h1

Dampak Kehadiran Capres/Cawapres

14 Juli 2009

Wilayah  III Cirebon,  pada Bulan Juni lalu dibikin ramai dengan kehadiran Calon presiden dan calon wakil presiden (Capres/Cawapres). Yang pertama hadir adalah Cawapres Prabowo Subianto (20/6) di Lapangan Sepakbola Desa Gunung Keling dan kampanye dialogis di RM Lembah Ciremai.

Ia banyak menyoroti kegagalan pemerintah dalam menyejahterakan rakyat. Terbukti tingkat kemiskinan semakin meningkat, bukannya menurun. “Banyaknya rakyat yang miskin ini karena pemerintah tidak benar mengelola negara,” ucap Prabowo.

Karena itu, Ia memberikan solusi untuk mengembangkan ekonomi pro rakyat atau ekonomi kerakyatan. “Ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh segelintir orang  saja , bukan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Kunjungan ke dua, dilakukan Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabupaten Cirebon. Dalam kunjungan itu, Ia mengklaim keberhasilan pemerintahan selama dipimpinnya, sehiingga perlu dilanjutkan.

Terakhir, Senin (28/6) Wapres M. Jusuf Kalla hadir di Lapangan Sepakbola Desa Kutaraja Kec. Maleber untuk melakukan panen raya. Kehadiran-nya JK lebih komplit lagi, karena di GOR statusnya berubah menjadi Capres. Ia menyoroti nasib tragis para TKW di Malaysia dan Arab. Mereka harus dilindungi, dan lebih baik diganti dengan TKW yang profesional dan terlatih seperti perawat, bukannya PRT.

Menurut JK, mengatasi persolan bangsa lebih cepat lebih baik, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada rakyat sebagai salah satu fungsi pemerintah.

Nah sekarang bagaimana dampak dari kehadiran mereka? Sebenarnya kehadiran mereka tidaklah berdampak luar biasa. Kehadiran JK di Kutaraja didampingi Bupati Kuningan, terlepas dari kapasitasnya sebagai Wapres akan berdampak mendulang suaranya lebih baik.

Secara nasional, ke tiga Capres/Cawapres memiliki peluang tidak jauh berbeda. Bila Pilpres dilaksanakan hanya satu putaran, maka peluang terbesar ada pada SBY-Budiono mengingat Ia merupakan incumben. Apabila dua putaran, maka persaingan lebih seru. Karena sang incumben akan mendapat perlawanan kekat dari pasangan (JK-Wiranto) dan (Mega-Prabowo) yang kemungkinan akan bersatu. Sehingga kemungkinan, calon diluar SBY masih berpeluang untuk menjadi pemenang, walau tidak sebesar dirinya.  Namun semuanya tergantung pilihan rakyat dan ridho Allah. (redaksi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: