Archive for Juli, 2011

h1

Meski Tumpul, Syaiful Bahri Pimpin BK DPRD Lagi

19 Juli 2011

Kuningan, IB

Meski tak segarang Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD sebelumnya, Nuzul Rachdy, SE dari PDI Perjuangan yang berhasil mengungkap secara politis kasus Nining Kurnia, namun Syaiful Bahri, SH meski dinilai tumpul oleh sebagian kalangan karena tak bisa mengungkap kasus dana aspirasi, tetapi sekretaris DPC PPP ini kembali terpilih untuk periode kedua.

Padahal Ia sendiri sempat menuai protes dari Fraksi PKS dan Fraksi Reformasi terkait penetapan anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kuningan, tapi Ia tetap melenggang untuk ke dua kalinya. Bahkan ditetapkan secara aklamasi. Kepastian itu terpantau dari hasil rapat paripurna internal DPRD yang dipimpin  Wakil Ketua DPRD, Drs. Toto Suharto, S.Farm Apt, di ruang Badan Anggaran, Jum’at (24/6).

Selain Syaiful Bahri (Fraksi PPP) tercatat empat nama yang diusulkan menjadi kandidat. Mereka adalah Didi Setiadi, S.Pd (F-Partai Golkar), Rakim Sungkar (F-PDIP), H. Dadang Suprijadi (F-Partai Demokrat) dan Rahmat Sahuri (F-PAN). Calon lainnya kemudian ditetapkan menjadi anggota Badan Kehormatan DPRD.

Saat dimintai komentarnya terkait tugas dan wewenang BK beberapa waktu lalu, Syaiful Bahri mengatakan, BK merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap dan dibentuk serta ditetapkan oleh DPRD. Dalam tugasnya BK memiliki wewenang untuk memberikan penjelasan, serta pembelaan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota Dewan.

“Kami akan bekerja secara profesional sesuai dengan aturan. Namun, kami tidak bisa bertindak atas nama BK bila dalam suatu dugaan pelanggaran anggota Dewan, tidak ada pelapor dan saksi dan atau pihak lain yang terkait, termasuk untuk meminta dokumen atau bukti lain,” terangnya seperti ditulis Kuningan News. (tan)

Iklan
h1

Yoyo Mulyadi Pimpin DPK APDESI Darma

19 Juli 2011

Darma, IB

Yoyo Mulyadi terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Darma. Ia berhasil meraih kepercayaan dari 42 kepala desa dan perangkat desa dari 83 pemegang suara.

Yoyo Mulyadi dipercaya oleh masyarakat karena kepemimpinannnya yang baik dan benar. Ia dipercaya karena dirinya selalu mengedepankan kepentingan masyarakatnya seperti peningkatan kesehatan, penuntasan kemiskinan, keagamaan dan membangun infrastuktur.

Melihat kepemimpinannya itu, tak aneh bila para kepala desa dan perangkat desa di Kecamatan Darma mempercayainya untuk menjadi ketua DPK APDESI Kec. Darma periode 2011-2016.

Ia akan menggantikan H. Ridwan Fauzi, mantan Kepala Desa Sakerta Barat.  Pada pemilihan di Aula Kantor Camat Darma, Kamis (30/6) itu hadir Camat Darma Drs. Sadudin, M.Si,  Ketua APDESI H. Ridwan Fauzi, Muspika, dan pemegang hak suara.

Ia berhasil menyingkirkan calon lainnya  Umar Hidayat, Kades Jagara yang meraih 7 suara dan Yadi Juharyadi, Kades Darma 3 suara.

Ketua DPK APDESI terpilih, Yoyo Mulyadi mengungkapkan visi misinya. Visi itu diantaranya akan menjembatani para kepala desa di Kecamatan Darma, akan mengawal program-program pembangunan dari pemerintah an baik daerah maupun dari pusat dan disalurkan kepada setiap desa. Serta ingin meningkatkan kesatuan dan persatuan para perangkat desa menuju kebersamaan dan kesejahteraan. (mas)

h1

Bupati Aang Lantik Lima Kades

19 Juli 2011

Darma, IB

Lima kepala desa dilantik oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda di halaman Kantor Kepala Desa Sakerta Barat, Senin (27/6). Ke lima Kades itu yakni Hj. Nuroh Nurhayati Desa Sakerta Barat dan Suhawan Desa Cikupa Kec. Darma.

Selanjutnya, Eyo Yohana Desa Pakapasan Girang Kec. Hantara, Asep Suhemi Desa Margasari Kec. Luragung, dan Sartim Yudiana, S.Pd Desa Sagaranten Kec. Ciwaru.

Asep Suhemi merupakan muka baru di jajaran pemerintahan paling bawah itu. Sedangkan yang lainnya merupakan penerus atau pernah mengenyam birokrasi di pemerintahan desa.

Hj. Nuroh Nurhayati melanjutkan suaminya, H. Ridwan Fauji, dan Eyo Yohana meneruskan dinasti Ayahnya, D. Setiawan yang telah menjabat selama dua periode. Begitu pula Yudiana, ia sebelumnya merupakan incumbent yang memenangkan pilkades secara ketat.

Kemenangan Yudiana memang bikin ketar-ketir karena hanya beda satu suara dari lawannya, Irfan Sujana. Yudiana meraih 348 suara dari sekira 800 orang pemilih dan Irfan 347 suara, sisanya 11 blangko dan 12 tidak sah.

Sedangkan, Suhawan, meski baru pertama kali menjabat kades, tetapi Ia pernah menjabat sekretaris desa selama beberapa tahun. Ia merupakan pendahulu sekdes Cikupa, sebelum digantikan oleh Eno Sukana dan menjadi kades periode 2003 – 2011. Pada Pilkades lalu, Suhawan menumbangkan Eno Sukana dengan skor 579 : 374 dari 1.059 suara masuk.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda menjelaskan bahwa pelantikan kades merupakan awal strategis penyelenggaraan pemerintahan desa. Ia meminta agar perbedaan yang sempat muncul bisa dipersatukan kembali, jangan ada perlakuan pendukung dan bukan pendukung, karena semua adalah rakyat kita.

Dalam mewujudkan desa yang maju dan mandiri, kata Aang, perlu dibuat produk hokum yang baik dan benar, serta segera lakukan harmonisasi dengan lembaga di desa, baik BPD, LPM, MUI, PKK dan Karangtaruna. “Dan bila ada masalah segera selesaikan secara musyawarah dengan prinsip yang terbaik, untuk semua,” sarannya.

Sebagai Sekjen APKASI, Aang telah melakukan langkah untuk memperbaiki nasib kades dan perangkat desa dengan melakukan komunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

Pada 7 Juni lalu, Ia menyebut kan, dirinya telah mendapatkan anugerah Kalpatru sebagai pembina lingkungan hidup. Untuk itu, Ia berharap agar setiap kepala desa bisa membangun desanya yang berwawasan lingkungan. “Berikan mata air untuk keturunan kita, bukan air mata,” ucap Aang.

Ia menuturkan bahwa prioritas pembangunan tetap yakni pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Saat ini kondisi jalan di Subang dan Cilebak sangat parah.

Acara dihadiri Dandim Letkol Kav. Sugeng Waskito Aji, Kabag Binmas Kompol Suwarno, Kajari Kuningan dan Ketua Pengadilan Negeri Kuningan, dan Ketua DPRD Kab. Kuningan, Drs. H. Toto Hartono.

Hadir pula Camat Darma Drs. Sadudin, M.Si, Camat Hantara Bisri, S.Sos, Camat Luragung Drs. Dudi Fahrudin, M.Si, dan Camat Ciwaru Jojo K. Sukarsa, S.Sos, beberapa kepala desa di Kecamatan Darma, dan kades yang baru dilantik. (tan)

h1

WC GOR Ewangga Mampet dan Bau

19 Juli 2011

Kuningan, IB

Sebuah kontradiktif ditampilkan pengelola  GOR Ewangga Kuningan. Pada bangunan yang dibangun mencapai Rp. 1,5 miliar dengan hasil mengutang dari Bank Jabar ini ternyata tidak terawat dengan baik, padahal hampir setiap minggunya selalu ada kegitan yang melibatkan ratusan hingga ribuan pengunjung.

Nampak pengunjung wanita menutup hidungnya karena bau yang tak sedap dari WC untuk keperluannya. Karena tak terawat dan airnya nyaris tidak ada, sehingga bau tak sedap itu pun begitu menyengat.

Sementara Eman Sulaeman, M.Pd, Sekretaris Dewan Pembina BKPRMI yang kebetulan menyewa GOR untuk acara wisata mengeluhkan kondisi WC yang baru dan tidak terawat itu. “Gedung ini dibangun dengan dana besar mencapai miliaran rupiah, tapi sayang tidak dirawat. Padahal hampir setiap hari ada kegiatan yang melibatkan banyak orang di gedung ini,” gerutu Eman.

Sayangnya mesti banyak orang yang mengunakan jasa geung itu, tetapi tak nampak pengelola gedung itu. (tan)

h1

Nama Jalan Lingkar Cijoho Berkembang Menjadi 18

19 Juli 2011

Kuningan, IB

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Drs. Djaka Chaerul, melalui Kabid Lalu Lintas, Ujang Jaenudin, pemberian nama jalan di Kuningan dari awalnya yang hanya satu, kini berkembang menjadi 18 ruas jalan.

Dikatakan Ujang, berkembangnya nama-nama jalan tersebut berdasarkan usulan dan hasil musyawarah beberapa tokoh masyarakat. “Kami dari Tim 9 yang diketuai Asda II Drs. Yayan Sofyan, MM telah menghimpun 18 nama jalan yang nantinya akan di-SK oleh bupati,” terangnya, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan Perda, lanjut Ujang, nama jalan yang baru diambil dari nama tokoh nasional, tokoh daerah, dan beberapa nama berdasarkan musyawarah kearifan lokal. “Untuk lebih jelasnya nama ke 18 jalan itu, nanti setelah SK ditandatangani bupati,” katanya.

Di tempat terpisah, Dodo Syarif Juanda, anggota Fraksi Partai Demokrat kepada IB menuturkan bahwa idealnya pengembangan nama jalan di Kuningan cukup enam ruas jalan saja. (Rda)

h1

Pasutri H. Gozali – Hj. Tuti Wakili Keluarga Sakinah Kuningan

19 Juli 2011

Kuningan, IB

Untuk menentukan keluarga sakinah teladan terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat, keluarga pasangan H. Gozali (70) dan Hj. Tuti Rusilawati (60) dinilai oleh Tim Penilai dari Provinsi Jawa Barat. Keluarga asal Kelurahan Ciporang Kecamatan Kuningan ini merupakan yang terbaik dan mewakili Kabupaten Kuningan dalam pemilihan keluarga sakinah teladan tingkat provinsi.

Dalam paparan profil keluarga, H. Gozali menuturkan telah mengarungi rumah tangga 39 tahun. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tiga orang anak cukup sukses yakni Dian Andriani, A.Md (putri sulung), Deni Adi Wijaya, SE, dan Diki Andi Kusuma, SH.

Dalam mengatur rumah tangga, kata H. Gozali, dirinya memberikan kebebasan kepada seluruh anggota keluarganya untuk menyampaikan pendapat. Karena, demokratisasi dalam keluarga dipandang cukup penting dalam mewujudkan keluarga yang sakinah.

