h1

H.T. Mamat Robby Getol Lakukan Komunikasi

30 Maret 2012

Kuningan, IB

H.T. Mamat Robby Suganda, S.Sos kini tengah getol melakukan komunikasi dengan berbagai komponen masyarakat di Kabupaten Kuningan. Hal itu tak lepas dari keinginannya untuk mewujudkan cita-citanya menuju Kuningan Satu tahun 2013.

Komunikasi dilakukan secara formal maupun informal, tetapi intensif terus dilakukan. Apalagi saat ini tengah menjalankan reses sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Jawa Barat X, meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.

Selama reses ke III tahun 2011 ini, ia menghadiri peresmian Pondok Pesantren Yayasan Hasnur Al Arsyad Desa Sampora Kecamatan Cilimus, Minggu (18/12/11) yang dihadiri para habib, ulama dan ribuan jemaah se-Jawa Barat dan sekitarnya.

Siangnya menerima aspirasi masyarakat Kecamatan Japara, Jalaksana dan Cigandamekar di Balai Desa Wano Kec. Japara. Kades Wano, Yusel Hartini merasa bangga desanya dipilih sebagai tempat reses bagi Kecamatan Japara, Kramatmulya dan Japara. Padahal kondisi balai desanya sendiri kurang layak. Maklum, selain tidak memiliki gedung serbaguna juga bocor bila hujan turun.

Ketua BPD Desa Wano, Juned, M.Pd merasa gembira atas kehadiran tokoh yang peduli terhadap dunia pendidikan yakni H. Mamat Robby. “Saya sebagai wakil ketua PGRI Kecamatan Japara sangat mendukung keinginan Bapak untuk menjadi Bupati Kuningan,” ucap Juned.

Faisal Taufik dari Desa Sadamantra Kec. Jalaksana mengusulkan untuk  penambahan dana program rumah tidak layak huni (Rutilahu). “Selama ini sudah ada bantuan stimulan Rutilahu senilai Rp. 2 juta per rumah tapi itu terlalu kecil,” ujar Faisal.

Sekdes Maniskidul Kec. Jalaksana, meminta agar desanya dibantu penyelesaian sengketa tanah Cibulan yang diklaim oleh TNGC. Padahal dari Obyek Wisata Cibulan itu merupakan sumber PAD Kab. Kuningan dan PAD Desa Maniskidul. “Saat ini Obyek Wisata Cibulan  disengketakan oleh Pemkab Kuningan diwakili PDAU, TNGC dan Pemdes Maniskidul,” terangnya.

Kusnadi, tokoh kesenian Jalaksana meminta agar ada perhatian terhadap seni dan budaya tradisional yang nyaris terabaikan dan kurang perhatian. Padahal dari seni, karakter suatu bangsa terbentuk. Bahkan kalau dikelola dengan baik, potensi seni di Kuningan bisa mengalahkan Bali.

Menanggapi itu, Mamat Robby menuturkan, pada 2004 telah membangun SMK Auto Matsuda, kaena mempunyai cita-cita dan harapan ke depan untuk memajukan Kuningan. Sebenarnya semua orang itu sama saja, hanya faktor kesempatan saja yang berbeda.

Dari sekolahnya, lulusan yang dibekali skill itu bisa disalurkan ke PT. Toyota, Daihatsu dan beberapa perusahaan besar lainnya. Sehingga karena banyaknya order hingga 400 lowongan, alumni dari sekolah lain pun bisa ikut tes untuk masuk kerja.

Ia mengaku sangat memperhatikan masyarakat miskin dan desa tertinggal. Bukti kepedulian itu diaplikasikan dengan sering berkunjung ke desa-desa terpencil, dan membantu orang tak mampu dengan paket sembako.

MR Berikan Santunan

H.T. Mamat Robby saat menyantuni Azril, 6 tahun bocah berkepala besar dan berbadan kecil seukuran anak satu tahun

Saat reses di Gedung Serbaguna Desa/Kecamatan Subang, Mamat Robby memberikan santuan kepada 60 orang anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Dilanjutkan dengan jaring aspirasi masyakat yang dihadiri lebih dari 100 orang tokoh masyarakat, tokoh agama dan penerima santunan.

Pada kesempatan itu, MR demikian akrab disapa juga memberikan santunan dan perhatian khusus kepada Azril, bocah berusia enam tahun yang memiliki kelainan kepala besar. Azril putra pasangan  Suryana dan Sarinah (almarhumah) ini, ditinggal ibunya sejak balita, menyusul kemudian ayahnya juga tak pernah nongol lagi.

Untungnya kakek dan neneknya, Sanudin dan Painah dengan sabar rela merawat cucu malangnya itu. Azril sehari-hari hanya bisa berbaring dan tidak bisa bicara, ini karena badannya masih seperti anak berusia satu tahun, sedangkan kepalanya seukuran kepala orang dewasa, dengan berat badan 18 kg.

Painah mengungkapkan betapa beratnya merawat cucunya itu, baik untuk makan, mandi dan sehari-harinya. Andai dirawat di rumah sakit pun dengan fasilitas Jamkesmas, ia mengaku sangat berat untuk biaya nunggu sang pasien sehari-hari. “Ke mana kami mencari untuk biaya menunggu selama perawatan, meski biaya perawatan dijamin oleh pemerintah,” ucapnya.

MR sendiri akan berupaya membantu sesuai dengan forsinya, namun harus tetap melalui prosedur yang benar. Seperti rujukan dari Bidan Desa, Puskesmas dan Dinas Kesehatan. (kies)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: