Archive for Oktober, 2010

h1

95 KUBE-FM Dibantu Modal Usaha

12 Oktober 2010

Kramatmulya, IB

Sebanyak 950 KK yang tergabung dalam 95 KUBE-FM (kelompok usaha bersama fakir miskin) mendapatkan bantuan modal usaha dari Pemkab melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kab. Kuningan.

Para penerima bantuan merupakan penyandang masalah sosial keluarga miskin yang tersebar di 13 desa, delapan kecamatan di Kabupaten Kuningan. Masing-masing kelompok dibantu modal usaha senilai Rp2 juta.

Rincian para penerima bantuan diantaranya 50 KK/5 KUBE di Desa/Kec. Cibingbin, Desa/Kec. Subang dan Desa Sagarahiyang Kec. Darma, serta 80 KK/8 KUBE di Desa Karangkancana, Desa Simpayjaya, Desa Tanjungkerta, dan Desa Kaduagung Kec. Karangkancana.

“Selanjutnya, 80 KK/8 KUBE lagi di Desa Baok, Desa Sumberjaya Kec. Ciwaru, Desa Maniskidul Kec. Jalaksana, Desa Paniis, Desa Cimara Kec. Pasawahan, dan Desa Sindangkempeng Kec. Pancalang,” jelas Kepala Dinsosnaker Kab. Kuningan, Drs. Dian Rahmat Yanuar, M.Si saat Sosialisasi Proram Bantuan Sosial Fakir Miskin (BSFM) di RM Lembah Ciremai, Kramatmulya, Kamis (23/9).

Menurut Dian, tujuan kegiatan sosialisasi program BSFM melalui program KUBE-FM adalah untuk mendorong dan memotivasi penyandang masalah kesejahteraan fakir miskin agar mandiri, dan memberikan informasi tentang usaha ekonomis produktif yang akan dilaksanakan. Juga untuk mendorong tumbuhnya sikap mental sosial, semangat kemanusiaan dan kemampuan agar mereka menemukan jati dirinya, serta meningkatkan dukungan dan keterlibatan tokoh masyarakat setempat secara aktif terhadap rencana pelaksanaan kegiatan dan keberhasilan program,”

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengatakan, kemiskinan dengan kondisi utama tidak terpenuhinya kebutuhan manusia seperti pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan interaksi sosial telah menjadi fenomena sosial yang menuntut perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintahan maupun masyarakat.

Keadaan ekonomi nasional, kesempatan kerja dan integritas sosial yang belum stabil ditunjang dengan krisis ekonomi global, lanjut Aang, berdampak terhadap tingginya harga keperluan pada berbagai sektor dan memicu kenaikan harga pada sektor lainnya. “Kondisi ini menyebabkan semakin tidak berdayanya keluarga miskin dalam meningkatkan taraf kesejahteraan sosial mereka,” ujarnya.

Menurut Aang, berdasarkan data BPS pada awal RPJMN I 2004-2009 populasi fakir miskin di Indonesia tercatat 36,10 juta, sedangkan tahun 2009 berjumlah 32,5 juta orang, selama tahun 2004-2008 terjadi penurunan sebesar 1,14 juta jiwa (3,15 persen). Rendahnya tingkat capaian penurunan angka kemiskinan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kejadian bencana alam dan sosial serta krisis ekonomi global.

Aang menyebutkan, kemiskinan dapat muncul sebagai penyebab ataupun pemberat berbagai jenis permasalahan kesejahteraan sosial lainnya seperti ketunaan sosial, kecacatan, ketelantaran, ketertinggalan/keterpencilan dan keresahan sosial, yang pada umumnya berkenaan dengan keterbatasan kemampuan untuk mengakses berbagai sumber pelayanan.

Berkaitan dengan hal tersebut, tambah Aang, pemerintah menyadari pentingnya pembangun-an di bidang kesejahteraan sosial. Salah satu upaya pembangunan sosial dalam penanganan kemiskinan yaitu program bantuan dan jaminan sosial yang diarahkan untuk memberikan perlindungan sosial kepada penduduk yang membutuhkan pelayanan secara khusus.

“Hal itu merupakan tujuan dari program pemberdayaan fakir miskin yaitu meningkatkan taraf kesejahteraan dan kemandirian keluarga miskin, sekaligus meningkatkan kepedulian serta tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha, menuju terwujudnya ketahanan sosial masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan,” terangnya. (tan)

Iklan
h1

Car Free Day Kuningan Dapat Apresiasi

12 Oktober 2010

Kuningan, IB

Wakil Gubernur Jawa Barat H. Yusuf Macan Efendy yang akrab disapa Dede Yusuf mengatakan, Pemerintah Provinsi Jabar memberikan apresiasi kepada Kabupaten Kuningan yang telah mengadakan program Car Free Day yang diprakarsai Bupati Kuningan.

Program Car Free Day telah dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan untuk mendukung upaya pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) 2013 dibidang lingkungan hidup.

“Kegiatan ini akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk melakukan hal yang sama. Bahkan tidak hanya hari Minggu saja, melainkan di hari libur nasional lainnya,” ucap Dede Yusuf, Minggu (29/9).

Dede Yusuf menghimbau masyarakat Kuningan untuk terus mendukung pembangunan yang telah dilakukan. Jangan sampai terjadi aksi perusakan atau corat-coret, karena membangun itu mahal. Ia memberikan penekanan kepada generasi muda atau geng motor yang kerap kali berulah. “Mudah-mudahan di Kuningan hal seperti ini tidak terjadi,” kata dia.

Ia didampingi Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, Wakil Bupati H. Momon Rochmana, unsur Muspida bersepeda santai mulai Bunderan Cijoho menuju Taman Kota. Ditengah berjubelnya warga yang berolahraga dan rekreasi di Jalan Siliwangi, rombongan singgah di Jembatan Merah dan meninjau Taman Tirtasena.

Selanjutnya meninjau Taman Kota dan pembangunan Masjid Syiarul Islam yang saat ini sedang diperluas dan dilengkapi dengan taman di halamannya. Perjalanan diteruskan ke Hutan Kota Bungkirit melalui Jalan Cigugur yang sedang diperlebar.

Hutan Kota Bungkirit berfungsi sebagai daerah resapan air, ruang terbuka dan objek wisata. Pembangunan kawasan seluas 1,5 h.a ini didanai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 1,3 miliar. Di lokasi hutan kota sedang dibangun plaza utama seluas 24 x 13 meter, plaza kecil 24 x 4 meter, sebuah saung utama, dua buah gazebo dan satu unit WC, dan lahan parkir dengan jalan utama selebar 3 meter.

Mantan aktor film laga itu sangat menikmati keindahan panorama Kuningan dari Bukit Bungkirit.  Ia sangat bangga terhadap pembangunan yang dilaksanakan di Kuningan. “Saya melihat pembangunan di Kuningan dari tahun ke tahun terus ada perubahan. Ini merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten yang perlu mendapatkan dukungan. Jadi sudah pantas jika Kuningan menjadi kabupaten terbaik di tingkat Jabar,” katanya.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda  menyambut baik kehadiran Wagub Jabar yang menyempatkan berbaur dengan masyarakat Kuningan melalui kegiatan Car Free Day. “Semoga hal ini akan memberikan motivasi masyarakat Kuningan untuk senantiasa melakukan perubahan dalam pembangunan ke arah yang lebih baik,” kata Aang.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam program Car Free Day pada setiap Minggunya. “Ini merupakan wujud nyata bahwa apa yang dilakukan saat ini tujuannya untuk kepentingan masyarakat juga,” ucap Aang.

Aang menuturkan, maksud dan tujuan program ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mewujudkan lingkungan bersih, nyaman, sehat, dan bebas sampah dan polusi udara. Sekaligus ajang silaturahmi, rekreasi, olahraga massal juga menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional. (kies)

h1

Tabloid Identitas Bangsa Meretas Asa

12 Oktober 2010

Tabloid Identitas Bangsa sejak didirikan pada 16 Oktober 2002 lalu telah menginjak usia delapan tahun. Seiring dengan lahirnya Yayasan Identitas Bangsa pada 13 Februari 2003, koran lokal IDENTITAS yang berukuran mini itu berubah menjadi Tabloid Berita Identitas Bangsa.

Kemudian berubah lagi menjadi Tabloid Dwi Mingguan Identitas Bangsa. Konsekwensi nya, tampilan pun ikut berubah. Semula hanya dua sparasi, dengan warna  merah dan hitam, menjadi full colour hingga sekarang.

VISI dan MISI

Maju mundurnya sebuah organisai tergantung kemampuan pimpinan dalam mengemban Visi dan Misi Organisasi. Visi Tabloid Dwi Mingguan Identitas Bangsa adalah “Media Lokal Wawasan Nasional”. Ini mengandung makna, meskipun skupnya lokal di wilayah Kabupaten Kuningan dan sekitarnya, namun wawasannya bersifat nasional, dan dapat dikembangkan secara nasional.

Visi itu dijabarkan dalam Misi yang meliputi: Membuka peluang kerja; Bersifat independen dan tidak berafiliasi pada partai tertentu; Menjadi media informasi terkemuka di Jawa Barat dan sekitarnya; Mencerdaskan kehidupan Bangsa.

Selanjutnya, Menciptakan Insan Pers yang profesional; Menjalin kemitraan dengan segenap komponen Bangsa; Ikut mewujudkan kehidupan Pers yang bertanggung jawab.

Misi dimaksud dijabarkan dalam program kerja yang dilaksanakan setiap tahunnya. Perjalanan

Dinamika sebuah organisasi terjadi pula pada koran lokal yang paling eksis di Kabupaten Kuningan ini. Tak hanya nama, kepengurusan, dan personil yang berubah, alamat pun berpindah-pindah. Berawal di Jalan Otista No. 58 Kuningan, pindah ke Desa Kadugede, kemudian ke Desa Cipondok Kec. Kadugede. Sekarang di Jalan Raya Ciamis No. 32 Desa Windujanten Kec. Kadugede.

Meski tantangan dan hambatan berat dalam mengelola usaha koran lokal, tapi kami tetap istikomah untuk menjadikan koran yang tetap aktif, dinamis dan aspiratif.

Selama dipimpin oleh T. Sukartanu, SH, dibantu Wakil Pemimpin Perusahaan Cecep Rohimat, Anggi Sugiana Wakil Pimred, dan U. Sukisna Sekred, Tabloid Identitas Bangsa terus berkembang dan bisa disejajarkan dengan media lainnya. Dampaknya, hingga kini tabloid ini pun mampu merambah pangsa pasar di wilayah Kabupaten Kuningan, Cirebon dan Indramayu. Ini tentunya tak lepas dari komitmen kami untuk tetap konsisten menjalin kerjasama dengan berbagai komponen bangsa.

“Kami ingin punya daya saing dengan sesama Media, baik cetak maupun elek tronik. Sehingga harus didukung oleh personil yang profesional, baik manajemen maupun wartawan peliputnya,” terang T. Sukartanu, SH, yang terbilang wartawan produktif ini. (den)

h1

Ajat dan Deden Menang Lomba Mirip Artis

12 Oktober 2010

Kuningan, IB

Dua orang warga Kuningan yang mengais rizki di tanah perantauan mendadak artis. Betapa tidak, ke dua orang itu dinobatkan menjadi pemenang Lomba Mirip Artis yang digelar sebuah stasiun TV swasta, Juni lalu.

Adalah Ajat Sudrajat dan Deden, dua orang dimaksud yang ditetapkan juri mirip dengan komedian Indro dan Sule. Ajat dengan sebutan “Indro Skop BTN” dan Deden “Sule Second Bubur” mampu mengalahkan pesaing-pesaingnya yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang pekerjaan.

Ajat mengatakan, pada saat lomba dirinya harus bisa memerankan peran Indro secara maksimal. Dari mulai gaya pakaian, model rambut pelontos, kumis, gerak-gerik dan logat bicara Indro, dia pertontonkan di depan ratusan orang yang melihatnya. “Saat itu saya benar-benar harus seperti Indro,” ujar dia melalui ponselnya.

Begitu pula dengan Deden, yang harus memerankan peran komedian Sule. Namanya juga mirip, Deden harus mampu meniru gayanya komedian asal Bandung itu, khususnya model rambut panjang yang dicat kuning.

“Dalam lomba itu saya bisa mengalahkan empat pesaing saya, sedangkan Deden mampu mengalahkan enam lawannya. Untuk keseluruhan peserta berjumlah 1.350 orang, pada kategori mirip artis yang berbeda. Ada yang mirip Rano Karno, Cut Tari, Olga dan lainnya,” terang Ajat sama seperti penuturan Deden.

Deden menambahkan, pascalomba dirinya masih tetap sibuk pada aktifitas semula yakni berjualan bubur di depan SMP 27 Sumurbatu, Bekasi. Namun, kini ada aktifitas tambahan lainnya yaitu kumpul-kumpul bareng dengan rekan yang mirip artis. Bahkan, menurutnya, dia akan menandatangani kotrak untuk sebuah film pendek.

Ajat sudah menyelesaikan satu episode film berjudul Imitasi Tawa yang rencananya akan ditayangkan di Global TV. Selain itu, alumni SMAN Cigugur tahun 1984 itu akan mulai menggarap film Hari Yang Aneh dengan skenario Laskar Ganteng bersama rekan-rekannya di Kampung Artis. “Kepada seluruh warga Kabupaten Kuningan kami mohon doanya untuk kesuksesan kami berdua,” pinta Ajat dan Deden secara bergantian.

Ajat adalah warga Desa Sindangsuka Kec. Luragung, kini tinggal di Cibinong Kab. Bogor. Dia bekerja sebagai sopir Bank BTN. Sedangkan Deden, kesehariannya berjualan bubur kacang ijo. Dia berasal dari Desa Mekarmukti Kec. Sindangagung dan kini tinggal di Bekasi. (gie)

h1

Konsep CSR Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

12 Oktober 2010

Kramatmulya, IB

Dari beberapa nara sumber pada Lokakarya Temu Investor dan Pengusaha Kuningan yang diprakarsai Badan Pelayanan Perizinan (BPPT) Kabupaten Kuningan di RM Lembah Ciremai, Senin lalu, nampaknya materi CSR (Corporate Social Responsibility) paling menarik peserta.

Materi CSR disampaikan oleh Dra. Anita Kusumawardhani, M.Si, General Affair Departement Head PT. Indocement Tunggal Prakarsa tbk, Agus Humas PT Pertamina Revenery UP VI Balongan Indramayu, dan pimpinan Bank Mandiri Cirebon.

Anita menjelaskan, program CSR merupakan bentuk kepedulian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) terhadap waga sekitar perusahaan. Untuk wilayah Cirebon telah terbentuk Forum CSR dengan Ketua Umumnya PT. Indocement, Wakil Ketua Umum PT. Pertamina, keanggotaan terdiri dari PT. PELINDO, PT. Jasa Marga, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI dan lainnya.

Terbentuknya Forum CSR

Forum CSR Ciayumajakuning diprakarsai oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang mempunyai tujuan menularkan kegiatan CSR kepada seluruh perusahaan yang  tergabung dalam APINDO bersama BKPP Wilayah III Cirebon, 15 Juli 2009 bertempat di kantor PT. Indocement Palimanan Cirebon. Pertemuan ini menghasilkan penandatanganan kesepakatan pentingnya pem-bentukan forum, dan secara aklamasi menunjuk PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebagai Ketua Umum Forum CSR Ciayumajakuning  selama dua tahun.

Pertemuan ke III, diselenggarakan oleh PT Pelindo II (Persero) Cabang Cirebon, 4 November 2009 bekerjasama dengan BKPP Wilayah III Provinsi Jawa Barat di Gedung Negara Jl. Siliwangi 14 Cirebon.

Pertemuan ini memberikan informasi  bahwa masing-masing perusahaan/BUMN/BUMD sudah melaksanakan program dan kegiatan CSR, tetapi belum tersosialisasi pada masyarakat, dan belum sinergi dengan program pemerintah. Oleh karenanya diperlukan adanya forum CSR yang dapat menjadi wadah pengembangan program CSR yang terkordinir antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat.

Pertemuan forum CSR Ciayumajakuning IV dilaksanakan di PT. Pertamina Revenery UP VI Balongan bertempat di Gedung Patra Ayu Komplek Perumahan Bumi Patra Indramayu, 18 Maret 2010.

Hadir saat itu perusahaan/BUMN/BUMD se-wilayah III, serta perwakilan dari pemerintah kota/kabupaten antara lain dari unsur Bappeda, Disperindag, Dinas KUMKM, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

Pertemuan menghasilkan implementasi program CSR sebagai wujud kepedulian perusahaan/BUMN/BUMD terhadap masyarakat. Terbentuknya Struktur Organisasi Forum CSR Ciayumajakuning yang akan ditindaklanjuti dengan pertemuan tim perumus untuk membahas program kerja tahunan organisasi sekaligus rencana pelantikan pengurus forum.

Kini Forum CSR telah melakukan kegiatan dengan fokus bidang pendidikan, kesehatan dan sosial ekonomi. Kedepan dengan pimpinan Bank Mandiri akan lebih memfokuskan pada bidang sosial ekonomi. “Ke depan kami akan memfokuskan diri pada upaya dibidang sosial ekonomi untuk mendorong pertumbungan dan perkembangan sektor UKMK,” terang Anita Kusumawardani di hadapan paserta lokakarya yang terdiri dari pengusaha lokal dan para pejabat daerah. (tan)

h1

PLN Tawarkan Sejuta Pelanggan

12 Oktober 2010

Cigandamekar, IB

Perusahaan Listrik Negara PT PLN (Persero) melaksanakan penyambungan listrik serentak bagi sejuta pelanggan baru skala nasional. PLN memberikan ke-sempatan pengadaan listrik dengan biaya terjangkau dibandingkan harga normal.

H. Suangga, Manajer UPJ PLN Kuningan menjelaskan, program tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Listrik Nasional ke-65, 27 Oktober 2010. Diharapkan melalui program sejuta pelanggan, listrik dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Dengan program ini, masyarakat lebih mudah memperoleh listrik, cepat dan biaya ringan, serta mendapatkan pelayanan prima,” kata Suwangga saat jumpa pers di Prima Resort Hotel, Desa Sangkanurip Kec. Cigandamekar, Sabtu (2/10).

Selama ini, menurut dia, ada kesan di masyarakat bahwa pemasangan listrik itu sulit dan mahal. “Kini akses lebih mudah, baik untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Namun, pe-nyambungan listrik ini hanya bagi listrik prabayar (LPB) dengan kapasitas minimum 450 watt/kva” ujarnya.

Pemberlakuan pola penyam-bungan listrik serentak dengan sistem listrik prabayar, jelas dia, bertujuan mengantisipasi kekeliruan pencatatan KWH meter dan pelanggan yang sering telat melakukan pembayaran listrik.

“Di sisi lain, bidikan layanan pemasangan baru secara serentak juga diprioritaskan kepada masya rakat yang tidak melaksanakan penambahan jaringan listrik,” katanya.

Ia menyebutkan, bagi masya rakat yang berminat mendapatkan kesempatan penyambungan listrik secara serentak bisa menghubungi kantor pelayanan listrik terdekat.

Bambang Sularso, Asisten Manajer APJ Cirebon menjelaskan, selain sistem LPB yang mengguna kan token, juga masih diberikan kesempatan untuk pemasangan listrik dengan menggunakan meteran elektrik. Program yang terakhir ini masih berlanjut karena sudah ada kerjasama antara PLN dengan Dinas Sumber Daya Alam dan Energi (SDAE) Jawa Barat untuk penyediaan intalasi dan meterannya.

“Dengan LPB, sebenarnya PLN ingin memberikan keuntungan kepada konsumen. Keuntungan itu diantaranya penggunaan listrik lebih hemat karena bisa diatur sendiri, serta tidak ada denda dan pemutusan ketika menggunakan KWH,” terang Sularso.

Di wilayah UPJ Cirebon, pihaknya sudah siap melayani permintaan konsumen baru hingga 41.500 watt/kva. Token (semacam pulsa) hanya bisa digunakan untuk sendiri dan tidak bisa digunakan untuk lainnya, karena sudah jelas nomornya.

Ketika ditanya apakah yang migrasi dari KWH ke LPB dikenakan biaya, Ia menjelaskan bahwa konsumen dikenakan biaya sebesar Rp. 20.000. Uang itu untuk isi token dan membayar utang ketika sistem pasca bayar, karena biasanya menggunakan listrik dulu baru membayar. “Sehingga jangan meresa aneh, bila membeli token Rp. 20.000 maka nilainya hanya Rp. 10.000an. Kekurangan itu untuk menutupi utang sistem pasca bayar,” terangnya.

Untuk pemasangan baru atau migrasi pihaknya akan bekerja cepat, paling lama tujuh hari sejak membayar BP (biaya pendaftaran).

Tedi dari UPJ Cilimus, menjelaskan, ke depan diharapkan listrik tidak bayar pret lagi. Idealnya listrik mati 8 kali dalam setahun, kalau sering mati itu karena ada gangguan dari pohon terhadap jaringan listrik. Padahal jarak aman itu 3 meter, sehingga diharapkan tidak ada yang lebih tinggi dari jarigan listrik. “Tak ada yang lebih tinggi dari jaringan listrik, kecuali langit,” ujar dia.

Untuk pemasangan litrik 450 watt dengan sistem LPB, konsumen hanya dikenakan biaya pemasangan sebesar Rp. 696.500.

Menanggapi pertanyaan IB, apakah PLN masih sanggup memenuhi kebutuhan bagi pelanggam baru, padahal ketika masuk musim kemarau tiba, sering terjadi pemadaman secara bergilir? Untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik, jawab Sularso, pihaknya telah membangun beberapa PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) seperti di Sumurraden Indramayu dan di Kanci yang sudah masuk jaringan kontribusi Jawa dan Bali. (tan)

h1

Dangdeur Diubah Jadi Tempat Wisata

12 Oktober 2010

Garawangi, IB

Kawasan Dangdeur sebetulnya telah lama menjadi tempat rekreasi gratis bagi para wisatawan lokal, tak terkecuali warga Kecamatan Garawangi dan Ciniru. Di kawasan itu, kita bisa menikmati indahnya pemandangan alam atau hanya sekedar singgah untuk melepas lelah seusai beraktifitas.

Bermaksud menggali dan mengembangkan potensi kawasan Dangdeur, KPH Perum Perhutani Kabupaten Kuningan kini telah mengubah daerah yang didominasi oleh pohon pinus tersebut menjadi tempat wisata dengan nama Wisata Buper Pakembangan. Berbagai fasilitas pun terus dibuat untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung yang datang.

“Tempat wisata ini dibuka 26 Juni 2010 lalu dengan luas 2 hektare. Fasilitas sementara yang telah ada adalah mushola, MCK, selter (tempat duduk), ayunan, dan permainan anak-anak,” kata Petugas Lapangan, Olan.

Menurut Olan, selain fasilitas-fasilitas itu, para pengunjung juga dilindungi oleh asuransi kecelakaan dari PT Bhakti Bhayangkara, dengan luas jaminan meliputi meninggal karena kecelakaan, cacat tetap dan biaya pengobatan maksimum. “Besaran nominal asuransi yang diberikan sesuai dengan kriteria luas jaminan. Asuransi ini berasal dari pembelian karcis yang untuk setiap orangnya Rp3.000, serta untuk motor dan mobil masing-masing Rp1.000 dan Rp2.500,” ujar dia.

Olan menyebutkan, jika nanti pengunjung terus bertambah, kemungkinan luas tempat wisata yang berada di wilayah Desa Pakembangan Kecamatan Garawangi itu akan ditambah, seiring dengan penambahan berbagai fasilitas lainnya. Dan, para investor pun hingga kini masih tetap memiliki kesempatan untuk menanamkan sahamnya atau bekerja sama dengan pihak pengelola. (kies)