Archive for the ‘edisi 153’ Category

h1

Kementerian Dalam Negeri Bantah Deal 10 Persen Dana Desa

21 November 2010

JAKARTA, IB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi membantah ada deal 10 persen dana APBN untuk desa sebagaimana dikatakan Ketua Parade Nusantara, Sudir Santoso. “Bagaimana bisa terjadi deal. Proses pembahasannya masih berlangsung. Tidak ada itu deal. Tidak bisa kami berani patok angka lalu deal. RUU-nya masih dibahas dengan DPR,’’ kata Gamawan menanggapi pernyataan Sudir bahwa Kemendagri sudah menyetujui usulan Parade Nusantara soal alokasi 10 persen APBN untuk desa.

Menurut Gamawan, draft RUU Desa sudah disiapkan, namun materinya belum bisa dipublikasikan. Intinya, kata dia, pemerintah ingin pembangunan di desa tetap berlangsung dan ditingkatkan, karena sebagian besar penduduk tinggal di desa. Hal senada dikatakan Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Dirjen Kesbangpol) Kemendagri, Mayjen (Purn) Tanribali Lamo, yang menerima delegasi Parade Nusantara ketika demo di Kemendagri, Kamis lalu.

‘’Tidak ada kesepakatan seperti itu, juga besarannya. Memang disebutkan ada anggaran untuk desa dalam RUU Desa, tapi belum menyebut besaran angkanya,’’ katanya.

Ia menegaskan, hal-hal yang terkait dengan besaran dana pasti dibicarakan dulu dengan DPR. Mengenai permintaan Parade Nusantara agar RUU Desa segera disahkan, sulit dipenuhi tatkala pembahasan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemda belum juga dimulai. Menurut dia, RUU Desa tersebut merupakan pecahan UU Pemda, yang rencananya akan dipecah menjadi tiga, yakni UU Pemda itu sendiri, UU Pemilukada dan UU Desa.

Terpisah, Sudir Santoso juga membantah pemberitaan yang menyebutkan dirinya mengklaim Kemendagri menyetujui dana untuk desa yang besarnya 10 persen dari APBN.  Menurut dia, saat bertemu dengan pejabat Kemendagri, pada prinsipnya dana untuk desa disetujui.

“Dua Dirjen yaitu Dirjen Kesbangpol dan Dirjen PMD, secara eksplisit setuju, tapi mereka tidak menyebutkan besaran dana. Kata mereka ada dana untuk pembangunan kawasan perdesaan. Jadi namanya bukan dana pembangunan desa. Dan tidak ada penyebutan besarnya dana. Pernyataan saya yang dipelintir, jadi beritanya seperti itu,’’ kata Sudir via ponselnya. Menurut dia, gerakan yang dilakukan Parade Nusantara intinya ada dua, penggalangan dana korban bencana dan mendorong percepatan lahirnya UU Desa.

Mereka melakukan aksi demo di Kemendagri karena UU ini adalah hak inisiatif pemerintah. Menurut Parade Nusantara DPR tidak akan bisa berbuat apa-apa bila Kemendagri tidak segera menyerahkan draft RUU tersebut ke DPR.

Demo di Kuningan

Kordinator aksi unjuk rasa para kepala desa, Drs. Eman Suherman mengatakan bahwa langkah pada 11 Nopember 2010 itu merupakan langkah ke dua setelah gerakan nasional Februari 2010 lalu di gedung DPR di Jakarta. “Kita akan menangih janji pimpinan DPR yang telah menjanjikan akan membahas UU Desa,” kata Kades Maniskidul ini.

Ia mengajak seluruh kades dan perangkat desa untuk bersama-sama berkorban dan berjuang untuk menggoalkan UU desa. Alasannya, meski 78% rakyat ada di pedesaan tapi pembangunan tidak berpihak kepada rakyat, buktinya hak-hak masyarakat dan pemerintahan desa hanya 3% dari APBN. Ini ironi sekali pada UU memerintahkan dana dari DAU sebesar 10%, sayangnya itupun harus dipotong dulu oleh belanja langsung.

Ia menggambarkan, pada tahun 2004 lalu, ketika desa mendapat bangdes sebesar Rp. 5 juta dalam setahun, tetapi anggota DPRD sudah dapat Rp. 15 j uta sekali reses. Harapan untuk mendapatkan kesejahteraanmuncul ketika terbit PP 72 tahun 2005, tapi di Kuningan tidak dilaksanakan. Kalau begini terus, desa tidak diperhatikan, kapan Indonesia akan maju. Sementara PNS menerima gaji ke 13, padahal kepala desa harus bekerja 24 jam.  Tak aneh karena sumber dana desa kecil, maka kantor kepala desa seperti kandang kambing.

“UU Desa telah diperjuangkan sejak 2007 lalu, tapi belum lahir juga. Sehingga inilah langkah yang lakukan secara nasional untuk mendesak DPR dan Pemereintah mengesahkan udang-undang dimaksud. Padahal saat itu Parade Nusantara dengan pimpinan DPR telah sepakat akan memperjuangkan Undang-undang yang akan mengayomi 72.000 desa itu. Bila dana dari DAU sebesar 10% diterapkan maka setiap desa akan mnerima dana setidaknya sebesar Rp. 1,3 miliar,” terang Eman Suherman.

Mulyono ketua DPC APDESI Kab. Kuningan mengatakan, pihaknya mendukung upaya penyampaian aspirasi yang dilakukan para kades dan perangkat desa, asalkan tidak anarkhis. “Kita menuntut agar Undang-Undang Desa segera dibahas. Permasalahan nya untuk turun dalam gerakan Anyer – Panarukan, di luar kewenangan Kami. Kami hanya berwenang sebatas Kabupaten Kuningan, bila ke luar itu merupakan hak masing-masing,” tegas Mulyono.

Ketua DPRD Kab. Kuningam. H. Acep Purnama, SH, MH merasa simpatik atas perjuangan para kepala desa dan perangkat desa untuk memperjuangkan hak-haknya. “Kami telah mempelajari dan memberikan dukungan penuh atas perjuangan saudara-saudara. Ini gerakan skala nasional, artinya tidak main-main. Harus menjaga kondusivitas, jangan merugikan masyarakat,” ucap Acep. (tan/Media Informasi dan Peraturan Perundang-Undangan Kementiran Hukum dan HAM RI)

h1

Warga Indrahayu Keluhkan Jalan

21 November 2010

Karangkancana, IB

Warga Dusun Indrahayu Desa/Kecamatan Karangkancana mengeluhkan kondisi jalan menuju kampungnya yang tak kunjung  diperbaiki. Hal itu diungkapkan tokoh Indrahayu Elon Darlan, Castim dan Edi Sanusi kepada IB di Karangkancana, Rabu (3/11).

“Jalan menuju Indrahayu sudah lama rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Padahal Karang kancana merupakan ibukota kecamatan, tapi ironisnya kampung kami terisolasi,” ungkap dia.

Kepala Desa Karangkancana Harun Suntana membenarkan bahwa kondisi jalan sepanjang empat kilometer dari Dusun Indrahayu menuju Dusun Gunungjawa kondisinya sudah rusak parah. Pihaknya, baik langsung maupun melalui camat Karangkancana telah mengusulkan dan meminta agar pemkab segera memperbaiki jalan tersebut.

Ia mengungkapkan, saat kunjungan ke desanya beberapa waktu lalu, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda telah menjanjikan pada tahun ini jalan ke Indrahayu akan segera diperbaiki. Namun sayangnya, janji itu meleset, justru yang didahulukan diperbaiki jalan Simpayjaya dan Kaduagung.

Dusun Indrahayu ini mempunyai potensi hasil pertanian yang cukup bagus. Dua komoditi pertanian yang menjadi andalan yakni Kopi dengan luas area 120 hektar dan Nilam 60 hektar. Namun karena kondisi jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat sehinga ongkos angkut menjadi membengkak. Potensi lainnya, di Dusun ini terdapat delapan gua yang terletak di gugusan Gua Indrakila. Gua itupun kalau jalannya baik, layak untuk dikembangkan sebagai salah satu obyek wisata di kawasan timur, selain Gunung Tilu yang mempunyai prasasti batu tulis.

Jalan inipun merupakan jalan perjuangan yang menghubungkan Kecamatan Karangkancana menuju Kecamatan Cibeureum melalui Desa Cimara. “Dulu jalan ini merupakan jalan yang digunakan untuk long march dari Jawa Barat menuju Yogyakarta, dan sering dilalui manakala ada napak tilas, seperti belum lama ini. Sehingga layak untuk mendapat perhatian dari Pemkab Kuningan maupun Pemprov Jawa Barat,” ungkap Harun Suntana.

Ia pun bersiasat, agar masyarakat tidak terlalu kecewa, pihaknya secara bertahap memberikan bantuan dana dari PNPM Mandiri. Dari dana PNPM Mandiri 2010 dimanfaatkan untuk membangun TPT (tembok penahan tebing) sepanjang 300 meter dengan nilai nominal Rp. 30 juta ditambah swadaya masyarkat.

Camat Karangkancana Drs. Saleh Rahmat, M.Si membenarkan bahwa dirinya sudah berupaya keras agar jalan ke Indrahayu segera dibangun, tapi ditangguhkan untuk waktu yang belum jelas.

“Saya sudah beberapa kali mengusulkan baik ke Pak Bupati maupun Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Kuningan. Namun itulah fakta, yang diperbaiki ternyata jalan Simpayjaya dan Kaduagung,” terang dia saat bersua IB di Kantor Kepala Desa Karangkancana, Rabu lalu.

Ia mengharapkan jalan yang memiliki nilai ekonomis itu setidaknya dapat diperbaiki tahun depan. “Mudah-mudahan tahun depan jalan Indrahayu bisa diperbaiki,” harap Saleh Rahmat.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga, Drs. Kukuh Taufikul Malik, MM mengungkapkan bahwa pembangunan ruas jalan Ciamara – Karangkancana akan diupayakan pengerjaannya tahun ini melalui dana bencana alam.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa dilaksanakan dari dana penanggulangan bencana alam, meski belum dilaksanakan,” kata Kadis Bina Marga didampingi Kabid Bina Program Drs. H. Dadang Darmawan, M.Si di ruang kerjanya, Kamis (11/11)

Program di Karangkancana

Tahun 2010 ini Desa Karangkancana sedang melaksanakan beberapa proyek. Diantaranya dari PNPM Mandiri dialokasikan untuk membangun riul jalan dan TPT (tembok penahan tebing) difokuskan di Dusun Indrahayu, dan di lingkungan desa sepanjang 700 meter.

Selanjutnya, KUBE (Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin) dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Berbeda dengan bantuan program padat karya, dimana bantuan domba bibitnya langsung didrop oleh dinas melalui melalui rekanan, sedangkan dalam KUBE FM, pembelian Sapi dilakukan langsung oleh petani. Sehinga petani bisa memilih sendiri Sapi sesuai dengan keinginan dan harga pasaran.

Setiap kelompok yang beranggotakan 10 orang diberikan jatah untuk membeli tiga ekor sapi. Di desa ini terdapat delapan kelompok yang mendapat bantuan KUBE FM. Diharapkan KUBE FM ini dapat meningkatkan pendapatan para petani yang umumnya berpenghasilan rendah. Maklum kegiatannya termasuk sambilan, selain pekerjaan pokok ke sawah atau ke ladang.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih, di desa ini tengah dibangun istalasi air bersih dengan memanfaatkan bantuan program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Swadaya Masyarakat). Sumber air bersih mengambil dari tuk Saladaer Gunungjawa.

Sayangnya karena sumber mata air jauh, sekira 6 KM, maka air bersih belum bisa memenuhi harapan masyarakat sepenuhnya. Untuk sementara, air baru bisa sampai ke cuptering (penampung) di Blok Senen, sehingga untuk distribusi kepada masyarakat harus dilaksanakan melalui program lainnya.

“Ke depan kami mem programkan sistem meteran air akan diterapkan, namun perlu dana dan waktu lama,” terang Harun Suntana didampingi Darsono, Ketua LKM PAMSIMAS. (tan)

h1

FORPI Jabar Sosialisasikan Pencegahan Korupsi dan Fakta Integritas

21 November 2010

Kuningan IB

Ketua Tim Forum Pakta Integritas (FORPI) Jawa Barat, Drs. H. Dada Rosada menyosialisasikan program pencegahan korupsi dan implementasi pakta integritas ke 25 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kuningan kebagian pada Rabu (11/11) bertempat di Aula Bank Jabar Banten Cabang Kuningan.

“Kami hadir di sini selain melaksanakan tugas pokok dan fungsi organisasi FORPI juga dalam rangka silaturahmi serta mencari info-info dan pengalaman,” ujar Walikota Bandung ini.

Menurut Dada, tujuan sosialisasi ini sebagai wadah komunikasi, konsultasi, dan berbagi pengalaman anggota Forum Pakta Integritas dalam pelaksanaan pakta integritas di masing-masing wilayah kerjanya.

Selain itu diharapkan Program Pakta Integritas di Jawa barat dapat dilaksanakan secara baik dan efektif dalam rangka mewujudkan Jawa Barat sebagai pulau integritas (Island Of Integrity) di Indonesia.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengatatakan, dengan terbitnya Inpres Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, pihaknya bertugas untuk menerapkan prinsip pengelolaan yang baik, peningkatan pelayanan publik dan meniadakan segala bentuk pungli dalam pelaksanaannya. “Bersama DPRD kami akan melakukan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kebocoran keuangan negara,” ucap Aang,

Atas dasar pertimbangan itu, sebagai bentuk komitmen Bupati dan seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan akan melaksanakan tugas dengan penuh integritas sebagai usaha mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Terkait implementasi pakta integritas, pihaknya mengakui belum sepenuhnya dilakukan, antara lain belum dibentuknya tim pemantau independen, penerapan remunisasi juga belum sepenuhnya dilaksanakan serta kegiatan sosialisasi tentang kesadaran anti korupsi kepada masyarakat dan dunia usaha belum maksimal dilakukan. Juga masih ada hal-hal yang belum teridentifikasi serta terencana sehingga bisa menghambat upaya penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. (tan)

h1

Jalan Cimahi Rusak Parah, Warga Marah

21 November 2010

Cimahi, IB

Ruas Jalan Cikeusik –  Kiara Domba melalui Desa Cimahi yang menghubungkan Kecamatan Cidahu dan  Kecamatan Cimahi sepanjang 12 Km kondisinya rusak parah, sehingga rakyat pun marah. Mereka akan melakukan aksi unjuk rasa ke Pemda dan DPRD Kabupaten Kuningan bila jalan tersebut dalam waktu dekat tidak segera diperbaiki.

Ungkapan dilontarkan Ketua BPD Cimahi, Nana Supriatna. Ia menyebutkan pihaknya akan mengorganisir massa untuk melakukan demontrasi ke Pemda dan memberikan deadline hingga Desember depan . “Bila tidak ada perbaikan juga hingga bulan Desember depan, amaka kami bersma ratusan warga akan meluruk Pemda dan DPRD Kabupaten.“ungkap Nana kepada IB belum lama ini.

Kerusakan yang paling parah terjadi antara Desa Kananga hingga Desa Margamukti. Warga yang melintas menggunakan sepeda motor kakinya harus turun menopang ke jalan, seperti nampak pada gambar.

Menyikapi hal itu Camat Cimahi Rahman Sutisna, S.Sos dan Kades Cimahi Udin Syamsudin meminta agar warga bersabar dan menahan diri karena pihaknya akan berupaya mengusahakannya kepada Bupati dan Dinas Bina Marga Kab. Kuningan.

“Ketika mendengar ucapan dari warga masyarakat, Saya langsung menghadap Kepala Dinas Bina Marga Kab. Kuningan. Saat itu saya mendengar penjelasan langsung dari Pak Kukuh  yang mengatakan bahwa jalan akan diperbaiki melalui dana penanggulangan bencana alam dari Pemerintah Pusat,” ungkap Kades Udin melalui ponselnya, Selasa (16/11).

Jalan Gunungsari Ancur

Kondisi jalan rusak terjadi pula pada ruas jalan Cimahi – Gunungsari Kecamatan Cimahi. Jalan yang paling parah sepanjang 1,7 Km terletak di Tanjakan Randegan. Ruas jalan itu selain sempit juga licin, sehingga jangan harap bisa melaju bila datang musim hujan.

Kepala Desa Gunungsari Warta meminta agar Pemkab Kuningan segera memperbaikinya karena jalan itu merupakan satu-satunya akses menuju desanya. (gie)

h1

Bencana Alam Landa Darma

21 November 2010

Darma, IB

Hujan yang mengguyur Senin malam (1/11) lalu disertai petir, benar-benar menjadi bencana bagi Kecamatan Darma. Setidaknya empat desa mengalami bencana alam longsor, angin puting beliung dan sambaran petir.

Desa Situsari yang paling banyak mengalami bencana. Tercatat 19 rumah terancam longsor di RT 01 RW 01 dan tiga rumah rusak tersambar petir di RT 02/01.

Longsor paling parah menerpa rumah Adang. Ia sekeluarga terpaksa harus ngungsi ke saudaranya di Desa Karanganyar. Begitu pula rumah Ojo Hamzah dan Kusnan, memaksa penghuninya mengungsi ke rumah warga lainnya di desa setempat. Longsor juga mengancam jalan menuju Desa Situsari sekira 77 meter.

Kronologis

Awalnya petir menyambar antena televisi UHF milik Oo warga RT 02/01, kemudian merembet ke rumah Enah dan Supardi yang kebetulan berdempetan, namun tidak terlalu berat. Kerusakan dari sambaran petir mengakibatkan rumah Oo rusak parah, seluruh kaca rumah pecah dan genteng berjatuhan. Bahkan seorang ibu muda, harus menderita kurang pendengaran, meski tidak sampai tewas.

Peristiwa semalam itu terjadi pula di Desa Karanganyar, sekira empat rumah rusak ringan. Sedangkan di Desa Gunungsirah, 10 rumah rusak akibat lonsor. Yakni rumah Rohmat, Momon, H. Yayat di Dusun Puhun RT 06/03, Bandri di Dusun Wage RT 08/04, Oman, Ihin, Ojo di Dusn Pahing RT 04/02, dan Endo warga Dusun Kliwon RT 10/05.

Sementara di RT 07/02 Desa Bakom, 14 rumah tergerus angin puting beliung. Rinciannya 8 rumah rusak ringan, 4 rumah dan sebuah mushola tertimpa pohon.

Kecamatan Darma memang merupakan satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Kuningan yang telah ditetapkan sebagai daerah rawan bencana alam. Hal itu nampak dari banyaknya bantuan yang diterima akibat imbas gempa di Tasikmalaya medio September 2009 lalu.

Informasi diterima IB sejak pagi. Nampak saat itu, Camat Darma Drs. Sadudin, M.Si sudah ada di lokasi longsor di Desa Situsari. Sedangkan meninjau bencana akibat angin puting beliung di Desa Bakom, telah dilakukan sejak malam hari, beberapa saat setelah mendapat informasi dari Kepala Desa Bakom, Ali Sadikin.

Sejak pagi para pejabat Kuningan mulai berdatangan. Diantaranya Asisten Ekonomi dan Kesra, Drs. H. Yayan Sofyan, MM, Kadis Sosnaker Drs. Dian Rahmat Januar, M.Si, Kabid Sosial Dinsosnaker Drs. Iis Santoso, Kabid Perumahan Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Ono Darsono, S.Sos, serta tim Penyurvey dari Dinas Bina Marga dan Tata Ruang.

Kepala Dinas Sosnaker Dian Rahmat Januar langsung memberikan bantuan tanggap darurat berupa mie instan kepada korban di Desa Situsari dan Desa Bakom. Dian Januar mengatakan, kepada yang terancam keselamatannya agar segera pindah. Kebetulan ada bantuan khusus relokasi, hanya saja harus sharing. Pemerintah Desa harus siap menyediakan lahan. Yang rawan agar segera pindah ke tempat yang lebih aman.

Saat ini, kata Dian,  dari tiga desa yang terancam longsor yakni Desa Tanjungkerta Kecamatan Karangkancana, Bungurberes dan Mandapajaya Kec. Cilebak yang sudah siap lahan baru Desa Tanjungkerta. Sehingga direncanakan sekira 49 rumah akan direlokasi. Bantuan yang diberikan berupa dana sebesar Rp. 15 juta per rumah.

Pada siang hari rombongan Bupati H. Aang Hamid Suganda datang bersama Muspida. Namun sebentar dan tidak lama. Apalagi hingga melihat rumah yang tersambar petir. Rombongan juga sempat berhenti di Desa Karanganyar, namun tidak turun. Hal itu karena dampak longsor di desa ini tidak terlalu berat.

Menyusul datang, Kepala Dinas Bina Marga Kab. Kuningan, Drs. Kukuh Taufikul Malik, M.Si. Ia mengungkapkan, jalan yang longsor harus diperlebar dan dibangun tebing agar lebih aman.

Terpisah, Ketua TP PKK Kab. Kuningan, Hj. Utje Ch. Suganda didampingi Wakil Ketua Hj. Dadah Rochmana dan Camat Darma, Sadudin, M.Si memberikan bantuan untuk korban bencana alam untuk tiga desa di Kecamaran Darma. Bantuan yang diberikan berupa sembako, selimut, sarung,  kepada para korban bencana yang mencapai 100 kepala keluarga.

Hj. Utje Ch Suganda meminta kepada seluruh warga untuk terus waspada karena cuaca yang kian tidak menentu yang bisa mengakibatkan bencana susulan. Ia juga berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban yang tertimpa musibah. (tan)

h1

PAC PP Mandirancan Pertama Adakan Muscam

21 November 2010

Mandirancan, IB

Pengurus Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Mandirancan merupakan PAC pertama yang mengadakan Muscam pada kepengurusan periode 2010-2013. Pada Muscam yang dilaksanakan di gedung serbaguna Desa Kertawinangun Kec. Mandirancan, Minggu (14/11) itu, Ketua PAC periode 2007-2009 Suwanta digantikan oleh Suyitno.

Wakil Ketua MPC PP Kab. Kuningan, Harnida Darius, SH mengatakan, Muscam merupakan wahana untuk meningkatkan soliditas anggota dan merupakan pemegang kedaulatan tertinggi pada tingkat kecamatan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Suwanta yang telah berhasil menjalankan organisasi. “Saya mengharapkan apa yang telah dilaksanan bisa lebih baik lagi ke depannya,” terang Rida sapaan akrab Harnida Darius ini.

Ia pun menyitir ucapan Ketua Umum PP, Yapto yang mengatakan bahwa PP harus merubah paradigma yang semula dengan triple O (omong, otak, otot) berubah ke hal lebih baik. Yang semula haram jadah sekarang harus dekat dengan sajadah. “Sebagai contoh, pada bulan Ramadhan lalu kita telah melaksanakan tarling (taraweh keliling),” ujar dia.

Begitu pula, tambahnya,  ungkapan ketua PP Jabar yang mengatakan, kita sudah saatnya berperan dalam segala bidang pembangunan. Apalagi saat ini Ketua MPO adalah H. Aang Hamid Suganda yang tulen PP.

“Karena itu, saat ini anggota PP jangan melanggar hukum tapi harus menjadi bagian dari penegak hukum,” kata dia.

Acara dihadiri pula pengurus MPC Kab. Kuningan lainnya, diantaranya Fuaz AZ, Nono, Drs. Dadang Saputra, dan Ketua Koti PP Kab. Cirebon. Sementara Ketua MPC, H. Muhtar Luis, M.Sc berhalangan hadir.

Ketua PAC, Suwanta mengatakan, dirinya tidak akan mencalonkan kembali dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk meneruskan tonggak estafet kepemimpinan. “Setelah berakhir kepengurusan periode 2007 – 2009, saya siap menjadi penasihat atau posisi apapun. Ini sebagai wujud pengabdian terhadap organisasi,” ungkap Suwanta disela-sela Muscam.

Camat Mandirancan diwakili Kasi Trantib Ahmadi, SH mengatakan, pemuda sebagai harapan bangsa harus tangguh dan kuat serta didukung oleh pengetahuan dan akhlak yang baik. “Sebagai bagian dari pemuda, PP harus tetap mengawal pemerintah agar tidak menyimpang dari amanah rakyat, atau melenceng dari harapan rakyat,” kata Ahmadi. (tan)

h1

Aliansi BEM Kuningan Seru Pemuda Berdiri Tegak

21 November 2010

Kuningan, IB

Naskah ide perubahan terlahir dari rahim idealisme dan mengakar pada kehidupan pandangan kaum muda yang sedang mengalami proses perkembangan kejiwaan yang kuat. Cita-cita besar menggebu-gebu dalam benak kaum muda, sehingga menjadi ciri khas mereka yang siap melawan resiko apapun untuk melepaskan diri dari semua belenggu yang akan menghalanginya.

Tetapi apa yang terjadi hari ini, terpaan isme global menghantam pemuda. Pemuda pun kehilangan moral dan idelisme karena rayuan kenikmatan yang menutupi kesadaran akan identitas kemerdekaannya sebagai pemuda.

Demikian orasi tentang statement bersama Aliansi BEM se-Kab. Kuningan pada moment sumpah pemuda di depan kantor Pemerintah Kabupaten Kuningan, beberapa waktu lalu. Dalam orasi itu, mahasiswa  menyerukan agar pemuda berdiri tegak.

“Kami atas nama Aliansi BEM Kuningan menyerukan pemuda untuk berdiri tegak. Kami menyeru pemuda untuk menancapkan identitasnya, membangun dan melek perubahan, peka akan kehidupan sosial, bangkit dan keluar dari belenggu kekuasaan yang membutakan akan kebenaran dan keadilan, membangun persatuan dan kesatuan, serta menghapuskan segala bentuk penjajahan, pembodohan dan kebohongan publik,” tegas salah seorang mahasiswa yang menjadi orator aksi.

Sebelum berorasi di Pemkab, mahasiswa yang berasal dari Universitas Kuningan, STAI Al Ihya dan STIKKU berjumlah sekira 500-an orang itu terlebih dahulu melakukan penggalangan dana di kampus 2 Uniku dan longmarch ke Jalan Siliwangi. Setelah orasi selesai, aksi diteruskan dengan doa bersama dan simbolis Indonesia Berduka dengan penurunan bendera setengah tiang oleh Dedi Hendriana (Presma Uniku), Dadan Furqon (STAI Al Ihya), serta Ipank dan Enda (STIKKU).

“Aksi kemudian dilanjutkan dengan penggalangan dana hingga ke Taman Kota yang selesai pukul 11.00 wib. Total dana yang terkumpul dari aksi moral ini Rp. 1,6 juta,” kata Dedi Hendriana, koordinator aksi. (kies)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.