h1

BPD Desak Kuwu Segong Mundur

16 Desember 2009

Karangkancana, IB

Kisruh di Desa Segong Kecamatan Karangkancana berbuntut panjang. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat memberikan dua opsi kepada Kuwu Bahrudin untuk mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatannya secara tidak hormat.

Kuwu Bahrudin kepada IB mengatakan, dirinya atas desakan BPD lebih memilih alternatif mengundurkan diri. “Kalau memang itu kehendak masyarakat saya bersedia mengundurkan diri,” tegas Bahrudin.

Sebelumnya, Ketua BPD Segong, Memed Moch. Husein, S.Pd dan anggota BPD, Sholeh menuturkan, dua opsi didasarkan pada aspirasi masyarakat karena kuwu diduga menilep dana MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) sekira Rp. 80 juta, bantuan dana rehab bale desa Rp. 20 juta dan bantuan lainnya. “Total kerugian negara/masyarakat diperkirakan Rp. 100 juta,” kata Memed, Rabu lalu.

Pelecut masalah

Kisruh makin runyam, ketika para pengelola kegiatan (Satker) Raksa Desa pada Oktober lalu, dipanggil oleh Petugas Polres Kuningan, dengan dugaan terjadi penyele-wengan dana Raksa Desa tahun 2004. Kendati tidak jelas ujung pangkalnya.

Diduga karena merasa sakit hati, meski tidak terbukti menggelapkan uang raksa desa, para Satker dan tokoh masyarakat lainnya melaku kan aksi balasan dengan membuat surat pernyataan agar kuwu mengundurkan diri. Dalam surat itu, tertuang beberapa tuntutan, diantaranya kuwu jarang hadir di bale desa, ADD 2009 belum terealisasi, dua rumah Gema Lansia 2008 tidak ada buktinya, dan program MBR tidak dilaksanakan.

Surat pernyataan yang ditandatangani oleh 116 warga itu disampaikan kepada ketua BPD Segong dan Kuwu pada 16 Oktober. Hampir bersamaan, seluruh perangkat desa dan Sekdes D. Suhenda  mengundur kan diri.

Menanggapi dinamika politik di desanya, ketua BPD pada 22 Oktober 2009 memanggil Kuwu Bahrudin untuk klarifikasi. Namun kuwu tidak berada di tempat. Akhirnya kasi Trantib dan Kasi Pemerintahan Kantor Camat Karangkancana melakukan pencarian. Kuwu Bahrudin baru diketemukan pada 26 Oktober di Desa Balong Kec. Sindangagung.

Pada 26 Oktober bertempat di Kantor Camat Karangkancana, kuwu melakukan klarifikasi di hadapan BPD, LPM, tokoh masyarakat, camat dan muspika. Saat itu pula sekdes dan perangkat desa atas arahan Camat Karangkancana, Dede Dusro, S.Si mencabut surat pengunduran dirinya dan siap melaksanakan tugas kembali sesuai tupoksinya masing-masing.

Dalam jawaban, Kuwu Bahrudin menyatakan telah melaksanakan ADD hampir seluruhnya, memberikan tunjangan BPD dan LPM 50 persen, dan telah menerima bantuan material dua rumah program Gema Lansia pada 2008. Ia berjanji akan melunasi semua utangnya dan merealisasikan program yang belum selesai paling akhir 10 November 2009.

Bila sudah lewat batas waktu itu tidak bisa menepati janji dia siap mengundurkan diri.

“Sekarang batas waktu 10 November  telah berlalu, dan ternyata kuwu tidak memenuhi seluruh janjinya. Maka dengan ini saya atas nama masyarakat mendesak dia untuk mengundurkan diri atau meminta kepada bupati Kuningan untuk memberhentikan kuwu secara tidak horrmat,” tegas Memed.  (tan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: