Archive for Mei, 2009

h1

KPU Kuningan Tetapkan Caleg Terpilih

21 Mei 2009

Berita acara penetapan caleg terpilih.tifKramatmulya, IB

Usai sudah rangkaian Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April 2009 lalu. Ketua KPU Kab. Kuningan, Endun Abdul Haq, MH mengatakan, penetapan caleg merupakan tahapan terakhir Pemilu Legislatif yang telah berjalan lancar dan aman.

Penetapan caleg terpilih dibacakan oleh Anggota KPU Kab. Kuningan, Nurul Iman , didampingi Ketua KPU Endun Abdul Haq, MH, Anggota KPU Hamid, SH, Drs. A. Dedi Mutiadi, M.Pd dan Heni Susilawati, M.Si di RM Lembah Ciremai, Sabtu (16/5).

Menurut Iman, berdasarkan rekapitulasi perhitungan suara pada 21 April lalu, genap sudah 50 orang caleg DPRD Kabupaten Kuningan.Tercatat, partai yang meraih kursi terbanyak adalah PDI Perjuangan. PDI Perjuangan mampu mempertahankan dominasinya dengan meraih 14 kursi. Perolehan kursi PDI Perjuangan diikuti Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Kedua partai yang kini tidak berkoalisi lagi ini, masing-masing meraih tujuh kursi. Peringkat ketiga diduduki oleh Partai Amanat Nasional dengan mendulang 6 kursi. Hasil ini terbilang penomenal karena meningkat tiga ratus persen, dibanding hasil pemilu 2004 yang hanya meraih dua kursi.

Untuk perolehan suara PKS, PKB dan PBB menurun drastis. PKS pada pemilu 2004 menempatkan tujuh wakilnya di DPRD Kuningan, kini turun menjadi lima kursi. Bahkan PKB harus kehilangan tiga kursi dari sebelumnya lima menjadi dua kursi. Penurunan suara PKB diduga akibat konflik internal di DPP yang merembet hingga ke daerah. Begitu pula PBB harus rela dengan mendapatkan satu kursi, turun satu kursi.

Sementara pendatang baru yakni Gerinda meraih dua kursi dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) satu kursi. Hebatnya, walaupun calegnya cuma seorang, namun Nana Rusdiana mampu meraih satu kursi di Dapil I. Hasil inipun diperoleh PKPI yang mampu meraih satu kursi di Dapil II melalui Ahmad Taufik.

Prediksi Calon Pimpinan DPRD

Berdasarkan estimasi perhitungan suara tersebut apabila komposisi pimpinan DPRD masih seperti dulu yakni seorang Ketua dan dua orang Wakil Ketua, maka yang berpeluang menjadi ketua adalah H. Acep Purnama, SH dari PDI Perjuangan.  Acep diunggulkan karena partai pimpinannya meraih kursi terbanyak, 14 kursi.

Sedangkan untuk posisi wakil ketua nampaknya akan diperebutkan oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat yang telah meraup masing-masing tujuh kursi. Kemungkinan peluang untuk calon wakil ketua akan jatuh pada Drs. H. Ending Suwandi, MM atau H. Yudi Budiana, SH. (Partai Golkar) dan Drs. H. Toto Hartono Ketua DPD Partai Demokrat. Namun perkembangan kontaliasi politik mungkin saja berubah.

Caleg Terpilih Menurut Dapil

Daerah Pemilihan Kuningan I, total suara sah 115.308 dengan jumlah kursi 11, Bilangan pembagi pemilih (BPP) 10.482. PDI Perjuangan meraih kursi melalui H. Acep Purnama, SH, Toto Tohari, Satya Lesmana, Partai Golkar (Ir. Abriyanto Irawan, M.Si, Oyo Sukarya), PKS (Daswa, S.Si), Partai Demokrat (H. Dadang Supriadi, Syarif Juanda), PPP (H.M. Ajieb Maaly) dan Nana Rusdiana (PDK).

Dapil Kuningan II, total suara sah 118.396 dengan alokasi kursi 12 BPP 9.866. Calon terpilih Rakim Sungkar, Nuzul Rachdy, SE (PDI Perjuangan), Drs. H. Toto Hartono, Pusantara Tri Koordianto (Partai Demokrat), Lin Yulyana,  H. Toto Suharto (PAN), Kokom Komariyah     (PKS),  Dra. Hj. Ade Hasanah, M.Si (Partai Golkar),  Drs. H. Momon Suherman (PPP), Dede Ismail D (Partai Gerinda), dan Ahmad Taufik, S.E (PKPI).

Dapil Kuningan III, total suara sah 82.473, alokasi kursi 9, BPP 9.163. Calon terpilih Dede Sembada, Rudi Iskandar, SH, Nana Nurhaya (PDI Perjuangan),  H. Yudi Budiana, SH, Drs. H. Ending Suwandi, MM (Partai Golkar),   Syaiful Bahri, S.H (PPP), Drs. Ujang Kosasih, M.Si     (PKB),  Idwan (PKS),  Momon C. Sutresna     (Partai Demokrat), Yudi Moh. Rodi, SE (PAN), H. O. Furqon (PBB), dan M. Hadis (Partai Gerinda).

Dapil Kuningan  IV, jumlah suara sah 82.473, alokasi 9 kursi, BPP 9.163. Calon terpilih Apang Sujaman, Heni Chaeroni Azizah, Drs. AR. Sukiman, Bidan Eli Rusliati (PDI Perjuangan), Didi Setiadi, S.Pd (Partai Golkar), Yayat Ahadiyatna, SH  (Partai Demokrat), Iis Istohari (PAN), Etik Widiati (PKS), dan Ma’mun Sofyan, S.Ag (PPP).

Dapil V, jumlah suara sah 67.778, alokasi 7 kursi, BPP 9.682. Calon terpilih Rana Suparman, S.Sos, Deni Erlanda (PDIP), H. Yanto Badriyanto, S.Sos. (Golkar),  Manjud  (Demokrat), Iwan Sonjaya, S.Pd       (PKS),  Maman Wijaya (PAN), Drs. Wawan Supratman (PKB).

Penetapan kursi Caleg DPRD Kuningan yang dihadiri para saksi dari setiap partai peserta Pemilu berjalan lancar. Dan nampak tidak ada ungkapan penolakan dari satu partai pun. Namun Ketua DPC Partai Hanura, Arif, MM mengatakan, partainya telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi karena adanya dugaan penggelembungan suara di Dapil III yang mengakibatkan hilangnya peluang Caleg dari partainya. (tan)

Iklan
h1

Popkab Kuningan Ajang Cari Bibit Atlet

21 Mei 2009

Pembukaan Popkab Kuningan.tifKuningan, IB

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengatakan, salah satu manfaat dari Pekan Olah Raga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Kuningan adalah untuk mencari bibit atlit dan membina atlet berprestasi. Selain itu, sebagai persiapan dalam menghadapi even yang levelnya lebih tiggi baik tingkat provinsi maupun nasional.

Menurut Bupati, kegiatan olah raga memiliki manfaat yang sangat positif dalam membina anak sejak dini agar menjadi generasi muda yang beiman dan bertaqwa,  berbudi pekerti, tangguh, cerdas dan sehat. Selain itu, diharapkan dapat menghindarkan diri dari aktivitas negatif.

“Aktivitas olahraga di setiap sekolah dapat terlihat saat siswa istirahat belajar atau dalam kegiatan  ekstrakurikuler,” terang Aang saat pembukaan Popkab Kuningan, di Pandapa Parmartha, Sabtu (16/5).

Ketua Panitia, Drs. H. Nana Sunardi, M.Si mengatakan POPKAB diikuti oleh 5.291 atlet dan 1.742 official. Atlet untuk kategori SD/MI berjumlah 1.549 siswa yang mewakili setiap UPTD Pendidikan Kecamatan. Kemudian atlet SMP/MTs berjumlah 2.265 yang mewakili sekolahnya masing-masing. Serta kategori siswa SMA/SMK berjumlah 1.477 orang.

Mereka akan bekompetisi mulai 16 – 21 Mei di beberapa tempat. Seperti cabang olahraga Atletik di Stadion Mashud, Bola Volley di SMAN 1 Cigugur, Bulutangkis (Aula SMAN 1 Kuningan). Berikutnya, Bola Basket (Lapangan Perbasi dan SMAN 2 Kuningan), Catur (SKB Kuningan), Tenis Meja (Gelanggang Pemuda), Sepakbola Futsal (SBI Cikaso). Cabor Sepak Takraw bertempat di SMP Ainurafik, Pencak Silat (SMPN 1 Kuningan), Renang (Tirta Agung Mas Luragung), dan Karate (GOR Ewangga).

Sebelum pembukaan nampak iring-iringan kontingen dari setiap UPTD Pendidikan dan Peserta lainnya, menuju panggung kehormatan yang dihadiri Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, Wakil Bupati Drs. H. Momon Rochmana, MM, Muspida, Deputi Pemberdayaan Olahraga Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga DR. Budi Darmawan, serta Asdep Bidang Peningkatan Prestasi Menpora Drs. H. Edi Nurinda, M.Si, dan undangan lainnya. (tan)

h1

Persitara Lolos ke Perempat Final Copa Dji Sam Soe

21 Mei 2009

Gol Pertama Persebaya.tifKuningan, IB

Persitara Jakarta mampu menumbangkan Persebaya secara dramatis 4-1 (01-1) pada leg kedua Copa Dji Sam Soe berkat kemenangan di Stadion Mashud Wisnu Saputra, Rabu (13/5). Kemenangan dengan selisih tiga gol memang sudah wajib bagi pasukan besutan Dodi Sahetapi ini bila ingin lolos ke perempat final. Pasalnya, pada leg pertama (tandang) di Stadion Gelora 10 Nopember, Persebaya punya deposito 2-0.

Sejak kick off, baju ijo langsung mendominasi pertandingan, dimotori oleh Jairo Felicino. Walaupun kondisi lapangan becek akibat diguyur hujan seharian tak menyurutkan semangat mereka. Pada menit ke-19, terjadi kemelut di mulut gawang Persitara yang dikawal kiper Wawan Dermawan. Murad yang tengah menguasai bola mengoperkan pada Jairon, sayang dia ditebas di luar kotak pinalti. Tendangan bebas yang dilakukan oleh Murad tak bisa dihalau Kiper Wawan Darmawan. Kedudukan sementara 1-0 bertahan hingga jeda babak pertama usai.

Keruan saja gol itu disambut meriah oleh para Bonek (Bondo nekat) yang merupakan julukan para pendukung panatik tim besutan Arcan Iuri. Dengan gol itu kans untuk lolos ke perempat final Copa Dji Sam Soe semakin terbuka (agregat 3-0).

Memasuki babak kedua, cuaca mulai cerah, memberikan berkah bagi Persitara. Hanya berselang 10 menit sejak peluit babak kedua dibunyikan, Persitara mampu menyamakan kedudukan melalui Kapten Rahmat M. Rivai. Skorpun berubah menjadi 1-1 (1-3). Pada menit ke 55, Rahmat menambah goal untuk ke dua kalinya, skor berubah menjadi 2-1 (2-3).

Akibat gol itu, tempo permainan semakin memanas hingga terjadi adu fisik antara Reiggie Radityo (Persitara) dan Feliciano (Persebaya) pada menit ke  62. Feliciano akhirnya dikartu merah. Walau hanya bermain dengan 10 pemain, permainan tempo tinggi terus berlangsung.

Pada menit ke 63, Prince Kabir Bello mencetak gol  memanfaatkan assist Rahmat, sehingga kedudukan menjadi 3-1 (3-3). Pertandingan telah memasuki babak akhir, kembali Rahmat M. Rivai menciptakan gol pada menit 82. Dengan gol itu Ia mampu menciptakan hatrik bagi Persitara sekaligus mengantarkan timnya berlaga di delapan besar Copa Dji Sam Soe.

Dalam Konferensi Pers, usai pertandingan, Manajer Persebaya Indah Kurnia, mengungkapkan rasa kecewanya atas hasil pertandingan tersebut. “Kami sulit mempertahankan keunggulan 1-0 hingga usai laga. Anak-anak tidak mampu menyelesaikan peluang-peluang emas. Saya yakin Bonek di luar pasti kecewa. Namun untuk ISL, akan berusaha menang. Kami akan melakukan recovery menghadapi Sriwijaya di ISL,” ungkapnya seperti ditulis Radar.

Sementara Manajer Persitara, Harry Ruswanto menyambut gembira atas hasil baik tersebut. “Pertandingan yang cukup menegangkan. Saya salut atas semangat para pemain, mereka mampu melesakkan tiga goal dalam tempo 45 menit,” ujarnya.

Pada babak Perempat Final, Persitara akan menghadapi Persija Japara. (tan/RC/IB)

h1

Wartawan Tabloid Identitas Bangsa Pertahankan Reputasi

21 Mei 2009

Penghargaan Tanu.tifKramatmulya, IB

Wartawan Tabloid Identitas Bangsa, T. Sukartanu, SH, berhasil mempertahankan reputasinya sebagai wartawan terproduktif kategori dwi mingguan. Dengan prestasi itu, berarti dia berhasil mencetak hatrik untuk ketiga kalinya (2006, 2007 dan 2008) meraih penghargaan dari Bupati Kuningan.

Penghargaan Bupati Kuningan yang disampaikan oleh Sekda Drs. H. Djamaluddin Noor, MM diterima pula oleh Tatang Ashari Radar Cirebon untuk kategori wartawan harian. Dadang Hendrayuda Seputar Jabar kategori mingguan, dan Dedi Yayat Majalah Reformasi kategori bulanan.

Keberhasilan itu disambut sukacita oleh rekan-rekannya yang hadir di RM Lembah Ciremai untuk mengikuti seminar dan pembinaan Pers yang dihelat oleh Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan, Minggu (10/5). Wakil Pemimpin Perusahaan Tabloid Identitas Bangsa, Cecep Rohimat mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh rekannya itu yang kebetulan Pemimpin Redaksi Tabloid Identitas Bangsa.

“Keberhasilan ini merupakan cerminan dan bukti terhadap eksistensi Tabloid Identitas Bangsa sebagai media lokal berwawasan kebangsaan. Selain itu, adanya penghargaan dari Bupati Kuningan merupakan bukti pengakuan ats profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalis di wilayah Kabupaten Kuningan,” terang Cecep di RM Lembah Ciremai, Minggu (10/5).

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid diwakili Sekda Drs. H. Djamaluddin Noer, MM mengatakan bahwa sekurang-kurangnya ada empat fungsi pers yakni sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol social, dan dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi.

Pers dalam fungsi sosial kontrol (watch dog) adalah mengawasi segala kebijakan dan aktifitas yang dilakukan lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif agar tidak menyimpang dari ketentuan hukum yang berlaku. Didalamnya memberikan peringatan bila terjadi penyimpangan dan mencari solusi atas masalah yang terjadi. Karena itu, Ia berharap agar pers dapat menjadi pilar ke empat demokrasi.

Fungsi lain yang harus dipahami adalah agenda setting mengikuti perkembangan isu di masyarakat. Dalam konteks ini pers harus pandai memilih isu yang berkembang untuk ditampilkan, tanpa manipulasi.

Dalam menyampaikan fungsi itu, kata Sekda H. Djamaludin, pers harus bisa memberikan informasi yang diperlukan oleh masyarakat secara akurat, dan jujur. Pada sisi lain, membuka akses terhadap informasi merupakan tugas setiap pejabat publik.

Kabag Humas, Drs. Yudi Nugraha, M.Pd mengatakan, dalam hal perkembangan pers,  pemerintah secara nasional telah memiliki komitmen untuk me melihara media nasional dan daerah, tan mengesampingkan independensi dan integritasnya.

Bentuk dukungan pemerintah, dalam hal ini melalui Humas Pemerintah adalah dengan memberikan kesempatan kepada insan pers untuk mengakses informasi seluas-luasnya, untuk dapat dikemas kembali agar tampil lebih menarik dan membangkitkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi informasi tersebut.

Sejalan dengan perannya, pers mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar. Pada sisi ini, praktisi humas dituntut untuk mampu menyediakan akses informasi yang dibutuhkan wartawan agar masyarakat mendapatkan hak informasi yang benar.

Di sisi lain, praktisi humas pun mendapatkan informasi awal dari kebutuhan wartawan atas akses informasi yang dimilikinya.

Karlipda

Setiap wartawan yang meliput aktivitas di Kabupaten Kuningan diberikan Kartu Liputan Daerah (Karlipda) yang dikeluarkan oleh Bagian Humas Setda Kab. Kuningan, 2007 lalu. Bagian Humas Setda mengeluarkan 99 Karlipda, kemudaian pada 2008 mengerucut menjadi 95.

Dari 95 pemegang Karlipda tercatat 84 orang (91%) aktif menulis. Dengan rincian, Harian 12 orang (92% dari total 13 orang), Mingguan 25 orang (89% dari total 28 orang), Dwi mingguan 26 orang (83% dari total 31 orang) dan Bulanan 21 orang (91% dari total 23 orang).

Lokakarya yang bertema “Profesionalisme Pers dan Krisis Content” disampaikan oleh Asmono Wikan dari Serikat Penerbit Surat Kabr (SPS Pusat) menyajikan materi profesionalis-me dan agenda setting. Pemateri kedua DR. Elvinaro Ardianto, M.Si Dosen UNPAD Bandung menyajikan materi In-Dep News (berita mendalam). (dadang)

h1

Tahun Pemilu

21 Mei 2009

Tahun 2009 bagi warga Indonesia bisa disebut tahun Pemilu. Betapa tidak, pada tahun ini rakyat disibukkan dengan pesta demokrasi Pemilu Legislatif (Pileg) yang sesaat lagi akan usai. Pasalnya tahapan terakhir Pemilu adalah penetapan kursi DPR, DPD (19/5), DPRD Provinsi (17/5) dan DPRD Kabupaten/Kota (15/5). Berarti usai sudah rangkaian Pemilu Legislatif (Pileg) tinggal menunggu pelantikan para calon legislator pada September mendatang.

Terlepas dari berbagai kekurangan pada Pileg, seperti masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan tidak tuntasnya penyelesaian dugaan money politict, namun secara umum Pileg 2009 berlangsung aman dan tertib. Sebenarnya, permasalahan DPT merupakan masalah yang sangat krusial karena menyangkut pelanggaran hak azasi manusia dan hak demokrasi untuk menggunakan hak pilihnya.

Berdasarkan rapat KPU Pusat, Kamis 14 Mei 2009, perolehan kursi di DPR didominasi Partai Demokrat dengan meraup 150 kursi (26,78%), Partai Golkar 107 kursi (19,10%), PDI Perjuangan 95 kursi (16,96%), Partai Keadilan Sejahtera 57 kursi  (10,17%), Partai Amanat Nasional 43 kursi (7,67%), Partai Persatuan Pembangunan 37 kursi (6,60%), Partai Kebangkitan Bangsa 27 (4,82%), Partai Gerakan Indonesia Raya 26 kursi (4,64%)  dan Partai Hati Nurani Rakyat 18 kursi (3,32%).

Untuk DPRD Jawa Barat, hanya 10 partai yang meraih kursi.  Partai Demokrat unggul 28 kursi dari 100 kursi, PDI Perjuangan (16), Partai Golkar (16), Partai Keadilan Sejahtera (13), Partai Persatuan Pembangunan (8), Partai Gerindra (8), Partai Amanat Nasional (5), Partai Hanura (3),  Partai Kebangkitan Bangsa (2) dan Partai Karya Peduli Bangsa 1 kursi.

Sementara di Kab. Kuningan, PDIP Perjuangan unggul dengan meraih 14 kursi. Disusul Partai Golkar 7 kursi dan Partai Demokrat 7 kursi, PAN 6 kursi, PKS 5 kursi, PPP 4 kursi, Gerinda 2 kursi, PKB 2 kursi, PDK 1 kursi, dan PKPI 1 kursi.

Usai Pileg, sebentar lagi kita akan menghadapi dan mengikuti Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada 9 Juli mendatang. Tiga calon telah mendaftarkan diri yakni pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dn Budiono (SBY – Berbudi) diusung partai Demokrat, PKS, PAN, PPP, PKB, dan partai gurem lainnya. Berikutnya, Capres M. Jusuf Kalla dan Wiranto (JK-Win) diusung Partai Golkar dan Partai Hanura, serta Capres Megawati Soekarno Putri dan Prabowo Subianto (Mega – Pro) diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerinda.

Terlepas siapapun kelak yang terpilih, kita harus mengakui bahwa mereka merupakan pemimpin bangsa dan negara. Nah, dalam kondisi saat ini jelang Pilpres, penulis berharap jangan sampai terjadi perselisihan dan bentrokan. Karena prinsipnya beda pendapat merupakan hal biasa dan merupakan hak demokrasi setiap orang yang harus dihormati, toh kita tetap bersaudara. Yang penting, bagaimana pemimpin bisa menjalankan amanah untuk menyejahterakan rakyatnya. (redaksi)

h1

Pendidikan Prioritas Pembangunan

21 Mei 2009

Aang foto hardiknas.tifKuningan, IB

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda ketika ditanya wartawaan seusai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei lalu, di Pandapa Paramartha mengatakan, pendidikan di Kabupaten Kuningan tiap tahun terus mengalami peningkatan positif. Ini menandakan bahwa pendidikan yang dijalankan ada hasilnya dan anggaran pendidikan yang selalu bertambah tidak sia-sia.

Untuk menunjang agar tingkat pendidikan terus meningkat, baik SDM atau fasilitasnya, tahun 2009 ini anggaran pendidikan meningkat menjadi 57 prsen dari APBD. “Pendidikan menjadi prioritas utama, karena maju mundurnya Kuningan salah satunya ditentukan oleh pendidikan,” kata H. Aang.

Acara dihadiri pula Wakil Bupati Kuningan H. Momon Rochmana, Kapolres, Dandim, Kajari dan tamu undangan lainnya, Bupati Aang memberikan penghargaan kepada guru berprestasi, siswa dan stakeholders lainnya di lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Kuningan.

Untuk kategori guru berdedikasi di daerah terpencil tingkat Provinsi Jabar diraih oleh Zaenal Hikayat, S.Pd (Guru SDN 1 Cilebak). Ia mendapatkan penghargaan dan hadiah umroh ke tanah suci Mekah. Selain itu, penghargaan diberikan pula untuk Festival Penjasor TK/PAUD yakni Hamid, PAUD Ma’arif Cipicung (putra) dan Intan Kusumaningsih, TK Islam Teladan Al Mutazam Jalaksana.

Juara Pupuh Kategori Putra antar para guru diraih oleh Maman Surahman UPTD Ciwaru dan untuk putri Ratinah UPTD SD Kuningan. Selain mendapatkan piala tetap dan bergilir juga mereka mendapatkan piagam serta uang tunai.

Dalam kesempatan itu, juga diberikan dana pendidikan dari Badan Amil Zakat (BAZ) kepada tiga orang sebesar Rp1 juta, serta kepada Ketua DKM SMPN Ciawigebang dan Ketua DKM Masjid Misbah Desa Cipancur masing-masing Rp1 juta.

Untuk siswa berprestasi tingkat Kabupaten Kuningan diberikan kepada siswa mulai SD hingga SMA. Kategori siswa SD berprestasi diraih Mauli Fitria A, SDN Kalapagunung Kec. Kramatmulya, Putri Nureszky (SDN Ciawigebang), Eka Putri (SDN Cigugur). Kategori SMP diraih Nida Ramhalia NA ( SMPN 1 Kuningan), Izza Hasna Syarifa (SMP Itus Jalaksana) dan Andeska Neli Wijayanti (SMPN 1 Kuningan). Sedangkan untuk kategori SMA diraih Anisa Baraswati (SMAN 2 Kuningan), Linda Karlina (SMAN 3 Kuningan) dan Oda Aditya Nicola (SMK Yamsik Kuningan).

Ketua Panitia Hardiknas Kuningan, Toto Toharudin yang juga Kabid Pendidikan Formal dan Informal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga mengatakan, dalam kegiatan Hardiknas ini semua elemen dilibatkan tak terkecuali pendidikan paket B dan C.

Kegiatan diisi pula oleh pawai alegoris 700 siswa PAUD (pendidikan anak usia dini) non formal, Pendidik/tutor dan relawan PAUD 200 orang, serta penilik PLS 900 orang. Lomba gerak jalan sehat pada 3 Mei diikuti para guru, pelajar dan masyarakat umum dipusatkan di Pandapa Paramartha. Pawai sepeda santai kerjasama panitia Hardiknas dengan ISSK (Ikatan Sepeda Santai Kuningan) pada 4 Mei, dan pelatihan Tutor dan penyelenggara pendidikan keaksaraan fungsional oleh PNPI Disdik Pora Kuningan. (tan/RC/IB)

h1

SKB Kuningan Terbaik Regional I

21 Mei 2009

Cece SKB.tifCigugur, IB

Kini pendidikan tak hanya didominasi oleh pendidikan formal, karena sektor pendidikan non formal dan informal juga mendapat perhatian pemerintah (pusat). Pada sisi lain, ada sebagian masyarakat yang memandang sebelah mata sekor PNFI ini.

Sebagai gambaran, tidak ada seorangpun yang mau menyekolahkan anaknya pada program penyetaraan paket B dan C, kecuali ada faktor pemaksa. Faktor dimaksud diantaranya karena gagal studi pada jalur pendidikan formal, apakah karena gagal Ujian Nasional (UN) dan penomena yang terjadi belakangan atau secara ekonomi kurang beruntung (baca, miskin).

Hal itupun diakui Kepala UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Kuningan, Drs. Cece Herdiana, M.Si. “Di SKB ini, para siswa tidak dipungut bayaran, karena peserta didik umumnya dari keluarga tak mampu dan siswa putus sekolah tetapi masih usia belajar, 15 hingga 19 tahun,” terang Cece didampingi Koordinator Pamong Belajar, Drs. Sultoni, di kantornya belum lama ini.

Ia mengakui siswa yang belajar pada program penyetaraan bersifat gratis. Namun disinilah muncul permasalahan baru. Pasalnya, bantuan biaya operasional untuk KBM yang diselenggarakan pagi semua itu, pemerintah hanya menyediakan anggaran untuk empat Pokjar, padahal di SKB ada enam pokjar.

Walaupun ada keterbatasan anggaran, KBM tetap dapat berjalan selama lima hari dalam seminggu dengan fokus siswa apabila lulus kelak memiliki bekal skill (keterampilan).

Di SKB ini sebenarnya tak terbatas pada penyelenggaraan Pokjar Paket B dan paket C, melainkan telah berjalan pula PAUD (pendidikan anak usia dini). Bahkan mulai tahun pelajaran 2009-2010 akan diselenggarakan pula Tempat Penitipan Anak (TPA).

Dalam sistem evaluasi belajar, tetap dilaksanakan ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK). UNPK dilaksanakan dua kali yakni bulan Juli dan bulan November. Untuk Paket C, pelaksanaan UNPK pada 21 – 26 Juni, dan paket B, pada 1 – 3 Juli 2009.

Menurut Koordinator Pamong Belajar (istilah lain guru atau tutor), Drs. Sultoni, sejak bertugas di SKB, banyak siswa lulusannya yang dapat diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), PTS dan memasuki dunia kerja, yang paling banyak lulusan Paket C melanjutkan ke Uniku.

Sultoni dalam bekerja mengakui enjoy saja. “Dimana pun ditempatkan, bagi saya tenang aja dan syukuri. Karena yang terpenting adalah pengabdian yang tulis kepada masyarakat,” ungkapnya. (tan)