Archive for the ‘edisi 169’ Category

h1

Ketika Benderaku Gagal Berkibar

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Puncak acara peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus tingkat Kabupaten Kuningan di Lapangan Sepakbola Mashud Wisnusaputra diwarnai dengan insiden gagal berkibarnya sang saka merah putih. Kegagalan itu, menurut perwira pelatih dari Kodim 0615 Kuningan, Kapten Zaz Mundang AD, bukan karena human error, melainkan murni kecelakaan, diluar kemampuan manusia.

Tidak berkibarnya bendera merah putih itu karena saat akan dikibarkan, tarikan bendera terlalu keras, dan copot dari sambungannya. Sehingga bendera pun langsung dilipat, tanpa dikibarkan. Namun proses menyanyikan lagu Indonesia Raya tetap berlangsung.

Bupati Kuningan dalam sambutannya mengungkapkan kekecewaannya karena gagalnya bendera berkibar. “Gagalnya bendera berkibar merupakan kecelakaan. Semoga ke depannya dapat lebih lancar,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan baik mental, spiritual dan infrastruktur dapat dilaksanakan berkat partisipasi gotong royong masyarakat. Meski anggaran kecil, pembangunan masih dapat dilaksanakan dengan melakukan terobosan ke pemerintah pusat dan provinsi.

“Meski dengan anggaran yang relatif kecil dibanding daerah lainnya di wilayah III Cirebon, tetapi Kabupaten Kuningan mengalami kemajuan pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penghargaan yang diterima selama tahun 2010/2011,” kata Aang.

Penghargaan itu diantaranya Raskin Award 2010 kepada Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dari Gubernur Jawa Barat; Mendiknas RI memberikan sertifikat SLB Negeri Taruna Mandiri sebagai SLBN Bertaraf Internasional; penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP Award)  2010 dari Kementerian Dalam Negeri; BAZ Kab. Kuningan mendapatkan anugerah “Zakat Award 2011” tingkat nasional.

Kemudian, Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) tahun ini dinilai terbaik se-Jawa Barat dan masuk 20 besar tingkat nasional; Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda menerima penghargaan Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan di Istana Negara Jakarta dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Bupati Kuningan juga meraih penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI yang diserahkan pada Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XIII Tahun 2011 di Kutai Kartanegara Kaltim. Serta, Wakil Bupati Kuningan, mendapat penghargaan Pencegahan, Pemberan-tasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Wakil Gubernur Jawa Barat.

Pada ucapara tadi masalah bisa terjadi kapan saja, diluar kemampuan manusia. Karena pengibaran bendera sudah ada aturannya, termasuk upacara bendera 17 Agustus. Ini tidak ada upaya mengganggu upacara.

Tali sebenarnya sudah dikontrol, ini benar masalah. Bendera harus dikibarkan dan dihormati. Tali bukan putus, tapi catokannya yang terlepas. Ini tidak diprediksi. (tan)

h1

28 Warga Terbaik Terima Kuningan Award

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Sebanyak 28 orang warga Kabupaten Kuningan mendapat penghargaan Kuningan Award yang diserahkan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda pada puncak peringatan Hari Jadi Kuningan ke 513, di Ruang Paripurna DPRD Kab. Kuningan, Sabtu (3/9/11).

Penghargaan Kuningan Award 2011 diberikan berdasarkan beberapa kategori. Diantaranya kategori Tokoh Pendidikan yang diserahkan kepada Prof. Dr. H. Moh. Surya yang menjabat sebagai Guru Besar UPI Bandung, Ketua PGRI Pusat, dan Anggota DPD R. Selanjutnya, Drs. H. Halil Arisbaya Ketua Dewan Pendidikan Kab. Kuningan, dan Drs. H. Kahari Prawirasujasa, M.Pd (alm) Rektor Universitas Kuningan yang pertama.

Dua tokoh yang mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pembangunan diserahkan kepada Ir. H. Iman Taufik, seorang pengusaha, dan pendiri Kuningan Islamic Center (KIC). Serta,  Dr. (HC) H. Mashud Wisnusaputra (alm) berjasa membangun Stadion Mashud Wisnusaputra.

Berikutnya, Tokoh Pendiri Pesantren Modern dan Pesantren Salafiah diberikan kepada KH. Hafidin Ahmad (Ketua MUI Kab. Kuningan), KH. Sahal Suhana, SH (pendiri Pesantren Modern Khusnul Khotimah dan Al Mutazam Desa Maniskidul Kec . Jalaksana), dan KH. Ropik (pendiri Pesantren Modern Ainurropik).

Selain itu, KH. Opik Taufikullah (pendiri Pesantren Salafiah Ponpes Al Anwar Des/Kec. Kadugede), KH. Mansyur Yunus (pendiri Pesantren Salafiah Ponpes Al Ihsan Desa Windujanten Kec. Kadugede), dan KH. Dodo Murtado, Lc (pendiri Pesantren Salafiah Ponpes Riyaddul Huda Kelurahan Winduhaji).

Sementara, tiga Tokoh Kemerdekaan disematkan kepada Letkol (Purn) Toha Candradinata (alm), Letkol (Purn) H.E. Madrohim (pernah menjabat Sekda Kab. Kuningan), dan Mayor (Purn) Sumarjoso Djohari (alm).

Selanjutnya Desa dan Kecamatan Terbaik: Desa Linggasana Kec. Cilimus (juara Lomba Desa tingkat Kab. Kuningan tahun 2011), Camat Mandirancan terbaik I tingkat Kab. Kuningan tahun 2011, Camat Lebakwangi (terbaik II), dan Camat Japara (terbaik III).

Tak ketinggalan Bupati menyerahkan pula penghargaan kepada Tokoh Penyelamat Lingkungan dan Kesenian Daerah yakni Winarya dan Darka Al. Udin Sahrudin.

Penghargaan pun diberikan kepada Atlet yang berprestasi ditingkat internasional. Mereka adalah Mimin Aminah (peraih satu medali emas, satu perak dan satu perunggu pada cabor Lempar Lembing, Lempar Cakram dan Tolak Peluru BPOC/NPCI di Athena Yunani), Eki Pebri Ekawati (peringkat 1 tingkat Internasional Cabor Tolak Peluru Putri di Singapura), Tresna Puspita Gusti Ayu (berprestasi pada ASEAN Junior di Jakarta).

Selanjutnya, Rusmiati (pemegang rekor Lari Gawang 100M ASEAN Champions),  Rio Prasetyo (berprestasi pada cabor Atletik di Vietnam Open), Ika Puspa Dewi (berprestasi di Singapura Open), Dudung Suhendi (berprestasi di Vietnam), dan Rika Ardiansyah (berprestasi di ASEAN Champions. (tan)

h1

Pacuan Kuda Tradisional Dipadati Pengunjung

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Ribuan warga Kabupaten Kuningan memadati lomba Pacuan Kuda Tradisional yang dilaksanakan di Area Pacuan Kuda, Jalan DR. Ir Soekarno, Kuningan, Minggu (4/8/11).

Lomba Pacuan Kuda Tradisional ke-6 dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-66 dan Hari Jadi Kuningan ke-513.

Yang cukup unik, kuda yang digunakan pacuan itu merupakan kuda yang biasa digunakan untuk menarik delman.
Meski demikian, setiap ada gelaran pacuan kuda peserta selalu membludak. Namun, karena bukan atlet profesional, tak jarang para joki ini terjatuh saat kuda yang ditumpanginya melaju di lintasan. Beberapa joki bahkan terpaksa diangkut oleh tim medis setelah terjatuh. Akibatnya kuda yang kemudian berlari tanpa joki, sempat menyulitkan panitia saat hendak ditangkap.

Bupati Kuningan, H  Aang Hamid Suganda mengatakan, pacuan kuda tradisional ini merupakan olahraga yang berkembang di Kuningan sejak zaman kerajaan. Untuk itu, olahraga berkuda ini perlu dipertahankan serta ditingkatkan kembali karena sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kuningan.

“Terus terang saya bangga dengan terus berkesinambungan-nya acara Pacuan Kuda Tradisional ini. Karena selain mencari atlet berkuda potensial Kuningan, juga dapat menghibur masyatakat,” terangnya.

Sementara Ketua Panitia, Drs. Asep Budi Setiawan, M.Si menjelaskan, Pacuan Kuda  Tradisional dilaksanakan sehari penuh dengan mempertandingkan lima kelas (A, B, C, D, E) dan kelas derbi. Setiap peserta harus menempuh 18 res (lintasan) untuk kemudian beradu ketangkasan dan kecepatan pada final.

Dari meja Panitia diperoleh informasi mereka yangberhasil menjadi juara dari masing-masing kelas. Kelas A, Suhana Kel. Awirarangan menunggang Kuda Pitot, Jaja Blok Wage Cijoho (Joko Ireng), Petruk Sanjaya Kel. Sukamulya (Ciwong).

Kelas B, Jidni Blok Lebakardin (Satria), Aget Desa Ciomas Kec. Ciawigebang (JG), Wawan Lebakardin (Mustika Ratu). Kelas C, Ami Kel. Awirarangan (Sinosun), Petruk Sanjaya Kel. Sukamulya (Pitbul Saputra), Umari Lebak Kardin (Kupil).

Kelas D, Apip Kel. Sukamulya menunggang (Jetli), Iman Cimoy  Kel. Cigadung (Raja SMS), Anom Blok Lebakardin (Saton Anom).

Kelas E, Gilang Kel.  Winduhaji (Rawit), Ono Desa Gereba Kec, Kramatmulya (Rawit), Azid Arab Kel. Winduhaji (Kukut).
Kelas Derbi, Arif Ciawigebang (Gerandong), Topik Cijoho Landeuh (Stenli), dan Jidni Winduhaji (Pancal). (tan)

h1

37 Calon Bertarung di 21 Pilkades

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Sebanyak 37 calon kepala desa akan bertarung di 21 Pilkades (pemilihan kepala desa). Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kab. Kuningan, Drs. H. Kamil Ganda Permadi, MM melalui Kasubid Perangkat Desa, Ahmad Faruk, M.Si menjelaskan, pada putaran ke tiga Pilkades tahun 2011 akan dilaksanakan di 21 desa.

Pilkades itu sendiri secara marathon akan dilaksanakan mulai 5 September 2011. Senin (5/9) Pilkades di Desa Bandorasa Wetan Kec. Cilimus diikuti lima calon kades, Desa Kertayuga Kec. Nusaherang (2),  Desa Sadamantra Kec. Jalaksana (1), Desa Pakembangan Kec. Garawangi (2).

Selasa (6/9) Desa Bandorasa Kulon Kec. Cilimus (2), Desa Kalimati Kec. Japara (1), Desa Cikondang Kec. Hantara (1), Desa Sindangjawa Kec. Kadugede (2), Desa Garajati Kec. Ciwaru (2). Rabu (7/9) Desa Dukuhmaja Kec. Luragung (1), Desa Cibuntu Kec. Pasawahan (1), Desa Haurkuning Kec. Nusaherang (3), Desa Babatan Kec. Kadugede (1), Desa Lebaksiuh Kec. Ciawigebang (1), Desa Cimulya Kec. Cimahi (3), Desa Kutakembaran Kec. Garawangi (2).

Selanjutnya, Sabtu (10/9) Desa Benda Kec. Luragung (1), Desa Subang Kec. Subang (1). Senin (12/9) Desa Cihanjaro Kec. Karangkancana (1), Kamis (15/9) Desa Pamulihan Kec. Cipicung (2) dan Desa Mandapajaya Kec. Cilebak (2).

Dari 21 desa yang menggelar Pilkades, nampaknya Pilkades di Desa Bandorasa Wetan diprediksi yang paling ramai karena diikuti oleh lima kandidat. Mereka yang maju menjadi calon Kades adalah Didi Sunardi, H. Sonjaya, Hj. Dewi Ardesih, Titin dan Jusa.

Kelima kandidat akan memperebutkan 2.500 hak pilih, dan masing-masing memiliki peluang besar untuk meraih suara terbanyak karena merupakan putra-putri terbaik yang ada di Desa Bandorasa Wetan.

Pilkades yang cukup seru nampaknya akan terjadi pula di Desa Cimulya yang diikuti oleh tiga calon yakni Casdik, Kasja dan Raskum.

Biaya Pilkades Makin Mahal

Ternyata dengan sistem perhitungan baru sebagaimana diatur dalam Pergub No. 2 Tahun 2011 tentang Tata Cara dan Pelaksanaan Pilkades, mengakibatkan terjadi pembengkakan yang sangar luar biasa. Kenaikan mencapai 100 persen. Seperti di Desa Garajati Kecamatan Ciwaru yang mempunyai pemilih sekira 3.000 orang, dengan aturan lama hanya sekira Rp. 9,5 juta namun sekarang meningkat tajam mencapai Rp. 60 juta.

“Ini tentu sangat memberatkan sekali,” terang seorang tim sukses yang enggan disebutkan namanya. (tan)

h1

RT dan RW Disawer THR

22 Maret 2012

Kuningan, IB

RT dan RW se-Kabupaten Kuningan disawer THR (tunjangan hari raya) oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda. Bantuan diserahkan di Aula Bank Jabar Banten Cabang Kuningan, Rabu (24/8/11). Diberikan pula untuk stimulan dan bantuan operasional bagi kepala desa dan perangkat desa, serta untuk BPD dan LPM.

Penyerahan secara simbolis diserahkan Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Drs. Kamil Ganda Permadi, MM. Turut hadir camat se-Kabupaten Kuningan.

Kabid Pemberdayaan Pemerintahan Desa, Drs. Syarifudin Syah mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan penghargaan kepada kepala desa, perangkat desa, BPD, ketua RT, RW dan LPM atas pengabdian dalam menyelenggarakan pemerintahan, percepatan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan.

Disamping itu, tambahnya, membantu kepala desa dan perangkat desa dalam penyediaan kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintah desa. Dan, membantu operasional BPD, RT, RW dan LPM sekaligus memberikan motivasi untuk terus berperan aktif dalam pembangunan desa.

Sementara, Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kepala desa beserta perangkatnya, BPD, LPM, ketua RT/RW yang merupakan garda terdepan pelayanan kepada masyarakat, dan telah mengabdikan diri secara terus-menerus, sehingga pembangunan di Kabupaten Kuningan terasa sangat mudah dan lancar dilaksanakan.

“Peranan mereka mempunyai arti yang penting untuk membantu implementasi kebijakan dan program pemerintah, karena sebaik apapun program yang digulirkan oleh pemerintah maupun pemerintah daerah, tanpa adanya dukungan dari berbagai komponen masyarakat, tidak akan menghasilkan sebuah karya yang maksimal,”ungkapnya.

Ketua RW 04 Kelurahan Sukamulya Kecamatan Cigugur, Jojo Suharja mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kuningan atas pemberian bantuan stimulan itu. “Meski nilainya tidak besar tetapi bantuan itu mulai ada sejak Bupati Aang,” terang dia. (tan)

h1

284 Napi Diberi Remisi

22 Maret 2012

Kuningan, IB

Sebanyak 284 orang narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II.A Kabupaten Kuningan, Rabu (17/8/11) mendapatkan remisi umum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Remisi yang diberikan dalam rangka peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-66 RI tersebut, terdiri dari 262 remisi tidak langsung bebas, dan 22 napi remisi langsung bebas.

Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, MM, Ketua DPRD H. Acep Purnama, SH.MH, bersama unsur Muspida dan pejabat Pemkab Kuningan lainnya hadir dalam pemberian remisi itu.

Wabup Momon Rochmana mengatakan, pemberian remisi merupakan salah satu instrumen yang dapat memotivasi agar perilaku napi selama menjalani hukuman di lapas lebih baik. “Salah satu persyaratan untuk mendapatkan remisi, narapidana harus berkelakuan baik,” ucap Momon.

Ia meminta agar remisi jangan disalahartikan sebagai bentuk kemudahan bagi warga binaan lapas untuk cepat bebas. Pemberian remisi itu justru harus dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan motivasi diri, sehingga bisa mendorong narapidana kembali memilih jalan yang benar.

Perlu disadari, kata Momon Rochmana, bahwa setiap manusia memiliki dua potensi dalam kehidupannya. Potensi itu untuk berbuat baik atau berbuat buruk. “Siapapun bisa berbuat khilaf. Tapi dengan tekad dan kesungguhan hati utuk memperbaiki diri, niscaya masyarakat akan memberikan apresiasi dan kepercayan untuk bisa kembali berada di tengah-tengah mereka,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, pemberian remisi harus senantiasa dapat dijadikan semangat dan tekad bagi warga binaan untuk mengisi hari-hari menjelang bebas dan memperbanyak karya dan cipta yang bermanfaat bagi sesama. Juga, sebagai persiapan diri untuk tidak melanggar hukum lagi. Sehingga menunjang keberhasilan narapidana dalam berintegrasi dengan masyarakat.

Pemberian remisi pada Bulan Ramadhan ini pun merupakan waktu yang baik, terutama bagi ummat muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, karena merupakan bulan penuh rahmat serta magfirah-Nya.

Ia memberikan apresiasi kepada warga binaan yang telah membangun kesadaran dan kesabaran dalam menjalani proses pembinaan, “Percayalah bahwa kesadaran dan kesabaran saudara merupakan sebuah titik awal yang akan mengantarkan saudara menuju kehidupan yang lebih baik lagi,” ungkapnya. (kies)

h1

Bazar Ramadhan, Wujud Kepedulian KORPRI kepada Masyarakat

22 Maret 2012

Bupati Aang dan Hj. Utje Ch. Suganda, Wabup H. Momon dan Hj. Dadah Rohmana, serta Ketua DPK Korpri Kab. Kuningan Dian R. Yanuar di Stand SLBN Taruna Mandiri Sampora Bazar Ramadhan Korpri

Kuningan, IB

Bazar Ramadhan KORPRI diadakan dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap warga masyarakat Kabupaten Kuningan. Bazar dihelat oleh Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Korpri Kabupaten Kuningan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan di Taman Kota, 17 – 29 Agustus 2011.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos, saat pembukaan Bazar Ramadhan, Rabu (17/8/11), menyambut positif kegiatan yang pertama kali digagas Korpri itu.  Menurut Aang, bazar ini sebagai bentuk kepedulian para abdi negara terhadap masyarakat yang tengah dihimpit oleh naiknya kebutuhan hidup sehari-hari.

Ia mewanti-wanti agar bazar jangan sampai diserbu oleh pedagang besar yang bisa mengeruk keuntungan karena harganya jauh lebih murah.

Dalam Bazar Ramadhan perdana bagi Korpri ini terdapat 40 stand yang menjual berbagai jenis komoditas, seperti sembako, fashion, kuliner, dan lain sebagainnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Sri Mulyati, S.Pd, M.MPd kepada Kuningan News mengatakan, bazar ini diadakan tidak hanya untuk membantu masyarakat Kuningan dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga murah, tetapi juga untuk mendorong perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

“Dari tujuan yang saya kira sangat baik ini, alhamdulillah respon dari masyarakat terhadap bazar ini sangat luar biasa. Terbukti, di hari pertama bazar dibuka saja pengunjung sudah sangat banyak,” terangnya. (tan)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.