Archive for the ‘edisi 122’ Category

h1

Curah Hujan Menurun, Suhu Politik Meningkat

11 Maret 2009

andi-gani-taufik-2tifSebulan lagi Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) akan digelar tepatnya pada 9 April mendatang. Sudah dapat dipastikan saat ini konstalasi politik kian memanas, hal ini berbanding terbalik dengan curah hujan yang kian menurun.

Mulai Maret ini, persaingan antar partai politik (parpol) dan para calon legislatif berada pada level tertinggi. Hal itu terlihat dari semakin intensifnya para caleg melakukan kunjungan kepada konstituennya.

Begitu pula pemasangan alat peraga kampanye seperti bendera partai, baliho, stiker dan spanduk hampir memenuhi setiap ruas jalan dan tempat strategis. Kibaran bendera besar dan kecil sudah menyebar mulai dari jalan protokol hingga jalan di pelosok pedesaan. Berdasarkan pantauan IB, saat ini kibaran bendera yang terbanyak terpampang berasal dari Partai Demokrat.

Banyaknya bendera dan baliho dari caleg Partai Demokrat sangat masuk akal, karena disokong oleh sang incumbent Presiden RI, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Berikutnya PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan partai lainnya.

Persaingan di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat X yang meliputi Kabupaten Kuningan, Ciamis dan Kota Banjar nampaknya tidak akan terjadi perubahan yang signifikan dibanding hasil Pemilu Legislatif 2004 lalu. Hasil Pemilu lalu, diraih oleh PDI-P dua kursi, Partai Golkar satu kursi, dan PKS satu kursi.

Prakiraan IB, persaingan tetap akan terjadi antara caleg PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Dua partai ini tetap akan meraih dua kursi, disusul Partai Demokrat satu kursi. Sementara jatah satu sisa kursi di Dapil X ini akan diperebutkan caleg dari PKS, PAN, PKB dan partai lainnya.

Caleg dari PDIP yang diunggulkan untuk mendulang suara terbanyak diantaranya Andi Gani Nena Wea SH (nomor urut 3), Drs. H. Eka Santosa (No. 5) dan Puti Guntur Soekarno, S.Si. (No. 2). Sementara dari Partai Golkar, muncul tiga nama beken yakni Drs. H. Agun Gunanjar Sudarsa, MM (No. 4), disusul H. Yusuf Sukardi, SE, MM. (No. 2) dan Drs. Agus Gurlaya Sasmita, MM (No. 1).

Salah satu Caleg yang sering turun menemui konstituens dan mengadakan berbagai event adalah Andi Gani Nena Wea, SH, seorang caleg dari PDI-P nomor urut 3 yang merupkan pituin keturunan Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang. Putra mantan Menakertrans ini dalam dua pekan terakhir telah menghadirkan Bintang Bulutangkis Dunia, Taufik Hidayat di GOR Ewangga pada Sabtu (21/2), dan Pecatur top Grand Master Super (GM Super) Utut Adianto. GM Super Utut Adianto melakukan pertarungan simultan dengan 80 pecatur lokal se wilayah III Cirebon, dan esoknya memberikan coach clenic di Kantor BPC Gapensi Kuningan bagi 20 pecatur Kuningan.

Panasnya persaingan diakui oleh Andi Gani Nena Wea. “Bulan ini memang merupakan waktu yang paling panas dalam merebut simpati konstituen. Apalagi masa kampanye terbuka akan digelar pada akhir bulan ini,” terang Andi Gandi saat ditemui IB disela-sela pertarungan simultan antara GM Utut Adianto dengan 80 pecatur lokal.

Sebelumnya IB, sempat pula memantau acara sosialisasi yang dilakukan oleh Caleg Partai Golkar Nomor Urut 4, Drs. Agun Gunanjar Sudarsa, M.Si di RM Lembah Ciremai. Agun pada kesempatan itu mengharapkan agar rakyat menggunakan hak pilihnya secara cerdas. “Pemilu 2009 merupakan pemilu yang paling demokratis dengan sistem suara terbanyak. Untuk itu mari kita wujudkan demokrasi yang sebenarnya,” ungkap Agun.

Sementara, saat Caleg Partai Golkar Yusuf Sukardi, SE, MM akan sosialisai di Gedung Serba Guna Desa Cibeureum Kec. Cibeureum sempat terjadi beda paham. Ia ditolak oleh Panwascam Cibeureum untuk tidak melaksanakan sosialisasi di gedung milik pemerintah desa itu karena melanggar aturan. “Saya berpedoman bahwa gedung milik pemerintah, sekolah dan tempat peribadatan tidak diperkenankan untuk kampanye,” terang Ading anggota Panwascam Cibeureum.

Namun akhirnya pertemuan antara Yusuf Sukardi dengan para kadernya bisa juga dilaksanakan dengan difasilitasi DPD Partai Golkar Kab. Kuningan. (tan)

Iklan
h1

HUT Kec. Hantara Diserbu Caleg PDIP

11 Maret 2009

andi-puti-hantara-1tifHantara, IB

Peringatan Ulang Tahun (HUT) ke 8 Kecamatan Hantara, Kamis (26/2) diserbu calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan (PDIP). Mereka yang hadir diantaranya Caleg DPR RI di Dapil Jabar X, Puti Guntur Soekarno, S.Si (No. 2), Andi Gani Nena Wea, SH (No.3), dan E.A Darojat (Caleg DPRD Jabar No. 1/Anggota Komisi IX DPR RI).

Selain itu, hadir pula Caleg DPRD Kab. Kuningan, dari Dapil Kuningan I, seperti H. Acep Purnama, SH (No. 1), Toto Tohari (No. 2), M. Toha (No. 4), Syaiful Anshari (No. 11) dan Oca Santosa (No. 13). Acara dihadiri pula unsur Muspika, mantan camat pertama Drs. Djodjo Sutardjo dan sekira tiga ribuan warga masyarakat se-Kecamatan Hantara.

Sayangnya orang nomor satu di Kuningan, H. Aang Hamid tidak hadir. Ia diwakili oleh Asda II Setda Kuningan, Drs. HE. Kuswandy AM, M.Pd dan Kabag Ekonomi, Suradja, SE.

Ketua Panitia, Bagja, S.Pd mengatakan, tahun ini peringatan ulang tahun tidak sebanyak kegiatan tahun lalu. Kala itu diadakan jalan santai, malam tasyakuran dan pertandingan olahraga. “Untuk peringatan kali ini kegiatan HUT Kecamatan Hantara hanya diisi dengan gerak jalan santai yang diikuti 3000-an orang dan hiburan dangdut Lelista Grup sehari penuh,” terang Kepala UPTD SD Hantara ini.

Camat Hantara, R. Koentjoro Hidayat, S.Sos menerangkan, selama delapan tahun terbentuk Kecamatan Hantara, situasi dan kondisi keamanan senantiasa kondusif, terjaga persatuan dan kesatuan, ditunjang oleh tingginya semangat gotong royong warga masyarakat.

Namun karena kondisi alamnya yang labil, sehingga dibeberapa desa terjadi longsor seperti di Tundagan, Bunigeulis, Pakapasan Hilir dan Citapen. Atas kejadian tersebut, pihaknya telah melaporkan kepada Bupati melalui Bagian Kesra. Iapun menyebutkan, belum punya rumah dinas camat, dan belum punya lapangan olahraga yang memadai, serta kondisi ruas jalan Tundagan – Cageur sepanjang 6,5 kilometer masih memprihatinkan. “Kami berharap agar jalan tersebut diperbaiki, kalau bisa hingga dihotmix,” harap Koentjoro.

Asisten II (kini pensiun, red) Drs. H. E Kuswandy AM, M.Pd berharap Hantara bisa meneruskan cita-cita, apalagi dihadiri Puti Guntur Soekarno, mudah-mudahan Hantara bisa nyongcolang ke tingkat dunia. Ia meminta maaf sehubungan Bapak Bupati tidak bisa hadir karena sedang berada di Jakarta.

Menurut Kuswandy, Hantara tertulis dalam sejarah perjuangan Kabupaten Kuningan sebagai basis perjuangan saat mempertahankan kemerdekaan. “Dulu, saat saya menjabat Kandepdikbud, telah membangun sebuah MTs. Hal ini dengan harapan generasi muda dapat terus meningkat kemampuannya demi kemajuan bangsa secara umum,” kata Kuswandy.

Pada masa pemerintahan Bupati kedua, beliau tetap memprioritaskan tiga sektor pembangunan meliputi bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Jalan termasuk sarana utama perekonomian. Dengan kondisi Hantara ini, tambahnya, diharapkan agar tetap waspada terhadap bencana alam.

Begitupula dalam menghadapai masa kampanye, agar mampu menjaga situasi yang kondusif. Dan warga bisa menggunakan hak pilihnya agar dapat berpartisipasi dalam demokrasi.

Doorprize

Acara HUT Kecamatan Hantara ini nampak meriah, selain digelar jalan santai juga dimeriahkan Group Dangdut Lelista. Apalagi peserta jalan santai diberikan hadiah hadiah menarik, seperti TV 21’inc, TV 14’inc, kulkas dari Andi Gani Nena Wea dan H. Acep Purnama, dan hadiah hiburan lainnya (doorprize)

Doorprize yang cukup menarik hadirin, kala E.A. Darojat memberikan enam lembar kupon berhadiah Rp. 250.000, nampak antusias direspon masyarakat. Diantaranya dikemuka kan oleh seorang siswa SDN Citapen yang menyebutkan, hadiah akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah. (tan)

h1

GM Utut Adianto Lawan 80 Pecatur Lokal

11 Maret 2009

utut-simultan-5tifKuningan, IB

GM Utut Adianto merupakan salah satu pecatur asal Indonesia yang cukup terkenal di dunia. Ia hadir memenuhi undangan Ketua Umum Masyarakat Olahrga Indonesia, Andi Gani Nena Wea, SH untuk bertanding secara simultan dengan 80 pecatur dari wilayah Cirebon.

Tanding simultan dihelat di GOR Sanggariang, Selasa (3/3) sejak pukul 14.00 – 21.30 wib. Dari beberapa partai yang dilakoninya, diantaranya hasil gemilang dicatat oleh Pecatur Kuningan, Ikin. Ia berhasil menghentikan langkah impresif Utut Adianto.

Pecatur lainnya yang berhasil mengalahkan Utut diantaranya, Pecatur Yunior Nicko Hardi Harlan, MN Warsito dari Gebang, MN Haryanto (Wi Kiang) Kota Cirebon, dan Dadang (Kuningan).

Tiga pecatur Yunior berhasil menahan remis yakni Ibnu, Haekal Logika Al Farabi dan Qeis Al Ghuraba. Haekal menahan remis pada langkah ke-27. Karena blunder saat memindahkan menteri, dari C.4 ke F.7, bukannya memindahkan menteri dai B.6 ke B.7.

Dari beberapa pecatur yang dihadapi, Ia mengamati ada dua pecatur yunior yang cukup berbakat yakni, Haekal Logika Al Farabi dan Bakal Qeis Al Ghuraba yang secara kebetulan keduanya meraih hasil akhir remis.

Utut Adianto saat ditemui IB, di sela-sela tarung simultan mengungkapkan, untuk suksesnya seorang pecatur setidaknya ada tiga hal penting yang harus dimiliki, yakni kerja keras, focus terhadap yang digeluti, dan dukungan dana.

Begitu pula menyikapi eksistensi olahraga catur, Ia mengungkapkan, catur harus dikelola oleh orang yang memahami catur secara keseluruhan, serta perlu dukungan dari stakeholders, baik Pemda, Percasi, pelatih dan atlit berbakat.

Pada kesempatan yang sama, pemrakarsa tarung simultan Utut Adianto, Andi Gani Nena Wea saat ditanya mengenai upaya terhadap olah raga di Kuningan, Ia berjanji akan memper-hatikan perkembangan olahraga termasuk catur di Kabupaten Kuningan. “Terlepas saya terpilih atau tidak dalam pemilihan calon anggota Legislatif, saya akan tetap peduli terhadap perkembangan olahraga di Kabupaten Kuningan,” jawab Caleg DPR RI No. 3 dari PDIP di Dapil Jabar X.

Iapun berjanji bagi para pecatur yang berpotensi akan dikirim ke Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi.

Sekilas GM Utut Adianto

Utut Adianto Wahyuwidayat, lahir di Jakarta pada 16 Maret 1965 seorang pecatur terbaik yang yang pernah dimiliki Indonesia. Ia adalah grand master (GM) Indonesia berperingkat tertinggi di dunia saat ini.

Saat meraih gelar grand master, ia adalah pecatur Indonesia termuda yang berhasil mencapai prestasi ini, yaitu pada usia 21 tahun. Sejak saat itu, prestasi tersebut telah berhasil dilewati pecatur muda lainnya, Susanto Megaranto, yang menjadi GM pada usia 17 tahun. Utut sempat menjadi grand master super pada tahun 1995-1999, saat Elo ratingnya melebihi 2600.

Ia pernah masuk peringkat 100 besar dunia pada Juli 2001 dengan ELO rating 2598. Bersama dengan Machnan R. Kamaluddin, Ir. Eka Putra Wirya dan Kristianus Liem, ia mendirikan Sekolah Catur Utut Adianto pada 1 Juli 1993, yang telah melahirkan beberapa pecatur nasional. Dari pernikahannya dengan Dr. Tri Hatmanti, ia mempunyai seorang anak bernama Mekar Melati Mewangi. (tan/detic.com/IB)

h1

E.A. Darojat Bikin Terperanjat

11 Maret 2009

darojat-1tif1

Endang Ahmad Darojat atau E. A. Darojat dapat dikatakan calon anggota legislatif (caleg) yang agak langka dibanding caleg lainnya, bikin orang terperanjat. Mengapa dikatakan demikian? Karena umumnya orang ingin karir itu menanjak, justru Ia menempuh cara sebaliknya.

Tentu saja hal ini menarik perhatian semua. Mengapa pria kelahiran Tasikmalaya 6 Maret 1969 ini rela turun kasta untuk mencalonkan menjadi anggota DPRD Jawa Barat di Daerah Pemilihan (Dapil) X yang meliputi Kabupaten Kuningan, Ciamis dan Kota Banjar. Padahal saat ini, Ia tengah menikmati gemerlapnya menjabat anggota Komisi X DPR RI.

Saat ditanya apa alasannya kok mau turun dari anggota dewan di pusat menjadi calon anggota DPRD? Jawabannya sangat pendek. “Demi partai. Demi kebesaran partai saya rela mencalonkan di DPRD Jawa Barat, walaupun saat itu peluang untuk menduduki calon nomor satu DPR RI masih terbuka. Sebagai kader partai, saya harus siap ditempatkan dimana saja,” terang mantan Ketua DPRD Kabupaten Tasikamalaya tahun 2001-2004 ini.

Karir Politik

Karir politik E. A. Darojat terbilang cepat. Ia merintis karir politik mulai dari Ketua Bakorcam PDI Kec. Indihilang 1984-1988, Wakil Ketua DPC PDI Kab. Tasikmalaya 1988-1994, Ketua DPC PDIP Kab. Tasikmalaya 1994-2000, Wakil Ketua DPC Pemuda Demokrat Kab. Tasikmalaya 1990-2002, dan Dewan Penasehat DPD Demokrat 1996-2004. Saat ini menjabat Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat.

Karir di Legislatifdimulai tahun 1999. Saat itu, Ia dipercaya menjabat Wakil Ketua DPRD Kab. Tasikmalaya 1999-2001, kemudian tahun 2001-2204 promosi menjadi Ketua DPRD.

Ketika silaturahmi dengan jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kec. Hantara, Kamis (26/2) Ia meminta agar seluruh kader PDIP memenangkan partai, sekalipun nama caleg banyak. Karena tujuan partai adalah utuk meraih kekuasaan secara konstitusioal.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana memenangkan Pemilu. Karena kemenangan dalam Pemilu Legislatif sangat menentukan keikutsertaan Ibu Mega dalam Pemilihan Presiden (Pilpres),” terangnya.

Menurut Darojat, saat ini bukan saatnya lagi berkutat dalam internal partai, tapi yang terpenting bagaimana kader dapat merekrut sebanyak-banyaknya suara rakyat dalam Pileg. “Bagaimana suara partai dalam Pileg bisa meraih 25 persen suara atau 20 persen kursi DPR, agar bisa mencalonkan Ibu Mega sebagai Capres dan tampil secara elegan tanpa tergantung pada partai lain. Jangan sampai terjadi, partai kita mendapat 20 persen, sementara syarat ikut Pilpres 25 persen, sehingga tergantung pada partai lainnya,” jelas Darojat.

Menurut analisanya, lawan yang tangguh dalam pilpres diperkirakan tetap SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Untuk itu, dalam Pileg ini bukan saatnya lagi kita konsolidasi internal partai, tapi yang terpenting mampu menghadang kekuatan partai lain agar kita bisa menang.

Dalam pemaparannya, saat rapat konsolidasi DPD, DPC dan PAC PDIP yang dihadiri para caleg di Hotel Purnama Mulia, Kamis (5/3), Ia kembali menegaskan, saat ini harus lebih mengedepankan system, bukan siapa yang paling berjasa. Dari DPP, DPD, DPC, hingga ranting merupakan satu kesatuan system yang tidak boleh bertolak belakang dan saling meng-klim sebagai ujung tombak. “Ranting dan PAC bukan ujung tombak tapi yang benar adalah bagian dari system untuk mencapai tujuan partai,” terangnya.

Ia mengajak agar seluruh kader partai bekerja keras meraih kemenangan. “Saat ini bagaimana caranya agar kita dapat meraih suara sebanyak-banyaknya dengan apa yang kita miliki untuk memenangkan pemilu,” pungkasnya. (tan)

h1

Netralitas PNS dan Kades Dalam Pemilu

11 Maret 2009

ukisPemilihan umum legislatif untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota akan dilaksanakan 9 April depan. Karena waktunya sudah sangat dekat, maka pada Maret sudah dapat diperkirakan persaingan antara peserta pemilu (partai politik), peserta pemilu perorangan untuk calon anggota DPD, dan para calon anggota legislatif memasuki puncaknya.

Di bulan inilah seluruh janji dan tebar pesona mengalami puncaknya, begitu pula perguliran rupiah tidak kalah sengitnya mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Pada sisi lain, kita sering mendengar sorotan mengenai netralitas pegawai negeri sipil, TNI/Polri serta kepala desa beserta perangkatnya.

Dalam konteks demikian marilah kita merunut pada UU No. 10 Tahun 2008, tentang Pemilihan Umum Legislatif, dan lebih kongkrit lagi diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) No. 19 Tahun 2008.

Pasal 26 ayat (2) menyebutkan, Pelaksana kampanye dalam kegiatan kampanye dilarang mengikutsertakan : ketua, wakil ketua, ketua muda, hakim agung pada Mahkamah Agung, dan hakim pada semua badan peradilan di bawahnya, dan hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi; Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan; Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia; pejabat BUMN/BUMD; pegawai negeri sipil; anggota TNI dan Polri; kepala desa; perangkat desa; anggota badan permusyaratan desa; dan Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih.

Mereka dilarang sebagai pelaksana kampanye, namun dibolehkan sebagai peserta kampanye, sepanjang tidak menggunakan atribut partai atau atribut pegawai negeri sipil. Serta dilarang mengerahkan pegawai negeri sipil di lingkungan kerjanya dan dilarang menggunakan fasilitas negara.

Pasal 65, (1). Pemerintah, pemerintah Provinsi, dan pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan memberikan kesempatan yang sama kepada pelaksana kampanye dalam penggunaan fasilitas umum untuk penyampaian materi kampanye. (2) Pemerintah, pemerintah Provinsi, pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, TNI/Polri dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pelaksana kampanye.

Dalam konteks ini, PNS, kepala desa dan perangkat desa harus bersikap netral dan memberikan kesempatan yang sama kepada peserta pemilu. Permasalahannya, bagaimana kalau mereka itu terlibat sebagai tim sukses salah seorang Caleg.

Sebagai tim sukses tentu mereka akan melakukan kampanye yang bertujuan untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program peserta Pemilu termasuk mengajak memilih seseorang atau partai tertentu.

Menurut aturan, keterlibatan dan pemberian dukungan inipun tidak dibenarkan, dan dapat dilaporkan kepada Panwaslu sebagai pelanggaran pemilu untuk diberikan sanksi pidana pemilu. (editorial)

h1

KPU Kuningan Yakin Pemilu 2009 Sukses

11 Maret 2009

Kramatmulya, IB

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Kuningan yakin Pemilu 2009 di Kuningan bakal sukses. Hal itu disampaikan oleh Ketua KPU Kuningan, Endun Abdul Haq, MH pada acara Pencanangan Gerakan Kuningan Sukses pemilu 2009 di RM Lembah Ciremai Kramatmulya, Kamis (26/2).

Menurut Endun, kesuksesan itu bisa terwujud jika terjadi sinergitas semua lembaga yang ada di Kuningan bisa terbangun.Dalam hal ini, KPU sebagai penyelenggara harus bisa menguatkan kembali komitmen, loyalitas, independensi serta memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat. “KPU sudah teruji melaksanakan pilgub dan pilbup beberapa waktu lalu,” katanya.

Selain itu, para pemangku kepentingan baik itu Bupati, Kapolres, Dandim, Kajari dan Ketua Pengadilan harus bisa membantu KPU dengan mengoptimalkan lagi koordinasi dan konsolidasi, serta komunikasi yang intensif menjelang pelaksanaan Pemilu.

endun-kputif1Yang terakhir, harus membantu menyosialisasikan Pemilu 2009 sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Hal ini demi tercapainya keberhasilan transformasi dan akselerasi Pemilu 2009.

Endun mengatakan, pihaknya akan berupaya keras untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi pada pemilu lalu. “Masalah akurasi daftar pemilih, logistik, penghitungan suara hingga proses akhir akan kita perbaiki. Kami akan menghindari kekeliruan sekecil apapun agar tidak mencederai proses demokrasi ini,” terangnya.

Sementara Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, MM meminta agar tingkat kesalahan bisa diminimalisir. Oleh karena itu sosialisasi harus semakin ditingkatkan lagi, utamanya tentang bagaimana mencontreng yang benar. “Pemilu 2009 bulan depan harus kita tingkatkan lagi dari pemilu-pemilu sebelumnya. Kami berharap tingkat kesuksesan pun bisa semakin tinggi,” katanya. (CR/dad)

h1

Bupati Berikan Penghargaan PMI

11 Maret 2009

Kuningan, IB

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos memberikan penghargaan kepada kecamatan dan SKPD yang telah berhasil berpartisipasi dalam bulan bhakti dana PMI (Palang Merah Indonesia) tahun 2008. Pemberian penghargaan dilakukan bersamaan dengan diselenggarakannya Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PMI Cabang Kuningan, di Aula Bank Jabar Banten Cabang Kuningan, Selasa (3/3).

Penghargaan sebagai juara umum diberikan Bupati Aang kepada Kecamatan Ciawigebang. Berikutnya, penghargaan untuk kategori A, diberikan kepada Kecamatan Luragung, Cibingbin dan Cimahi. Kategori B, Kecamatan Jalaksana, Sindangagung dan Lebakwangi. Kategori C, Kecamatan Japara, Cibeureum dan Cilebak. Sedangkan untuk SKPD (satuan kerja perangkat daerah) diraih oleh BTPN, BKKBCS dan Bank Jabar.

Ketua Umum PMI Cabang Kuningan, Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos mengatakan, Musker ini untuk melihat keberhasilan atau kegagalan harus ada tolok ukurnya. Menurut Hj. Utje, pokok-pokok kebijakan tahun 2009 meliputi pelayanan penanggulangan bencana, pelayanan social, dan kesehatan masyarakat, pembinaan dan pengembangan PMR dan relawan KSR-TSR. Peningkatan fungsi dan peran komunikasi dan informasi, pengembangan organisasi, kesekretariatan, serta perbendaharaan.

Mengingat perubahan paradgma yang menuntut keterbukaan/tranparansi, sehingga pengurus PMI dituntut untuk mampu beradapsi. Oleh karena itu, Ia mengajak seluruh pengurus PMI Cabang agar memiliki jiwa kreatif, inovatif untuk memenuhi tuntutan mampu menemukan sesuatu yang baru, bukan sekedar mengubah, serta dalam program kerja lebih berorientasi pada pemberian pelayanan bermutu dan tepat waktu, baik bantuan kemanusiaan dalam kondisi darurat, pelayanan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat, terlebih dalam melakukan usaha kesehatan tranfusi darah. (tan)