h1

41,7 Ton Ikan Waduk Darma Mati Mendadak

12 Oktober 2010

Darma, IB

Sekira 41,7 ton ikan tawar budidaya jaring terapung di Waduk Darma mati mendadak. Penyebab kematian, menurut Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP3) Kab. Kuningan, Ir. Hj. Triastami karena kekurangan oksigen.

Peristiwa terjadi selama dua hari, Sabtu – Minggu (25 – 26 September) lalu. Saat itu cuaca di sekitar Waduk Darma kurang baik. Selama tiga hari hujan tidak turun dan angin pun sangat kurang. Padahal angin dapat menggerakkan air di permukaan sehingga ada oksigen. Akibat tidak ada pergerakan air, beban air di permukaan lebih berat dan mendorong air dari atas turun (upwilling). Sebaliknya, kata Hj. Triastami, air dari bawah terdorong ke atas membawa kotoran dan lumpur kotor sehingga ikan di atas mabuk, kemudian mati kekurangan oksigen.

Kepala DP3 ini berkenan meninjau langsung lokasi bencana alam yang menimpa para petani jaring apung di tengah Waduk Darma. Ia tiba didampingi dua orang Kasi yakni Ir. Ahmad Sungkawa dan Suryana, S.P, kepala UPTD DP3 Darma dan Kepala Desa Jagara Umar Hidayat.

Triastami meminta agar eksistensi budidaya ikan jaring apung tetap dijaga, dan sebaiknya anggotanya bergabung dalam kelompok. Bentuknya bisa koperasi atau Gapoktan (gabungan kelompok tani).  “Hal ini untuk menambah kepercayaan apabila sebelumnya investor kurang percaya kepada pengelola jaring apung secara perorangan,” terang Triastami di Waduk Darma, (28/9).

Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat menjelaskan, di Waduk Darma terdapat 72 petani ikan jaring apung, 33 diantaranya menderita kerugian akibat ikannya mati mendadak. Kerugian ditaksir sekira Rp. 650 juta, dengan kalkulasi harga ikan Rp. 15.000/kilogram kali 41.700 kg.

Untuk itu, agar usaha budidaya ikan jaring apung di Waduk Darma tetap berjalan dan mengurangi kerugian, Ia mengharapkan agar Pemda Kuningan atau investor dapat membantu penyediaan bibit ikan. “Kami juga mengharapkan agar dari BPLHD (Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah) turun tangan untuk meninjau kadar dampak lingkungannya akibat bau busuk dari ikan yang mati. Begitu pula dari Dinas Kesehatan Kab. Kuningan,” kata Umar.

DP3 Kab. Kuningan sendiri, seperti dikemukakan Triastami langsung melakukan komunikasi dengan investor. Ia berharap adanya solusi untuk pengadaan bibit yang diharapkan pengelola ikan jaring apung itu.

Terpisah, Camat Darma, Drs, Sadudin, M.Si meminta agar penyebab kematian ikan di Waduk Darma itu diteliti oleh intansi terkait. “Saya ingin adanya kajian apa penyebab kejadian itu, sehingga ke depannya para petani akan tahu kapan waktu yang tepat untuk menanam ikan dan kapan waktu yang tidak boleh,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, sektor perikanan merupakan potensi utama yang bisa dikembangkan, selain pariwisata yang menjadi ikon kecamatan Darma. Sektor lainnya yang bisa dikembangkan yakni perdagangan, budidaya tanaman pangan dan holtikultura. (tan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: