h1

PDIP Sapu Bersih Momentum Politik

16 Mei 2011

Kramatmulya, IB

PDI Perjuangan harus mampu menyapu bersih momentum politik pada pesta demokrasi 2013. Sebagaimana diketahui, pada 2013 depan ada empat agenda politik yang cukup penting dihadapi partai politik di Kabupaten Kuningan.

Ke empat agenda politik itu adalah Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, disusul Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan. Selanjutnya, pada 2014 ada dua momentum politik yakni Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

“Kita harus mampu memenangkan ke empat momentum politik itu,” kata H. Aang Hamid Suganda, pada Rakorcab (Rapat Koordinasi Cabang) PDI Perjuangan Kab. Kuningan, di RM Lembah Ciremai, Minggu (1/4).

Menurut Aang, untuk memenangkan momentum politik itu harus dilakukan dengan soliditas partai dan semakin mengintenskan koordinasi antara struktur partai (DPC, PAC, ranting) dengan legislatif dan eksekutif. “Koordinasi merupakan kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan bila tidak diiringi oleh itikad baik dari seluruh komponen partai,” tegasnya.

Selain  itu, lanjut Aang, harus dirancang dengan baik dan perlu sentuhan-sentuhan terutama dari PAC. Juga, harus tetap menjaga keharmonisan dan kebersamaman baik internal maupun eksternal.  “Untuk meningkatkan citra partai, berbuatlah untuk rakyat dan tunjukkan bahwa manfaat partai sangar besar,” ujarnya.

Aang mengatakan, selama dipimpin oleh kader PDIP, Kuningan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan yang dicapai meski tanpa ditopang oleh anggaran yang besar, bahkan terkecil di Ciayumajakuning. Sehingga, kabupaten yang dulunya terbelakang ini, kini bisa menyejajarkan diri dengan daerah lain.

“Kader PDIP-lah yang bisa membangun Kabupaten Kuningan, sehingga banyak mendapat penghargaan baik dari presiden, menteri maupun gubernur,” ucapnya.

Bahkan, tambah Aang, pada 2008 lalu, infrastruktur Kuningan menjadi yang terbaik di Jawa Barat. Sayangnya, karena selama 1,5 tahun diguyur hujan, jalan pun kembali rusak. “Untuk memperbaikinya diperlukan anggaran tak kurang dari 100 miliar. Saat ini dana sebesar 24,75 miliar sudah ada,” ungkapnya.

Aang saat itu sempat berkeluh kesah karena merasa ditelanjangi oleh DPRD. Padahal,  anggota DPRD yang paling banyak adalah kader PDIP, termasuk ketuanya. “Kalau ketuanya bukan dari PDIP, tentu saya sudah protes sejak awal,” katanya.

Aang pun menyebutkan bahwa saat ini kita dihadapkan pada persoalan terorisme dan NII, yang mengharuskan seluruh komponen masyarakat sigap. “Perlu kesigapan dari seluruh komponen masyarakat, karena kita tidak akan optimis dapat melaksanakan pembangunan tanpa didukung oleh keamanan,” pintanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH mengungkapkan kebanggaannya atas pengakuan dari DPP PDIP dengan ditunjuknya Kabupaten Kuningan sebagai Cabang Pelopor. “Kabupaten Kuningan merupakan satu dari 60 DPC se-Indonesia yang ditetapkan sebagai DPC Pelopor dan ke empat di Jawa Barat. Ini tentunya merupakan kepercayaan dari pusat bahwa Kuningan telah berhasil dalam melaksanakan setiap agenda partai,” ucapnya.

Apresiasi ini, kata Acep, karena Kuningan selalu menang, mulai dari Pilkada 2008, Pelgub, Pemilu Legislatif dan Pilpres. “Keberhasilan ini atas kerjasama segenap komponen partai dalam melaksanakan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ketua DPD PDIP Jabar, H. Rudi Harsa Tanaya meminta agar kader PDIP harus senantiasa meningkatkan soliditas antara tiga komponen partai yakni legislatif, eksekutif, dan struktur partai. Disamping itu, peran dan fungsi PAC juga harus ditingkatkan.

“Setelah memantapkan dan menanta kembali dalam muscam yang belum lama ini dilaksanakan, kita harus meningkatkan peran dan fungsi PAC. Ini untuk mendukung program utama PAC yakni pemenangan Pilkades di setiap desa di kecamatan masing-masing,” terangnya.

Untuk Pilkada, menurut Rudi, di Jawa Barat ada enam kepala daerah dari PDIP yang akan segera habis masa jabatannya setelah dua periode kepemimpinan. “Setelah dua kali masa jabatan, kita harus tetap memegang kendalai kepala daerah, meski dengan orang yang berbeda. Agar terus dalam genggaman, kita harus melakukan pembinaan sejak sekarang,” tegasnya.

Rudi mengungkapkan, meski menurun dari 2004 ke 2009, Kabupaten Kuningan masih yang terbesar di Jawa Barat. Untuk itu, Ia menginginkan agar PDIP dapat kembali memenangkan Pemilu seperti tahun 1999 lalu. Di Jawa Barat sendiri tahun 2004 meraih 19 kursi dan menurun menjadi 15 kursi pada 2009.

Ketua DPP PDIP, Idham Nawawi mengatakan, jika NKRI tidak dipimpin oleh PDIP maka akan semakin jauh dari cita-cita proklamasi kemerdekaan. “Saat ini perekonomian sudah tidak sesuai dengan cita-cita kemerdekaan. Terbukti, semakin suburnya perusahaan asing seperti Mc. Donal, Epson, dan Freeport. Sementara si Upit dan si Ujang sudah sulit untuk berusaha,” katanya. (tan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: