena ukurannya sudah standar nasional, berukuran 50 kali 25 meter dengan sembilan lintasan.

Owner Tirta Agung Mas, Drs. H. Ade Kusmapraja dalam kesempatan itu memberikan suport kepada tiga atlet renang berprestasi yang dibina di kolam renang itu. Ketiganya merupakan siswa SD di Kecamatan Luragung yakni Diah Reluna juara 1 gaya dada 50 meter, 51,3 detik di seri A, Ratna Dewi Pertiwi juara 1 gaya dada 50 meter, 52,9 detik seri B, dan Muhamad Rio juara 3 gaya kupu-kupu.

“Pemberian uang pembinaan yang dihimpun dari TAM Luragung, Toserba Fajar, dan Sahara Travel sebagai bentuk apresiasi atas penghargaan mereka. Kami salut mereka bisa juara kendati baru ikut lest privat tiga bulan,” terang H. Ade Kusmapraja.

Kolam renang TAM Luragung saat ini memiliki dua instruktur yang bersertifikat SAR yakni Tedi Hunaedi dan Yoyo Taryono. Menurut H. Ade, kedepannya dirinya menginginkan dapat mencetak atlet berprestasi. Sebagai tahap persiapan akan menyusun anggaran rumah tangga Club Renang Tirta Agung Mas agar tidak terlalu menjadi beban calon atlet.

Di komplek TAM Luragung tersedia sarana olah raga dan hiburan lainnya, seperti Fitness Centre, Senam Ibu-ibu, Water Bom, Out Bond memiliki enam permainan, Metting Room, Treek Motor ATV (9 unit ATV anak-anak dan dewasa, dan dua unit motor trail mini) sepeda air, kolam pemancingan (sistem kilo angkat), dan Camping Ground. “Mudah-mudahan sajian kami bisa dinikmati oleh para pengunjung,” katanya.

Dengan fasilitas lengkap dan modern yang dimiliki, TAM kini tak pernah sepi dari kunjungan setiap Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya, pengunjung TAM Luragung bisa membludak. (irm/gie)

h1

Linggarjati Bakal Dipadati Ribuan Motor

23 Juni 2009

Kuningan, IB

Ribuan motor plus pengendaranya yang berasal dari berbagai organisasi motor se-Jawa Barat diprediksi bakal memadati areal Obyek Wisata Linggarjati, Cilimus, Kuningan. Hal itu menyusul akan dilangsungkannya hari ulang tahun IMIK (Ikatan Motor Independen Kuningan) ke-9 pada 6 Juni mendatang.

Selain para pengendara motor, Bupati H. Aang HS beserta unsur muspida Kab. Kuningan juga akan ikut menghadiri acara bertema Anniversary IMIK ke-9 itu.

Ketua IMIK, Yayan Oli mengatakan, ultah IMIK sekaligus pengukuhan pengurus baru masa bakti 2009-2012 ini dirayakan agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kali ini organisasinya mengemas acara dengan level nasional. Dalam acara itu, berbagai atraksi hiburan akan turut memeriahkannya.

“Di ultah yang ke-9 ini, IMIK memeriahkannya dengan menggelar acara berskala nasional. Acara ini akan turut dimeriahkan oleh band-band terbaik Kuningan dan pemain DJ (disk jockey) dari Bandung,” kata Yayan, Sabtu (30/5).

IMIK Support Kegiatan Positif

Menurut Yayan Oli, IMIK saat ini memiliki anggota sebanyak 50 klub, yang terbagi menjadi 28 klub motor dan 22 tim balap. Dia berharap, agar para anggota selalu melakukan hal-hal positif. “Saya selalu mensupport para anggota selama tindakannya itu positif. Saya tak ingin ada gesekan-gesekan antar anggota satu dengan yang lainnya,” terangnya.

Selain itu, organisasi yang pada tahun 2008 lalu dinobatkan sebagai organisasi terbaik Jabar pun rutin mengadakan pertemuan antar club yang diwakili oleh para ketuanya.

“Pertemuan ini untuk membahas kemajuan IMIK kedepannya, sekaligus pembinaan dari kami,” ucap Yayan. (kies)