Archive for Desember, 2009

h1

Guru Profesional Modal Kemajuan Bangsa

16 Desember 2009

Kuningan, IB

Guru profesional merupakan modal dasar untuk kemajuan bangsa. Karena guru dan dosen merupakan aktor utama kemajuan pendidikan di manapun berada.

Oleh gurulah seseorang diajar dan dibimbing sehingga sukses dalam kehidupannya, sekaligus berguna bagi bangsa dan negara.

Hal itu sejalan dengan tema Hari Guru dan HUT PGRI ke 64 yakni “guru profesional, bermartabat dan terlindungi”. Profesional artinya memenuhi kompetensi kualifikasi pendidikan dan mendapat upah yang layak.

Sedangkan bermartabat maksudnya guru harus memiliki kompetensi kepribadian dan sosial. Dalam hal ini guru idealnya digugu dan ditiru. Sedangkan terlindungi, dalam melaksanakan tugasnya guru harus merasa nyaman, dan tidak dalam tekanan pihak-pihak lain.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, prestasi, komitmen dan keikhlasan serta pengabdian para guru kepada bangsa dan negara, baik yang bertugas di sekolah negeri maupun yang bertugas di sekolah swasta. Dengan peringatan hari Guru yang ke-64 ini diharapkan seluruh elemen aktif dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan mengoptimalkan peran guru.

Prestasi pendidikan yang telah dicapai selama ini, kata Aang,  merupakan perjuangan bapak dan ibu guru semua. Oleh karena itu dirinya berpesan agar para guru tetap semangat dalam mengabdikan diri demi kepentingan bangsa dan negara. Juga yang terpenting adalah dapat mencerdaskan anak-anak kita sehingga kedepan kita akan menjadi bangsa yang maju, karena bangsa yang maju adalah bangsa yang memegang komitmen untuk memajukan dunia pendidikannya. “Telah banyak prestasi yang telah kita raih baik dari bidang akademik maupun dari bidang ekstrakulikuler seperti olahraga, seni dan sebagainya. Hendaknya hal tersebut dapat kita pertahankan dan lebih ditingkatkan lagi di kemudian hari,” ujar Aang.

Ketua PD PGRI II Kab. Kuningan, Dedi Supardi, S.Ag, M.Pd, menjelaskan tema HUT Guru ke 64 saat ini yakni guru profesional, bermartabat dan terlindungi. Profesional dimaksudkan mereka bekerja sesuai kompetensi keahliannya dibidang pendidikan dan mendapat upah yang layak.

Untuk masuk kategori profesional, seorang guru dibuktikan dengan sertifikat guru, kendati belum dapat seluruhnya. Hingga kini yang lolos sertifikasi masih kurang dari 30 persen, 2.022 guru dari 7.000 total jumlah guru di Kabupaen Kuningan.

Permasalahannya, selain karena quota dari pusat sangat terbatas, juga karena persyaraatan sangat berat. Untuk mendapat sertifikat guru harus S.1, terpenuhinya masa kerja dan porto folio.

Permasalahan lain bagi guru adalah ketersebaran guru yang tidak merata. Guru lebih banyak di perkotaan, dan memilih yang dekat dengan tempat tinggalnya. Padahal, idealnya satu sekolah diisi oleh sembilan guru, terdiri kepala sekolah, guru agama dan guru Penjaskes, serta enam guru kelas.

“Ini karena peminat guru berasal dari perkotaan yang didominasi oleh lebih dari 60 persen adalah perempuan. Sehingga kendati ditempatkan pada posisi yang jauh akan kembali lagi ke daerah dekat rumahnya,” sebutnya.

Kemudian, lanjutnya, bermartabat berdasarkan kompetensi kepribadian/sosial. Bermartabat itu sangat tinggi dengan ukurannya digugu dan ditiru. (tan)

Iklan
h1

Waduk Darma Miliki Multi Fungsi

16 Desember 2009

Hasilkan 60 ribu Ton Ikan Sekali Panen

Darma, IB

Waduk Darma di Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan memiliki aneka fungsi. Fungsi itu menurut Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan, DR. Ir. H. Iman Sungkawa, MM diantaranya, sebagai obyek wisata, penyuplai air PDAM Kuningan, penyuplai air untuk pertanian di Kuningan 30% dan Kabupaten Cirebon 70%, areal usaha budidaya ikan jaring apung, dan restoking ikan.

Dalam upaya mewujudkan Kabupaten Konservasi dan Program Panto Emas (program pengembangan ekonomi masyarakat), salah satu usahanya adalah pembudidayaan ikan jaring apung yang dapat mencapai 60.000 ton setiap kali panen.

Karena itulah, waduk seluas 400 hektar ini perlu dilestarikan dan diawasi. Bentuk pengawasannya diantaranya dilakukan oleh Kelompok masyarakat pengawas (Pokmas was). “Sebagai tempat budidaya ikan, Kita juga selalu mengambil sampling air Waduk Darma setiap enam bulan sekali, untuk menghindari ikan terjangkit penyakit,” kata Iman Sungkawa saat penyerahan alsintan dan ternak di Lapangan Desa Jagara Kec. Darma, Kamis (3/11).

Untuk Panto Emas ini melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan diberikan bantuan alsintan dan ternak yang diserahkan langsung oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda. Bantuan berupa hand tractor 10 unit, 10 unit pompa air portable yang dapat digunakan dimana saja, dan setiap satu unit dapat mengairi sawah 15 hektar.

Selain itu, 20 ekor sapi untuk dua kelompok, 137 ekor domba 4 kelompok, dan 1.350 ekor bebek petelur bagi satu kelompok di Desa Cibulan Kec. Cidahu. Selain itu sebuah perahu untuk Pokmaswas  dari Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Jabar.

Kuwu Jagara, Umar Hidayat mengutarakan, sebagai desa minim, pembangunan imprastruktur dengan konsep berwawasan lingkungan sangat dibutuhkan. Terutama jalan desa sepanjang 2,7 km yang belum pernah tersentuh aspal, dan gedung serba guna. “Jalan desa sepanjang 2,7 km hingga kini belum pernah diaspal,” terang Umar

Sedangkan untuk pembangunan bale desa dan gedung serba guna, saat ini sudah menapai 45 persen. Rumah rakyat berukuran 10 kali 8 meter itu, direncanakan dua lantai dengan rencana anggaran sebesar Rp. 274 juta. Dana yang telah terkumpul mencapai Rp. 130 jula berasal dari swadaya masyarakat, dan bantuan dari Pemkab Kuningan sebesar Rp. 20 juta.

Pada kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Bina Mulya, Dadang Sunandar, mengaku gembira dengan adanya budidaya ikan jaring apung. Bantuan bibit ikan dari Pemkab Kuningan 400.000 ekor itu, kini dapat dipanen menghasilkan 60 ton.

Ia pun menemukan kendala dalam pembudidayaan ikan sistem jaring apung. Diantara kendala itu adanya persaingan harga jual yang kalah dari ikan produk Cirata, dan penyakit yang cepat menular. Untuk yang terakhir ini, telah diupayakan dengan memompa air waduk agar terjadi sirkulasi. Selain itu, faktor modal untuk pakan menyedot dana sangat besar karena 70 persen untuk pakan.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengatakan, sesuai RPJP 2009 – 2025, Kuningan akan menjadi kabupaten agropolitan. Kongkritnya dengan mewujudkan Kabupaten Konservasi melalui pelestarian lingkungan hidup. Diantaranya program One Man One Tree (satu orang menanam satu pohon). Contohnya, penanaman pohon Kenari di Jalan lingkar Darma yang sebentar lagi akan diresmikan. Untuk kelestarian lingkungan, Ia mengimbau agar warga tidak mendirikan bangunan di sisi Waduk Darma, karena merusak pemandangan dan lingkungan.

Sementara menanggapi persaingan harga ikan, harus dilakukan dengan berkoperasi. Hal itu untuk memudahkan memasarkan baik di kota atau tempat lainnya. Karamba harus ditertibkan, jangan sampai ikan mati karena penyakit atau karena pengap. Sehingga pemberian pakan harus dikendalikan. Karena sebenarnya kebutuhan ikan setiap orang itu mencapai 26,5 kg/tahun, sementara baru terpenuhi 19 kg/tahun.

Pemberian bantuan Alsintan dan ternak agar dievaluasi, jangan sampai obor baralakeun (cuma gebrakan diawalnya, kemudian menghilang).

Kepedulian Aang diungkapkan pula melihat pemandangan lereng gunung Ciremai yang gundul, dan ditanami sayur-sayuran. Sebaiknya, gunung yang ditanami pohon, dan petani  beralih memelihara sapi. Ia mencontohkan, akibat gunung gundul di Sumatra Barat mengakibatkan longsor yang dahsyat dan menimpa rumah. “Ini karena tanah tidak ada pakunya (pohon) sehingga begitu ada hujan langsung menerjang rumah,” ungkapnya. (tan)

h1

Kecamatan Perbatasan Perlu Perhatian

16 Desember 2009

Cibingbin, IB

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat, Irwan Kusdiantoro akan berupaya memperhatikan pembangunan di kecamatan dan kabupaten perbatasan.

Hal itu diungkapkan Irwan bersama Ketua Komisi C DPRD Jabar, H. Mamat Robi Suganda dalam rangka reses dan jaring aspirasi di Bale Desa Cipondok Kec. Cibingbin, Selasa (17/11).

Hadir pula anggota DPRD Kuningan Dapil IV yakni Didi Setiadi, S.Pd (Partai Golkar/Komisi D), H. Iis Istohari, SE (PAN/Komisi C), Yayat Ahadiyatna, SH (Partai Demokrat/Komisi C), dan Etik Widiati (PKS/Komisi D).

Selain itu, Camat Cibingbin, Drs. Agus Basuki, M.Si, Sekmat Drs. Jaenudin, Kuwu Cipondok Suhamad, SE, Ketua dan Anggota BPD, Ketua dan Anggota LPM, perangkat desa dan warga Cipondok.

Irwan Kusdiantoro, berjanji akan berupaya memperhatikan Cibingbin sebagai kecamatan paling timur di Kabupaten Kuningan dan Jawa Barat ini. Ia memuji kemajuan imprastruktur Kabupaten  Kuningn yang lebih baik dibanding Ciamis, Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon.

Kuwu Cipondok Suhamad, S.E menyebutkan, desanya dihuni oleh 3926 jiwa dengan kondisi alam berbatasan langsung dengan Jawa Tengah.

Ia berharap agar pada  2010, kuwu dan perangkat desa mendapat penghasilan tetap. Karena penghasilan yang diterima jauh lebih kecil dari yang diterima rekan sejawatnya di Brebes.

Camat Cibingbin, Drs. Agus Basuki, M.Si, mengharapkan IPM (indek pembangunan manusia) Kecamatan Cibingbin dapat meningkat dari posisi buncit. Saat ini pada posisi buncit dari 32 kecamatan di Kabupaten Kuningan.

Agar tidak tertinggal dari kecamatan lainnya perlu ada peningkatan imprastruktur, ekonomi dan kesehatan. Beberapa usulan yang sudah terakomodir dalam Musrenbang yakni penyelesaian jalan Dukuhawi – Bantarpanjang, jalan Sindangjawa – Sumurwiru, dan jalan Cibingbin – Citenjo. “Kami mohon bantuan para anggota DPRD agar hasil Musrenbang dapat direalisasi,” ucap Agus. (tan)

h1

BPD Desak Kuwu Segong Mundur

16 Desember 2009

Karangkancana, IB

Kisruh di Desa Segong Kecamatan Karangkancana berbuntut panjang. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat memberikan dua opsi kepada Kuwu Bahrudin untuk mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatannya secara tidak hormat.

Kuwu Bahrudin kepada IB mengatakan, dirinya atas desakan BPD lebih memilih alternatif mengundurkan diri. “Kalau memang itu kehendak masyarakat saya bersedia mengundurkan diri,” tegas Bahrudin.

Sebelumnya, Ketua BPD Segong, Memed Moch. Husein, S.Pd dan anggota BPD, Sholeh menuturkan, dua opsi didasarkan pada aspirasi masyarakat karena kuwu diduga menilep dana MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) sekira Rp. 80 juta, bantuan dana rehab bale desa Rp. 20 juta dan bantuan lainnya. “Total kerugian negara/masyarakat diperkirakan Rp. 100 juta,” kata Memed, Rabu lalu.

Pelecut masalah

Kisruh makin runyam, ketika para pengelola kegiatan (Satker) Raksa Desa pada Oktober lalu, dipanggil oleh Petugas Polres Kuningan, dengan dugaan terjadi penyele-wengan dana Raksa Desa tahun 2004. Kendati tidak jelas ujung pangkalnya.

Diduga karena merasa sakit hati, meski tidak terbukti menggelapkan uang raksa desa, para Satker dan tokoh masyarakat lainnya melaku kan aksi balasan dengan membuat surat pernyataan agar kuwu mengundurkan diri. Dalam surat itu, tertuang beberapa tuntutan, diantaranya kuwu jarang hadir di bale desa, ADD 2009 belum terealisasi, dua rumah Gema Lansia 2008 tidak ada buktinya, dan program MBR tidak dilaksanakan.

Surat pernyataan yang ditandatangani oleh 116 warga itu disampaikan kepada ketua BPD Segong dan Kuwu pada 16 Oktober. Hampir bersamaan, seluruh perangkat desa dan Sekdes D. Suhenda  mengundur kan diri.

Menanggapi dinamika politik di desanya, ketua BPD pada 22 Oktober 2009 memanggil Kuwu Bahrudin untuk klarifikasi. Namun kuwu tidak berada di tempat. Akhirnya kasi Trantib dan Kasi Pemerintahan Kantor Camat Karangkancana melakukan pencarian. Kuwu Bahrudin baru diketemukan pada 26 Oktober di Desa Balong Kec. Sindangagung.

Pada 26 Oktober bertempat di Kantor Camat Karangkancana, kuwu melakukan klarifikasi di hadapan BPD, LPM, tokoh masyarakat, camat dan muspika. Saat itu pula sekdes dan perangkat desa atas arahan Camat Karangkancana, Dede Dusro, S.Si mencabut surat pengunduran dirinya dan siap melaksanakan tugas kembali sesuai tupoksinya masing-masing.

Dalam jawaban, Kuwu Bahrudin menyatakan telah melaksanakan ADD hampir seluruhnya, memberikan tunjangan BPD dan LPM 50 persen, dan telah menerima bantuan material dua rumah program Gema Lansia pada 2008. Ia berjanji akan melunasi semua utangnya dan merealisasikan program yang belum selesai paling akhir 10 November 2009.

Bila sudah lewat batas waktu itu tidak bisa menepati janji dia siap mengundurkan diri.

“Sekarang batas waktu 10 November  telah berlalu, dan ternyata kuwu tidak memenuhi seluruh janjinya. Maka dengan ini saya atas nama masyarakat mendesak dia untuk mengundurkan diri atau meminta kepada bupati Kuningan untuk memberhentikan kuwu secara tidak horrmat,” tegas Memed.  (tan)

h1

Konferda PDIP Jabar di Kuningan

16 Desember 2009

Kramatmulya, IB

Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Kuningan pada 20 Februari 2010. Sebelumnya, agenda partai yang digelar adalah Konfercab (Konferensi Cabang) Kabupaten Kuningan pada 10 Januari di Hotel Ayong Linggarjati Kec. Cilimus.

Hal itu terungkap dalam pemaparan ketua DPC PDIP Kab Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) VII PDIP di RM Lembah Ciremai Kuningan, Sabtu (5/12).  Menurut Acep sesuai dengan hasil Rekernas November lalu, disebutkan proses demokratisasi dilakukan secara bottom up, dimulai dengan Rapat Pengurus Anak Cabang (PAC) untuk menentukan utusan pada Konfercab. Selanjutnya di adakan Konfercab untuk memilih kepengurusan baru periode 2010-2015, sekaligus menetapkan utusan Konferda dan Kongres.

Sesuai agenda, Kuningan dipercaya sebagai tuan rumah Konferda PDIP yang akan digelar pada 20 Februari mendatang. Adapun alasan terpilhnya karena Kuningan memiliki prestasi baik, pada Pemilihan Legislatif maupun Pilpres. “Kuningan pada Pilpres lalu masih yang terbaik di Jawa Barat, kendati Ibu Mega tidak terpilih sebagai presiden,” kata Acep.

Sementara, Rana Suparman menjelaskan, kegiatan DPC selama 2009 meliputi persiapan dan pelaksanaan Pilpres, menghadirkan bintang Bulutangkis Taufik Hidayat, menyelenggarakan simulasi catur cepat bersama GM Utut Ardiyanto. Perolehan kursi pada Pileg lalu untuk DPRD Kuningan 14 kursi, DPRD Prov. Jabar 2 kursi, dan DPR meraih dua kursi.

Pada Oktober lalu, Kita telah sukses menempatkan ketua DPC sebagai ketua DPRD Kab Kuningan. Selain itu, seorang menempati posisi ketua Komisi, seorang wakil ketua Komisi, seorang ketua Badan Legislatif, dan seorang  wakil ketua Badan Kehormatan.

Ketua Depercab PDIP Kab Kuningan, H, Aang Hamid Suganda mengatakan, waktu kita sangat pendek, bahwa pada 2013 nanti dirinya berharap pada Pilkada kader PDIP tetap bisa memimpin Kabupaten Kuningan. “Dengan kemenangan yang telah kita raih, Saya berharap seluruh kader dan simpatisan jangan lengah,” kata Aang. (tan)

h1

Momentum Politik

16 Desember 2009

Memasuki 2010, nampak nya di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Kuningan akan menjadi era baru dengan perubahan pucuk pimpinan partai politik. Diawali dengan terpilihnya, H. Irianto MS Syafiuddin yang akrab disapa Yance mampu menjadi orang pertama dari Pantura menjadi ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Kemudian akan diikuti di tingkat kabupaten dan kota. Khusus di Kabupaten Kuningan, Partai Golkar (PG) akan menghelat Musyawarah Daerah (Musda) pada akhir bulan ini. Tiga calon telah beredar di kalangan internal partai, yakni Uri Syam, SH, H. Yudi Budiana, SH, dan Drs. H. Ending Suwandi, MM. Ketiga kandidat merupakan figur yang dikenal dan diperkirakan akan mendongkrak perolehan suara PG pada masa depan.

Bila melihat dinamika interal, nampaknya peluang terbesar untuk memimpin parpol berlambang pohon beringin di Kota Kuda ini ada pada tokoh muda yakni H. Yudi Budiana. Hal itu karena dalam diri Yudi ada “tiga jiwa” yang melekat, yakni sebagai dirinya, figur Sang Ayah H. Enuy Masnui (alm) mantan ketua DPD PG Kuningan, dan sang Adik, Asep.

Kendati demikian, bukan berarti, Uri Syam sang tokoh yang dikenal vokal dan kader senior tak punya peluang. Ia, tetap berpeluang meruntuhkan dominasi klan “Enuy” kalau mempunyai fartner yang solid dan mengakar dan strategi jitunya. Sementara itu, H. Ending nampaknya akan “terbentur“ dengan aturan, karena dia dianggap orang baru di Partai Golkar, kendati dia sudah sejak jaman ABG (Abri, Birokrat, Golkar) dulu telah menjadi anggota PG. Pasalnya, Ia sendiri pensiun baru dari PNS Mei 2006 lalu, sehingga dianggap belum mencukupi lima tahun syarat menjadi ketua DPD PG.

Sementara itu di tubuh PDIP, yang akan menghelat Konfercab (konferensi cabang) 10 Januari 2010, cenderung adem ayem. Mengapa demikian? Karena figur sentral H. Acep Purnama, SH, MH yang begitu dominan dan keberhasilan selama  ini. Sehingga partai yang dulu identik dengan konflik itu, kini lebih damai. Adapun, figur lain yang mengemuka seperti Hj. Utje CH. Suganda gaungnya tidak sekeras di ekternal, di internal sendiri masih kurang. (redaksi)

h1

Wujudkan Reformasi Birokrasi

16 Desember 2009

Kuningan, IB

Korpri dituntut untuk melaksanakan reformasi birokrasi di jajaran pemerintahan. Birokrasi  yang   responsif, cepat  tanggap, dan mampu memberikan  pelayanan dan pengbadian kepada masyarakat, sekaligus mendukung tercapainya sasaran pembangunan.

Demikian dikatakan Presiden Republik Indonesia  selaku Penasehat Nasional Korpri, DR. H. Susilo  Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutannya yang  dibacakan Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon  Rochmana, MM., pada Upacara Peringatan HUT ke 38 Kopri, di Pandapa Paramarta, Senin (30/11).

SBY mengajak seluruh anggota Korpri  mewujudkan reformasi birokrasi melalui pemerintah  yang makin bersih, berwibawa dan profesional. Hal itu untuk  mendukung peningkatan penyelenggaraan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Disamping  itu, upaya meningkatkan kapasitas  pengetahuan  dalam  menunaikan  tugas  yang  makin   kompleks di masa depan menuntut SDM yang  tangguh dan berkualitas. Karena itu, pintanya, manfaatkan berbagai kesempatan untuk mengikuti   pendidikan dan pelatihan di lingkungan dan instansi  masing-masing.

“Berikan  pelayanan  publik   yang makin murah, cepat, dan makin baik. Lanjutkan pemberantasan  korupsi dan hormati pranata hukum dan demokrasi di tanah  air. Pedomani juga sumpah jabatan dan Panca Prasetya  Korpri,” katanya.

Saat  ini, seluruh   rakyat menaruh harapan yang  sangat tinggi kepada  pemerintah  dan aparatur  negara. Untuk  itu,  ajaknya, janganlah mengecewakan rakyat. Dan berbuatlah sekuat tenaga, bekerja dengan  penuh   disiplin dan tanggungjawab dengan pelayanan terbaik bagi rakyat di berbagai pelosok tanah air.  “Jangan  ragu   untuk melakukan pembenahan, revitalisasi dan inovasi   dalam  penyelenggaran birokrasi. Hilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktifitas dan menghambat akselerasi laju pembangunan nasional,” tegasnya. (kies)