Archive for Oktober, 2009

h1

Mengenal Bidang PNFI Disdik Kuningan

15 Oktober 2009

Kebijakan pembangunan nasional diarahkan untuk mewujudkan pendidikan berkeadilan bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat baik local, nasional maupun global sehingga mampu membangun insan yang cerdas dan kompetitif. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, bidang PNFI sesuai dengan penyelenggaraan pendidikan nasional bertumpu pada tiga tema :

1.  Pemerataan dan Perluasan Akses

2.  Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing

3.  Peningkatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan Publik

Bidang PNFI khususnya Kabupaten Kuningan sebagai salah satu unit utama Departemen Pendidikan Nasional dalam menindaklanjuti ketiga tema tersebut di bidang Kursus dan Kelembagaan mengembangkan program sebagai berikut :

Tema Pertama :

Pemerataan dan Perluasan Akses dilaksanakan melalui penyelenggaraan berbagai program yang mengarah kepada pembekalan terhadap peserta didik tentang pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kepribadian professional yang bebasis kepada pendidikan kecakapan hidup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik pada spectrum pedesaan, perkotaan, nasional dan internasional.

Selain itu Departemen Pendidikan Nasional bidang PNFI bekerjasama dengan Kementrian Negara, Pemuda dan Olahraga mengembangkan program kewirausahaan melalui lembaga kepemudaan.

Tema Kedua :

Peningkatan mutu relevansi dan daya saing dilaksanakan melalui pengembangan berbagai standar kelembagaan satuan pendidikan nonformal dan informal seperti standar kompetensi lulusan melalui uji kompetensi, peningkatan mutu penguji, pembentukan lembaga sertifikasi, pembentukan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta kelembagaan kursus, program Paket A, B, C, Keaksaraan Fungsional, dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Tema Ketiga :

Peningkatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan Publik dilaksanakan melalui program subsidi operasional lingkungan kursus dan program paket A, B, C, Keaksaraan Fungsional, serta PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), peningkatan kapasitas pengeleolaan kursus dan pelatihan, kursus kreatif, pembinaan organisasi profesi / mitra kursus.

Juga, pemberian anugerah widya bhakti kursus, penyelenggaraan lomba kursus berprestasi, pengembangan dan pengelolaan system informasi kursus dan kelembagaan, serta program lainnya yang bertujuan meningkatkan akuntabilitas, dan citra public PNFI di masyarakat.

Misi dan Tujuan :

Misi dan Tujuan dari bidang PNFI Kabupaten Kuningan khususnya melalui program dan kegiatan tersebut di atas adalah memberikan bekal kecakapan hidup yang bermutu dan relevan dengan dunia usaha/dunia industri yang dapat dijadikan bekal bagi peserta didik untuk bekerja mencari nafkah demi meningkatkan kualitas hidupnya.

KONTRIBUSI NYATA BIDANG PNFI

Salah satu kontribusi nyata penyelenggaraan Program Pendidikan Nonformal dan Informal untuk membantu mengatasi berbagai masalah sosial, ekonomi, dan budaya sesuai dengan penyelenggaraan pendidikan nasional telah dilaksanakan melalui program diantaranya :

1.   Pemberantasan Buta Aksara

2.   Program Paket A, B, dan C yang setara dengan SD, SLTP, dan SLTA

3.   Program KWK, KWD,

4.   Beasiswa dan Pemberdayaan Perempuan

5.   Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH), kerjasama Politeknik/BLK/SMK

6.   Program Kewirausahaan melalui lembaga kepemudaan

7.   Pengembangan berbagai standar kompetensi kelembagaan satuan pendidikan nonformal melalui Uji Kompetensi, Peningkatan Mutu Penguji, Pembentukan Lembaga Sertifikasi, dan Tempat Uji Kompetensi, Pelatihan-pelatihan kursus kreatif, Pembinaan Organisasi Profesi/ Mitra Lembaga, Pemberian Anugerah Widya Bhakti, Penyelenggaraan Lomba-lomba lembaga, Pengembangan dan pengelolaan system informasi kelembagaan serta program lainnya yang bertujuan meningkatkan akuntabilitas, dan citra publik lembaga PNFI di masyarakat. (kies)

Iklan
h1

Kepsek Penerima DAK Tandatangani MoU

15 Oktober 2009

Cigugur, IB

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan 200 kepala sekolah penerima dana alokasi khusus (DAK) tahun 2009, di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kab. Kuningan, Kamis (1/10) lalu, menandai telah mulai digulirkannya dana bantuan program tersebut sekira Rp. 36 miliar, yang termasuk didalamnya dana pendamping.

Dalam acara itu dihadirkan tim dari Polres dan Kejaksaan Negeri Kuningan dengan masing-masing perwakilannya. Sebab, DAK bidang pendidikan dianggap kerap disalahgunakan.

“Saya bersyukur karena Kab. Kuningan kembali mendapat DAK pendidikan sebesar Rp. 32,848 miliar,” kata Aang. Angka sebesar itu ada kenaikan dari tahun lalu, sehingga Ia meminta agar para penerima bisa lebih meningkatkan kualitas pekerjaannya.

Menurut Aang, DAK tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, namun lebih terinci dan rerarah dalam pelaksanaanya. “DAK tahun 2006, 2007 dan 2008 dilakukan oleh kepala sekolah bersama kades sehingga cepat selesai. Hal ini karena ada partisipasi warga. Beda dengan sekarang yang terpaku kepada aturan-aturan,” terangnya.

Aang menyebutkan, salah satu masalah dalam DAK adalah pengadministrasian yang kurang baik. Oleh karena itu, kendati ada kemajuan administrasi, Ia meminta agar para kepala sekolah bisa lebih meningkatkannya.

“Selanjutnya saya minta kepala sekolah bisa lebih transparan dalam mengelola DAK ini. Karena dalam pelaksanaannya akan diawasi oleh Dinas Tata Ruang dan masyarakat sekitar. Saya berharap DAK 2009 tidak ada dan jangan ada masalah hukum,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kab. Kuningan Drs. H. Dadang Supardan, M.Si mengatakan, pelaksanaan DAK tahun 2009 ini tidak akan menimbulkan banyak masalah karena segala sesuatunya dilakukan secara maksimal. (kies/RC)

h1

Dampak Kabupaten Vocation Siswa SMA Menurun

15 Oktober 2009

Cigugur, IB

Kebijakan pemerintah untuk terus mengembangkan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) berdampak langsung terhadap penurunan jumlah siswa yang melanjutkan ke SMA (Sekolah Menengah Atas).

Hal itu dirasakan pula oleh para pengelola SMA di Kabupaten Kuningan baik negeri maupun swasta. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Kuningan melalui Kabid Dikmen, Dra. Hj. Ratnati, MM kepada IB belum lama ini mengatakan, walaupun ada trend menurun angka melanjutkan ke SMA, namun jumlahnya tetap meningkat. Hal itu membuktikan bawa partisipasi masyarakat untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah terus meningkat.

Ia mengatakan, bahwa komposisi perbandingan SMK dengan SMA semula 60 : 40 mengalami perubahan menjadi 67 : 33. Konsekwensinya jumlah siswa SMA berkurang. Untuk menyiasati berkurangnya jumlah siswa, dapat dilakukan dengan alih fungsi dari SMA ke SMK.

Menurunnya jumlah siswa sangat dirasakan oleh SMAN 1 Cidahu yang tahun ini hanya memiliki siswa sejumlah 94 orang. Itupun diantaranya sebanyak 54 orang merupakan siswa kelas X.

Permasalahan akan berubah andai rintisan program wajib belajar 12 tahun telah berjalan. Perubahan nampak pula dari animo melanjutkan ke SMKN 1 Kuningan. Sebelumnya, sekolah ini selalu kekurangan murid. Namun sejak dibukanya program baru di SMK yang identik dengan pertanian ini jumlah siswa pun meningkat tajam. “Pasca dibukanya dua jurusan baru yakni Grafika dan Automotif, jumlah siswa di sekolah kami meningkat tajam. Bahkan harus dilakukan melalui seleksi,” terang kepala SMKN 1 Kuningan, Drs. Tarmudi, M.Pd kepada IB. (tan)

h1

Biar Cacat Bisa Memikat

15 Oktober 2009

Kramatmulya, IB

Grup band SLB Taruna Bakti Sampora Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan mampu memberikan hiburan yang cukup memikat,  kendati personilnya merupakan orang-orang cacat netra.

Grup band arahan dari instruktur Sunarto ini didukung oleh personil yang terdiri, vocal Didin, gitar Nanang, bass Sriyanti, keyboard Bayu Nurbayu, dan drum Yulia. Bahkan yang paling belakangan mampu menjadi yang terbaik ke dua pada festival drum tuna netra tingkat nasional.

Kepiawaian itupun mendapat penghargaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai bintang tamu Festival Seni dan Pameran Pendidikan Luar Biasa (PLB) di obyek wisata Pangandaran Banjar, 5 – 7 Oktober ini. (tan)

h1

Penanggulangan Pengangguran dan Kemiskinan Secara Instan

15 Oktober 2009

Cibeureum, IB

Selama ini upaya penanggulangan mengatasi pengangguran dan kemiskinan dipandang belum optimal.  Dan upaya penanggulangan itupun hanya bersifat instan saja (sementara), artinya program tidak berkelanjutan. Hal itu nampak dari beberapa program yang digulirkan oleg Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Kuningan yang notabene program dari pemerintah pusat.

Namun ada juga yang agak berkelanjutan seperti program UEP (Usaha Ekonomi Produktif) dengan memberikan bantuan 80 ekor ternak domba untuk Desa Cimara, Cibeureum, Kawungsari, dan Tarikolot.

Pada kegiatan Bulan Bhakti Ramadhan Sosnaker di Desa Cibeureum itu, dilakukan pula pematangan lokasi lahan untuk relokasi rumah rawan bencana di Desa Cimara. Kegiatan itu dilakukan oleh warga binaan Dinsosnaker seperti Tagana, Karang Taruna, PSM, dan STF Dinsosnaker, sekaligus penyerahan bantuan bahan material.

Bantuan untuk pembelian sapi kembali dikucurkan BLPS untuk Desa Kawungsari dan Randusari total Rp 60 juta. Disusul bantuan 60 paket sembako bagi warga tidak mampu di Desa Cibeureum serta bantaun seragam dan pakaian untuk keluarga miskin sebanyak 40 set.

Kegiatan dibuka Wakil Bupati Kuningan H. Momon Rochmana MM bertempat di halaman Balai Desa Cibeureum, Kamis (10/9). Turut hadir Camat Cibeureum Deni Hamdani S.Sos Msi beserta tokoh masyarakat.

Kadinsosnaker Kuningan, Drs. Dian Rahmat Yanuar, M.Si berharap, Bulan Bhakti Ramadhan 2009 yang digagasnya menjadi momentum kebangkitan upaya-upaya penanganan masalah sosial secara terintegrasi. “Itu sebagai wujud keberpihakan pemkab terhadap permasalahan sosial dan kemasyarakatan yang terjadi dalam tatanan kehidupan di sekeliling kita,” ujarnya di hadapan ribuan masyarakat Cibeureum.

Dijelaskan Dian, fenomena yang tengah berkembang kini adalah permasalahan sosial semakin meningkat dan kompleks. Pengangguran dan kemiskinan merupakan pintu gerbang masalah sosial. Keduanya menjadi pemicu lahirnya permasalahan sosial lainnya, seperti keterbelakangan, ketidakberdayaan, kejahatan, penyalahgunaan narkoba, pelacuran, gelandangan, pengemis, dan lainnya.

“Jika tidak segera diantisipasi secara cepat dan tepat, maka akan menjadi gelindingan bola salju yang semakin besar. Akibatnya meluluhlantahkan segala sendi kehidupan,” tandas Dian. (tan/RC)

h1

Dua Tokoh Berperan Majukan Desa Cimahi

15 Oktober 2009

Cimahi, IB

Siapa sangka Desa Cimahi Kecamatan Cimahi yang dulu masuk kategori tertinggal, ternyata kini mampu menyejajarkan diri dengan desa maju lainnya di Kabupaten Kuningan. Kini desa ini telah memiliki berbagai fasilitas yang memadai seperti Majid Jami Al Ikhlas dan Gedung Serba Guna yang megah.

Di sekitar Kantor Camat Cimahi, kini telah dibangun lapangan olahraga yang lebih representatif. Menyusul telah dibangunnya dua kantor baru yakni Puskesmas dan Kantor Urusan Agama (KUA). Begitu pula infrastruktur jalan dan jembatan, kini sudah tertata dengan baik. Sebagian jalan kabupaten yang melintas desa ini telah dihotmix.

Untuk menghubungkan dan meningkatan pelayanan kepada masyarakat, dengan memanfaatkan dana PPIP (percepatan  pembangunan infrastruktur perdesaan), baru saja dibangun jalan baru sepanjang 950 meter. Jalan baru itu menghubungkan Dusun II dan Dusun III Desa Cimahi. Diharapkan kedepannya di lokasi jalan baru itu akan berkembang pemukiman baru untuk mengantisipasi semakin meningkatnya pertambahan laju penduduk.

Nah, melihat kemajuan itu tentu kita ingin tahu siapa kiranya orang dibalik sukses membangun desa berpenduduk 3.560 jiwa ini. Tercatat dua tokoh sentral yang sangat berperan dalam memajukan desa ini yakni Kuwu Udin Syamsudin dan Ir. H. C. Sulaiman.

Kuwu Udin merupakan salah satu penggagas terwujudnya desa yang maju, seperti nampak dari gagasannya sejak masih muda, dirinya ingin memiliki lapangan sepakbola yang representatif. Keinginan itu baru terwujud manakala dirinya dipercaya menjabat kepala desa. Hanya dengan anggaran sebesar Rp. 28 juta, lapangan itu nampak telah ditembok dan tinggal membangun tribun bagi kenyamanan penonton. “Mudah-mudahan adanya keinginan Bupati Kuningan untuk memiliki lapangan memenuhi standar nasional di setiap kecamatan, setidaknya di sini bisa terwujud,” ungkap Udin.

Kepiawaian Udin, nampak pula dengan mampu menggaet seorang tokoh muda yang begitu peduli terhadap pembangunan di desanya, alias nyaah ka lemah cai yakni Ir. H. C Sulaiman. Ia merupakan figur pejabat teras di PT. PLN (Persero) di Sumatra Utara. Kepeduliannya didukung penuh sang istri yang berprofesi sebagai kontraktor. Ia senantiasa menyisihkan sebagian hartanya di jalan Allah.

Beberapa contoh kontribusi bagi desanya diantaranya merekrut beberapa orang pemuda untuk bekerja di perusahaannya. Berperan pula dalam memberikan sumbangan untuk membangun Masjid Jami Al Ikhlas Cimahi, Mushola Al Barokah di Dusun III, dan gedung serba guna. Bahkan tak segan Ia ikut memperbaiki jalan kabupaten mulai Desa Cimahi hingga Margamukti sepanjang 300 meter.

Perbaikan jalan itu dengan menggunakan kocek sendiri sebesar Rp. 25 juta. Karena pada ruas jalan Kiara Domba Cimahi sebagian diantaranya rusak berat. Tak sebatas itu, pada bulan ini kata Udin, rencananya jalan kabupaten sepanjang 1.300 meter akan diaspal pula oleh H. C. Sulaiman dengan biaya sekira Rp. 74 juta.

Namun berbeda dengan yang pertama, maka pengerjaan yang kedua mendapat bantuan dari Bupati Kuningan berupa 20 drum aspal dan mesin gilas. Sedangkan untuk penyediaan pasir, aspal, sirtu, batu 2 x 3 cm, dan batu 5 x 7 cm ditanggung sendiri.

Kepedulian pria kelahiran Cimahi ini nampak pula dengan komitmennya memberikan bantuan infak dan sodakoh setiap hari raya Idul Fitri. Selain itu mengadakan pagelaran Wayang Golek Asep Sunandar Sunarya yang ketiga kalinya. Untuk kali ini direncanakan digelar pada acara sunatan massal itu akan mengundang Kang Darso, maskot calung modern. (tan/gie)

h1

Turnamen Sepakbola Jadi Tontonan Utama Warga Tundagan

15 Oktober 2009

Hantara, IB

Turnamen sepakbola yang digelar warga Desa Tundagan Kecamatan Hantara dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1430 H, menjadi tontonan utama sekaligus hiburan gratis bagi warga setempat. Tak aneh, lapangan Si Singa Barangasan tempat dilangsungkannya turnamen, selama satu minggu (20-27/9), selalu dipadati ratusan penonton. Maklum, turnamen ini digelar dua kali, pagi dan siang.

“Turnamen sepakbola menjadi acara yang rutin digelar di setiap Lebaran. Tujuan utamanya untuk mempererat tali silaturahmi dan tali persaudaraan warga, juga tentunya untuk mencari bibit-bibit pesepakbola handal,” terang Ketua Panitia Emon Sudirman didampingi Sekretaris Andi Gumilang, S.Pd usai acara, Minggu (27/9).

Dikatakannya, turnamen ini diikuti 15 tim dari delapan dusun. Adapun diantaranya berasal dari tim perantau dan tim para tukang kayu. Sementara hasilnya, juara pertama dan kedua diraih tim dari Blok Babakan, Kerabat FC dan Kompas FC, juara ketiga Orboas FC Kosambi dan juara harapan Citragama FC Cipipisan.

Di tempat terpisah, Kuwu Tundagan Sukirman mengatakan, jika Hari Raya Idul Fitri tak dimeriahkan dengan turnamen sepakbola, maka desanya terasa sangat sepi. “Jika tak ada turnamen sepakbola, kasihan warga tak ada hiburan. Apalagi di sini kan banyak perantau, jadi kami berusaha menghilangkan kepenatan mereka dengan suguhan gratis, turnamen ini,” katanya.

Menurutnya, kedepannya pihaknya berencana akan menganggarkan sebagian besar dana turnamen dari APBDes, mengingat antusias warganya terhadap olahraga ini cukup tinggi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah ikut berpartisipasi menyukseskan acara ini, utamanya kepada panitia penyelenggara. Kekompakkan panitia yang berasal dari pemdes, lembaga desa, dan masyarakat merupakan barometer kekom-pakkan kami dan warga dalam menyukseskan pembangun di berbagai bidang,” ujarnya.  (kies)