h1

Polisi Peduli Lingkungan

27 April 2010

Jalaksana, IB

Polisi Peduli Lingkungan merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Kapolres Kuningan AKBP Yoyoh Indayah, M.Si. Kapolres Kuningan dan PT. Serayu Makmur Kayuindo Cirebon melakukan kerjasama penanaman 40.000 bibit Albasia dan Jabon (jati kebon).

“Langkah ini diambil sebagai bukti kepedulian jajaran Kepolisian Resort Kuningan terhadap lingkungan,” kata AKBP Yoyoh Indayah saat launching Kuningan hijau dan produktif sejuta kawan menanam pohon di Desa Sadamantara Kecamatan Jalaksana, Kamis (15/4).

Kapolres AKBP Yoyoh Indayah mengatakan, polisi harus peduli kepada alam, dan berupaya mem bantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kemitraan dengan industri. Diharapkan melalui kemitraan dengan industri ini dapat mengikuti dinamika kehidupan masyarakat. “Nanti kalau sudah besar, maka PT. Serayu yang akan kembali membeli kayunya,” kata Yoyoh.

Ia mengakui manfaat kayu sangat besar sebagai sumber pemasok air bersih, sehingga lingkungan harus dijaga kelestariannya. Hal ini bertujuan sebagai upaya Polisi dalam kehidupan masyarakat, memotivasi masyarakat yang mau bekerjasama dan upaya mewujudkan Kuningan hijau dan produktif. “Kebersamaan ini sudah nampak dari penampilan rampak genjring hasil kolaborasi antara Polisi, Polwan, Sipil Polres, dan TNI,” terangya.

Ketua Panitia, Kompol Suwardi menjelaskan, penanaman dilaksa nakan bekerjsama dengan PT. Serayu Makmur Kayuindo Cirebon dalam rangka mendukung program Pemkab Kuningan mewujudkan Kabupaten Konservasi. Atas kerjasama itu, ditanam sebanyak 40.000 bibit Albasia dan Jambon dengan lokasi di di Desa Sadamantra dan beberapa tempat lainnya pada areal seluas 134,18 meter².

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos mengatakan, kecintaan terhadap lingkungan merupakan kemuliaan akhlak. Upaya yang telah dilakukan baik melalui kebijakan Pemda maupun atas kesadaran masyarakat. Pelestarian lingkungan dalam mengatasi lahan kritis telah dilakukan melalui kerjasama dengan TNI dan Polri serta sudah hampir tuntas 90 persen.

Program peduli lingkungan yang telah digulirkan, katanya, diantaranya Pepeling (pengantin peduli lingkungan). Hal ini secara filosofis bahwa ketika kecil kita menanam dan dewasa memanen. Upaya pelestarian lainnya nampak dari pengelolaan hutan lindung oleh BTNGC, hutan rakyat dan hutan raya di Padabeunghar.

“Hal ini karena perlu ada keseimbangan ekosistem dengan menyelaraskan antara kepentingan ekonomi dengan lingkungan,” kata Aang.

Ia mengutarakan akan memfokuskan pembangunan imprastruktur jalan dan jembatan ke wilayah Kuningan bagian selatan dan timur karena kondisinya sudah parah. Sedangkan wilayah utara relatif lebih baik.

Dirut PT. SMK Cirebon, Hasan  mengatakan, empat tahun belakangan ini isu global warning (pemanasan global) menjadi isu internasional dan bencana alam terus bertubi, sehingga perlu diupayakan penanaman pohon oleh pemerintah dan swasta.

“Kami telah melakukan riset sejak 2000, dan mulai menanam pada 2005. Di Kabupaten Kuningan sendiri atas permintaan Kapolres dilakukan penanaman 40.000 pohon untuk mewujudkan Kuningan hijau dan produktif,” terang Hasan.

Manfaat penanaman pohon ini antarauntuk mencegah bencana alam, sumber air bersih, dan menjaga ketersediaan oksigen dalam mengurangi dampak pemanasan global. Dalam hal ini, pihaknya telah menanam 17,2 pohon pada areal seluas 473 di tujuh provinsi. (tan)

Iklan

One comment

  1. Sy kagum ats kepedulian PT.SMK dlm penghijauhan di Bumi Indonesia yg trcinta ini. Kpn giliran Indramayu, Mr Hasan?,Txs..



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: