h1

Siswa Kesurupan Massal, Bupati Dua Kali Datangi SMPN 2 Ciwaru

27 Maret 2012

Ciwaru, IB

Insiden kesurupan massal yang menimpa puluhan siswa SMPN 2 Ciwaru selama sebulan lebih mendapat perhatian Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda. Orang nomor satu di Kuningan ini menyempatkan hadir di sekolah yang terletak di Desa Citikur Kecamatan Ciwaru itu hingga dua kali.

Pertama, Ia datang saat para siswa masih ada yang kesurupan, dan sempat bertatap muka dengan siswa dan orang tuanya, Senin (21/11/11). Seminggu kemudian, Bupati datang lagi untuk memimpin upacara bendera, Senin (28/11/11).

Atas kejadian kesurupan massal, Bupati Aang menyatakan keprihatinannya, karena telah mengganggu kegiatan belajar mengajar. Namun kejadian ini menurutnya bukan tanpa alasan, melainkan bisa juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang kurang tertata, sehingga menyebabkan para siswa tidak betah. Lebih parah lagi kondisi sekolah yang kurang nyaman.

“Tahun depan SMPN 2 Ciwaru diharapkan ada perubahan baik dari penataan maupun kondisi bangunan. Juga  perlu sarana aktivitas pendukung lainnya,” katanya.

Ia mengajak para siswa untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan shalat wajib dan mengisi pikiran dengan hal-hal positif, serta meminta do’a kepada orang tua. “Insya Allah dengan seperti ini pikiran kita akan tenang dan dijaga dari berbagai gangguan mahluk. Lakukan pula komunikasi dengan keluarga dan pihak sekolah jika memiliki permasalahan,” nasihat Bupati Aang.

Dilihat dari  raut muka, para siswa tidak dalam keadaan kosong melainkan penuh keceriaan. “Saya mengharapakan adik-adik semua memiliki semangat untuk bangkit agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkapnya.

Bupati Aang hadir didampingi Camat Ciwaru Jojo Joharsa, S.Sos, Danramil  dan Kapolsek Ciwaru, serta Kepala Desa Citikur R. Asep Saputra.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMPN 2 Ciwaru, Oyo Waluya S.Pd, mengatakan, kejadian kesurupam sudah mulai berkurang bahkan nyaris tidak ada. Ia berharap, dengan kahadiran Bupati ke sekolahnya kejadian kesurupan akan berakhir karena masalah ini cukup mengganggu KBM.

Terkait kondisi sekolah yang diakuinya kurang tertata, Ia ingin agar tahun depan mendapat anggaran berikut kelengkapan sarana lainnya, mulai dari lapang voli hingga laboratorium. Sehingga, akan menghidupkan aktivitas para siswa.

Saat ditanya oleh Bupati Aang mengenai keberadaan guru,  Oyo Waluya menjelaskan bahwa di SMPN 2 Ciwaru guru berjumlah 22 orang, 13 orang diantaranya PNS. “Sekolah kami masih memiliki kendala terutama keberadaan guru Matematika dan Bahasa Inggris bukan dari jurusannya,” ujarnya. (tan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: