h1

Ruas Jalan Gunungsari – Cimahi Rusak Parah

24 Maret 2012

Cimahi, IB

Kepala Desa Gunungsari Kecamatan Cimahi, Warto tengah memfokuskan pembangunan lingkungan. Setelah sebelumnya membangun jalan dengan kontruksi beton dari dana ADD (alokasi dana desa) dan swadya masyarakat, kini dilanjutkan dengan membangun jalan desa di sebelah barat.

Jalan yang mulai pembangunannya pada Oktober 2011 itu berukuran panjang  950 meter dan lebar 3 meter. Pembangunan memanfaatkan dana PPIP (Program Percepatan Infrastruktur Perdesaan) sebesar Rp. 250 juta.

“Pembangunan jalan itu merupakan keinginan warga yang menginginkan jalan bagus dan kuat, sehingga ketika kami mendapat dana PPIP kami manfaatkan untuk membangun jalan itu,” terang Warto di rumahnya, Kamis (20/10/11).

Sebelumnya, kondisi infrastruktur desa yang berpenduduk 2.500 jiwa itu memang jauh tertinggal dari desa di sekitarnya. Namun sekarang jauh berubah sejak Warto jadi kepala desa. Perubahan tak hanya dari penataan jalan lingkungan yang hampir usai, namun jalan poros desa yang menghubungkan desanya dengan Desa Cimulya, sekarang sudah berfungsi dengan baik.

Konon, dua desa (Gunungsari dan Cimulya) itu sebelumnya merupakan satu desa, tapi terpisah dengan jarak sekira 2,1 kilometer. Dan, baru sekarang bisa saling komunikasi    dengan menggunakan transportasi roda empat, pasca pembangunan jalan yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar sekira Rp. 1,3 miliar.

“Kini jalan itu bisa mengakses kedua desa, dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat,” terang Warto.
Kondisi yang berbeda, nampak dari ruas jalan Desa Cimahi – Gunungsari. Jalan sepanjang 3,1 km itu kondisinya masih rusak parah dan belum diperbaiki juga. “Kami mengharapkan kepada Bupati Kuningan agar jalan yang menghubungkan Desa Gunungsari menuju Kantor Camat Cimahi segera diperbaiki, karena kondisinya sudah sangat parah,” harapnya.

Hampir sama dengan desa di Kecamatan Cimahi yang lainnya, hampir semuanya kurang air baik untuk pengairan maupun air bersih. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih di desa ini, sebenarnya pada 2010 lalu telah dilaksanakan pengadaan air bersih melalui proyek PAMSIMAS (Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat). Sayangnya, air yang tetap saja sulit ketika musim kemarau seperti belakangan ini.

Hal itu tentu harus dicarikan solusinya agar air bersih yang telah menelan dana menyentuh Rp. 275 juta ini bisa bermanfaat tak hanya dimusim hujan. Diantaranya mencari sumber air yang debit airnya cukup.

Ia pun punya rencana membangun kantor kepala desa dan gedung serba guna. Pembangunan itu sendiri telah dimulai belum lama ini, diawali dengan membuat pondasi. “Pembangunan ini kami rencanakan akan menelan anggaran sebesar delapan ratus tujuh puluh juta rupiah,” ucap dia. (tan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: