h1

32 Orang Sopir Bus Dites Urine

27 Maret 2012

Kuningan, IB

Polisi Resor (Polres) Kuningan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Kuningan, Selasa (22/12/11), bertempat di Terminal Tipe A Kertawangunan mengadakan razia tes urine terhadap para sopir bus.

Dalam kesempatan itu, terjaring sebanyak 32 orang sopir bus yang berhasil dites urine. Berdasarkan catatan Polres Kuningan, dari ke 32 orang yang telah melaksanakan tes urine tersebut, didapatkan satu sampel urine nomor urut 12 atas nama inisial Uwa yang diduga positif  mengandung amphitamin sejenis sabu.

Disamping itu didapatkan pula seorang sopir bus bernama Hermansyah yang diduga mengidap hipertensi karena sewaktu dicek tekanan darahnya sampai 200/140. Oleh karena itu dia langsung diberi obat, dan jajaran Polres Kuningan meminta Hermansyah untuk istirahat agar tidak melanjutkan perjalanan.

Kapolres Kuningan, AKBP Wahyu Bintoro, SIK, MH kepada wartawan mengatakan bahwa razia tes urine terhadap para sopir bus sebagai langkah antisipasi agar dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan ulah ugal-ugalan para sopir bus yang seringkali menelan korban di jalan.

Hal tersebut menurut Kapolres bisa terjadi dikarenakan berbagai faktor, mungkin saja para sopir bus sering menggunakan sejenis obat suplemen agar badannya terasa fit, atau bisa juga karena mengkonsumsi narkoba, dan mungkin pula faktor tekanan karena dikejar target setoran oleh para Pengusaha Otobus (PO).

“Jika suatu saat nanti ada diantara sopir yang diduga kuat mengkonsumsi narkoba serta ada barang bukti berupa ganja dan sejenis psikotofrika lainnya, kami akan bertindak tegas”, tandas Wahyu.

Test Urine Bukan Gebragan Sesaat

Lebih lanjut Kapolres menegaskan, tes urine terhadap sopir bus merupakan gebragan awal dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kapolres baru di Kabupaten Kuningan. “Tapi ini juga bukan hanya sebatas gebragan sesaat, karena kami akan terus menindaklanjuti secara periodik dan sasarannya akan diperluas kepada umum. Begitu juga masalah tes urine sekarang ini, akan ditindaklanjuti dengan upaya mengkomunikasikannya dengan para PO, agar para sopir bus dapat bekerja nyaman tanpa rasa tertekan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kadishub Kuningan Drs. Djaka Chaerul, kepada IB menerangkan bahwa razia tes urine kepada para sopir bus merupakan bagian follow up anak yang tergilas bus baru-baru ini. “Hal ini sudah sering terjadi dan cukup meng-khawatirkan semua pihak apabila terus-terusan dibiarkan. Untuk itu kami sangat mendukung langkah dan upaya Kapolres,” tegasnya.

“Perlu diketahui Terminal A Kertawangunan merupakan sentral terminal bus yang dilalui oleh tujuh PO. Jumlah Bus keseluruhannya 230, sedangkan yang beroperasi setiap hari sekira 150 sampai dengan 200 bus. Jika dirata-ratakan setiap harinya yang keluar dan masuk terminal terhitung 100 bus,” terang Djaka. (rda)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: