h1

Ahmad Yani Siap Cabup Independen

3 Mei 2011

Cigandamekar, IB

Drs. H. Ahmad Yani, S.IP, M.Si dengan lantang menyatakan dirinya siap mencalonkan diri sebagai Bupati Kuningan melalui jalur independen.

Menurut Ahmad Yani, apa yang diisyaratkan di koran (prediksi Tabloid IB), sudah sejak jauh hari ditanamkan dalam hatinya. Bahkan telah dicuatkan oleh rekan-rekannya ketika berada di tanah suci Mekah al Mukaromah, 2010 lalu.

“Keinginan untuk menjadi orang nomor satu di Kabupaten Kuningan telah ada sejak saya masih kecil. Maklum, saya adalah turunan Kepala Desa Kadugede,” ucap H. Ahmad Yani saat silaturahmi keluarga besarnya di Hotel Tirta Sanita, Sabtu (23/4).

Ia menyebutkan, dirinya punya trak pemimpin masyarakat dari sang kakek, Wangsa Dijaya yang menjadi Kepala Desa Kadugede selama 36 tahun, dan ayahandanya Arka Wijaya, dua periode. Juga adiknya, H. Maman Wijaya telah melanjutkan tradisi sebagai kepala desa itu.

Sehingga ayahnya menyarankan agar dirinya masuk APDN, namun jalan hidup berbeda. Ia pun sekolah hingga menuntaskan S.1 dan S.2, sampai bisa mengantarkan dirinya berkarir selama 27 tahun di PT. Sang Hiyang Sri (persero), dengan jabatan terakhir Sekretaris.

“Apa yang diharapkan Pak Jono betul, bahwa saya akan mencalonkan melalui jalur independen. Sudah merupakan kehendak hati kecil, saya harus ikut Pemilukada 2013 depan,” tegasnya.

Ia mengaku lebih leluasa dari independen, karena telah mendapat dukungan dari rekan-rekannya di Jakarta. “Soal peluang kita punya strategi khusus,” ujarnya.

Sedangkan untuk menentukan wakil bupati, tambah Ahmad Yani, dirinya akan melihat dulu aturannya. Kalau dipilih dalam paket, maka akan mencari calon yang kredible dan punya daya jual. Pasalnya, ada wacana calon wakil kepala daerah tidak dipilih dalam satu paket.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menggunakan partai politik, Ia tidak menampik bahwa adiknya H. Maman Wijaya merupakan orang PAN (Partai Amanat Nasional). Namun, dirinya menyatakan tidak akan membebani adiknya itu.

“Ingat, saya tidak akan membebani adik saya. Biarkan dia menuntaskan keinginannya, karena partai bukan target untuk digunakan dalam pencalonan nanti. Tapi seandainya ada partai yang mendukung itu bisa saja untuk koalisi,” katanya.

Ahmad Yani menuturkan, melalui independen memang akan banyak tantangan, tetapi pemerintahan akan lebih bersih dan berkualitas. Sedangkan bila bergantung kepada kepada partai politik, akan banyak keterlibatan kepentingan koncoisme dan kepentingan partai.

“Dengan jalur independen, saya akan lebih netral memimpin, tidak mengedepankan kepentingan koncoisme atau partai, tetapi lebih berpihak kepada rakyat sebagai pemilih,” ucapnya.

Selama ini, lanjut Ahmad Yani, calon kepala daerah berasal dari parpol, sehingga calon terpilih menjadi terbebani dan harus balas budi kepada partai pengusungnya. Akhirnya, pemerintahan pun tidak bersih dan berkualitas.

Terkait dengan prediksi bahwa kemungkinan calon lain dari partai politik akan bermunculan, Ia mengatakan, mencalonkan adalah hak demokrasi setiap warga negara. Bila nanti benar-benar dipercaya oleh rakyat Kuningan, maka dirinya akan meneruskan hasil yang telah ada, misalnya infrastruktur yang sudah maju.

“Infrastruktur saat ini sudah hebat, hanya kualitasnya saja yang perlu ditingkatkan, sehingga hasil pembangunan tidak mubazir dan bisa dinikmati untuk waktu yang lama. Kemudian kita akan melakukan evaluasi, selanjutnya menentukan prioritas pembangunan itu sendiri sesuai dengan kehendak rakyat,” terangnya.

Sujono, rekan seangkatan Ahmad Yani mengatakan, pencalonan melalui jalur independen ini merupakan testcasse, karena selama ini sudah berkurangnya kepercayaan rakyat terhadap partai. Terbukti, kini banyak kepala daerah yang dicalonkan partai akhirnya harus masuk hotel prodeo.

Nah bagaimana hubungannya antara kepala daerah dari independen dengan DPRD yang berasal dari partai? Menurut Sujono, memang awalnya akan terjadi perbedaan paham dan ini merupakan tantangan, namun akhirnya akan mencair juga.

Dukungan para Kiayi

Dukungan para kiayi terhadap niat H. Ahmad Yani terlihat dari banyaknya kiayi dan pimpinan pondok pesantren yang hadir, seperti KH. Abdul Azis AN, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kab. Kuningan.

KH. Abdul Azis AN menyebutkan bahwa dirinya baru mendengar ada orang yang berterus terang ingin mencalonkan. “H. Ahmad Yani merupakan orang yang pertama menyatakan siap untuk mencalonkan jadi Bupati Kuningan. Mudah-mudahan saja Allah mengabulkan niatnya,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, KH. Asep Saefudin Djalaludin, pengasuh Pondok Pesantren Bani Syahir mengungkapkan tiga makna dari silaturahmi. Ketiga makna itu adalah bertambahnya saudara, bertambahnya rizki, dan bertambahnya umur.

Diceritakannya, Rosulullah saat hijrah dari Mekah ke Madinah berhasil mempersatukan dua kaum, yakni kaum Anshor dan kaum Muhajirin. Sehingga kedua belah pihak yang sebelumnya bermusuhan menjadi bersaudara, saling mendukung, dan tidak ada skat lagi. Rosulullah bisa membangun Islam hingga saat ini karena adanya kekuatan, kekuatan itu berasal dari persatuan dan kesatuan umat.

“Demikian halnya dengan Pak H. Ahmad Yani yang mempunyai keinginan untuk menjadi K.1, harus diawali dengan persatuan yang kuat diantara saudara, handai taulan, dan rekan yang bersama-sama menunaikan ibadah haji. Apalagi keinginan untuk menjadi orang nomor satu di Kuningan ini diungkapkan di tempat yang mustajab, Mekah al Mukaromah,” kata KH. Asep Saefudin.

Selain itu, tambahnya, silaturahmi bisa menambah rezeki karena dari pertemuan ini bisa tercipta peluang usaha, dan ditambahkan umur.

Dari wakil keluarga, H. Maman Wijaya mengutarakan, dirinya membaca, menelaah dan mengkaji prediksi di Tabloid Identitas Bangsa mengenai calon Bupati Kuningan. Dalam prediksi itu, ternyata ada kakaknya, H. Ahmad Yani. Informasi itu pun menyebar dan menjadi buah bibir, bahkan banyak yang bertanya kepadanya apakah benar sang kakak akan mencalonkan diri menjadi Bupati Kuningan.

“Pada kesempatan ini, saya katakan bahwa benar kakak saya akan mencalonkan diri melalui jalur indenpenden, meski tidak mustahil kalau ada partai yang merapat maka akan diakomodir,” kata Maman.

Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir, khususnya FKPP Kab. Kuningan yang dipimpin KH. Abdul Azis AN. “Ini rahmat Allah swt,” ucapnya.

Menurut Maman, acara ini sudah menjadi budaya di keluarganya. “Keluarga saya selalu mengadakan silaturahmi setiap tahun tiga kali. Acara ini adalah ajang berkumpul keluarga, teman, dan handai taulan setelah pulang haji,” katanya.

Nampak para kiayi yang hadir selain KH. Asep Saefudin dan KH. Abdul Azis AN adalah KH. Aman, KH. Edi, dan banyak lagi. Hadir pula tak kurang dari 150 orang yang berasal dari keluarga dan rekan jemaah haji satu KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), Ketua PD PGRI Kabupaten Kuningan, Opid Ropidi, MM.Pd, Drs. Cucu Rojikin, M.Pd dan rekan lainnya. (tan)

Iklan

One comment

  1. kumaha akang,kamari nggu rekomendasi partai ayena ngmngna kitu,kalo dari partai punya hutang partai jd g bersih pemerintahannya udah tau msk partai,jgn ngomong ( kanyahoan nyeri hate na teu di usung ku partai )

    lebih baik mah sekarang INDEPENDENT yes No HUTANG PARTAI



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: