h1

UPK PNPM Darma Terbaik di Kuningan

27 Maret 2012

Darma, IB

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Darma mendapat predikat terbaik di Kabupaten Kuningan. Sayang mereka gagal bersaing di tingkat Jawa Barat.

Kegagalan itu menjadi motivasi bagi H. Udin, Ketua UPK Darma untuk berimprovisasi lebih baik lagi. “Kita kalah bersaing dari UPK daerah lainnya karena kurangnya dukungan dari pemerintah daerah,” ujar Udin di kantornya, Rabu (30/11/11).

Dari lomba tingkat Jabar itu, hasilnya empat UPK mendapat penghargaan dan hadiah uang. Keempatnya adalah UPK Mande Kab. Cianjur, UPK Arjasari Kab. Bandung, UPK Cingambul Kab. Majalengka dan UPK Wanayasa Kab. Purwakarta.

“Sebenarnya kami telah berupaya keras sesuai dengan ketentuan yang ada, namun masih kalah bersaing dari Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Permasalahannya, karena di sana ternyata perhatian pemerintah daerahnya terhadap PNPM lebih baik,” terang H. Udin.

Ketika ditanya apa kiranya penyebab kegagalan UPK yang dipimpinnya itu, ia menjelaskan bahwa besarnya perhatian dari pemerintah daerah setempat menjadi kredit poin tersendiri.  Perhatian itu diantaranya tidak pernah telatnya dana co-sharing (pendamping) sebesar 20%, dan adanya bentuk perhatian lain berupa kesejahteraan untuk pengurus UPK.
Pemda Majalengka misalnya yang memberikan insentif Rp. 200 ribu per bulan untuk setiap pengurus.

Meski gagal menjadi juara tingkat provinsi, namun semua perwakian UPK diajak pula oleh Tim Provinsi untuk studi banding ke Bali dan Jawa Tengah. Di Bali dapat pembelajaran, betapa besarnya perhatian Pemprov terhadap PNPM. Bila satu UPK diberi bantuan satu miliar oleh pemerintah pusat, maka Pemprov memberikan bantuan uang yang sama kepada UPK.
“Bila dari pusat UPK dibantu satu miliar, maka Pemprov Bali juga memberikan tambahan anggaran sebesar itu untuk setiap UPK,” terangnya.

Meski gagal meraih prestasi di tingkat provinsi, UPK Darma masih bisa berbangga diri, karena asset terus bertambah. Ia menjelaskan, hingga saat ini asset telah mencapai Rp. 2 miliar, termasuk bangunan yang terletak di belakang rumah dinas Camat Darma, dan telah diresmikan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda.  Tahun ini saja mengalami penambahan sebesar Rp. 250 juta dari pos simpan pinjam perempuan (SPP), sedangkan sebagian besarnya (80%) untuk fisik Rp. 600 juta.
S

ektor fisik sendiri, tahun 2011 dialokasikan untuk tiga desa yakni Desa Parung sebesar Rp. 269 juta untuk rabat beton 2.942 meter. Selanjutnya, Desa Situsari mendapat Rp. 39 juta untuk tembok penahan tebing (TPT) dan Desa Sakerta Barat Rp. 140 juta untuk parit tepi jalan 1.207 meter.

Dua Ketua UPK Diganti

Karena masalah keuangan yang tidak beres, dua pucuk pimpinan UPK diganti dalam musyawarah antar desa (MAD) yakni UPK Luragung dan Ciniru. Juned, Ketua UPK Luragung digantikan oleh Dian, karena diduga telah meminjamkan uang kepada perorangan sebesar Rp. 24 juta. “Seharusnya pinjaman itu hanya diberikan kepada kelompok yang telah terdaftar, dan tidak boleh kepada perorangan,” terang dia.

Pengelolaan yang kurang bagus, kata ketua Forum UPK Kab Kuningan ini, dilakukan pula oleh UPK PNPM Kecamatan  Ciniru, sehingga posisi Misja sebagai ketua dilengserkan dalam MAD dan diganti oleh Firmansyah. (tan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: