Archive for Januari, 2011

h1

Kuningan Inspirasi Sekolah Berkebutuhan Khusus Tingkat Nasional

24 Januari 2011

Cilimus, IB

Pendirian sekolah berkebutuhan khusus di Kabupaten Kuningan mesti menjadi inspirasi kabupaten lainnya di seluruh Indonesia, paling tidak satu perempatnya. Jika semua sudah dilakukan maka Indonesia akan semakin tumbuh.

Hal itu disampaikan Mendiknas RI Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA., saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Taruna Mandiri di Desa Sampora Kec. Cilimus Kab. Kuningan, Minggu (2/1/2011).

Kunjungan Mendiknas untuk kedua kalinya itu, dilakukan dalam rangka memberikan perhatian bagi mereka yang berkebutuhan khusus, sekaligus meresmikan Sentra Workshop Aneka Usaha di lingkungan sekolah setempat.

Turut hadir, Dirjen PNFI beserta jajaran pejabat Kemendiknas, Anggota Komisi X DPR RI yang juga Duta Pendidikan Berkebutuhan Khusus H. Qomar, Muspida Kab. Kuningan, para kepala SOPD, dan undangan lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi Bupati Kuningan beserta masyarakatnya dan Pemprov Jawa Barat yang telah membangun sekolah untuk mereka yang memerlukan kebutuhan khusus ini,” kata Mendiknas.

Sementara, lanjutnya, adanya Sentra Workshop Aneka Usaha diharapkan bisa menjadi peluang bagi mereka yang berkebutuhan khusus untuk mandiri. Caranya yakni dengan membuka usaha sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Terkait dengan masalah peningkatan pendidikan, Mendiknas mengingatkan agar pihak sekolah jangan sekali-kali melarang peserta didik untuk tidak mengikuti pelajaran dikarenakan masalah biaya, karena itu bukan solusi akademisi namun hanya persoalan finansial semata. “Jika hal itu masih terjadi silakan laporkan kepada pihak sekolah, bupati atau juga pihak kementerian untuk menindaknya,” tegas Mendiknas.

Ia pun mengatakan, warga dari kalangan ekonomi rendah yang melanjutkan ke perguruan tinggi baru mencapai 6 persen. Untuk menanggulanginya, Kemendiknas telah memberikan beasiswa kepada 20 ribu warga miskin agar bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang itu.

“Disamping pendidikannya gratis, mereka mendapat bantuan pula untuk setiap bulannya mencapai Rp. 400 hingga Rp. 500 ribu. Setiap perguruan tinggi harus memformasikan sebanyak 20 persen bagi warga yang tidak mampu,” kata Mendiknas.

Dalam kesempatan itu, Mendiknas juga melakukan penyerahan sertifikat SLB Negeri Taruna Mandiri sebagai SLBN bertaraf internasional dan memberikan bantuan tiga set Al-Quran Braille, 1 set komputer dan printer Braille. Serta, melakukan penandatanganan prasasti SMKN Japara, SMKN Luragung dan SMKN Pancalang.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengungkapkan, pendirian SLB Model yang merupakan pilot project Provinsi Jawa Barat itu dilakukan  tahun 2007. Ide pendirian sendiri berawal dari bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kuningan yang sering melihat anak-anak berkebutuhan khusus kurang mendapat perhatian. Terlebih lagi penyandang cacat atau yang berkebutuhan khusus tersebut memiliki potensi.

Dalam pengembangan SLBN Taruna Mandiri, Bupati Kuningan telah mengeluarkan kebijakan yakni memfasilitasi penyediaan lahan untuk pemenuhan kebutuhan pengembangan infrastruktur sekolah dengan membebaskan lahan seluas 20 hektar di komplek sekolah itu. Selain itu, bersedia memfasilitasi hal yang menyangkut pemeliharaan sekolah, operasional sekolah, pemasaran dan pemanfaatan hasil karya sekolah.

“Guna meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Kuningan, kerjasama antara Kementerian Pendidikan Nasional RI dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat ditingkatkan, terutama dalam bentuk kesempatan dan program. Saya siap untuk pengadaan lahan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Panti Sosial Cacat Ganda Kab. Kuningan, Elon Carlan, M.MPd menyebutkan, jumlah peserta didik di SLBN Taruna Mandiri terus bertambah. Hingga tahun ajaran 2010/2011 ini telah mencapai 120 siswa mulai jenjang TK, SD, dan SMA. Siswa pun bukan hanya berasal dari Kuningan, melainkan sudah merambah ke kabupaten lain seperti Cirebon dan Bontan.

“Semakin bertambahnya jumlah siswa ini merupakan gambaran bahwa para orang tua sudah mulai menyadari bahwa anak-anaknya yang ber-kebutuhan khusus ini memiliki potensi juga. Pihak kami siap menerima siswa dari mana saja, karena SLBN Taruna Mandiri bukan hanya milik Kuningan,” jelasnya

Sedangkan Sentra  Workshop Aneka usaha ini, tambahnya, meliputi sewa gedung serbaguna, melayani hiburan musik modern dan tradisional, pesanan catering dan snack  warnet,  cafeteria, rias pengantin dan potong rambut pria wanita, bimbingan belajar, counter HP dan klinik pijat tuna netra. (kies)

Iklan
h1

PKK Luragung Landeuh Terbaik di Wilayah Cirebon

24 Januari 2011

Luragung, IB

Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Luragung Landeuh Kecamatan Luragung terpilih menjadi yang terbaik di wilayah III Cirebon. Hal itu nampak saat Desa Peradaban ini dinilai oleh Tim Rechecking dan Evaluasi Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Ketua TP PKK Jabar Dra. Hj. Netty Ahmad Heryawan, M.Si, Kamis (30/12/2010).

Acara dihadiri Korwil PKK Cirebon Hj. Ano Sutrisno, Ketua TP PKK Kab. Kuningan, Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos, Wakil Ketua Hj. Dadah Rochmana, Hj. Ika Purnama, dan beberapa pengurus PKK Kab. Kuningan lainnya. Selain itu, TP PKK Kecamatan Luragung dan beberapa perwakilan TP PKK desa se-Kecamatan Luragung, serta tuan rumah PKK Desa Luragung Landeuh.

Kepala Desa Luragung Landeuh, Ahmad Mulyadi merasa bangga karena desanya terpilih sebagai wakil wilayah III Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Desa Luragung Landeuh, kata Ahmad Mulyadi, saat ini sedang melaksanakan berbagai pemba-ngunan, baik fisik maupun non fisik. Ia menyebutkan, untuk sektor pendidikan di wilayah Luragung sangat lengkap dari SD hingga SMK. Sedangkan sektor kesehatan telah dilengkapi dengan bidan desa, Puskesmas Rawat Inap dan banyak dokter praktik.

Begitu pula sektor perekonomian yang berkait erat dengan peningkatan daya beli masyarakat. Di desa ini banyak terdapat usaha kecil dan menengah (UKM), home industri dan perusahaan besar. Perusahaan besar seperti banyaknya toserba dan adanya perusahaan Jasa angkutan seperti PO. Luragung Jaya Grup dan Galaxi. “Keberadaan ini ditunjang pula oleh adanya bantuan dana peradaban dari Pemprov Jawa Barat sebesar satu miliar rupiah,” terang dia.

Nunung Mulyadi, Ketua TP PKK Desa Luragung Landeuh menyebutkan, pihaknya telah membagi empat kelompok kerja (Pokja) untuk dievaluasi oleh Tim Recheking dan Evaluasi PKK Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, tugas kelompok I telah melaksanakan kegiatan majelis taklim, yasinan setiap Selasa, taraweh keliling, dan peringatan tahun baru Islam 1432 hijriah.

Berikutnya, melakukan sosialisasi UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan UU No, 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), serta meningkatkan peran gotong royong kaum ibu dalam pembangunan desa.

Kemudian, membuat taman obat keluarga (Toga), Tabulapot, dan mengumpulkan beras perelek. Juga mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), melaksanakan kegiatan Posyandu dan membangun gedungnya, menyosialisasikan larangan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Napza), serta menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

Hj. Netty Ahmad Heryawan, mengaku sangat menikmati situasi dan alam Desa Luragung Landeuh. Apalagi saat itu hadir pula anggota DPRD Kuningan dari unsur perempuan yakni Hj. Eli Rusliati. “Saya sangat bangga di sini ada keterwakilan perempuan di DPRD. Mudah-mudahn bisa memperjuangkan kepentingan  kaum perempuan,” harap Netty.

Istri Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, ini menyoroti pentingnya kesetaraan gender. “Kesetaraan gender harus dimaknai bersama dan menjadi kepentingan seluruh komponen masyarakat,” ungkap dia.

Ia pun baru mengetahui bahwa Desa Luragung Landeuh merupakan tempat bus Luragung Jaya yang sudah terkenal itu.

Hj. Netty mengemukakan, kehadirannya bertujuan untuk bersilaturahmi, karena silaturahmi setidaknya mempunyai tiga manfaat yakni bertambah umur, pengetahuan, dan rizki. “Setidaknya kita bisa bersua dalam suasana yang berbahagia dan langka ini sebagai wujud rasa bersyukur kepada Allah swt,” kata dia.

Ia juga melontarkan agar para ibu bisa menjaga anak-anak dan remaja untuk menghindari pergaulan bebas (free sex) dan  kenakalan remaja. “Agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif, kita harus mampu membangun generasi muda yang berkarakter dan sinergis dengan pembangunan, serta harus menanamkan dan mengembangkan pola hidup sehat sejak dini,” ujar dia.

Pada akhir kunjungan, Ia meninjau warung amal hasil kreasi PKK Desa Luragung Landeuh. Ia pun mencicipi dan menikmati Nasi Kasreng, makanan khas Kuningan timur. (tan/gie)

h1

Sartam Biar Cacat Mahir Bikin Mebel

24 Januari 2011

Cibeureum, IB

Sartam, seorang pemuda cacat dari Dusun I RT 01 RW O2 Desa Sukadana Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan, ternyata memiliki keahlian mengagumkan.

Betapa tidak, meski dengan handycap (keterbatasan) tanpa dua tangan dan dua kaki yang lengkap, tetapi lajang 27 tahun ini bisa membuat peralatan rumah tangga dan mebeler dari kayu. Hasilnya pun cukup baik dan diminati warga sebagai konsumen.

Selasa pagi (11/1/2011) IB bersama Kepala Desa Sukadana Taska Efendi dan Ajat Sudrajat, tokoh pemuda menemui Sartam di rumahnya. Ia yang baru bangun itu unjuk kebolehan menggunakan peralatan sebagai tukang kayu kepada IB. Tak dinyana, ternyata Ia dengan cekatan menggunakan serut listrik dan profile buatan Jepang.

Padahal, untuk sekedar memegang pun sekilas orang akan mengira sangat sulit. Apalagi menggunakannya untuk membuat mebel atau kusen. Begitu pula ketika menggergaji kayu, dua tangan dan dua kaki buntungnya itu cukup cekatan membantu menggapit kayu. Ia pun bisa memotong sebatang kayu.

Meski memiliki keterbatasan, Atam, demikian bungsu putera pasangan Darsono dan Ratem ini dipanggil, bisa mengukur atau memotong kayu. Kemudian, dengan bantuan seorang kenek, Ia bisa merangkai kayu-kayu itu menjadi keperluan rumah tanggga bagi pemesannya.

Nampak hasil karyanya terpampang di ruang tamu dan kamar tidurnya, mulai dari lemari hias, lemari pakaian, dan nakas. Bahkan kusen di beberapa rumah warga Sukadana dan sekitarnya merupakan hasil karyanya.

Ketika ditelisik lebih jauh, ternyata jebolan SD Sukadana 1997 itu pernah meraih prestasi sebagai juara lomba melukis antar SD tingkat Kabupaten Kuningan. Yang cukup menarik, lajang yang cukup pemalu ini ternyata ekonomis juga, ternyata ia menyisihkan hasil keringatnya untuk membeli dua ekor sapi.

Ia juga turut membantu ekonomi keluarganya dari penghasilannya membuat mebel atau kusen pesanan warga.

Kades Sukadana, Taska Efendi sangat antusias membantu warganya yang memiliki keterbatasan fisik namun punya keterampilan membanggakan itu. “Saya sebenarnya sudah lama ingin membantu dia, tapi belum tahu caranya,” ungkap dia. (tan)

h1

Jaka Chaerul: PJU 2011 Fokus Jalan Provinsi

24 Januari 2011

Sindangagung, IB

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Drs. Jaka Chaerul menjelaskan, pada tahun 2011 fokus pemasangan penerangan jalan umum (PJU) adalah untuk jalan-jalan provinsi. Tak kurang dari 200 titik dan 10 shelter akan dipasang.

Pemasangan ini, kata Jaka Chaerul ternyata tidak mudah, karena harus berdasarkan survey dan kajian yang matang. Mengapa demikian? Menurut Jaka, karena selain jarak dari gardu listrik PLN ke titik pemasangan lampu, juga harus memperhitungkan apakah kapasitas gardu itu masih mencukupi atau sudah overload. Kalau sudah overload, pemasangan sudah pasti akan dialihkan ke daerah lainnya.

Pemasangan juga tidak menutupkemungkinan dilaksanakan di beberapa desa yang telah mengajukan. “Sudah ada enam puluh desa yang mengajukan, namun permintaan itu dipenuhi atau tidaknya tergantung hasil survey dari tim yang berasal dari Dishub dan PLN,” terang mantan Camat Ciawigebang ini, di ruang kerjanya, Jum’at (14/1/2011).

Ia menyebutkan, anggaran untuk pemasangan PJU berasal dari anggaran luncuran APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2010. Sehingga pada 2011 ini tinggal memasang saja. Menurut Jaka, pemasangan PJU, selain biaya pemerintah, dimungkinkan pula dilakukan oleh perorangan atau lembaga tertentu secara mandiri. Artinya, pemohon harus membayar BP (biaya pemasangan) sambungan baru sesuai ketentuan PLN.

Angkot Akan Ditertibkan

Kabid Angkutan Dishub, Dadi Suryadi, SH., ketika ditanya mengenai kurang tertibnya angkutan umum perkotaan (Angkot) di Terminal Kerta-wangunan menjelaskan, pihaknya sudah memerintahkan agar para pengemudi menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam terminal. Namun mereka meminta agar tidak di dalam, alasannya karena di dalam jarang ada penumpang.

“Kami sebenarnya sudah meminta agar para pengemudi angkot menurunkan dan menaikkan penumpang di dalam terminal. Mudah-mudahan ke depan para supir secara bertahap bisa tertib,” kata Dadi. (tan)

h1

Satpam Agar Optimalkan Fungsinya

24 Januari 2011

Kuningan, IB

Anggota Satuan Pengamanan (Satpam) harus lebih optimal dalam menjalankan fungsi pengamanan swakarsa. Disamping perlu dukungan yang berkesinambungan dari seluruh stakeholder industrial security.

Hal itu diungkapkan Kapolri Drs. Timur Pradopo, dalam sambutan yang dibacakan Kapolres Kuningan AKBP Dra. Hj. Yoyoh Indayah, pada upacara peringatan HUT ke-30 Satpam di halaman Mapolres Kuningan, Rabu (12/1/2011).

Menurut Kapolri, disadari bahwa tuntutan profesionalitas bidang industrial security di Indonesia saat ini begitu tinggi. Itu terjadi karena industrial security tidak hanya menghasilkan jasa perlindungan fisik atau kegiatan suatu instalasi dalam menekan kerugian sebagai akibat keamanan, tapi juga sebagai penjamin dalam pengendalian resiko dari ancaman atau gangguan keamaman dari suatu proses bisnis.

“Itulah perubahan paradigma yang telah terjadi di negara-negara yang tergabung dalam international organization for standardization (ISO), yang mengisyaratkan bahwa pada setiap investasi, penyelenggaraan pengamanan tidak lagi diposisikan sebagai biaya tetapi merupakan bagian utuh dari investasi,” paparnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya riil yang bersifat sinergis, simultan dan berkesinambungan dari seluruh stakeholder industrial security di Indonesia. Itu untuk memperkuat baik pada tatanan strategis maupun taktis operasional tiga komponen yang merupakan pilar utama penyangga dari industrial security.

Dipenghujung acara, Kapolres Kuningan Yoyoh Indayah menyerahkan penghargaan kepada personal terbaik. Mereka adalah Asep Firmansyah Satpam Grage Sangkan Hotel, Endang Juhandi BRI, dan Tito Sugiantoro BNI 46.  (tan/KM/IB)

h1

Puluhan Warga Bandorasa Kulon Desak Kades Mundur

24 Januari 2011

Cilimus, IB

Puluhan warga Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus, Senin (10/1/2011), mendatangi kantor kepala desa setempat. Mereka mendesak Kades Kusnadinata mengundurkan diri dari jabatannya.

Desakan mundur tersebut disampaikan dalam dialog yang ditengahi Camat Cilimus, Deni Hamdani, serta unsur muspika lainnya. Dialog yang cukup alot itu pun sempat diwarnai adu mulut dan masyarakat menyatakan kades telah gagal dalam memimpin desanya yang sudah berjalan dua tahun itu.

Desakan mundur itu pun sempat dilontarkan warga sepuluh bulan lalu. Warga meminta segera adanya perbaikan kinerja. Tapi setelah 10 bulan tidak juga ada perubahan, akhirnya mereka mendesak kembali.

Ketua BPD Bandorasa Kulon, H. Dede Ismail mengatakan, dirinya telah menerima aspirasi masyarakat soal kinerja kades tersebut. Dalam 10 bulan terakhir ia bersama jajaran BPD melakukan koordinasi dengan camat untuk berupaya melakukan pembinaan terhadap kades.

Namun rupanya kades yang sebelumnya pernah berjanji akan berubah dari sikapnya ternyata tidak terbukti. (KM/rml/IB)

h1

PNPM Mandiri Kadugede Telat Cair

24 Januari 2011

Kadugede, IB

Sudah paling belakang ke jatah dana PNPM (Program Nasional Pemberdayaaan Nasional) Mandiri Perdesaan, Kecamatan Kadugede terlambat lagi cairnya. Penyebabnya karena kurang singkronnya gambar (desain) dan RAB (rencana anggaran belanja)-nya.

Hal itu diakui oleh Ketua UPK (Unit Pengelola Keuangan) PNPM Kadugede, Drs. Ikhsan Khaerudin kepada IB, Kamis (14/1/2011) di Kantor Camat Kadugede. Menurut Ikhsan, mekanisme pencairan itu dilakukan setelah RAB diverifikasi oleh Tim fasilitator teknik kabupaten (Fastekab).

Teknisnya, TPK mengajukan permohonan dengan rincian kebutuhannya, kemudian diverifikasi oleh UPK. Bila disetujui oleh UPK, maka TPK bisa langsung mencairkan ke BRI unit.

Sementara berkaitan dengan kasus PNPM di Desa Tinggar, Ia mengaku hal itu bukan masalah. Karena telatnya pembayaran oleh TPK (tim pelaksana kegiatan) PNPM di desa itu bukan karena kesalahannya semata, tapi karena dananya sendiri belum cair.

Ia menyebutkan dana untuk penyediaan fasilitas air bersih di Desa Tinggar sebenarnya sudah ada di BRI Unit Kadugede, namun untuk mekanisme pencairannya perlu ada sinkronisasi gambar dan RAB yang harus disetujui Fastekab PNPM.

Tahun 2011 ini, Kecamatan Kadugede akan mendapat kucuran dana PNPM sebesar Rp. 1,5 miliar, dengan komposisi 25% untuk SPP (simpan pinjam perempuan) dan sisanya untuk infrastruktur. Untuk SPP sendiri sebesar Rp. 370 juta sudah lebih dulu cair, bahkan ada yang sudah melakukan pembayaran cicilan pertama.

Keterlambatan pencairan PNPM itu juga diakui Camat Kadugede, Yanuar Suyono, Sm.Hk. Menurut Yanuar, saat ini merupakan tahun pertama Kecamatan Kadugede mendapat bantuan dana PNPM Mandiri Perdesaan. Ia mengharapkan adanya kendala teknis pada gambar dan RAB bisa segera selesai, sehingga kegiatan bisa segera berjalan.

PJOK PNPM, Tono Kartono tidak menyalahkan TPK Desa Tinggar melakukan pengadaan barang melalui pihak ke tiga. “Pengadaan barang  lebih dari Rp. 15 juta menurut aturan dalam PNPM harus oleh pihak ke tiga,” kata Tono Kartono. (tan)