Archive for Desember, 2010

h1

Anggota Korpri Dituntut Optimalkan Pelayanan Publik

11 Desember 2010

Kuningan, IB

Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, MM mengatakan, perkembangan Korpri saat ini telah tampil sebagai organisasi yang profesional dan makin mandiri. Organisasi yang kedudukan dan kegiatannya tidak lepas dari kedinasan, telah mampu mendorong para anggotanya untuk mengemban tiga peran penting dan strategis yakni sebagai abdi negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintah.

“HUT Korpri kali ini mengambil tema dengan netralitas dan profesionalitas, Korpri mendukung reformasi birokrasi dalam rangka optimalisasi pelayanan publik,” kata Wabup Momon pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-39 di Pandapa Paramarta, Senin (29/11).

Untuk itu, Wabup Kuningan mengharapkan agar para anggota Korpri menuntaskan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan bertugas. Juga, melanjutkan penerapan tata kelola pemerintah yang baik di semua lini, dan membangun tata kelola dan tata laksana birokrasi yang makin produktif, profesional dan akuntabel. “Berikan pelayanan birokrasi yang makin cepat, akurat dan makin baik,” katanya.

Ia juga meminta agar birokrat bekerja keras dan bekerja cerdas dalam pengabdian dan memedomani sumpah jabatan dan panca prasetya Korpri. “Buktikan bahwa kinerja Pegawai Negeri Sipil dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pinta Momon.

Korpri, lanjutnya, harus memberikan kepastian dapat tampil sebagai organisasi profesi yang ikut meningkatkan daya saing bangsa, melalui kehadiran pelayanan birokrasi dan pelayanan publik yang berkualitas dan dapat dibanggakan.

Untuk menjadikan Birokrasi yang tangguh dan berwibawa, mantan Sekda ini meminta agar jangan ragu melakukan perombakan, pergantian dan revatilasi dalam penyelenggaraan birokrasi yang dinilai berpotensi mengurangi produktifitas dan menghambat akselarasi laju perkembangan pembangunan.

“Terus kedepankan semangat kebersamaan untuk bangsa dan negara. Lanjutkan pemberantasan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme,” tegasnya.

Adapun kegiatan yang telah dilakukan dalam memeriahkan HUT ke-39 Korpri ini, menurut Sekretaris DPD Korpi Kuningan, Yayat Sudrajat, S.Pd yakni bhakti sosial, donor darah, pengobatan gratis, lomba gerak jalan dan sepeda santai, serta penanaman pohon di Kebun Raya Kuningan dan lainnya.

Acara dihadiri unsur Musipida dan pimpinan Satuan Organiasi Perangkat Daerah (SOPD), dengan peserta para Pegawai Negeri sipil perwakilan dari unit kerja. (tan)

Iklan
h1

Bupati Mendadak Ganti Asisten Administrasi

11 Desember 2010

Kuningan, IB

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda secara mendadak memutasi Asisten Administrasi, Drs. Asep Taufik Rohman, M.Si menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Ia lokir (bertukar tempat) dengan Drs. Didi Suhendi menjadi Asisten Administrasi.

Pejabat lainnya yang dimutasi pada Selasa (30/11) di Pendopo Kabupaten itu, yakni Rosjani Sekarwati, SH menjadi Kepala Bidang Administrasi Kependuduk-an Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS). Ia promosi menggantikan Drs. Slamet yang meninggal dunia. Posisi Rosjani digantikan oleh stafnya.

Bupati Kuningan, H, Aang Hamid Suganda dalam pidatonya mengungkapkan, tidak menutup-kemungkinan apabila ada pejabat yang dilantik  dinilai  tidak mampu dan sanggup. Maka harus siap untuk dialihtugaskan, bahkan diberhentikan dari jabatan sebagai-mana tertulis dalam fakta integritas atau  ikrar jabatan.

Apakah ungkapan itu ditujukan kepada Asep Taufik Rohman? Kabid Pengadaan, Mutasi dan Pengembangan Karir BKD, Drs. Ade Priatna mengatakan, bahwa mutasi itu tidak mendadak karena untuk pengisian jabatan eselon II, harus mendapat rekomendasi dari Baperjakat Provinsi, dengan tenggat waktu sebulan. (tan)

h1

Kecamatan Pinggiran Dominasi Penghargaan Lunas PBB

11 Desember 2010

Kramatmulya, IB

Kecamatan pinggiran yang notabene jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Kuningan ternyata tidak terpinggirkan dalam pelunasan PBB. Kecamatan Cilebak yang berada di wilayah selatan dan berbatasan dengan Kabupaten Ciamis dan Cilacap Jawa Tengah itu menjadi yang tercepat.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kuningan, Drs. A. Taufiq Rohman, M.Si mengatakan, realisasi penerimaan PBB sektor perdesaan dan perkotaan mencapai target. Target pokok sampai 30 Nopember 2010 sebesar Rp. 11,69 miliar, terealisasi sebesar Rp. 11,43 miliar (97,79%).

Sedangkan realisasi penerimaan berdasarkan target SKB sesuai surat edaran Dirjen Pajak No. SE-15/PJ/2010 dari target Rp 11,39 miliar, direalisasi Rp. 11,43 miliar (100,33%). Target SKB itu baru terealisasi 25 November 2010. Keterlambatan pelunasan target disebabkan adanya selisih antara target SKB yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dengan target pokok atau potensi Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp. 295,6 juta, khususnya sektor perkotaan.

Kategori target untuk kecamatan dan desa/kelurahan tingkat kabupaten dan desa/kelurahan tingkat kecamatan masing-masing dibagi dalam enam kategori. Sedangkan untuk pengelolaan administrasi PBB tingkat kelurahan tahun 2010 diraih oleh Kelurahan Windusengkahan.

Sementara itu, Bupati Kuningan mengatakan, sudah sepantasnya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya khususnya kepada para kepala desa/lurah  beserta perangkatnya yang telah membantu pelaksanaan pemungutan PBB, dan umumnya kepada seluruh wajib pajak yang telah memiliki kepatuhan dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam memenuhi kewajiban membayar PBB lebih awal sebelum tiba masa jatuh tempo. Sehingga, Kabupaten Kuningan dapat lunas PBB tahun 2010 berdasarkan target SKB yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan melalui surat edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor SE-3/PJ/2009.

Menurut Bupati, pemberian penghargaan itu untuk memotivasi agar kedepan para pemungut pajak baik dari kecamatan, desa/kelurahan dapat bekerja lebih baik lagi. “Tidak hanya dalam pemungutan PBB saja, namun dapat dikembangkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat dengan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat umum,” pinta Aang. (tan)

h1

Car Free Day Rambah Pancalang

11 Desember 2010

Pancalang, IB

Program Car Free Day yang semula hanya dipusatkan di Jalan Bunderan Cijoho – Siliwangi, kini sudah mulai merambah ke tingkat kecamatan. Setelah Kecamatan Kadugede, kini Kec. Pancalang kembali menyusul untuk melakukan program serupa, dengan mengambil jalur mulai dari Simpang Tiga Tajur Rajawetan hingga Simpang Empat Desa Pancalang sepanjang 1 km.

Minggu (4/12), Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mencanangkan langsung program tersebut, sekaligus turut serta melakukan jalan santai bersama masyarakat dan anak sekolah. Turut hadir Ketua DPRD Kuningan, unsur Muspida, perwakilan Kapolres Kuningan dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Pancalang Dra. Eni Sukarsih, M.Si menuturkan, kegiatan Car Free Day atau bebas polusi emisi kendaraan roda dua dan roda empat ini merupakan bentuk keikutsertaan masyarakat Pancalang untuk bersama-sama memperhatikan faktor lingkungan. Disamping itu memberikan kesempatan kepada warga untuk melakukan olah raga dan mengembalikan lagi tradisi mainan anak-anak tempo dulu, misalnya odot-odotan,dadalu-an,engkrang dan jenis lainnya.

Dia juga mengatakan, program ini dicanangkan bersamaan dengan HUT ke-10 Kec. Pancalang, selain menyehatkan dan memberikan kemudahan untuk bereksprsi juga sebagai media silaturahmi untuk mempererat kebersamaan antar warga.

Semakin berkembangnya program Car Free Day di tingkat kecamatan, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda memberikan apresiasi terutama Kec. Pancalang. Ia mengungkapkan, Pancalang merupakan kecamatan kedua setelah Kadugede. “Ini merupakan sebuah respon yang positif dari warga masyarakat Pancalang akan kesadaran terhadap alam dan lingkungannya. Semoga diikuti oleh kecamatan lainnya,” harapnya.

Pelaksanaan Program Car Free Day di Kuningan, kata Bupati Aang, mengacu kepada Keputusan Bupati Kuningan Nomor 551/KPTS.380-Ekonomi/2009 tentang Kawasan Bebas Sampah dan Kendaraan Bermotor.  Adapun tujuannya yakni sebagai upaya untuk mengefektifkan dan mengintegrasikan kembali sifat peduli lingkungan kedalam nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Kab. Kuningan.

Untuk mendukung kegiatan ini, Bupati Aang mengharapakan semua komponen yang ada bisa saling mendukung kelangsungannya. “Mulai sekarang pada jalur ini penanaman pohonnya harus ditambah lebih banyak, dan pendirian bangunan pun mesti mendapatkan izin supaya lebih tertata lagi,” katanya.

Menurutnya, semangat membangun tidak hanya faktor lingukungan, melainkan juga infrastruktur, kesehatan, pendidikan  dan lainnya. Sehingga hal ini akan menjadikan pembangunan merata disemua bidang. “Kuncinya semua komponen harus bersatu,” ujarnya.

Usai pencanangan, Bupati Aang melepas kegiatan jalan santai ceria yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Pancalang. Adapun kegiatan lain yang telah dilakukan yakni donor darah dan bhakti sosial dengan K3S Kuningan. Sedangkan kegiatan yang akan dilakukan adalah sunatan massal untuk 50 anak, dan turnamen bola voli.

Acara puncak sendiri rencananya akan dilaksanakan  tanggal 12 Januari 2010 sekaligus menggelar nikah massal yang diikuti sebanyak 18 pasangan. (rml)

h1

SSB Pasopati Cijemit Inisiatif Guru SMP

11 Desember 2010

Ciniru, IB

Berawal dari inisiatif seorang Guru SMP Negeri 1 Ciniru, Kusmana, S.Pd., Sekolah Sepak Bola (SSB) Pasopati Desa Cijemit Kecamatan Ciniru pada 4 Juni 2010 didirikan. Tak berselang lama, tepatnya Sabtu (20/11) SSB Pasopati diresmikan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda.

“Melihat tingginya animo anak-anak terhadap sepakbola, khususnya di desa ini, akhirnya Saya berinisiatif untuk membuka sebuah SSB. Saya ingin membimbing mereka, yang sebelum nya nampak liar di lapangan,” ungkap Kusmana, Ketua SSB Pasopati, akhir Nopember.

Langkah Kusmana nampaknya disambuat baik berbagai pihak. Buktinya, Pemdes dan Karang Taruna Desa Cijemit memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi SSB yang didirikannya. Dukungan pun datang dari Bendahara Pesik Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos, M.Si beserta beberapa tokoh desa setempat.

“SSB ini didukung oleh semua elemen masyarakat serta pituin desa yang sukses, seperti Bapak Uu Kusmana. Ia rela membayar honor dua pelatih tiap bulannya serta memberikan perlengkapan semisal kaos tim dan bola,” kata Kusman bangga.

Berkat dukungan itu, lanjut Kusmana, perkembangan SSB Pasopati pun semakin baik. Apalagi, dalam kiprahnya SSB ini sama sekali tidak memungut bayaran. Selain telah memiliki peralatan yang lengkap, semakin hari siswa didik juga semakin bertambah.

“Hingga kini siswa SSB ini berjumlah 165 anak, dengan rincian kelompk SD 60 siswa, SMP 89 siswa dan SMA/mahasiswa 16 siswa. Sebagian besar dari mereka berasal dari Kecamatan Ciniru seperti Desa Cijemit, Ciniru, Cipedes dan Rambatan. Namun adapula dari Desa Citapen dan Tundagan Kecamatan Hantara, serta Desa Pakembangan Kecamatan Garawangi,” jelas dia.

Camat Ciniru R. Kuncoro mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati Kuningan yang menyempatkan diri untuk membuka SSB Pasopati. Menurut Kuncoro, antusiasme dan semangat yang luar biasa ditunjukan oleh anak-anak Cijemit mengikuti SSB Pasopati.

Ia mengaku gembira dengan adanya SSB untuk perkembangan generasi muda di Desa Cijemit. Selain itu, Ia berterima kasih kepada Uu Kusmana yang menjadi donatur SSB Pasopati.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda juga mengaku sangat bangga melihat antusisame yang ditunjukkan oleh anak-anak Desa Cijemit mengikuti SSB Pasopati. Ia berharap SSB ini bisa melahirkan pesepakbola handal agar dapat mengharumkan nama Kabupaten Kuningan. (kies)

h1

Haekal Peringkat Tiga Grand Prix Catur Cirebon

11 Desember 2010

Kadugede, IB

Pecatur belia Haekal Logika Al Farabi (10 tahun) mampu menembus peringkat tiga Grand Prix Catur wilayah III Cirebon Jawa Barat. Grand Prix Catur ini dihelat Warcreb Jalan Pemuda Kota Cirebon.

Grand Prix diikuti oleh 10 Pecatur handal berbagai usia se wilayah Cirebon. Ke 10 Pecatur itu telah menorehkan prestasi membanggakan seperi Surya Nurhayat, pernah meraih prestasi runner up Catur Pelajar ASEAN masuk kategori mahasiswa, Berikutnya, Nicko Hardi Harlan kategori Pelajar SMA, Indri Juara I Jabar, dan Haekal kategori umur 8 – 10 tahun meraih prestasi Kejurda Catur jJabar, tahun 2008 lalu. Mereka merupakan atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti Kejurda Catur Jabar, Mei – Juni 2011.

Pada putaran pertama, Minggu (5/12), siswa Kelas VI SDN 1 Kadugede ini mampu mengungguli lawan-lawannya dengan meraih nilai point 6,5. Posisinya hanya kalah dari Surya Nurhayat 8,5, dan Nicko Hardi Harlan 8,5 yang lebih senior.

Menurut ayah Haekal yang juga Ketua PPPC, Iwan Yusuf Ridwan, rencananya Grand Prix akan dilaksanakan selama lima putaran. Setiap putaran sembilan babak dengan sistem setengah kompetisi.

Pada kesempatan itu, Iwan mengucapkan terima kasih atas dukungan jajaran civitas SDN 1 Kadugede, khususnya Kepala Sekolah, Solihin, S.Pd dan Wali Kelas VI, Tatang, S.Pd.

“Pak Solihin dan Pak Tatang memberikan respon positif dalam pengembangan anak kami, seperti pada setiap Sabtu mengadakan try out catur di lingkungan sekolah. Hal ini sangat positif untuk uji kemampuan dan mentalnya,” ucap Iwan. (tan)

h1

PGRI Peduli Lingkungan

11 Desember 2010

Kadugede, IB

Kegiatan peduli lingkungan, Minggu (21/11), yang dikemas dengan marak ikan bersama di Kali Cisanggarung Desa/Kec. Kadugede diikuti ribuan warga sekitar. Kegiatan itu digelar Pengurus Cabang PGRI Kec. Kadugede dalam rangka HUT PGRI ke 65 dan HUT Guru ke 17.

Ketua Panitia, Dudung mengatakan, Sungai Cisanggarung memiliki sejarah tersendiri sebagai tempat kaulinan ketika jaman dahulu. Sekarang fungsi sungai kembali diangkat lagi sebagai tempat bermain. “Dengan dekatnya sama alam kita akan terbiasa untuk mencintai, selanjutnya memeliharnya,” ujarnya.

Kegiatan itu, tambah Dudung, bertujuan untuk meningkatkan harmonisasi antara guru dan masyarakat, tetap utuhnya persatuan dan kesatuan guru dan dapat menumbuhkan motivasi kinerja guru.

Ketua PD PGRI Kab. Kuningan, Opid Ropidi, M.MPd mengungkap-kan, pada HUT PGRI ini telah dilakukan kegiatan Gumuling (Guru Ngamumule Lingkungan) dalam rangka men dukung mewujudkan Kabupaten Konservasi. Harapannya, melalui program ini guru dengan kompetensi sosialnya dapat bersama-sama masyarakat terus melakukan gerakan melestarikan lingkungan.

Ia menyebutkan, kegiatan marak bersama ini merupakan bagian dari sosialisasi Perda 10 Tahun 2009 tentang Pelesatrian Ikan dan Burung kepada masyarakat.

Menurut Opid, rangkaian kegiatan HUT PGRI ke 65, selain kegiatan di Kadugede, adalah puncak peringatan dilaksanakan di Lapangan Sepakbola Desa Mandirancan, dan sehari kemudian mengadakan syukuran di Gedung Guru. Selanjutnya, gerak jalan santai dipusatkan di Obyek Wisata Waduk Darma bersamaan dengan sunatan massal, donor darah, dan kegiatan sosial lainnya di tiap cabang.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengatakan, saat ini wahana bermain di sungai mesti kembali dilestarikan supaya kita semua lebih merasa memiliki. Sehingga dengan sendirinya kita akan memelihara sungai tersebut. “Saya merasa senang melihat masyarakat tumpah ruah mengikuti kegiatan marak bersama ini, karena pada diri mereka begitu tampak kecerian,” katanya sambil menabur benih ikan di sungai. (tan)