“Selain itu, dalam keluarga kami begitu menekankan pendidikan keagamaan dengan terus menjaga kebiasaan-kebiasaan baik, seperti sholat berjamaah, dan mengaji Al-Quran bersama,” jelasnya.

Sementara, Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos memberikan apresiasi terhadap keluarga Gozali atas kerja kerasnya dalam membangun keluarga dan berbuat baik kepada masyarakat. Berdasarkan riwayat hidup Gozali sekeluarga itu, banyak prestasi dan sumbangsih yang telah diberikan bagi Kabupaten Kuningan.

“Untuk itu, saya rasa keluarga Bapak Gozali dan Hj. Tuti sangat pantas terpilih sebagai keluarga sakinah teladan terbaik tingkat provinsi. Karena kita sebelumnya pada tahun 2010 telah menempatkan keluarga H. Ending sebagai juara III Provinsi,” ucapnya.

Hadir dalam acara penilaian ini, Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda beserta Ketua TP PKK Kuningan, Hj. Utje Suganda, unsur Muspida, camat Kuningan, dan tamu undangan lainnya. (tan)

h1

831 Santri RA/TPA LPPA BKPRMI Diwisuda

19 Juli 2011

Kuningan, IB

Sebanyak 831 santri dari 44 lembaga RA, TPA, TQA dibawah naungan LPPA Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Republik Indonesia (BKPRMI) Kab. Kuningan diwisuda di GOR Ewangga, Rabu (29/6).

Ketua Panitia, Sofyan, S.Pd.I yang juga Ketua BKPRMI Kab. Kuningan mengatakan, para santri RA/TPA telah selesai mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan  di pondok pesantren, masjid atau rumah pengasuh. Para santri telah diajari materi pembelajaran Iqro, bacaan, sholat serta pendidikan keagamaan lainnya.

“Mereka yang diwisuda telah menuntaskan pembelajaran di RA, TPA dan TQA. Serta pembinaan mental sesuai dengan kurikulum yang berlaku,” terang Sofyan.

LPPA BKPRMI menyiapkan generasi Qur’ani dan masa depan gemilang. Hal itu sejalan dengan Perda Kabupaten Kuningan, agar anak bisa baca dan menulis Qur’an sebelum masuk jenjang pendidikan formal.

Acara dihadiri Staf Ahli Bupati, Deniawan, M.Si, Pembina BKPRMI Kab. Kuningan, H. Ugin Lugina, M.Pd, Cucu Supriadin, M.Pd, dan Eman Sulaeman, M.Pd.

Bupati Kuningan melalui Staf Ahli Bupati, Deniawan mengatakan, wisuda merupakan langkah awal dalam pendidikan dasar keagamaan. “Ini merupakan langkah awal untuk mendorong anak agar akrab dengan al Qur’an sebagai nafas dan jalan menempa keyakinan guna mengenal ajaran Allah dan Rosulnya,” ujarnya.

Pengenalan pendidikan agama sejak dini pada dasarnya  sangat penting. Hal ini untuk menimbulkan kesadaran dalam mendalami ajaran tauhid yakni mengenal secara mendalam dan mengesakan Alah swt, dengan kudrat dan irodatnya.

Pelajaran agama, kata Bupati, merupakan kewajiban sepanjang zaman, dan bernilai mulia bagi setiap keluarga muslim.  “Pendidikan agama itu sebagai media untuk mencetak anak sholeh yang berjiwa ahklakul karimah sesuai dengan tuntunan agama yang dibawa Rosulullah,” ujar Aang.

Pemkab Kuningan mendukung dan merespon positif atas apa  yang telah dikembangkan oleh setiap lembaga pengembangan agama.  Apalagi andil para pemuka agama dan lembaga keagamaan memiliki peran serta dalam mencerdaskan kehidupan  warga masyarakat, yang akan mendorong peningkatan IPM (indek pembangunan manusia). (tan)