h1

SMK Pertiwi Kuningan Siapkan Alumni Handal

27 April 2010

Kuningan, IB

SMK Pertiwi Kuningan merupakan sekolah kejuruan berbasis teknologi pertama di Kabupaten Kuningan. Sebelumnya sekolah ini bernama STM Pertiwi Kuningan yang berkiprah sejak 1979 lalu.

Sejak kiprahnya itu, hingga kini telah meluluskan 7.000 orang alumni yang mampu diserap oleh dunia industri, instansi pemerintah/swasta dan membuka wirausaha.

Sekolah kejuruan memang bertujuan untuk mendidik siswanya agar mempunyai skill dan siap memasuki dunia usaha, serta sebagian melanjutkan ke pergururuan tinggi. “Upaya yang kami lakukan untuk menggoalkan tujuan itu diantaranya dengan cara menyediakan sarana belajar/praktik yang lengkap dan menjalin kerjasama dengan puluhan perusahaan,” kata Kepala SMK Pertiwi Kuningan, Dea Ariana Vamitrarianto, SE, M.Si, saat ditemui IB di ruang kerjanya, Kamis (15/4).

Menurut Dea, PT. Pertamina Tanjung Gerem, PT. Waskita Jaya Purnama Jakarta, PT. Astra Honda Motor Jakarta, merupakan contoh perusahaan besar yang telah menjalin kerjasama dengan sekolahnya. “Kerjasama dijalin tak hanya dengan perusahaan skala nasional, namun dengan perusahaan-perusahaan besar skala lokal juga, semisal Yamaha Arista Jagabaya dan Honda Prima Motor Kuningan,” terang kepsek muda yang baru berusia 29 tahun ini.

Bicara SMK Pertiwi, ingatan kita tak dapat dipisahkan dari sosok Drs. Tjetje Priatna, BAE., M.Si. Dialah yang membidani lahirnya Yayasan Perhimpunan Pendidikan Abdhi Pertiwi (PPAP). Di PPAP ini bukan hanya SMK Pertiwi Kuningan, dibawahi pula SMK Pertiwi Cilimus, SMP Pertiwi Cilimus dan SMK Plus Sukamulya.

Komitmen untuk menciptakan generasi muda yang cerdas dan berkarakter, ditularkan kepada putranya Dea Ariana untuk terus berkompetisi ditengah hingar bingarnya pertumbuhan SMK, baik negeri maupun swasta di Bumi Pertiwi ini.

Sehingga, bukan sebuah keniscayaan bila sekolah yang sejak 1993 menggunakan kampus di samping eks kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Kuningan di Cirendang ini bisa memiliki siswa hingga 922 orang. Mereka terakumulasi dalam empat program yakni Teknik Mekanik Otomotif, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Sepeda Motor, serta Teknik Rekayasa dan Perangkat Lunak.

Keberhasilan ini pun tak bisa dilepaskan dari penghargaan yang diberikan pengelola sekolah kepada para pengajar. Bagi guru yang bukan PNS, khususnya guru tetap yayasan (GTY) telah diberikan salary (gaji) setara dengan gaji PNS. Namun tentunya dilihat dari dedikasi, dan masa kerjanya. (kies)

Iklan

3 komentar

  1. dedi setiawan angktn 98′,,,,3m3
    casper is the best


  2. dedi setiawan angktn 98′,,,,3m3


  3. tolong pak,,,banyakin praktek di lapangan biar alumni tidak ragu ragu dalam bekerja n kasih skill lebih



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: