h1

Program IP 400, Dongkrak Produksi Padi 37,5 Persen

29 Maret 2012

Pasawahan, IB

Program IP 400 (indek pertanaman empat kali) dalam setahun mampu mendongkrak produksi padi hingga 37,4 persen. Hal itu diakui oleh Kepala Desa Cidahu Kecamatan Pasawahan, Abdul Wahab saat evaluasi program IP 400 oleh BPPT Provinsi Jawa Barat, akhir November 2011.

Menurut Wahab, setelah menerapkan program IP 400 hasilnya meningkat tajam. Semula hanya 7,2 ton/hektar meningkat menjadi 9,9 ton / hektar, terjadi kenaikan 2,7 ton/ha (37,5%). Tahun 2011 ini, tambah dia, Kelompok Tani Mekar Saluyu Desa Cidahu mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan berupa pembangunan 3 buah bendungan dan irigasi, pengaspalan jalan usaha tani 530 meter, unit pengolahan pupuk organik (UPPO), serta bantuan dari perusahaan lembaga PT. Global Pemalang, PT. Pupuk Kujang dan PT. Petro Bio.

Peningkatan hasil produksi padi itu diapresiasi oleh Camat Pasawahan, Rahman Sutisna, S.Sos. Ia mengharapkan agar bisa ditularkan ke desa lainya di Kecamatan Pasawahan, karena petani Cidahu sudah maju terutama dalam pelaksanaan IP 400 yang berhasil meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan menjadi petani unggulan di wilayah Kabupaten Kuningan.

“Saya meminta agar para petani Cidahu kompak dan menjaga kebersamaan, serta mampu menerapkan teknologi sehingga hasilnya lebih baik lagi,” ucap Rahman Sutisna.

Ny. Endah, perwakilan BPTP Jabar menjelaskan, pada 2011 BPPT Jabar sedang melakukan kajian IP 400. Apabila berhasil akan dikembangkan ke kecamatan lainnya di Kabupaten Kuningan.  Hal itu selaras dengan tujuannya yakni meningkatkan IP 400 (penanaman dan panen) 4 kali dalam setahun pada lahan yang sama. Selain itu, ingin membantu pemerintah untuk mempertahankan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi dengan memperluas lahan baku sawah.

Ia menyebutkan, teknologi yang diterapkan adalah percepatan tanam, pemanfaatan limbah petanian (jerami, kompos), penangkaran benih unggul dan inovasi kelembagaan, dan peningkatan kinerja petani.

Namun harus dipahami, penerapan teknologi peningkataan indek pertanaman itu ada positif dan negatifnya. Dampak positif, semua lahan menjadi naik karena produksi per satuan hektarnya naik sehingga harga gabah naik. Sedangkan dampak negatifnya, karena adanya satu garapan lahan menyebabkan terlam-batnya adopsi teknologi penyewaan lahan. (rml)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: