h1

Disperindag Gelar Catur Non Master Bupati Cup

24 Maret 2012

Bupati Kuningan, H. Aang dengan Dandim 0615 Kuningan, Letkol Sugeng Waskito Aji saat pembukaan Turnamen Non Master Bupati Cup, di Kantor Disperindag, Sabtu (29/10/11)

Kuningan, IB

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kerjasama dengan DPD KNPI dan Pengda Percasi Kabupaten Kuningan menggelar Turnamen Catur Non Master Bupati Cup. Ketua Panitia Turnamen, Dading mengatakan, turnamen yang digelar selama dua hari, Sabtu – Minggu (29 – 30 Okt 2011) itu diikuti 150 pecatur dari wilayah III Cirebon, plus Bandung, Purwakarta, Ciamis dan Tegal.

Ia mengharapkan agar Turnamen Bupati Cup tersebut bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya untuk mencari bibit pecatur pada masa depan.

Ketua Pengda Percasi Kuningan, H. Uba Subari AK mengaku bangga atas digelarnya turnamen itu, dan berharap agar diikuti oleh dinas-dinas lainnya. “Selama ini Kuningan sudah banyak memiliki pecatur handal, sekarang tinggal MN Arisman saja. Namun kita punya harapan seorang pecatur muda Rida Muthiani yang disekolahkan di Sekolah Catur Guna Darma,” ujarnya.

Sekretaris Umum KONI Kab. Kuningan, Drs. Dedi Kusnadi, M.Si menjelaskan bahwa saat ini beberapa cabang olah raga sedang sibuk mengikuti kegiatan. Seperti IPSI sedang mengikuti Kejurnas, dan Perbasi ikut Kejurda. KONI ingin memberikan kontribusi terhadap pembangunan olahraga di Kabupaten Kuningan, dengan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi. “Seperti diperlihatkan enam atlet asal Kuningan yang ikut dalam Sea Games mendatang,” kata Dedi.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengharapkan agar turnamen itu dapat melahirkan pecatur andal yang bisa bersaing ditingkat regional atau nasional. Sebab, kata Aang, selama ini prestasi Kuningan di level Jawa Barat masih kurang bagus, termasuk pada PORDA 2011 lalu di Bandung. Saat itu Kuningan hanya menempati peringkat 15, dan sangat sulit untuk menembus 10 besar.

Tapi dirinya merasa bangga, dalam PORDA itu cabor Sepakbola bisa masuk grand final, dan itu merupakan pencapaian tertinggi Kab. Kuningan. “Agar kita bisa berprestasi maka harus membenahi organisasi, wasit dan atletnya. Kabupaten Kuningan saat ini banyak bibit atlet potensial, tetapi pembinaannya kurang optimal, sehingga hasilnya kurang memuaskan,” ujar Aang.

Ia juga mengharapkan agar Pemprov Jawa Barat menempatkan daerah tertentu untuk pembinaan olahraga. Misalnya, Kuningan untuk Cabor Atletik, Bandung untuk Sepakbola dan Tasikmalaya untuk Panahan. Sehingga bila ada PON tinggal mewakili dari daerah tertentu saja.

Kepala Dinas Perindag Kab. Kuningan, Nana Sugiana, SE, M.Si didampingi ketua Pengda Percasi menambahkan, tujuan dari turnamen adalah untuk menjalin silaturahmi antar pecatur. Sedangkan untuk prestasi ada batasannya, yakni umur maksimal 37 tahun, dan harus mendapat izin dari Pengda Percasi Jabar. “Meski demikian tidak menutup-kemungkinan lahir talenta-talenta baru pengganti MN Arisman yang waktunya akan segera habis,” terang dia. (tan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: