h1

84 Pasangan Pengantin Ikuti Isbat Nikah Massal

24 Maret 2012

Kuningan, IB

Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Kuningan menggelar isbat nikah kerja bareng dengan Pengadilan Agama Kuningan yang diikuti 84 pasangan pengantin. Untuk kelompok pertama diikuti sebanyak 43 pasangan pengantin, bertempat di Sekretariat K3S Kuningan, Kel. Purwawinangun, Kamis (20/10/11).

Ketua K3S Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda menuturkan, isbat nikah diikuti pasangan pengantin yang berasal dari beberapa kecamatan yang berada di Kuningan dan dilakukan selama 2 hari. Untuk sisanya, 39 pasangan pengantin dilakukan di Kantor Kecamatan Ciawigebang 21 Oktober.

“Bahkan rencanaya 1 November juga akan dilakukan  nikah massal  yang diikuti sebanyak 11 orang. Sekaligus penyerahan akta nikah bagi meraka yang telah melakukan isbat nikah,” ungkap ketua umum K3S Kab. Kuningan yang memiliki kepedulian sosial ini.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, jelas Utje, untuk mewujudkan pelaksanaan program secara terpadu dalam meningkatkan martabat dan kesejahteraan keluarga dengan menaati peraturan pemerintah dan meningkatkan pelaksanaan yang dilandasi kepedulian sosial untuk mengangkat derajat keluarga dengan memiliki surat nikah.

Untuk  temanya  yakni melalui bhakti sosial nikah massal, kita tingkatkan ketaatan hukum dan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda tahunan  dan kali ini adalah yang ke tiga. Sedangkan untuk isbat nikah baru tahun ini, namun tidak menutupkemungkinan akan menjadi agenda tahunan.

Oman, S.Ag, Ketua Panitia menjelaskan, sidang isbat nikah merupakan  permohonan untuk pengesahan nikah dimana pernikahan dulu tidak tercatat di KUA atau kawin agama. Apabila sudah memenuhi persyaratan akan keluar putusan atau penetapan. Setelah itu akan diberikan akta nikah dari Kantor Urusan Agama setempat.

Untuk pelaksanaan sidang isbat nikah ini, Oman mengatakan,  ada  ketua majelis, hakim anggota 2 orang ditambah panitera pengganti 1 orang. Dari peserta nikah massal dihadiri suami selaku pemohon 1 dan istri pemohon 2 dan saksi. Adapun materi sidang berkaitan dengan pertanyaan siapa saksi nikah, wali nikah,  mas kawin, dan lainnya.

“Pengadilan agama akan menolak permohonan putusan apabila tidak memenuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dan juga menolak apabila ada peserta yang melakukan poligami,” ungkap sekretaris Pengadilan Agama Kuningan ini.

Menurut Oman, pihaknya  kami akan terus mendukung, bahkan rela jemput bola untuk terselenggranya kegiatan nikah massal ini. Terutama untuk membantu mereka yang tidak mampu dan semua ini dilakukan untuk memberikan kemudahan untuk anak mereka mendapatkan akta lahir dan akta diri perkawinan.  (tan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: