h1

Acep Purnama: 2012, Kades dan Perangkat Desa Dapat Tunjangan Tetap

25 Maret 2012

Kuningan, IB

Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH akan berupaya optimal agar para kepala desa dan perangkat desa dapat tunjangan tetap dalam APBD 2012. Ungkapan itu disampaikan Acep menanggapi aspirasi para kepala desa dan pamong desa yang tergabung dalam Parade Nusantara (Per satuan Rakyat Desa Nusantara), Jum’at (11/11/11).

“Saya akan berupaya seoptimal mungkin agara para kepala desa dan perangkat desa dapat rtunjangan tetap dan masuk APBD 2012,” janji Acep, disambut ratusan kades dan perangkat desa di Ruang Paripurna DPRD Kuningan.

Aksi unjuk rasa itu diikuti sekira 250 kades dan perangkat desa. Aksi diawali dengan mendatangi Kantor Bupati Kuningan pada pukul 09.00 wib. Sayangnya, mereka gagal bertemu dengan Bupati Kuningan, H, Aang Hamid Suganda dan hanya diterima oleh Sekda Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si, itupun jawabannya tidak memuaskan.

Sehingga rombongan melanjutkan ke Gedung DPRD dan diterima oleh Ketua H. Acep Purnama, Wakil Ketua Drs. H. Toto Suharto, S.Farm.Apt dan Ketua Komisi A Pusantara.

Ketua Presidium Parade Nusantara Kuningan, Drs. Eman Suherman mengatakan, aksi yang dilaksanakan secara serentak di seluruh nusantara ini untuk meminta tanda tangan bupati dan ketua DPRD agar RUU tentang Desa segera dibahas antara pemerintah dan DPR serta secepatnya disahkan sebagai UU Desa.

Jika tidak segera disahkan mereka mengancam tak akan melaksanakan tugas pembantuan. “Jika tidak segera disahkan maka aparat desa yang tergabung dalam Parade Nusantara akan melakukan aksi boikot atas segala bentuk tugas perbantuan yang diberikan kepada pemerintah desa, yang diantaranya adalah tidak akan melaksanakan penarikan PBB dan  pembuatan e-KTP,” terang Eman.

Ia mengungkapkan, Persatuan Rakyat Desa Nusantara menghendaki perubahan dari pola pembangunan di desa menjadi pola pembangunan desa. Itu dimaksudkan pembangunan yang dilaksanakan di desa dirancang oleh pemerintah desa beserta masyarakat desa, diawasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa, sementara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat bertindak sebagai pembimbing dan sekaligus pengawal pembangunan di desa.

Tuntutan lainnya yang disampaikan Parade Nusantara, alokasi dana pembangunan desa minimal 10% dari APBN/Proporsional, biaya pemilihan kuwu menjadi beban APBD Kabupaten, masa jabatan kuwu 8 tahun dan perangkat desa hingga usia 65 tahun, serta periodesasi keikutsertaan di dalam pilkades dengan batasan usia.

Ia juga meminta agar Pemda Kuningan memberikan tunjangan tetap bagi kepala desa dan perangkat desa. Tunjangan tetap itu merupakan amanah dari pasal 27 Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 2005. “Sayangnya pemerintah daerah sejak enam tahun yang lalu itu tidak ada upaya sama sekali,” kata dia.

Selain itu, disoroti pula keberadaan PD Aneka Usaha yang miskin kreasi dan hanya bisa mencaplok yang sudah ada, termasuk yang dikelola oleh pemerintah desa. “Seharusnya PDAU itu menggali potensi yang ada di Kabupaten Kuningan untuk meningkatkan PAD, bukannya main ambil saja,” serang Eman.

Terpisah, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso seperti dilansir Metrotvnews menilai, pemerintah sengaja mengulur waktu  menuntaskan draft RUU itu. Kata dia, penundaan pembahasan RUU Desa mengakibatkan nasib kepala desa di seluruh Indonesia tidak jelas.

“RUU tentang Desa ini rupanya masih terkatung-katung di Kementerian Dalam Negeri. Apa yang suarakan mereka adalah suara keprihatinan dari arus bawah, saya wanti-wanti kepada menteri dalam negeri dan pemerintah tolong lebih proaktif mengenai masalah ini. Dipercepat itu draft yang sudah ada di Kementerian Dalam Negeri sehingga kita bisa segera bahas di DPR” katanya. (tan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: