Archive for Desember, 2009

h1

Ruas Jalan Hantara-Darma Tak Tuntas

16 Desember 2009

Hantara, IB

Pengaspalan ruas jalan kabupaten penghubung Kecamatan Hantara dengan Kecamatan Darma beberapa waktu lalu, ternyata tidak tuntas. Masih ada sisa jalan sekira 4 km yang kondisinya rusak parah. Padahal beberapa warga, khususnya yang tinggal di daerah perbatasan, mengira jalan itu akan dituntaskan hingga terminal Desa Cageur.

“Saya kira pengaspalan jalan kabupaten ini akan dituntaskan hingga Desa Cageur Kec. Darma. Ternyata tidak. Pengaspalan cuma dilakukan sampai Blok Sukapisan. Itu pun tidak sampai perbatasan kecamatan. Untuk wilayah kami masih ada sisa 1 km lagi sampai perbatasan dengan Kec. Darma,” ungkap Rohiman, Rurah Dusun Cipipisan Desa Tundagan Kec. Hantara, Sabtu (28/11).

Disebutkan, sisa jalan yang tidak teraspal itu membuat para pengendara roda dua maupun roda empat miris. Betapa tidak, selain rusak parah jalan ini memiliki tingkat kemiringan tinggi dengan belokan tajam dan tanjakan curam. “Kondisi jalan ini mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan. Termasuk istri saya yang harus rela 17 jahitan,” katanya.

Sudiono (42), seorang warga Dusun Dayeuhkolot Desa Cageur, berharap jalan yang berada di desanya segera diperbaiki. “Dulu saya pernah mendengar dalam sebuah acara jalan ini akan diperbaiki. Kalau tidak salah waktu masa pencalonan bupati sekarang (Bupati Aang, red),” ujarnya.

Sama seperti penuturan warganya, kuwu setempat Cicih Sumiarsih mengatakan, warga Cageur khususnya yang berada di dusun sebelah timur sudah ngidam jalan yang rusak segera diperbaiki. Katanya, kondisi jalan seperti sekarang ini menghambat beberapa aktifitas penting warga, utamanya dalam kegiatan ekonomi.

“Saya harap pemerintah bisa mendengar aspirasi kami, karena ini demi kepentingan rakyat banyak. Jalan dari desa kami ke perbatasan dengan Kec. Hantara itu sepanjang 3 km dan hampir sebagian besarnya sudah rusak. Bahkan banyak yang mirip leuwi,” katanya. (kies)

Iklan
h1

Bupati Aang Telurkan Ide One Man One Tree

16 Desember 2009

Kuningan, IB

Kondisi geomorfologis menempatkan Kabupaten Kuningan pada posisi dan peran penting sebagai daerah penyangga bagi kabupaten sekitarnya. Pendeklara-sian Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi dapat dimaknai sebagai satu milestone dalam upaya pengokohan dan penegasan sebagai daerah yang memiliki consern tinggi terhadap upaya-upaya pelestaraian sumber daya alam.

Komitmen ini, kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Kuningan, Ir. Dendie Warsita, perlu dipahami dan dibangun bersama oleh semua komponen masyarakat, terutama kesadaran dan partisipasinya. “Kabupaten Konservasi tidak dari gaung kegiatan-kegiatan fisik proyek semata, yang paling esensi adalah terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat dan bisa tumbuh sebagai budaya masyarakat,” jelas Dendi.

Langkah-langkah yang telah ditempuh untuk mewujudkan Kabupaten Konservasi diantaranya membangun Kebun Raya Kuningan di Desa Padabeunghar Kec. Pasawahan. Selain itu, menetapkan program berwawasan lingkungan seperti Pepeling (Pengantin Peduli Lingkungan), PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat), muatan lokal kurikulum pendidikan lingkungan (SD, SLTP, SLTA), serta, rehabilitasi situ/embung dan rehabilitasi lahan kritis.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengatakan,  Pemkab Kuningan akan tetap consern dengan program pelestarian lingkungan. Hal itu sejalan dengan visi “Kuningan Lebih Sejahtera Berbasis Pertanian dan Pariwisata yang Maju dalam Lingkungan Lestari dan Agamis”. Kata lestari tersebut merupakan pencerminan dari suasana lingkungan yang lestari tanpa terkontaminasi oleh polusi-polusi yang dihasilkan oleh industri. “Program One Man One Tree sebagai salah satu bukti Kabupaten Kuningan tetap memegang komitmen untuk tetap menjaga lingkungan agar tetap terpelihara dengan baik,” tegas Aang dalam pencangangan One Man One Tree, di Kampus Uniku, pekan lalu.

Belum lama ini, telah ditetapkan Perda tentang Pelestarian Satwa Burung dan Ikan sebagai salah bukti kepedulian terhadap lingkungan. “Satu-satunya tantangan terberat dalam mewujudkan Kabupaten Konser-vasi adalah menyerasikan derap pembangunan fisik dan ekonomi dengan upaya menjaga lingkungan yang lestari,” kata Aang. (kies)

h1

Encu Sukat Sukses Tambah Tiga Madrasah Negeri

16 Desember 2009

Kuningan, IB

Kendati tak lebih dari setahun memimpin Kantor Depag Kab. Kuningan, ternyata Drs. H. Encu Sukat WS, MA telah sukses menambah tiga madrasah negeri. Ketiganya adalah MTs Negeri Hantara, MI Negeri Cipakem Kec. Maleber dan MI Negeri  Padamatang Kec. Pasawahan. Encu Sukat dipercaya menjabat Kepala Kandepag Kuningan pada 2 Februari hingga 1 Desember 2009.

Ketika ditanya kiat suksesnya, dia menjelaskan bahwa keberhasilan itu merupakan hasil bersama (koordinasi). Hanya secara kebetulan dirinya kepala Kandepag. Meski, sebenarnya pengusulan itu sendiri telah dilakukan sejak 2003 dan disusul pada 2005. Namun tidak berhasil. “Mungkin saat itu usulan kurang pengawalan, sehingga tidak berhasil,” kata putra daerah kelahiran Desa Cisantana Kec. Cigugur ini kepada IB, Senin (30/11).

Sehingga manakala dirinya dipercaya menjadi orang nomor satu di jajaran Depag Kuningan langsung melakukan langkah pendekatan hingga ke Menteri Agama RI. Menurut Encu, diawali pengajuan ketiga madrasah itu, kemudian turun juklak dari Depag pusat. Dan pada Juli 2009, pihaknya melakukan MoU (memorandum of understanding) dengan yayasan di hadapan Notaris Itje Tresnawiyah, SH. “Setelah itu, proposal dan berkas kita kawal, termasuk rekomendasi dari Kanwil Depag, hingga ke Depag dan Bapennas. Itupun dalam waktu yang relatif singkat karena Menteri Agama mau serah terima,” ujarnya.

Dengan kegigihannya, usahanya menemukan hasil yang optimal. Meski untuk penegerian itu sangat ketat dan harus lulus uji kelayakan. Saat ini terdapat 31 MTs swasta dan 19 MI swasta yang dinegerikan di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data dari Depag, kini terdapat tujuh MI Negeri dan 77 MI swasta, 12 MTs Negeri dan puluhan swasta, serta tiga Madrasah Aliyah Negeri.

“Hikmah dari perjuangan penegerian ini, saya bisa ketemu dengan Irjen Pendais dan Sekjen Depag, serta Direktur Perben-daharaan Negera Departemen Keuangan RI,” katanya.

Keberhasilan Encu men dapat apresiasi dari Kasubag TU Kandepag Kuningan, H. Yusron Kholid, S.Ag, M.Si. “Ia cukup berhasil dan telah menorehkan prestasi yang luar biasa dengan menambah tiga buah madrasah negeri selama kurang dari setahun kepemimpinannya,” puji Yusron Kholid.

Ketika ditanya aktifitas yang akan dilakukan pascapensiun, Encu Sukat mengutarakan akan aktif memelihara sapi perah yang telah dirintisnya sejak 1997 lalu, dan mengoptimalkan Yamsik. “Dengan waktu luang yang saya miliki, kemungkinan besar saya akan lebih sering di SMK Yamsik,” ujar Sekretaris Yamsik ini. (tan)

h1

SMPN 2 Cibingbin Gandeng Republika Qurban 132 ekor

16 Desember 2009

Cibingbin, IB

Pendidikan tidak hanya terfokus pada akademis semata, tetapi harus memperhatikan pula kepedulian dan keshalehan sosial. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Drs. H. Dadang Supardan, M.Si saat penyerahan hewan kurban di SMP Negeri 2 Cibingbin, Sabtu (28/11).

“Qurban merupakan salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. Hal ini dilaksanakan hampir oleh setiap sekolah, kendati tak sebanyak di sini,” terang Dadang.

Hadir pada acara itu, Kabid Pendas Disdik Mulyana, M.Pd, Kabid Pora Drs. H. Nana Sunardi, M.Si, Camat Cibingbin Drs. H. Agus Basuki, M.Si, para kepala SMP, kepala desa dan kepala SD di Kecamatan Cibingbin dan Cibeureum.

Menurut Dadang, pendidik tak hanya profesional dalam akademis, tetapi harus punya kepedulian sosial dan berkepribadian baik. Sekolah, kata dia, harus mampu menjalin kerjasama dengan umaro dan ulama seperti dilakukan SMPN 2 Cibingbin yang mampu menjalin kerjasama dengan Republika, pondok pesantren, dan para kepala desa. “Teruskan kerjasama antara umaro, ulama, dan pengelola pendidikan ini, karena sama-sama untuk membangun umat,” pinta Dadang.

Menanggapi aspirasi belum adanya jaringan listrik di SMPN 2 Cibingbin, Ia berjanji akan membantunya. Meskipun sekolah ini belum SSN (sekolah standar nasional) namun sudah nampak rapih, dan para siswa bisa berpidato bahasa Inggris.

Ketua Panitia, Sucipto, S.Pd menjelaskan, jumlah domba qurban 132 ekor dengan menggandeng Dompet Peduli Republika. Dari Republika 130 ekor, serta patungan guru dan murid SMPN 2 Cibingbin dua ekor. Domba qurban didistribusikan untuk SMPN 2 Cibingbin 74 ekor, dan 55 ekor di SMPN 1 Cibingbin.

Ke 75 domba setelah dipotong di SMPN 2 Cibingbin kemudian didistribusikan ke Desa Sukaharja, Cipondok, Ciangir, Sindangjawa, delapan SD di Kec. Cibingbin, Pesantren, Puskesmas Cibeureum, Desa Randusaari Kec. Cibeureum dan Desa Cikaduwetan Kec. Cimahi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga sekitar dan untuk kemaslahatan umat,” ujar Cipto.

Kepala SMPN 2 Cibingbin, Ono Dharsono Dian S, S.Pd menambahkan, dengan qurban ini mudah-mudahan kita menjadi bagian umat yang diterima di Surga kelak. Saat itu, Dia menyampaikan keluhan sehubungan sekolah yang dipimpinnya kesulitan mengoperasikan komputer, karena listrik belum masuk sehingga harus numpang ke Mushola di Desa Ciangir. “Komputer saat ini sangat urgen, tetapi listrik tidak ini. Ini merupakan salah satu kendala yang harus segera ditindaklanjuti,” kata Ono.

Direktur Dompet Peduli Republika, Kusnandar, SP menjelaskan, SMPN 2 Cibingbin terbaik (the best) dalam pengelolaan kurban, sehingga layak untuk dapat lagi. Terbaik dilihat dari proses laporan yang sesuai standar dan proposal bisa dipahami.

Menurutnya, untuk mencapai pendidikan bermutu bukan ditentukan oleh banyaknya bantuan dari pemerintah dan besarnya biaya, melainkan oleh SDM yang profesional. “Di sekolah sebaiknya dikembangkan entrepeneurship, karena pendidikan sangat penting bagi kemajuan bangsa, disamping sektor ekonomi,” ucapnya.

Kepedulian Republika dibuktikan dengan mengalokasikan 30 persen anggaran untuk sektor pendidikan dengan sasaran daerah tertinggal di seluruh Indonesia. “Dalam hal ini kita memokuskan diri pada SMP, karena pada usia ini pembangunan karakter (character building) dilakukan,” katanya.

Bukti kepedulian terhadap sektor pendidikan dilakukan dengan membuka SMP/SMA Smart untuk menampung siswa cerdas tapi terkendala finansil lulusan SD di seluruh Indonesia. Dari sekolah ini semua lulusan dapat diterima di PTN, dan setiap tahun pihaknya memberikan beasiswa bagi 150 mahasiswa. Beasiswa diberikan pula kepada siswa kelas 3 SMA, bila mereka lulus PTN dapat beasiswa lagi.

Untuk kurban, tidak sebatas di dalam negeri, tetapi sudah sampai ke Kamboja tahun 2009, dan tahun lalu ke Filipina. Hal ini sebagai bentuk CRS (coorporati responsibility social), kepedulian terhadap warga sekitar. (tan)

h1

Lebih Sulit Mengembangkan SDM daripada SDA

16 Desember 2009

Kuningan, IB

Sekretaris Disdikpora Kab. Kuningan, Drs. H. Nandang HIdayat, M.Pd., mengaku berbahagia dapat menghadiri acara rotasi dan promosi di lingkungan UPTD Pendidikan Kec. Hantara. Dia meminta para pejabat yang baru dilantik mampu mengembangkan sumber daya yang ada, baik SDM (sumber daya manusia) maupun SDA (sumber daya alam).

Karena yang paling sulit adalah mengembangkan SDM terutama kinerja para guru, ini merupakan tugas para kepala sekolah. Sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan bukan hanya sekedar slogan, tapi lebih kepada bukti pelaksanaaannya.

Pihaknya juga mengakui saat ini sebaran guru di Kabupaten Kuningan tidak merata. Padahal kebutuhan guru setiap kelas hanya rata-rata memerlukan 10 orang guru, terdiri enam wali kelas ditambah guru agama, dan penjaskes. Sementara di Kecamatan Kuningan, Kramatmulya dan Kadugede, mencapai minimal 16 orang per SD. Bahkan ada yang menyiasati dengan melakukan sistem guru mata pelajaran, padahal di SD cukup dengan guru kelas ditambah tiga guru pelajaran tertentu.

“Kondisi ini tidak benar dan harus diluruskan kendati sulit, karena terkendala jarak dari tempat tinggal. Dengan porsi jumlah guru dan sekolah serasi maka target guru mengajar 24 jam akan terpenuhi,” kata Nandang Hidayat.

Berkenaan dengan sebaran guru yang tidak merata ini, Disdik akan segera melakukan pendataan ulang. Nanti akan diketahui, berapa kebutuhan guru sebenarnya, sekolah mana yang kelebihan atau yang kekurangan guru. Untuk itu, pihaknya meminta agar para kepala UPTD Pendidikan kecamatan segera melaporkan kepada Disdik.

Begitu pula mengenai periodenisasi kepala sekolah baru dapat dilaksanakan pada 1 Januari 2010. sesuai dengan Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang sisdiknas, masa jabatan kepala sekolah selama empat tahun, dan bagi yang berprestasidapat diperpanjang lagi satu periode. Untuk tingkat kelayakan kepala sekolah akan dinilai oleh pengawas dari kecamatan berbeda. Dan bila jabatannya tidak diperpanjang, maka kepala sekolah akan kembali berfungsi sebagai guru biasa.

“Sebenarnya kita telah punya Perda Pendidikan tahun 2002, sayang perda ini mandul dan tidak dapat dilaksanakan. Permasalahannya karena berbenturan dengan UU Sisdiknas, dimana Perda telah terbit sebelum UU Sisdiknas,” kata Nandang.

Ketika ditanya mengenai kriteria guru profesiaonal, Ia menjelaskan dasarnya adalah seorang guru telah lulus sertifikasi. Untuk mendapat predikat guru profesional, seorang guru harus berpendidikan S.1, masa kerja dan golongan mencukupi, serta terpenuhinya portopolio (adanya bukti kegiatan). Bila tidak lulus sepenuhnya, maka calon guru profesional diwajibkan mengikuti pendidikan dan latihan guru profesi.

Hingga akhir 2009 ini, tercatat sekira 2.022 guru yang telah lulus sertifikasi dari jumlah 7.000 orang  (TK/SD, SMP, SMA, SMK). Khusus tahun 2009 guru yang lulus sertifikat berjumlah 1.065, terdiri guru TK 13, guru SD 395, guru SMP 256, guru SMA 62, guru SMK 62, dan 62 pengawas sekolah. Permasalahannya masih sedikitnya jumlah guru profesional karena quota dari pusat sangat terbatas.  (tan/kies)

h1

Disiplin PNS Perlu Ditingkatkan

16 Desember 2009

Hantara, IB

Camat Hantara, Agus Suryo S, S.Sos melantik empat kepala SDN di lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Hantara. Ke empatnya yakni Sudarman, S.Pd menjadi Kepala SDN Cikondang, semula Guru SDN Pakapasan Hilir, Nono Maryono, S.Pd Kepala SDN 1 Tudangan semula Kepala SDN Cikondang, Tamrin, S.Pd Kepala SDN Pakapasan Hilir semula Kepala SDN 3 Buningeulis, dan Sidin, S.Pd.I Kepala SDN Bunigeulis 3 semula Kepala SDN Tundangan 1.

Agus mengatakan, dalam melaksanakan tugasnya kepala sekolah harus jujur, tertib dan semangat untuk mengabdi kepada negara. “Sebagai aparat harus proporsional dan profesional dalam melaksanakan tugas. Perlu disampaikan pula bahwa saat ini Kecamatan Hantara telah melaksanakan MAD (musyawarah antar desa) dalam melaksanakan program PNPM (program nasional pemberdayaan masyarakat). Kendati diterapkan sistem kompetasi, namun semua desa terakomodir dalam program ini,” terangnya.

Camat yang masih tergolong muda ini pun menyentil rendahnya disiplin PNS saat ini. “Saat ini di Kabupaten Kuningan digalakkan GDN (gerakan disiplin nasional). Namun hingga saat ini masih nampak abdi rakyat yang tidak disiplin, misalnya seperti yang dilantik ini tidak memakai pin Korpri dan papan  nama,” ungkapnya.

Dalam upaya mewujudkan visi dan misi Kab. Kuningan, kata Agus, Bupati telah mencanangkan program one man one tree, satu orang menanam satu pohon sebagai komitmen terhadap lingkungan hidup dan upaya mewujudkan Kabupaten Konservasi. “Pencanangan di Kecamatan Hantara akan dilaksanakan bulan Desember, dengan lokasi di hutan tertentu dan jalan protokol,” katanya.

Kepala UPTD Pendidikan Kec. Hantara, Bagja, S.Pd saat ditemui seusai pelantikan mengatakan, selama dirinya bertugas di Hantara sudah ada kemajuan cukup signifikan. Kemajuan itu diantaranya dari jumlah 17 guru yang mengajukan sertifikasi, 16 diantaranya lulus portopolio, dan hanya satu yang harus melalui PLGF (pendididikan latihan guru sertifikat). Selain itu, lima dari enam pengawas telah lulus sertifikasi, kemudian mengikuti pendidikan dan kini telah lulus.

Sementara, terkait sarana untuk keamanan dan kenyamanan dalam bekerja, ujar Bagja, saat ini lingkungan kantor UPTD Pendidikan Kec. Hantara tengah ditata dan dipagar secara swadaya.

Sunatan Massal PGRI Kec. Hantara

Memperingati Hari Guru, pengurus PGRI Kecamatan Hantara menggelar beragam kegiatan. Salah satunya sunatan massal, yang merupakan salah satu implementasi dari keshalehan sosial. Lainnya, donor darah dan pentas upacara adat lingkung seni Desa Pasiragung.

“Untuk sunatan massal, pihak kami bekerja sama dengan UPTD Puskesmas di sini. Sedangkan donor darah dengan PMI dari kabupaten. Sunatan massal diikuti 18 peserta dari SD di lingkungan UPTD Pendidikan Kec. Hantara dan donor darah diikuti 22 orang guru serta beberapa warga Kec. Hantara,” jelas Ketua PGRI Kec. Hantara, Eka Suargi, S.Pd., Senin (30/11).

Eka mengatakan, khusus untuk peserta sunatan massal, pihaknya memberikan hadiah berupa uang panyecep Rp. 100 ribu ditambah satu stel pakaian plus sarung dan peci. “Semoga dengan HUT PGRI sekarang ini, guru-guru bisa bersatu dengan semua komponen masyarakat Kec. Hantara,” harapnya.

Hadir dalam acara itu, Kepala Disdikpora Drs. H. Dadang Supardan, M.Si., Camat Hantara Agus Suryo S, S.Sos, Kepala UPTD Pendidikan Kec. Hantara Bagja, S.Pd., kepala UPTD Puskes Hantara, muspika, guru, kuwu se-Kec. Hantara dan masyarakat setempat. (kies/tan)

h1

Dedi Herdiana Presma Uniku

16 Desember 2009

Kuningan, IB

Pasangan calon nomor 1, Dedi Herdiana-Rio Kencono, akhirnya unggul pada Pemilihan Umum Presiden/Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) yang digelar di TPS masing-masing fakultas, Selasa (1/12). Mereka mampu mengalahkan pesaingnya paslon nomor 2, Johan Jamaludin-Ramdan Hilmi, dengan differensiasi perolehan suara yang cukup signifikan.

Menurut Ketua KPU Uniku, Irfan Nugraha, Rabu malam (2/12), dari lima TPS yang tersebar di FKIP, FKOM, FE, FHUT dan PBSI/FKIP, pemenang meraup 1.057 suara. Sedangkan rivalnya memperoleh 747 suara. Sementara DPT (daftar pemilih tetap) berjumlah 4.267 suara, dengan rincian di FKIP 1490, FKOM 1057, FE 773, FHUT 148 dan PBI/FKIP 799 suara.

Irfan mengatakan, penyelenggaraan Pemilu merupakan kebutuhan esensial sebagai sarana demokrasi yang mewujudkan kedaulatan mahasiswa sebagai inti dari kehidupan bermasyarakat. “Adanya asas legalitas, asas legitimasi dan asas kredibilitas bagi suatu kepengurusan di BEM Uniku harus melalui tahapan pemilihan umum (Pemilu) sebagai proses dari kedaulatan mahasiswa,” katanya.

Disebutkan, kepengurusan KPU Uniku bersumber dari mahasiswa, oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa. Oleh karena itu, dipastikan akan bisa mementingkan kebersamaan mahasiswa. “Kepengurusan yang berdasarkan asas kebersamaan juga mengandung arti kontrol mahasiswa terhadap penyelenggaraan kepengurusannya,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, penalaran aktif, korektif serta konstruktif  mahasiswa yang sangat tinggi diperlukan guna memperjuangkan aspirasi dan kepentingan bersama. Sehingga dapat menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Irfan berharap, Presma/Wapresma yang baru terpilih harus dapat membawa organisasi kemahasiswaan Uniku ke arah yang lebih baik. Juga bisa tetap menjaga dan mempertahankan idealisme mahasiswa, karena mahasiswa adalah kaum intelektual muda yang dapat membawa perubahan signifikan bagi bangsa dan negara ini. (kies)