h1

DPD Dukung Kuningan Pilot Project Kabupaten Konservasi

11 Desember 2010

Kuningan, IB

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI mendukung Kuningan sebagai pilot project Kabupaten Konservasi. Keseriusan Komite II DPD RI dibuktikan dengan kunjungan kerja 33 anggota, sekaligus penanda tanganan Deklarasi Green Spirit di Kebun Raya Kuningan (KRK) Desa Padabeunghar Kec. Pasawahan.

Hal itu tak lepas dari peran  anggota DPD RI asal Provinsi Jawa Barat Prof. H. Muhammad Surya, dan kerja keras Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda beserta masyarakatnya yang memliki semangat peduli lingkungan.

Hadir pada acara itu, Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, unsur Muspida Kab. Kuningan, kepala SOPD Kab. Kuningan, para camat, kepala BTNGC, dan organisasi peduli lingkungan lainnya. Mereka menanam bibit 1.000 pohon di kebun raya ini.

Adapun isi deklarasi ini, memiliki kesepakatan untuk menggelorakan semangat mem bangun daerah yang hijau lestari untuk hidup dan kehidupan masa kini dan masa akan datang. Dan mensukseskan gerakan Indonesia menanam satu milyar pohon/One Billion Indonesia Tree (OBIT), menuju Indonesia hijau (MIH) dan perwujudan Kabupaten Konservasi. Banyak pohon, banyak rejeki.

Usai penandatangan deklarasi ini, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda menerima bibit pohon dari berbagai daerah perwakilan anggota DPD, yang diserahkan secara simbolis Ketua  Komite II DPD RI Bambang Susilo.

Bambang Susilo mengatakan, usai kunjungan ini  anggota DPD RI   akan menegaskan kembali kepada DPR RI agar Kabupaten Kuningan dijadikan pilot project Kabupaten Konservasi. Karena apa yang dilakukan Bupati Kuningan telah memiliki kepedulian terhadap lingkungan, perlu mendapatkan dukungan serius dari pusat.

“Kami yakin apa yang dilakukan masyarakat Kuningan saat ini, manfaatnya akan dirasakan dalam waktu dekat sekitar 5 hingga 10 tahun. Hal ini diyakini karena pembangunan kebun raya sudah memiliki master plan yang jelas,” ujarnya.

Dia mengatakan,  apa yang dilakukan Kabupaten Kuningan dapat dilakukan pula oleh kabupaten lain. Dengan harapan berbagai bencana baik itu banjir maupun longsor tidak akan terjadi.

Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda mengakui masih banyak kekurangan yang harus segera dibenahi terkait KRK hingga sempurna. KRK ini sebagai tempat konservasi flora dan fauna, juga akan dilengkapi laboratorium penelitian. Setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 300 miliar. “Saat ini pembangunan infrastruktur KRK menjadi fokus utama awal. Dibutuhkan Rp 25 miliar dan kami sudah sounding, baik ke pemerintah pusat maupun provinsi, untuk mewujudkan ini,” tuturnya.

Dari hasil ekplorasi tanaman di KRK tahun 2006, Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat mencatat terdapat 62 suku, 122 marga, 157 jenis, 961 spesimen tanaman. Sementara dari hasil persemaian di tahun yang sama, tercatat sembilan suku, 11 marga, 11 jenis, dan 9.529 spesimen tanaman. (rml)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: