h1

Belum Tuntas, RSU Bandorasa Diresmikan

14 Juli 2009

Aang Maket RSU Bandorasa 2

Cilimus, IB

Pembangunan RSU 45 Kuningan Cabang Bandorasa di Desa Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus belum tuntas, dan baru bisa digunakan IGD (instalasi gawat darurat) dan Poli Klinik saja. Kendati demikian, Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, Senin (29/6) telah meresmikan penggunaannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aang berharap agar pengelola rumah sakit meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia tidak ingin mendengar ada masyarakat miskin pemegang Jamkesmas tidak dilayani. “Jangan sampai terjadi kasus seperti Prita, orang tak mampu tidak mendapat pelayanan dari RS OMNI Internasional,” ungkapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wasma, Ibu Maryamah dan Dr. Ribka Ciptaning yang telah berjuang dalam pembangunan rumah sakit ini. Saat ini kata Aang, untuk cuci darah dan scen saja harus ke Cirebon..

“Mudah-mudahan dengan kucuran dana sebesar Rp9 miliar dari APBN dapat melengkapi ruang operasi dan tahun depan bisa rawat inap,” katanya.

Menurut Aang, kita harus bangga karena IPM Kabupaten Kuningan tahun ini meningkat menjadi 71.38 poin, angka harapan hidup (AHH) 70,50, angka kematian ibu (AKI) 41,21/1000, provinsi 43/1000 dan nasional 26,9/1000.

Ia pun mengingatkan, agar jangan hanya bisa membangun saja, tapi kita juga harus bisa memelihara. “Jadikan RS ini sebagai kawasan bebas rokok, berikan ruang khusus untuk perokok. Jangan sampai seperti di Pemda, puntung rokok di mana-mana, bahkan pot bunga pun jadi tempat pembuangan puntung rokok,” tegasnya.

Aang menyebutkan, Kuningan juga punya rumah sakit rujukan di Manggari, dan diharapkan dibangun pula rumah sakit kecil di wilayah Kecamatan Subang, Cilebak dan Selejambe.

Anggota Komisi IX DPR RI Dra. Hj. Maryamah Nugraha Besus mengatakan, bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan RS Bandorasa ini sejak tahun 2005 telah mencapai Rp29 juta. Tahun ini saja dikucurkan sebesar Rp9 miliar. Memang masih diperlukan lagi anggaran yang cukup besar untuk penyelesaian pembangunan gedung dan penyediaan peralatan canggih.

Sebagai rasa cinta terhadap daerah pemilihannya, walaupun nanti tidak menjadi lagi anggota DPR tetapi akan tetap berupaya membantu Kuningan. “Walaupun saya nanti pada bulan September tidak menjadi anggota DPR lagi, namun dengan kedekatan dengan Depkes dan rekan Panitia Anggaran, Saya akan tetap berupaya agar rumah sakit ini dapat bantuan lagi untuk peneyelesaian pembangunan dan penyediaan alat kesehatan,” janji Maryamah, Senin (29/6).

Harapannya, agar rumah sakit ini dapat bermanfaat bagi warga di sekitar Cilimus yang jaraknya cukup jauh dari Kuningan, dan daerah sekitarnya. “RS ini sangat ideal, didukung dengan fasilitas air panas. Saya berharap agar RS ini dipelihara, sebab saya melihat banyak rumah sakit yang telah dibangun dan ukurannya lebih besar dari ini tapi tidak dipelihara.

Direktur RSU 45 Kuningan, Dr. H. Afif Kosasih, M.Kes mengatakan, pembangun an rumah sakit yang dibangun di atas lahan 4 hektare ini padat modal dan padat teknologi. Pada modal karena untuk penyediaan CT Scen saja harganya mencapai Rp. 4,9 miliar. Padat teknologi karena harus tersedia alat kesehatan yang tidak hanya standar, namun juga yang canggih. Selain itu harus dipersiapkan tenaga yang profesional dalam penguasaan teknologi alkes canggih. Dengan alat yang canggih, akan mengurangi tingkat kesalahan diagnosa.

“Nanti kalau bangunan ini sudah selesai semua akan mampu menampung pasien rawat inap dengan kapasitas 300 tempat tidur,” terang Afif.

Sementara dana yang telah terserap untuk pembangunan rumah sakit ini dari APBN, kata Afif, mencapai Rp13,5 miliar dari total angggaran sebesar Rp125 miliar. Untuk sementara tersedia fasilitas IGD (instalasi gawat darurat).

Afif menyebutkan, perlu secepatnya diselesaikan bangunan seperti Laboratorium Radiologi, Poli Umum, Poli Jiwa dan Syaraf, serta Gigi dan Mulut, dengan penanggungjawab Dr. Rosi Suparman. Sedangkan gedung yang sudah selesai adalah instalasi penanggulangan limbah (IPAL) di bawah tanah. Hal itu untuk menjawab kekhawatiran warga dari limbah rumah sakit.

Bangunan lain yang belum selesai, lanjutnya, adalah ruang kantor dan gedung pertemuan lantai tiga, ruang bedah sentra, serta ruang kebidanan. “Mudah-mudahan pada tahun 2010 apabila banguan tadi sudah dibangun, rawat inap bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Setelah itu dilakukan pelepasan burung dan penanaman pohon sebagai upaya mendukung program  peduli lingkungan. Esoknya, dilakukan pengobatan gratis bagi warga masyarakat. (tan/gun)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: