h1

Musim Hujan, Kuningan Diguyur Bansos

27 April 2010

Cilimus, IB

Musim hujan, Kabupaten Kuningan diguyur Rp. 11 milyar oleh Departemen Sosial RI (Depsos). Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Menteri Sosial, DR. H. Salim Segaf Al Jufri, MA di Bumi Perkemahan Desa Cibeureum Kecamatan Cilimus, Jum’at (16/4).

Bantuan melalui pos dekonsentrasi itu meliputi bantuan sosial fakir miskin bagi 950 KK sebesar Rp. 1,9 miliar, program keluarga harapan (PKH) 90 desa sebesar Rp. 6,359 miliar. Juga, Jaminan sosial penyandang cacat berat (JSPC) untuk 46 orang Rp. 165 juta, Rumah tidak layak huni (Rutilahu) 150 KK Rp. 1,5 miliar, bantuan keserasian sosial 12 desa Rp. 1,2 miliar, serta bantuan tanggap darurat 10 ton beras.

Upaya penanggulan masalah sosial dilakukan melalui proses bimbingan dan pendampingan berkelanjutan. Ditempuh dengan prinsip pekerjaan sosial untuk mendorong orang atau penyandang, dan bukan sebagai obyek pasif.

Penanggulangan kemiskinan oleh Kementrian Sosial RI senantiasa dilakukan dengan memantapkan kebijakan yang berpihak pada orang miskin (pro poor). Dengan cara memberikan kesempatan kerja dan berusaha, meningkatkan pendapatan dan memberikan sumbangan pada pertumbuhan perekonomian.

Diantaranya, memberikan stimulan penumbuhan KUBE FM, penguatan KUBE FM melalui P2FM-BLPS, bantuan RTLH serta pendampingan. “Bantuan tersebut  untuk memberdayakan kelompok masyarakat  miskin dengan mem-berikan stimulan modal usaha bagi fakir miskin,” kata H. Salim Segaf.

Pemberdayaan melalui KUBE, tambahnya, merupakan pencermin-an metode pekerjaan sosial dengan kelompok. Karena, masyarakat akan berdaya apabila berkelompok.

Kegiatan Mensos di Kuningan sendiri dalam rangka pencanangan pelaksanaan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni, penyerahan secara simbolis bantuan stimulan KUBE FM, pencanangan rintisan Panti Sosial Korban Narkotika dan Panti Sosial Lanjut Usia, penyerahan kartu jaminan sosial penyandang cacat, dan pembukaan pelaksananan pelatihan Tagana.

Bupati Kunigan, H. Aang Hamid Suganda tengah berupaya keras mengoptimalkan pembangunan bidang sosial, dengan memanfaat kan bantuan dari Kementrian Sosial, provinsi dan APBD.

Aang memaparkan berbagai  permasalahan sosial di Kuningan yang dapat dijadikan kebijakan  Kementrian Sosial, meliputi penanganan daerah  rawan bencana alam di 14 kecamatan yang berada dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah dan tinggi, relokasi 621 rumah warga, bantuan rehabilitasi rumah 700 rumah, dan dibutuhkan kendaraan mobil rescue touching unit.

Selain itu, pemberdayaan keluarga miskin termasuk didalamnya wanita rawan sosial ekonomi. Dan saat ini Kuningan merintis pembangunan Panti Rehabilitasi Sosial  Korban  Narkotika di Desa Cisantana Kec. Cigugur. Sementara untuk pelayanan sosial bagi lanjut usia terlantar perlu  Panti Sosial Tresna Werdha dan juga pelayanan Balita Terlantar.

Drs. Dian Rahmat Januar, M.Si, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Kuningan mengatakan, Kuningan rawan tanah longsor pada setiap tahunnya.Untuk mengantisi-pasi itu, telah disiapkan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Hal itu sebagai respon terhadap program Kementrian Sosial. Adapun tujuan pelatihan Tagana untuk meningkat-kan pelayanan penang-gulangan bencana alam (PBA) 2010, dan penyiapan SDM yang tanggap, cekatan dan profesional dalam upaya PBA.

Peserta pelatihan sebanyak 50 orang yang merupakan relawan sosial, tersebar di beberapa daerah dengan prioritas daerah rawan bencana. Pelatihan dilaksanakan 16 sampai dengan 22 April, dengan instruktur berasal dari Dinsosnaker, Kodim 0615, unsur SAR nasional dan anggota senior Tagana. (tan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: