h1

Usai Terima Motor Baru, Tunjangan Penghasilan Ditunggu

30 Maret 2012

Kuningan, IB

Sebanyak 376 kepala desa dan lurah di Kabupaten Kuningan menerima bantuan sepeda motor dari Gubernur Jawa Barat.
Kebahagian para kepala desa nampaknya akan bertambah lagi. Pasalnya, setelah menerima motor, mereka pun pada 2012 akan mendapat kucuran tunjangan penghasilan tetap (TPhT) dari APBD Kab. Kuningan, meskipun jumlahnya masih dibawah UMK (upah minimum kabupaten).

Bantuan sepeda motor jenis bebek itu, diserahkan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos di Pandapa Paramarta, Selasa (6/12/11), diterima oleh Ketua Palukuning Marsanto, M.Si, Ketua DPC APDESI Kab. Kuningan Mulyono AR, Kades Linggasana Hj. Rosdiana, Kades Sayana Sutini, dan Kades Ancaran Iing Solihin.

Saat menyerahkan, Bupati Aang didampingi oleh Dandim 0615 Kuningan Letkol Kav. Waskito Aji, dan Sekda Kuningan, Drs. H. Yosep Setawan, M.Si. Acara dihadiri pula oleh Staf Ahli Bupati, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Drs. H. Kamil Ganda Permadi, MM, para camat, dan para kades se-Kabupaten Kuningan.

Kepala BPMD Kabupaten Kuningan menjelaskan, motor-motor yang disalurkan kepada para lurah dan kepala desa itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dari  376 motor yang diterima itu terdiri dari 204 Yamaha Jupiter MX dan 172 Honda CS1. “Saya ucapkan selamat kepada para lurah dan kepala desa, dan semoga bantuan ini dapat meningkatkan kinerja,” kata Kamil.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda juga berharap agar bantuan sepeda motor ini dapat membantu meningkatkan mobilitas dan kinerja kepala desa dan lurah se-Kabupaten Kuningan dalam meyelenggarakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berpesan agar menjaga dan memelihara kendaraan tersebut sehingga umur kendaraan itu dapat bertahan lama. “Jaga dengan baik kendaraan motor jangan sampai hilang karena dicuri karena pada saat ini pencurian kendaraan bermotor sangat marak terjadi,” pesan Aang.

Program APDESI

Terpisah, Ketua DPC APDESI Kabupaten Kuningan, Mulyono AR menjelaskan, ada beberapa program APDESI selama ini, diantaranya mengusulkan pengadaan kendaraan roda dua pada 2009 dan baru direalisasi 2011 ini.

Program lainnya, penambahan penghasilan bagi kepala desa dari APBD. “Kita telah mengajukan bantuan dana sebesar lima belas juta rupiah per desa kepada Pemda Kuningan untuk meningkatkan kinerja aparatur perangkat desa diluar ADD. Usulan ini nampaknya akan direalisasi pada 2012 depan,” terang Kepala Desa Sindangagung ini.

Selanjutnya, telah diusulkan pula perubahan pembayaran klim asuransi. Yang semula dilakukan pembayaran melalui dana APBDes, diusulkan dialokasikan di APBD Kabupaten Kuningan. Kemudian, karena motor baru telah diterima, maka sepeda motor yang lama dapat didum (dimiliki) oleh seluruh kepala desa. Pada tahap awal telah mengusulkan sebanyak 49 kepala desa yang habis masa jabatannya tahun 2011 untuk dapat mengedum sepeda motor.

“Kami telah mengajukan sebanyak 49 kepala desa yang telah habis masa jabatannya pada tahun 2011 dapat mengedum motor. Mudah-mudahan hal itu dapat segera direalisasikan,” terang Mulyono. (tan)

h1

PKL di Gerbang Pasar Kepuh Akan Ditertibkan

30 Maret 2012

Kuningan, IB

Berdasarkan pointer hasil uji coba jalan satu arah pada ruas Jalan Jenderal Sudirman mulai simpang tiga depan Toko Terbit sampai simpang tida RSUD 45, ternyata masyarakat menyambut baik pemberlakuan jalan satu arah yang efektif dari pukul 07.00 wib sampai dengan pukul 14.00 wib tersebut.

“Menurut hasil evaluasi di lapangan, di Jalan Langlangbuana/pintu masuk Pasar Kepuh sebaiknya steril dari pedagang kaki lima (PKL) supaya terhindar dari kemacetan yang akan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas  dikarenakan lebar jalan terlalu sempit,” terang Kadishub Kuningan, Drs. Jaka Chaerul, saat rapat kordinasi di kantornya, Senin (4/12/11).

Dikatakannya, di pintu masuk Pasar Kepuh Jalan Langlangbuana akan dipasang perboden permanen guna menghindari kemacetan  dan benturan dari arah timur yang berlawanan, sehingga sirkulasi arus lalu lintas kendaraan dum truk, delman, angkot dan kendaraan lainnya akan menjadi lancar.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pintu masuk Pasar Baru menuju kerah Pasar Kepuh, di setiap persimpangan jalan PKL akan ditertibkan dan atau mundur dua meter demi kelancaran dan keselamatan para pengguna jalan.

“Apabila nanti ada angkot, delman dan kendaraan lainnya baik yang beroda dua maupun kendaraan roda empat yang melanggar peraturan yang sudah ditetapkan/diberlakukan agar ditindak sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku, baik oleh pihak kepolisian maupun Dinas Perhubungan,” tegasnya. (rda)

h1

H.T. Mamat Robby Getol Lakukan Komunikasi

30 Maret 2012

Kuningan, IB

H.T. Mamat Robby Suganda, S.Sos kini tengah getol melakukan komunikasi dengan berbagai komponen masyarakat di Kabupaten Kuningan. Hal itu tak lepas dari keinginannya untuk mewujudkan cita-citanya menuju Kuningan Satu tahun 2013.

Komunikasi dilakukan secara formal maupun informal, tetapi intensif terus dilakukan. Apalagi saat ini tengah menjalankan reses sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Jawa Barat X, meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.

Selama reses ke III tahun 2011 ini, ia menghadiri peresmian Pondok Pesantren Yayasan Hasnur Al Arsyad Desa Sampora Kecamatan Cilimus, Minggu (18/12/11) yang dihadiri para habib, ulama dan ribuan jemaah se-Jawa Barat dan sekitarnya.

Siangnya menerima aspirasi masyarakat Kecamatan Japara, Jalaksana dan Cigandamekar di Balai Desa Wano Kec. Japara. Kades Wano, Yusel Hartini merasa bangga desanya dipilih sebagai tempat reses bagi Kecamatan Japara, Kramatmulya dan Japara. Padahal kondisi balai desanya sendiri kurang layak. Maklum, selain tidak memiliki gedung serbaguna juga bocor bila hujan turun.

Ketua BPD Desa Wano, Juned, M.Pd merasa gembira atas kehadiran tokoh yang peduli terhadap dunia pendidikan yakni H. Mamat Robby. “Saya sebagai wakil ketua PGRI Kecamatan Japara sangat mendukung keinginan Bapak untuk menjadi Bupati Kuningan,” ucap Juned.

Faisal Taufik dari Desa Sadamantra Kec. Jalaksana mengusulkan untuk  penambahan dana program rumah tidak layak huni (Rutilahu). “Selama ini sudah ada bantuan stimulan Rutilahu senilai Rp. 2 juta per rumah tapi itu terlalu kecil,” ujar Faisal.

Sekdes Maniskidul Kec. Jalaksana, meminta agar desanya dibantu penyelesaian sengketa tanah Cibulan yang diklaim oleh TNGC. Padahal dari Obyek Wisata Cibulan itu merupakan sumber PAD Kab. Kuningan dan PAD Desa Maniskidul. “Saat ini Obyek Wisata Cibulan  disengketakan oleh Pemkab Kuningan diwakili PDAU, TNGC dan Pemdes Maniskidul,” terangnya.

Kusnadi, tokoh kesenian Jalaksana meminta agar ada perhatian terhadap seni dan budaya tradisional yang nyaris terabaikan dan kurang perhatian. Padahal dari seni, karakter suatu bangsa terbentuk. Bahkan kalau dikelola dengan baik, potensi seni di Kuningan bisa mengalahkan Bali.

Menanggapi itu, Mamat Robby menuturkan, pada 2004 telah membangun SMK Auto Matsuda, kaena mempunyai cita-cita dan harapan ke depan untuk memajukan Kuningan. Sebenarnya semua orang itu sama saja, hanya faktor kesempatan saja yang berbeda.

Dari sekolahnya, lulusan yang dibekali skill itu bisa disalurkan ke PT. Toyota, Daihatsu dan beberapa perusahaan besar lainnya. Sehingga karena banyaknya order hingga 400 lowongan, alumni dari sekolah lain pun bisa ikut tes untuk masuk kerja.

Ia mengaku sangat memperhatikan masyarakat miskin dan desa tertinggal. Bukti kepedulian itu diaplikasikan dengan sering berkunjung ke desa-desa terpencil, dan membantu orang tak mampu dengan paket sembako.

MR Berikan Santunan

H.T. Mamat Robby saat menyantuni Azril, 6 tahun bocah berkepala besar dan berbadan kecil seukuran anak satu tahun

Saat reses di Gedung Serbaguna Desa/Kecamatan Subang, Mamat Robby memberikan santuan kepada 60 orang anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Dilanjutkan dengan jaring aspirasi masyakat yang dihadiri lebih dari 100 orang tokoh masyarakat, tokoh agama dan penerima santunan.

Pada kesempatan itu, MR demikian akrab disapa juga memberikan santunan dan perhatian khusus kepada Azril, bocah berusia enam tahun yang memiliki kelainan kepala besar. Azril putra pasangan  Suryana dan Sarinah (almarhumah) ini, ditinggal ibunya sejak balita, menyusul kemudian ayahnya juga tak pernah nongol lagi.

Untungnya kakek dan neneknya, Sanudin dan Painah dengan sabar rela merawat cucu malangnya itu. Azril sehari-hari hanya bisa berbaring dan tidak bisa bicara, ini karena badannya masih seperti anak berusia satu tahun, sedangkan kepalanya seukuran kepala orang dewasa, dengan berat badan 18 kg.

Painah mengungkapkan betapa beratnya merawat cucunya itu, baik untuk makan, mandi dan sehari-harinya. Andai dirawat di rumah sakit pun dengan fasilitas Jamkesmas, ia mengaku sangat berat untuk biaya nunggu sang pasien sehari-hari. “Ke mana kami mencari untuk biaya menunggu selama perawatan, meski biaya perawatan dijamin oleh pemerintah,” ucapnya.

MR sendiri akan berupaya membantu sesuai dengan forsinya, namun harus tetap melalui prosedur yang benar. Seperti rujukan dari Bidan Desa, Puskesmas dan Dinas Kesehatan. (kies)

h1

DAK Pendidikan Tahun 2012 Hanya Tiga Puluh Miliar

30 Maret 2012

Kuningan, IB

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan, Drs. H. Maman Suparman, MM., melalui Kepala Bidang Penunjang Pendidikan, Uu Kusmana, S.Sos, M.Si., saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/12/11), kepada IB mengatakan, DAK (dana alokasi khusus) Pendidikan tahun anggaran (TA) 2012 untuk Kabupaten Kuningan sebesar Rp. 30 miliar.

Menurutnya, anggaran tersebut akan diprioritaskan pada pembangunan fisik. “Untuk program pembangunan fisiknya mungkin tidak akan jauh berbeda dengan program DAK tahun sekarang. Tapi itupun kami masih menunggu aturan Kepmendiknas,” katanya.

Adapun kriteria sekolah SD/MI yang akan mendapatkan bantuan, menurut Uu, khusus untuk bantuan program ruang kelas baru (RKB) dan perpustakaan yang terpenting sekolah yang mengajukan bantuan masih mempunyai lahan luas untuk mendirikan bangunan baru dan jumlah murid memenuhi standar ketentuan yang berlaku.

Di tempat terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Luragung, Drs. Ence Sopandi, M.Pd kepada IB menuturkan, untuk pelaksanaan pembangunan DAK TA 2012 alangkah baiknya oleh Komite Sekolah (KS).

Dikatakannya, untuk TA 2011 di wilayah Kecamatan Luragung yang mendapatkan DAK pendidikan hanya lima sekolah. “Ketika saya cek ke lapangan kepada salah satu sekolah didapatkan bangunan yang tidak ngelot hampir 2 cm. Tapi saat saya menanyakan mandor penanggung jawab maupun pemborong kepada salah seorang pekerja ternyata kedua-duanya tidak ada di tempat,” katanya.

“Untuk itu saya jadi khawatir kalau suatu saat bangunan sekolah itu roboh mungkin yang akan pertama kali ketanyaan adalah kepala sekolah dan kepala UPTD. Masa saya kebagian ririweuhna bae. Untuk itu saya mengharapkan sekali untuk DAK pendidikan TA 2012 oleh Komite Sekolah karena akan lebih bertanggung jawab kepada perbaikan mutu bangunan, bukan semata-mata mencari keuntungan saja,” tegasnya. (rda)

h1

Ondin Sutarman, Muka Lama dengan Misi Baru

30 Maret 2012

Cigugur, IB

Ondin Sutarman, S.IP kembali dipercaya menjadi Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Kuningan pada Konferensi PWI Perwakilan Kuningan di Hotel Purnama, Cigugur November lalu. Terpilihya Ondin ini untuk ke tiga kalinya, karena sebelumnya pernah menjabat selama dua periode. Ia kembali lagi memegang kendali organisasi pers tertua itu untuk periode 2011 – 2014.

Ketua PWI Cabang Jabar, Drs. H. Mirza Zulhadi, MM melantik Ondin Sutarman bersama Sekretaris M. Bakri, Wakil Ketua Yayat Ganda Atmadja, dan Bendahara Eman Sulaeman. Selain itu, dilantik pula tiga penasihat yakni Drs. H. Toto Santosa, Sujarwo dan H. Wawan Hernawan.

Pelantikan dihadiri Ketua PWI Cabang Jabar Drs. Mirza Zulhadi, MM dan pengurus, Wakil Bupati Kuningan Drs. H. Momon Rochmana, MM, Sekda Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si, dan beberapa pejabat teras lainnya.

Ondin Sutarman menyampaikan ucapan terima kasih kepada para anggota PWI yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi ketua. “Ini merupakan amanah yang cukup berat, namun saya akan melaksanakan sebaik-baiknya. Organisasi dan nama PWI cukup besar, oleh karena itu citra organisasi harus dijaga,” ujarnya.

Saat ini, sebut Ondin, organisasi pers sangat banyak, lebih dari 40. “Ada anggapan dan harapan dari masyarakat untuk menertibkan wartawan, dan itu merupakan tugas dari PWI,” ujarnya.

Dikatakan, perlu kerjasama antara lembaga pemerintah dan swasta supaya bisa berpartisipasi dalam pembangunan, dengan tetap mengacu kepada kode etik jurnalistik.

Ketua PWI Jabar, Mirza Zulhadi mengatakan, pers telah ada sejak  zaman dahulu, dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman sebagai salah satu pilar demokrasi.

Wartawan dalam menjalankan tugas jurnalisnya, jelas Mirza, tidak boleh semaunya tetapi yang menyangkut kepentingan umum, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang sehat. “Untuk itu, kita harus berpedoman kepada UU Pers, Kode Etik Jurnalistik dan PDRT PWI,” katanya.

Mirza menyebutkan, anggota PWI jabar saat ini telah mencapai 1200 orang, dan uji kompetensi wartawan yang harus tuntas tahun 2014. Sehingga setiap tahunnya harus mengadakan delapan kali KLW. “PWI, AJI, dan IJTI merupakan tiga organisasi dari 40 organisasi yang telah lulus verifikasi oleh Dewan Pers,” imbuhnya.

Sementara Wakil Bupati H. Momon Rohmana, menyambut baik kemitraan yang telah terbangun antara PWI dengan pemerintah daerah. Pasalnya, informasi melalui media lebih cepat sampai daripada SOPD, bahkan kritik yang membangun sangat berarti bagi pembangunan daerah.

Salah seorang anggota PWI Kuningan, Yayat DR memberikan apresiasi terhadap pelantikanOndin Sutarman dan pelaksanaan Konkercab PWI Jabar. “Saya merasa bangga karena pelantikan pengurus PWI periode 2011-2014 dihadiri oleh pengurus PWI pusat, ketua PWI  Cabang Jabar, dan seluruh anggota PWI Jabar dari setiap perwakilan di kabupaten/kota se-Jawa Barat,” ucapnya. (tan)

h1

H. Uus Yusuf : Tantangan Pemuda Kedepan Makin Berat

30 Maret 2012

Kuningan, IB

Ketua DPD KNPI Kab. Kuningan, H. Uus Yusuf, SE mengatakan, tantangan bagi pemuda kedepan semakin berat, sehingga  harus punya strategi untuk menjawab tantangan itu. Hal itu dikemukakan seusai pelantikan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Kuningan oleh Ketua DPD KNPI Jabar, Drs. Husni Farhan Mubarok, M.Si, Senin (19/12/11) di Gedung Pemuda Kuningan.

Mereka yang dilantik itu diantaranya, Ketua H. Uus Yusuf, Sekretaris Asep Fauzi, dan Bendahara Abdul Muhyi bersama 106 pengurus DPD Kab. Kuningan periode 2011-2014.

Uus Yusuf menyebutkan, selain program daerah yang rasional dan proporsional, pihaknya pun akan melaksanakan program nasional dan provinsi. Ia juga mengungkapkan bahwa kepengurusan saat ini berbeda dengan sebelumnya yang diisi pula oleh mahasiswa.

Ketua Majelis Pertimbangan KNPI Kuningan, Drs. Dian Rahmat Yanuar, M.si mengatakan, ada 10 esensi dalam membangun kepemudaan. Esensi itu diantaranya adanya pelantikan untuk menjalankan amanah, karena saat ini tantangan pemuda sangat berat. Sebagai contoh, dari 3,2 juta pengguna narkoba 80% diantaranya adalah pemuda. Begitu pula penganguran yang mencapai 20 persen adalah pemuda, padahal pengangguran merupakan pintu kemiskinan.

Dian Yanuar juga mengatakan, saat ini pemuda sangat rendah minat bacanya, padahal pemuda membutuhkan pengetahuan dan skill. Menurut Dian, ada beberapa kriteria pemuda yakni punya modal tapi tidak punya keahlian, punya keahlian tapi tidak punya modal, punya modal dan punya keahlian, serta ada yang tidak punya modal dan tidak punya keahlian. Sehingga untuk mengatasi itu perlu menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, seperti dalam pelaksanaan program Pemuda Masuk Desa (PMD), dan perlu mengembangkan usaha ekonomi produktif.

Ketua DPD KNPI Jabar, Husni Farhan Mubarok mengungkapkan, pemuda harus optimis menyongsong masa depan. Apalagi saat ini KNPI telah mampu keluar dari kemelut kepengurusan ganda di pusat. KNPI Pusat, sekarang telah islah melalui kongres dan terbentuk kepengurusan baru yang telah dilantik pada 7 Desember 2011.

Pemuda pun, kata Husni, harus mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan, apalagi dengan lahirnya Undang-Undang No. 40 tahun 2008 tentang Standarisasi Pelayanan Kepemudaan. Ia menyebutkan, di 16 kementerian/dinas dan TNI ada program tentang kepemudaan tinggal bagaimana mengaksesnya. Itu karena kepemudaan merupakan tugas bersama antara pemerintah dan masyarakat, dan harus dijawab oleh pemuda dengan prestasi dan akhlakulkarimah.

Bupati Kuningan H, Aang Hamid Suganda mengatakan, besarnya kepengurusan KNPI merupakan potensi yang harus dikembangkan. Ia meminta agar pemuda harus cerdas dan cerdik, tapi jangan licik. Pemuda juga jangan kurung batokeun (diam di tempat) tetapi harus keluar mencari wawasan baru. Ia sendiri telah memberikan contoh dengan memprakarsai “Kuningan Summit” (pertemuan antar kepala  daerah di wilayah perbatasan) pada 6 – 7 Juni lalu.

Dari Kuningan Summit itu lahir banyak program, tahun ini saja dari provinsi mengucur bantuan Rp. 20 miliar.  Salah satu tindak lanjut dari Kuningan Summit itu diantaranya akan dilaksanakan pembangunan Waduk Cileuweung tahun 2013 yang akan menelan anggaran Rp. 550 miliar. “Mudah-mudahan ada kelancaran tidak seperti Waduk Jatigede, sehingga kita bisa menyelesaikan pembangunannya dua atau tiga tahun saja,” terang Aang.

Di wilayah Cibingbin juga, kata Aang, bisa dikembangkan kawasan kota baru dan daerah perindustrian. Apalagi nanti akan dibangun jalan tol Cirebon – Brebes, sehingga Cibingbin bisa lebih ramai.

Ia pun mengungkapkan, apabila APBD 2011 minim, maka APBD 2012 ada perubahan. Ia tidak mengharapkan ada pejabat yang terlilit korupsi sampai akhir tugas.

Pelantikan dihadiri pula Wakil Bupati Drs. H. Momon Rochmana, MM, Ketua DPRD H. Acep Purnama, SH, MH, Muspida, dan beberapa pejabat teras. Selain itu pimpinan partai politik, tokoh agama, pimpinan ormas dan OKP serta pengurus KNPI. (tan)

h1

Kantor BPS Kuningan Berdiri Megah

29 Maret 2012

Kuningan, IB

Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan saat ini mudah dikenal dan dicari karena sudah berdiri refresentatif. Hal itu tak lepas dari upaya kerja keras jajaran pejabat BPS pusat dalam memperjuangkan jati dirinya.

“Pembangunan Kantor  BPS di seluruh Indonesia bentuknya memiliki standar yang sama seperti ini. Adapun bentuk bangunan  terinspirasi oleh Kantor  Pengadilan Negeri yang memiliki ciri khusus sehingga mudah dicari oleh masyarakat,” kata Dr. Rusman Heryawan, Kepala BPS RI saat meresmikan kantor tersebut, Sabtu (17/12/11).

Menurut Rusman yang juga Wakil Menteri Pertanian ini, ada hal yang lebih lebih penting dengan gedung baru ini yaitu untuk  memberikan nuasa nyaman dalam  bekerja melayani masyarakat. Tentunya yang diikuti dengan semangat kerja  seluruh jajaran BPS Kuningan.

Saat peresmian, hadir pula Sekretrais Utama BPS RI, Dr. Suryamin, M.Sc, Kepala BPS Jawa Barat, Ketua DPRD Kuningan, Kapolres Kuningan, Dandim 0615 Kuningan, dan para kepala BPS se-Jawa Barat.

Acara peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti Kantor BPS Kuningan, Cianjur dan Sukabumi oleh Kepala BPS RI didampingi Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, MM. Selanjutnya gunting pita oleh Kepala BPS Kuningan.

“Saya berharap kepada BPS Kab. Kuningan hendaknya mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas data yang dihasilkan, meningkatkan koordinasi yang selama ini cukup baik, dan sinkronisasi data antar pemangku kepentingan,” harap H. Momon Rochmana.

Seiring tuntutan reformasi  birokrasi yang sedang kita laksanakan, kata Momon, data statistik sangat urgen sekali dalam proses perumusan  kebijkan. Dengan data yang akurat, tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan akan dihasilkan kebijakan yang sesuai tuntutan.

“BPS sebagai penyedia data bukan hanya data makro saja bagi kepentingan pemerintah pusat melainkan juga data mikro sampai wilayah terkecil  seperti wilayah desa dan kecamatan untuk kebutuhan pemerintah kabupaten,” ujar Momon. (tan)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.