h1

Balai Desa Gunungaci Nyaris Roboh

29 Maret 2012

Subang, IB

Balai Desa Gunungaci Kec Subang nyaris roboh dimakan usia, maklum sudah puluhan tahun tidak pernah direhab. Sebagai langkah pencegahan, Kepala Desa Gunungaci, M. Enjen terpaksa menyangganya dengan awi (bambu).

Meski terancam roboh dan telah dilaporkan ke BPMD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Kuningan, tetapi belum mendapat bantuan untuk memperbaikinya, apalagi bantuan untuk pembangunan.

Untuk itu, Pemerintah Desa dan BPD Gunungaci telah sepakat akan segera merekontruksinya.  Rumah rakyat itu dianggarkan sebesar Rp. 400 juta itu akan dilengkapi gedung serbaguna.

“Kami akan segera membangun balai desa itu dengan dilengkapi gedung serbaguna pada tahun 2012 dengan rencana anggaran sebesar empat ratus juta rupiah,” terang M. Enjen kepada IB di Kantor Kepala Desa Subang Kec. Subang, Rabu (21/12/11).

Sementara, bantuan dana PPIP (Percepatan Peningkatan Infrastruktur Perdesaan) di desanya digunakan untuk pengerasan jalan antara Blok Gunungaci dengan Kampung Kancana. Jalan sepanjang 3,400 meter dengan lebar 3 meter itu sekarang telah dilakukan pengerasan.

“Sekarang warga Kancana  tak perlu lalgi memutar lebih dari delapan kilo meter menuju desa, karena bisa lebih cepat dengan kendaraan,” ujar M. Enjen.

Mobil Masuk Jurang

Akses jalan dari Desa Jatisari ke Desa Pamulihan Kecamatan Subang masih seperti dulu. Selain rusak juga curam. Sehingga, kalau sopir tidak benar-benar lihai dan menguasai medan, tidak mustahil akan terjerumus ke jurang.

Jalan poros desa itu hanya sekira 150 meter, tetapi masuk wilayah Desa Pamulihan. Padahal jalan dan jembatan di wilayah Jatisari sudah cukup baik. Bahkan jembatan yang dibangun oleh rekanan Dinas Bina Marga menelan anggaran Rp. 800 juta. Sayangnya jembatan yang cukup mahal itu tidak berfungsi baik, karena jalan yang masuk wilayah Desa Pamulihan belum diperbaiki.

“Jembatan yang sudah dibangun mahal itu mubajir, selama jalan penghubung dari Desa Pamulihan-nya belum diperbaiki, dan ini sangat menyulitkan warga kami,” terang Kades Jatisari, Darsono kepada IB.

H. Ibrahim, pengusaha asal Desa Subang yang mobil truknya masuk jurang, harus merogoh kocek lebih dalam lagi. “Kerugian karena kerusakan mobil mencapai Rp. 15 juta, dan pemilik mobil Jeep Wlis yang digunakan menderek truk meminta untuk membeli mobilnya sekalian,” terang H. Ibrahim. (tan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: