h1

SMPN 2 Pasawahan Ikut Lomba Adiwiyata

7 Mei 2010

Pasawahan, IB

Setelah SMA Negeri Mandirancan meraih Adiwiyata Mandiri dan SMP Negeri 1 Luragung lolos lomba Adiwiyata, kini giliran SMP Negeri 2 Pasawahan ditetapkan sebagai calon Adiwiyata tahun 1 dan dinilai oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada 22 April 2010.

Kepala BPLHD Kab. Kuningan, Drs. H. Atik Suherman, M.Si mengatakan, Kabupaten Kuningan memiliki iklim yang sangat sejuk. Atas dasar itulah secara konsisten melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Hal itu sudah komitmen dan sesuai dengan visi dan misi Kab. Kuningan yakni menjaga keseimbangan antara kebijakan lingkungan dengan bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Kabupaten Kuningan, sebutnya,  telah mencanangkan kabupaten konservasi. Implementasinya dengan membuat Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kebun Raya Padabeunghar, dan melaksanakan kegiatan berwawasan lingkungan seperti Pepeling yakni setiap calon penganten diwajibkan membawa lima pohon bibit. Selain itu, telah diterbitkan Perda No. 10/2009 tentang Pelestarian Satwa, Burung dan Ikan. Dalam hal ini masyarakat dilarang menembak, membunuh atau memusnahkannya.

Begitu pula Pemprov Jabar telah menerbitkan Perda No. 25/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal Lingkungan Hidup. “Oleh karena itu, SMPN 2 Pasawahan pada 2010 kiranya dapat dipertimbangkan tahun pertama Adiwiyata,” katanya.

Ketua Tim Penilai KLH, Aan Suryatmono merasa kagum dengan situasi dan kondisi SMPN 2 Pasawahan. Kekaguman itu terutama atas kebijakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, kurikulum di sekolah bisa menggambarkan kepedulian lingkungan, juga peran aktif seluruh warga sekolah yang mempunyai komitmen menciptakan kegiatan yang peduli dan berbudaya lingkungan, serta sarana dan prasarana sebagai media pembelajaran.

Kepala SMPN 2 Pasawahan, Dede Dahyo, S.Pd, M.Si, mengatakan, kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan selaras dengan visi dan misi sekolah. Visi dimaksud yaitu “menjadi sekolah yang bersih, indah, nyaman berwawasan lingkungan” yang ditunjang kebijakan sekolah dengan pengembangan kurikulum pembelajaran pendidikan lingkungan hidup. Sedangkan misinya diantaranya menyediakan sistem pendidikan yang berwawasan lingkungan bagi seluruh warga sekolah dan stakeholders.

Pembelajaran lingkungan hidup yang diberikan, kata Dede Dahyo, yakni belajar membuat pestisida nabati, menanam pohon pada lahan kritis, serta pembuatan kompos untuk tanaman obat. Selain itu, pemanfaatan sarana pendidikan sekolah sebagai media pembelajaran lingkungan hidup dengan menata halaman, pembibitan tanaman hias, lahan kering untuk tanaman toga dan warung hidup. (rml)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: