h1

Gubernur Jabar Canangkan Gerakan Cinta Lingkungan “Balad Kuring”

23 Juni 2009

Balad Kuring 3 sekda.tifKuningan, IB

Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, mencanangkan Balad Kuring. Balad Kuring merupakan suatu gerakan masyarakat Jawa Barat yang bertujuan untuk mewujudkan kesadaran dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Pencanangan dilaksanakan di 25 kabupaten/kota meliputi kawasan bebas sampah dengan lingkage program car free day (hari bebas kendraraan) dan enonomic creative (ekonomi kreatif). Selain itu, pencanangan sungai bebas polusi, kawasan bebas polusi asap kendaraan bermotor (gerakan anti udara kotor), ruang terbuka hijau, dan berbagai topik lain sesuai tren yang terjadi.

Pencanangan Balad Kuring di Kuningan dilakukan oleh Sekda Drs. H. Djamaluddin Noer, MM mewakili Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda. Ia menyebutkan, Balad Kuring menginternalisasikan kembali sifat peduli lingkungan (eco-friendly) ke dalam nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Jabar.

“Karena ini merupakan amanah seluruh manusia di muka bumi maka gerakan ini perlu didukung oleh semua pihak dan dilaksanakan secara tulus dan ikhlas,” papar Djamaluddin Noer di Pandapa Paramarta Kuningan, Sabtu (30/5).

Menurut Sekda, gerakan peduli lingkungan harus dilaksanakan secara terus menerus dan berkelanjutan pada berbagai aspek lingkungan serta melibatkan berbagai unsur. Pada pencangan itu dilaksanakan kawasan bebas sampah dengan mengambil rute dari Pandapa Paramarta, Jalan Siliwangi dan finis di Taman Kota.

Nampak para pejabat tak segan berbaur dengan masyarakat untuk mengambil sampah baik organik maupun an organik. Mereka yang ikut terlibat selain Sekda Djamaluddin diantaranya Kasdim 0615, Wakil Ketua DPRD Kuningan H. Acep Purnama, SH, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Drs. H. Yuyun Nasrudin, M.Pd. Sudah pasti, Kepala BPLHD Drs. H. Atik suherman, M.Si, Kadinsos Naker Drs. H. Yayan Sofyan, MM, Kadis Tata Ruang dan Cipta Karya, Drs. H. Lili Suherli, M.Si, Kadisperindag H. Bambang T. Margono, SH, MM, Kabag Humas Drs. Yudi Nugraha, M.Pd serta petugas kebersihan dan warga masyarakat.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kab. Kuningan disampaikan Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Ir.  Bunbun Budhiyasa menyebutkan, sampah terdiri dua jenis yakni sampah organik dan an organik. Sampah organik mudah hancur, didaur ulang dan mudah menyatu dengan tanah, seperti kulit pisang. Sedangkan sampah an organik sulit hancur atau lama untuk bisa menyatu dengan tanah, seperti plastik, besi dan baja.

Sebagi kilas balik, sejak dahulu sebenarnya Jawa Barat merupakan wilayah yang selalu hijau, namun sekarang mulai berkurang. Permasalahannya karena dulu masyarakat Jabar gemar menanam sehingga nampak paling hijau di Pulau Jawa. Wagub dan LSM mengajak masyarakat untuk kembali mencintai Jawa Barat atau Tatar Sunda. Selain melakukan penanaman, juga perlu melakukan pengelolaan sampah secara baik. (tan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: