h1

Pemkab Kuningan Akui Kepahlawanan Hasan Maulani

15 Oktober 2009

Peresmian jalan hasan Maolani (4)

Kuningan, IB

Sebagai wujud pengakuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan terhadap kepahlawanan K.H. Hasan Maulani, pada Sabtu (30/9) bertempat di depan SMK Darul Ulum Lengkong diresmikan penggunaan nama Jalan Eyang Hasan Maulani.

Tokoh pejuang kemerdekaan dan agama asal Desa Lengkong Kecamatan Garawangi ini sebagaimana diketahui dimakamkan di Manado Sulawesi Utara. Ia satu atap dengan makam Imam Bonjol, seorang pahlawan nasional dari Bonjol Sumatra Barat.

Upaya Pemkab Kuningan bersama keturunan K.H. Hasan Maulani diantaranya telah melakukan seminar kepahlawanan tokoh yang dikenal dengan Eyang Lengkong ini. Seminar dipandu oleh DR. Hj. Nina Herlina Lubis, P.Hd seorang Peneliti Budaya Sunda dari Fakultas Sastra Unpad Bandung.

Setelah itu dilakukan pengumpulan bukti perjuangan beliau, dan mengusulkan pengabadian pada nama jalan yang dipandang strategis. Setelah itu, mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional asal Jawa Barat.

Pengabadian namanya pada  jalan Ancaran-Karangtawang merupakan tindak lanjut dari hasil seminar yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Kuningan.

Kadis Bina Marga Kab. Kuningan, Drs. Kukuh Taufikul Malik, M.Si dalam laporannya mengatakan, peningkatan ruas jalan Ancaran-Karangtawang/Lengkong ini mempunyai fungsi sangat penting dan strategis. Disamping sebagai sarana lalu lintas masyarakat setempat yaitu Desa Ancaran, Sindangagung, Karangtawang dan Lengkong, juga sebagai poros penghubung antara jalan provinsi dan jalan kabupaten. Dan yang lebih penting lagi adalah untuk mengantisipasi semakin ramainya lalu lintas sebagai dampak dari berfungsinya terminal Type A Kertawangunan dan terhubungnya jalan lingkar Kedungarum-Ancaran yang saat ini dalam tahap pengerjaan.

Ia menyebutkan, ruas Jalan Ancaran-Karangtawang sepanjang 2,44 km, lebar permukaan aspal semula 3,5 m, kontruksi penetrasi dengan kondisi kerusakan sekira 60 persen. Melalui program dana penguatan desentralisasi fiskal dan percepatan pembangunan daerah yang bersumber dari APBN tahun 2009 ruas jalan ini ditingkatkan dengan biaya sebesar Rp. 968.223.000 yang dilaksanakan oleh pelaksana CV Dharma Bhakti.

Menurutnya, saat ini pelaksanaan proyek telah selesai dilaksanakan dengan kontruksi yang telah berubah yakni lapisan aspal semula lebar 3,5 m sekarang menjadi 4 m, kontruksi awal penetrasi kini telah menjadi lapisan hotmix dengan data teknis LPB dengan telford, LPA kelas B dan lapis penutup hotmix rolls sheet (HRS) setebal 3 cm ditambah pembuatan tangggul penahan bahu jalan dan rehabilitasi pelebaran gorong-gorong.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengatakan, pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Ancaran-Sindangsari-Karangtawang ini merupakan suatu implementasi dari otonomi daerah yang bertanggung jawab. “Pembangunan jalan ini merupakan implementasi dari otonomi daerah, walaupun dalam pelaksanaan nya terasa berat bagi Kabupaten Kuningan, mengingat PAD Kuningan sangat kecil,” ungkap Aang.

Selain itu, jalan yang telah dinanti-nantikan masyarakat sejak tahun 1977 ini, merupakan salah satu wujud kepedulian dan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana trasportasi. Tujuannya, untuk meningkatkan arus lalu lintas ekonomi yang akan mendorong indeks pembangunan manusia (IPM) masyarakat di sekitarnya.

Aang meminta agar warga masyarakat yang berdiam di sepanjang jalan tersebut merasa memiliki dan memeliharanya, sehingga kondisi jalan akan tetap terpelihara. (tan)

Iklan

One comment

  1. mantapppp…



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: