h1

Wapres Jusuf Kalla: Indonesia Ingin Maju Harus Perhatikan Pertanian

14 Juli 2009

JK Kutaraja (15)

MALEBER (IB)

“Bila Indonesia ingin maju maka pertanian yang didominasi oleh 40 persen dari jumlah penduduk Indonesia harus diperhatikan. Karena bila petani sejahtera dipastikan rakyat Indonesia akan sejahtera,” kata Wakil Presiden RI, Drs. HM. Jusuf Kalla (JK) saat panen raya di Desa Kutaraja Kec. Maleber Kab.  Kuningan, Minggu (28/6).

Tampak hadir Caleg Terpilih DPR RI dari Partai Golkar seperti Nurul Arifin, Enggartiasto Lukita, Agun Gunanjar Sudarsa, dan Derajat Wibowo dari PAN. Hadir pula, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin (Yance), Muspida, tim sukses JK-Win. Selain itu, Wakil Bupati H. Momon Rochmana, Sekda Drs. Djamaludin Noer, MM, Kadis Pertanian DR. Ir. H. Iman Sungkawa, MM, para pejabat lainnyam dan ribuan warga masyarakat.

Kelompok tani di Desa Kutaraja mendapat bimbingan dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah, sehingga mereka mampu meningkatkan hasil pertanian dengan meminimalkan penggunaan pupuk anorganik.

Pupuk anorganik yang biasanya digunakan sebanyak 6-7 kuintal per hektare, sekarang jauh berkurang hingga menjadi 1-2 kuintal/hektare. Namun hasilnya lebih optimal.

Ketua MPM Pusat Muhammadiyah, Said Tuhulele mengungkapkan, dasar dari kegiatan pemberdayaan masyarakat sudah digariskan Allah SWT, yaitu dalam surat Al Maun. Alasan pertanian jadi garapan, karena 40 persen masyarakat Indonesia hidup dari pertanian. “MPM Muhammadiyah hanya mencoba membina petani dengan cara mengurangi input, yaitu biaya untuk pupuk, diganti dengan pupuk organik yang beraal dari kotoran sapi, kerbau dan kambing,” terangnya.

Wapres HM Jusuf Kalla dalam sambutannya menyampaikan, jika Indonesia ingin maju, maka pembangunan pertanian harus ditingkatkan. Pasalnya, sebagian besar penduduk Indonesia memang hidup dari pertanian. Hasil pertanian yang baik juga didapat dari bibit yang baik, pupuk yang baik dan iklim yang menunjang.

“Masyarakat patut bersyukur karena Indonesia sekarang sudah sanggup untuk berswasembada beras. Mudah-mudahan di tahun depan dapat ditingkatakn menjadi negara pengekspor beras,” tegasnya.

Dalam dialog, anggota Kelompok Tani Harapan Desa Maleber, Oji, meminta agar di desanya dibangun pabrik pengolah an pupuk organik. Itu dikarenakan ia beserta kelompok lainnya sudah merasakan bagaimana hasil dari penggunaan pupuk tersebut.

Oji juga mengutarakan pula harapannya agar ada kebijakan dari pemerintah pusat yang dapat melindungi ekonomi rakyat dan dapat membebaskan masyarakat dari konsumerisme. Hal itu didasari keprihatinannya atas serbuan supermarket hingga ke daerah pinggiran.

Seorang guru perempuan dari SMAN 1 Garawangi pun menyampai kan keinginannya agar pemerintah pusat memberikan banyak beasiswa bagi anak yang tidak mampu, tapi memiliki prestasi akademis yang baik. Ia mengetahui selama ini Pemkab Kuningan masih terbatas dalam memberikan beasiswa. Beasiswa dari Pemkab Kuningan, lanjutnya, sempat diberikan kepada salah seorang siswa dari SMAN 1 Garawangi yang bersekolah di ITB. Dan terbukti nilai akademik siswa tersebut bagus hingga mencapai IPK 3,84.

Bupati H Aang Hamid Suganda mengatakan pendidikan menjadi soko guru pembangunan disamping bidang kesehatan dan perekonomian di Kabupaten Kuningan, dengan capaian IPM 71,38 poin. Ia pun menuturkan, saat masih di Sulawesi, kala itu dirinya aktif di Gapensi dan JK selaku Ketua Kadinda Sulawesi Selatan. Kemudian ia jadi Bupati dan Pak Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden. “Untuk itu Saya do’akan agar bapak jadi pimpinan lebih tinggi lagi,” kata Aang.

Kampanye di GOR

Dalam sambutannya di hadapan ribuan pendukungnya di GOR Ewangga, Capres JK mengatakan Indonesia sudah ketinggalan jauh oleh negara lain. Oleh karena itu, jargon “Lebih Cepat Lebih Baik” mesti dianut sekarang. Sebab, peribahasa “Biar Lambat Asal Selamat” itu  zaman dulu.

“Kereta api itu lambat tapi selalu kecelakaan. Sedangkan kereta api di Jepang yang tiga kali lebih cepat tapi jarang kecelakaan. Jadi memang lebih cepat, ternyata lebih baik baik,” ucap JK disambut tepuk tangan ribuan massa pendukungnya.

JK mengatakan, disamping berbagai kelebihannya, bangsa Indonesia tidak akan terlepas dari kekurangan. Kekurangan yang paling vital yaitu masih bergantung kepada orang lain. Sehingga menuntut semua untuk memperbaiki kekurangan itu dengan menggunakan otak, otot dan kemampuan yang dimiliki sendiri.

“Dengan mengekspor hasil tani kita seperti ubi ke luar negeri misalnya, itulah yang seharusnya kita lakukan. Dengan begitu, kehidupan petani dan buruh bisa lebih baik, sehingga mencapai kemakmuran,” tegasnya.

Berbekal dari pengalamannya mulai dari menteri perekonomian sampai wapres, JK memetik hikmah bahwa jika bangsa ingin besar dibutuhkan pemimpin yang cepat tanpa ragu-ragu dalam mengeluarkan keputusan.

“Dalam pencalonan ini saya tidak mencari kehormatan pribadi melainkan kehormatan semua. Saya tidak ingin mengirimkan TKW yang ternyata kemudian mencederai bangsa ini. Dengan berbekal amanah, insya Allah saya akan bekerja dengan sebaik-baiknya seraya bertekad memegang teguh syarat-syarat kepemimpinan seperti shidiq, amanah, tabligh dan fathonah. Untuk itu kami berharap masyarakat meluangkan waktu lima menit demi nasib bangsa lima tahun ke depan,” ungkap dia.

Ketua PC NU Kuningan HR Machmud Silahudin mewakili unsur ulama sangat apresiatif terhadap sosok JK. Menurutnya, JK sudah banyak berbuat dalam membangun kehormatan tanah air, termasuk dalam kerukunan beragama. Spirit yang dimunculkannya pun cukup besar.

Namun demikian, kata Mahmud, ada satu virus dalam kehidupan beragama di Indonesia yakni keberadaan aliran sesat yang merobek-robek kitab suci Alquran. Untuk itu pihaknya menanyakan kesiapan JK untuk mengeluarkan keppres pembubaran aliran sesat jka terpilih nanti. Iapun menyampai aspirasi anggaran pendidikan 20 persen untuk pondok pesantren dan penanganan TKW.

Menjawab pertanyaan itu, JK mengatakan, agama ditentukan berdasarkan rukun iman atau akidah. Jika ternyata keluar dari rukun iman atau akidah, maka sudah disebut murtad. Untuk anggaran pendidikan, JK mengatakan tentu saja anggaran tersebut mencakup pendidikan umum dan agama. Sebab pontren juga sama-sama berbakti mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kalau soal TKW, untuk tenaga akuntan dan profesi lainnya perlu kita dorong. Yang perlu dilarang itu pengiriman TKW untuk pembantu rumah tangga. Guna mengatasinya kita akan bentuk tim pengacara lokal di luar negeri,” ujar mantan aktifis HMI itu.

Pertanyaan lain baik soal kesetaraan gender dan KDRT yang disampaikan H Atin G Susmoro SE, kemajuan pemuda dilontarkan Heri Purnama, semangat berwirausaha ditanyakan Hilman, dan lontaran dari Muslimat NU terkait dana sosial keagamaan, berhasil dijawab oleh JK dengan lugas. (tan/RC/IB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: