h1

Forum Silaturahmi Parpol, Ormas dan LSM

25 Maret 2012

Kramatmulya, IB

Badan Keatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat  (Badan Kesbanpol dan Linmas) Kab. Kuningan kembali mengadakan forum silaturahmi antara Pemkab Kuningan dengan pimpinan partai politik, ormas dan LSM di RM Lembah Ciremai, Jum’at (11/11/11).

Kepala Badan Kesbanpol dan Linmas Kab. K uningan, H. Yeddy Chandra SS, SH, MH menyebutkan acara itu dihadiri Bupati Kuningan, pimpinan SOPD, Muspida dan sekira 150 pimpinan parpol, ormas, LSM dan pondok pesantren.

Yeddy Chandara mengatakan, kegiatan bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang hasil pembangunan yang telah dilaksanakan, serta rencana pembangunan ke depan. Selain i tu, menampung aspirasi dari pimpinan parpol, ormas dan LSM demi terciptanya pelaksanaan pem-bangunan di Kabupaten Kuningan secara kondusif.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengatakan, seusai visi dan misi pembangunan Kabupaten Kuningan tahun 2008 – 2013, peran orsospol, ormas dan LSM dalam pembangunan itu sangat besar.

Hasilnya, tambahnya, berbagai pembangunan dan penghargaan berhasil diraih Kuningan, diantaranya penghargaan dari Menteri Kesehatan sebagai Kabupaten Sehat 2014, yang diterima pada 14 November 2011. “Ini karena Kabupaten Kuningan berhasil meningkatkan indek kesehatan. Tahun ini saja sebanyak enam Puskesmas dibangun, dan RS Bandorasa mulai difungsikan,” jelas Aang.

Menurut Aang, Kuningan juga meraih penghargaan sebagai Kota Hijau dari Menteri Pekerjaan Umum RI.

Selanjutnya, kata Aang, perluasan dan penataan Masjid Syiarul Islam yang representatif sudah rampung. Begitu pula Masjid Kuningan Islamic Centre akan segera dapat dipergunakan, karena telah selesai. “Nanti kalau mau latihan manasik haji bagi anak-anak tidak perlu lagi di Pandapa Paramartha karena KIC bisa dipergunakan. Juga kegiatan MTQ daerah perbatasan,” terang Aang.

Sesi Dialog

Usai penyampaian materi, dilanjutkan dengan dialog interaktif yang terbagi dalam dua sesi, masing-masing lima penanya. Auden pertama disampaikan oleh Amran Sutarto dari PKPI yang menyampaikan ketidaksetujuan diadakannya MTQ sebelum jelasnya penyelesaian masalah ajaran Ahmadiyah di Kuningan. Pasalnya, kata Amran, kata agamis tidak cocok selama masih ada penistaan terhadap Islam oleh Ahmadiyah.

Selanjutnya, Juju Jum’ati dari GOW/IBI menyampaikan terima kasih dengan telah dibangunnya gedung GOW untuk aktivitas perempuan, tinggal kelengkapannya saja.

Ia pun menyampaikan keluhan berkaitan 29 lulusan kebidanan yang diberikan beasiswa oleh Pemkab Kuningan tenyata hingga saat ini tidak bisa bekerja sebagai bidan di desanya, sehingga mereka harus bekerja ke luar daerah.

Kritik keras dilontarkan oleh Budi Tri Maladi dari LSM Kompak. Menuru Budi, gencarnya pembangunan di Kabupaten Kuningan tidak seimbang dengan sistem pengawasan, sehingga hasil pembangunan tak bertahan lama. Ia pun mensinyalir adanya dugaan penyimpangan dana BOS di beberapa sekolah, tetapi tidak pernah ada tindakan ataupun sanksi.

Ia juga menyoroti informasi yang menyebutkan Kuningan sudah bebas buta huruf, padahal di desanya masih banyak yang tidak bisa baca tulis. Budi tak sependapat dengan telah turunnya angka kemiskinan, karena di desanya hampir 90% masyarakatnya miskin. (tan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: