h1

Genjot Produksi Padi Nasional, Kementan Luncurkan IP 400

14 April 2011

Pasawahan, IB

Untuk menggenjot produksi padi nasional, Kementerian Pertanian meluncurkan program IP 400 (indek pertanaman). Kepala Badan Pengujian Tanaman Pangan (BPTP) Jawa Barat diwakili Kepala Bidang Pengujian, Ir. H. Nana mengungkapkan bahwa di Jawa Barat baru tiga daerah yang mengembangkan IP 400 yakni Kabupaten Cirebon, Cianjur dan Kuningan.

Untuk demplot (percontohan) penanaman (tandur) perdana IP 400 Kabupaten Kuningan dilaksanakan di Saung Tani Desa Cidahu Kecamatan Pasawahan, Rabu (30/3). Penanaman dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP3) Kab. Kuningan, Ir. Hj. Triastami mewakili Bupati Kuningan, Kepala Badan Pengelola Penyuluhan Pertanian Peternakan dan Perkebunan (BP4K) Kab. Kuningan, Ir. H. Dodi Nurochmatuddin, MP, Kabid Pengujian BPTP Jabar, Ir. H. Nana, dan Camat Pasawahan, Ade Wibawa, S.Sos.

Ir. Nana menjelaskan, pangan merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. Berkaitan dengan ketersediaan pangan khususnya padi, pada 2011 pemerintah menargetkan peningkatan produksi padi sebesar 70.600.000 ton.

Upaya itu dilakukan melalui penambahan luas lahan (ekstensifikasi) dan meningkatkan intensitas penanaman dari dua kali menjadi tiga atau empat kali (IP 400). “Kami sangat mendukung program Kementerian Pertanian untuk melakukan uji coba model pengembangan IP 400 melalui percepatan tanam di Kabupaten Kuningan,” ucap Nana.

Untuk pengolahan lahan dapat dilakukan melalui pola tanam  sempurna, sistem tanam depok/mencuri waktu semai (satu minggu sebelum panen telah melakukan penyemaian), dan sistem legowo dengan menggunakan bibit muda 15 – 20 hari, dalam hal ini bibit dipercepat.

Kepala BP4K Kuningan Ir. H. Dodi Nurochmatuddin, MP menje-laskan, Pemkab Kuningan sangat mendukung upaya mempercepat produksi beras nasional. Bahkan Kabupaten Kuningan pada 2010 telah mendapat penghargaan dari Presiden RI atas keberhasilan meningkatkan produksi padi.

Adanya kepercayaan dari BPTP membuat percontohan di Kabupaten Kuningan akan menjadi pemicu untuk lebih meningkatkan produksi padi. Program ini untuk meningkatkan ketahanan pangan  (beras).

Bupati Kuningan diwakili Kepala DP3 Kab. Kuningan, Ir. Hj. Triastami mengungkapkan, visi Kuningan yaitu Kuningan lebih sejahtera berbasis pertanian dan pariwisata yang maju dalam lingkungan lestari dan agamis tahun 2013.

Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting. Untuk itu, para petani harus mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah (swasembada pangan) yang lestari, dan harus mampu merealisasikan komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan nasional melalui upaya peningkatan produksi beras nasional 2 juta ton tahun 2007.

“Untuk mengembangkan IP 400, petani kita bisa maju bila menjalin kerjasama dengan para pembina yang didukung oleh kebijakan untuk sistem budidaya pertanian. Kebijakan itu yakni  intensifikasi pertanian melalui peningkatan produktifitas lahan, mencegah terjadinya alih fungsi lahan,  terutama lahan pertanian yang subur,” jelas Triastami.

Selanjutnya, memfasilitasi pengembangan serta pemanfaatan dan penerapan budidaya pertanian. Mendorong fasilitasi terbangunnya modal-modal pengolahan pertanian maju, unggul dan jadi percontohan dalam intensifikasi pertanian. Kemudian, melakukan upaya memperdaya petani dalam mendukung penggunaan intensifikasi pertanian, mendorng optimalisasi lahan tidur, memperketat penggunaan lahan yang berpotensi menjadi lahan kritis, menyediakan saluran dan media informatif teknologi pertanian yang mudah diakses oleh petani.

Kepala Desa Cidahu, Abdul Wahab menyambut baik adanya penaman padi (tandur) perdana varietas IP 400 pada areal seluas 8 ha. Produksi padi tahun 2010 dari Desa Cidahu mencapai 7,33 ton setiap porongan (panen). “Mudah-mudahan dengan varietas  baru dapat meningkatkan produksi padi para petani di desa kami,” ucap Abdul Wahab

Penerapan Teknologi

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DP3, Yoyo Wahyo, SP didampingi Kasi Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikulura, Nunu Arsyad, SP menjelaskan bahwa di Kabupaten Kuningan hanya empat kecamatan yang bisa mengembangkan IP 400 (empat kali tanam dalam setahun). Ke empat kecamatan itu yakni Nusaherang, Kadugede, Kuningan dan Pasawahan.

Ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi untuk bisa berjalannya program IP 400 ini. Persyaratan itu diantaranya air tersedia dengan cukup, ada irigasi, SDM mendukung, dan petugas mempunyai komitmen untuk melaksanakan program ini.

Selain itu, penerapan teknologi harus secara utuh, diupayakan menggunakan pupuk organik dan aplikasinya dengan menggunakan teknologi mikroba penghancur bahan organik.

Saat ini di Kabupaten Kuningan telah dikembangkan rumah kompos. Diantaranya di Desa Ciketak dan Desa Babatan Kecamatan Kadugede, Desa Cikandang Kecamatan Luragung, dan Desa Gandasoli Kecamatan  Kramatmulya. (rml)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: