h1

Iwan Sulandjana Siap Pimpin Jabar

9 April 2012

Kramatmulya, IB

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Mayjen (purn) H. Iwan Ridwan Sulandjana menyatakan siap memimpin Jawa Barat bila diberikan amanah oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Sebagai militer saya siap memimpin Jawa Barat bila diberikan amanah oleh Majelis Tinggi Partai,” ujar Iwan Sulandjana didampingi H.T. Mamat Robby Suganda, seusai menghadiri reses H. Amin Santono, S.Sos, Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat di RM Lembah Ciremai, Kramatmulya, Sabtu (7/1/2012).

Majelis Tinggi merupakan organ tertinggi penentu kebijakan di partai pemenang Pemilu itu yang diketuai Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono, dengan anggota diantaranya wakil pembina, ketua umum, wakil ketum, sekjen, dan bendahara umum yang berjumlah 9 orang. Majelis ini berwenang menentukan calon presiden, calon menteri, dan calon gubernur dari Partai Demokrat.

Untuk calon gubernur, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Yan Rizal Usman, seperti dilansir republika.co.id menyebutkan, telah terdaftar sebanyak enam kandidat. Mereka adalah Ketua DPD PD Jabar Iwan Sulandjana, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Yusyus Kuswandana serta Pengurus DPD PD Jabar Gagan Prawira.

Iwan mengungkapkan, saat ini fokus utama adalah agenda partai yakni Musyawarah Daerah (Musda) yang akan dilaksanakan bulan Februari. Musda ini akan menentukan ketua dan pengurus PD Jabar untuk lima tahun ke depan.

Ketika ditanya mengenai kans Mamat Robby untuk menjadi calon Bupati Kuningan, Ia menyebut itu masih jauh. Ia secara diplomatis mengatakan ada mekanisme partai diantaranya seorang calon harus melalui mekanisme survey oleh lembaga independen. Baru kemudian partai menetapkan seseorang menjadi calon kepala daerah.

Sementara itu, dalam pemaparannya saat menjadi pembicara dalam reses Amin Santono Ia mengungkapkan pentingnya ditanamkan empat pilar kebangsaan. Keempat pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang harus sampai ke masyarakat.

Salah satu contohnya, dalam menyelesaikan permasalahan Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dengan mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat, bukan dengan voting. (tan)

h1

Aang Resmi Daftar Calon Gubernur Jabar

9 April 2012

H. Aang Hamid Suganda didampingi H. Acep Purnama dan Tresnadi mendaftarkan diri Cagub Jabar di Kantor DPD PDIP Jawa Barat

Kuningan, IB

Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda secara resmi menyerahkan berkas fomulir penjaringan Calon Gubernur Jawa Barat ke DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Kamis (29/12). Dengan demikian salah satu putra terbaik asal Kuningan ini siap untuk bersaing dengan para kader PDIP lainnya.

Menghadapi Pemilu Gubernur Jabar Februari 2013, PDI Perjuangan telah melakukan proses penjaringan Calon Gubernur dan Wakil Gubenur Jawa Barat. Beberapa kader PDI Perjuangan yang sudah santer akan mencalonkan, ternyata sudah menyerahkan berkas formulir cagub/cawagub ke Panitia Pilgub PDI Perjuangan.

Mereka yang telah mendaftar adalah empat orang Bupati yakni H. Aang Hamid Suganda Bupati Kuningan, Drs. H. Dedi Supardi MM Bupati Cirebon, Eef Hidayat Bupati Subang dan Don Murdono Bupati Sumedang.

Pendaftar lainnya adalah Rieke “Oneng” Diah Pitaloka, Anggota DPR RI dan Artis, serta Ir. Gatot Cahyono, Pengurus DPD PDI Perjuangan Jabar.

Ketika ditanya wartawan, Aang menyatakan kesiapannya untuk bersaing dengan kader banteng dalam lingkaran, termasuk dengan Oneng yang cukup tinggi populari-tasnya. “Saya siap bersaing dan lolos dalam proses penjaringan ini, termasuk dengan Rieke Diah Pitaloka,” tegas Aang.

Dikatakan Aang, majunya sebagai Calon Gubernur Jabar dari PDIP karena dia ingin menjadikan Jabar Bangkit. Problem Kuningan dengan Jawa Barat tidak jauh beda, hanya Kuningan wilayahnya lebih kecil sedangkan Jawa Barat lebih besar.

“Makanya jika saya lolos dalam penyaringan ini dan menang dalam Pilgub saya sudah bertekad untuk menjadikan Jabar Bangkit, bukan lagi Kuningan Bangkit,” jelasnya.

Gerakan pendukung terhadap Aang menuju Jabar Satu telah dilakukan khususnya di Kabupaten Kuningan, termasuk dengan adanya dukungan ribuan tanda-tangan yang dilakukan saat car free day, Minggu (6/1/2012). (tan)

h1

Amin Santono Reses dengan PGM dan Mantan Kades

9 April 2012

Kramatmulya, IB

H. Amin Santono, S.Sos, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat memanfaatkan reses dengan melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan. Keempat pilar kebangsaan itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Sosialisasi di RM Lembah Ciremai, Sabtu (7/1/2012) itu pelaksanaannya dibagi dua sesi. Sesi pertama diikuti peserta sekira 100 anggota dan pengurus Persatuan Guru Madrasah (PGM), sedangkan sesi ke dua siangnya, dengan para mantan kepala desa.

Acara dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, H. Iwan R. Sulandjana dan Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Barat, H.T. Mamat Robby Suganda. Sedangkaan Ketua DPC PD Kuningan Drs. H. Toto Hartono, pengurus PD lainnya dan anggota DPRD  Kuningan Fraksi PD, hadir siang harinya.

Amin Santono mengungkapkan banyaknya bantuan pemerintah pusat untuk daerah dan kestabilan moneter Indonesia di ASEAN. “Pemerintah RI merupakan satu-satunya negara di ASEAN yang telah berhasil menstabilkan moneter. Selain itu, banyak memberikan bantuan-bantuan ke daerah, seperti program PKH, BSM, BOS, Jamkes mas, Raskin, PNPM serta berbagai program lainnya,” terang Amin Santono.

Ketua DPD PD Jabar, Iwan Sulandjana mengatakan, kehadirannya untuk melihat sejauh mana para anggota DPR RI/DPRD Jawa Barat melaksanakan reses. “Saya kira banyak sekali aspirasi masyarakat yang belum ter tampung. Untuk itu, silahkan kepada masyarakat menyampaikan aspirasinya kepada para anggota dewan yang sedang melaksanakan reses ini,”  kata Iwan.

Drs. H Agus Abdul Kholik MM, Kepala Kemenag Kuningan yang didapuk sebagai pemateri didampingi moderator Ahdi Paton S.Ag, Sekretaris DPD PGM Kuningan, menampik institusinya dikatakan sebagai lembaga terkorup.

“Kami merasa sakit hati kepada pihak-pihak tertentu yang mendeskriditkan bahwa Kemenag sebagai lembaga terkorup. Padahal kami sudah berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, termasuk pelayanan jama’ah haji,” jelas Agus.

Menurut Agus, hasil survey KPK, prestasi Kemenag RI mendapatkan nilai Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Padahal, banyak sekali kegiatan Kemenag yang positif tidak diekspos oleh wartawan.

“Untuk itu, kami  mengaharap kan kepada semua pihak agar dapat mengetahui kegiatan positif Kemenag. Kemenag akan berusaha untuk meningkatkan prestasi sehingga akan mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tidak WDP lagi,” tegasnya.

Pemateri pada sesi ke dua, Endun Abdul Haq, M.Pd, Ketua KPU Kab. Kuningan memaparkan materi politik jelang Pemilukada 2013. Khusus untuk Pemilukada Jawa Barat, gelaran Pilgub Jabar masih tetap akan menggunakan Undang-Undang lama.

“Kita sempat mendapatkan informasi kalau Pilgub nanti tidak akan dipilih langsung, melainkan oleh DPRD. Namun, karena undang-undangnya belum berlaku dan akan melalui proses panjang, dipastikan Pemilukada Gubernur/Wagub nanti masih tetap akan dilakukan secara langsung,” kata Endun. (kies)

h1

46 Desa Terima Dana Rehab Kantor Kepala Desa

9 April 2012

Maleber, IB

Empat puluh enam desa di Kabupaten Kuningan mendapat bantuan dana untuk rehab kantor kepala desa, masing-masing sebesar Rp. 20 juta. Bantuan dari APBD Kab. Kuningan 2011 itu diserahkan oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda di Kantor Kepala Desa Ciporang Kec. Maleber, Kamis (22/12).

Selain dari dana APBD Kuningan, bantuan rehab digelontorkan pula dari APBD Provinsi. Bantuan rehab dialokasikan untuk 48 desa dengan besaran variasi Rp. 20 juta dan Rp. 25 juta diserahkan oleh Bupati Aang di Ruang Linggajati Serda Kuningan, Selasa (3/1/2012).

Penyerahan bantuan dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kab. Kuningan, Drs H. Kamil G. Permadi, MM, para camat dan 46 kepala desa penerima bantuan rehab.

H. Kamil Ganda Permadi mengatakan, maksud pemberian dana bantuan adalah agar terwujudnya kantor desa yang refresentatif. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara efektif, efisien dan optimal.

Sedangkan tujuannya, untuk menunjang optimalisasi pelayanan publik bagi aparatur pemerintah desa, dan meningkatkan fungsi dan peranan kelembagaan aparat desa sebagai pengelola pembangunan desa. Juga, bagi pengembangan dan menggali partisipasi masyarakat dalam meningkatkan pembangunan.

Bupati Aang meminta agar bantuan dijadikan motivasi bagi desa untuk terus aktif dalam menggerakkan partisipasi dan swadaya masyarakat, terutama dalam upaya membangun desa. Bantuan pun harus dapat dipergunakan dengan baik sesuai dengan perencanaan.

Menurutnya, untuk menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan rehabilitasi atau pembangunan, harus disertai pelaksanaan kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Perencanaan merupakan hal penting dalam pelaksanaan kegiatan. Disamping itu, pengelolaan administrasi keuangan yang tertib dan transparan serta laporan pelaksanaan kegiatan diperlukan untuk menghindari permasalahan dikemudian hari,” tandasnya.

Pemberian bantuan ini, kata Bupati Aang, merupakan bentuk perhatian dan penghargaan kepada pemerintah desa dan masyarakat yang mempunyai kemauan keras dalam membangun desa melalui kegiatan pembangunan dan rehabilitasi kantor desa yang dilaksanakan secara bersama-sama, melibatkan lembaga-lembaga yang ada di desa dan seluruh komponen masyarakat.

Aang mengatakan, pembangunan desa merupakan basis keberhasilan pembangunan daerah sehingga berbagai upaya dilakukan dalam memacu perkembangan desa dan berbagai fasilitas dihadirkan dengan tujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah daerah maupun pemerintah desa yang berhubungan langsung dengan masyarakat, harus senantiasa meningkatkan komunikasi serta koordinasi pada semua tingkatan. Rapatkan pula kebersamaan untuk menjamin kesinambungan penyelenggara an pemerintah dan juga pembangunan yang tentunya diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat,” pintanya. (tan)

h1

Kalimantan Barat Belajar BUMDES ke Luragunglandeuh

9 April 2012

Luragung, IB

Rombongan BP2AMKB (Badan Pemberdayaan Perempuan Anak, Masyarakat dan Keluarga Berencana) Kalimantan Barat belajar manajemen pengelolaan unit ekonomi produktif (UED) ke Desa Luragunglandeuh Kecamatan Luragung, Rabu (28/12/2011).

Rombongan dipimpin Gipson MB, S.IP berjumlah sepuluh orang dan diterima oleh Kepala BPMD Kab. Kuningan, Drs. H. Kamil G. Permadi, MM, Kabil PLK Maman Paiman, SH, MH, dan Camat Luragung Drs. Dudi Fahrudin.

Selain itu, Kepala Desa Luragunglandeuh Ahmad Mulyadi, Direktur BUMDES Agung Mandiri Drs. Agus Solehudin, Ketua OKMS E. Kusnadi, SP, dan pegiat UED di Luragunglandeuh.

Agus Solehudin mengatakan, pada BUMDES Agung Mandiri ada beberapa bidang usaha yang telah berjalan. Usaha itu yakni Percetakan, Warnet, Budidaya Jamur Tiram dan Lele Sangkuriang, serta Usaha Simpan Pinjam.

Kepala Desa Luragunglandeuh, Ahmad Mulyadi mengaku bangga atas penunjukan UED di desanya yang menjadi percontohan dan mendapat kunjungan kerja rombongan BP2AMKB Kalimantan Barat itu.

“Penunjukan sebagai tempat studi banding dari BP2AMKB Kalimantan Barat ini sebagai kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena desa kami paling baik melaksanakan usaha ekonomi produktif dari program Desa Peradaban menuju desa mandiri,” terang Ahmad Mulyadi.

Gipson MB, perwakilan BP2AMKB Kalbar sambil meninjau Pasar Tradisional Luragung yang memiliki 300 lapak/kios mengungkapkan, Kalbar juga dapat bantuan PNPM seperti halnya di Jawa Barat. Namun permasalahannya di sana kurangnya partisipasi masyarakat, termasuk saat mengikuti MAD (musyawarah antar desa) dalam merumuskan perencanaan.

“Saat mengikuti MAD mereka umumnya sambil mabok minuman keras, sehingga sulit untuk mengambil keputusan. Meski diulang beberapa kali, hasilnya tetap sama,” ujarnya.

Begitu pula untuk sektor simpan pinjam, mereka menganggap itu adalah bagi-bagi duit dari negara. Mereka juga tidak takut dipanggil oleh petugas termasuk oleh kepolisian. Sehingga simpan pinjam menunjukan trend menurun di masyarakat. “Kalau menunggak mereka lebih senang bila dipanggil polisi,” katanya.

Untuk pengembangan pasar, karena masih terjadi ego sektoral sehingga harus jelas. Apakah sebuah pasar itu pasar desa atau pasar tradisional, karena kalau pasar tradisional maka pemda mau sharing, tetapi kalau pasar desa kecenderungan ditolak oleh desa. (tan)

h1

Menag Suryadharma Ali: Komitmen Kemenag Bebas Korupsi

9 April 2012

Kuningan, IB

Tema Hari Amal Bhakti (HAB) ke 66. yakni “memperteguh komitmen untuk membangun Kementerian Agama yang bebas dari korupsi”, menegaskan kembali bahwa seluruh jajaran Kemenag harus senantiasa berupaya untuk meraih kinerja dan reputasi terbaik.

Selain itu, mampu  menciptakan aparatur yang berakhlak dan berintegritas tinggi, serta tidak memberi peluang dan celah bagi munculnya penilaian rendah dari masyarakat terhadap institusi dan aparatur Kemenag.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama RI, Suryadharma Ali dalam pidatonya yang dibacakan Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, MM pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke 66 di Pandapa Paramarta, Selasa (3/1/2012).

Menag meminta untuk memperbaiki lingkungan dengan menciptakan suasana yang mendukung bagi terlaksananya program pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Ada empat tugas dan fungsi Kemenag yakni peningkatan kualitas kehidupan beragama, peningkatan kualitas kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas pendidikan agama, pendidikan keagamaan, serta madrasah dan perguruan tinggi agama, peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

Sebagai contoh, di bidang peningkatan kerukunan umat beragama, masalah yang belakangan ini dihadapi secara kasuistik adalah masih adanya gejala ketidakserasian kehidupan sebagian anggota masyarakat. Juga, munculnya sikap memaksakan kehendak tanpa menghiraukan keharmonisan hubungan antar umat beragama yang telah terpelihara, dan pemanfaatn isu agama untuk kepentingan yang sebenarnya bertentangan dengan nilai luhur agama itu sendiri.

“Dari kasus tadi, Kemenag harus melakukan langkah penting dan strategis dengan mengoptimalkan penerapan sejumlah peraturan perundangan yang terkait, memberdayakan kearifan lokal sebagai sistem perekat sosial, dan memaksimalkan partisipasi sosial dalam menciptakan kerukunan berbasis masyarakat,” kata Menag.

Wakil Bupati Kuningan H. Momon Rochmana menyerahkan penghargaan saat upacara HAB 2012, di Panadapa Paramarta

Peringatan HAB Kuningan

Kepala Kemenag Kab. Kuningan, Drs. H. Agus Abdul Kholik. MM menyebutkan dalam menyambut HAB 2012, intansinya melaksanakan berbagaid perlombaan, pelayanan, bakti sosial, olahraga, tasyakuran dan pentas seni.

Untuk perlombaan, lomba yang dipertandingkan diantaranya lomba KUA percontohan; pemilihan keluarga sakinah; sapta lomba PAI SMP; Porseni Diniyah, MI, MTs dan MA se-Kab. Kuningan.

Bentuk pelayanan dilakukan dengan memberikan bantuan biaya sertifikasi tanah wakaf, dengan dana sebesar Rp. 10 juta dari BAZ Kuningan untuk tujuh lokasi. Menghimpun zakat profesi dari karyawan dan disetorkan kepada BAZ sebesar Rp. 49,32  juta. Selanjutnya, pembuatan naskah khutbah untuk sejumlah masjid, penyelenggaraan nikah massal kerja sama dengan K3S Kab. Kuningan yang diikuti 16 pasang dan 81 pasang isbat nikah.

Bakti sosial, diantaranya melaksaakan gerakan K.3 di lingkungan unit kerja dan tempat ibadah; gerakan bulan dana PMI oleh seluruh pegawai Kemenag, KUA, madrasah, calon pengantin/calon haji dan siswa-siswi madrasah. Pemberian cinderamata kepada pensiunan dan keluarga almarhum pegawai Kemenag tahun 2011 sebanyak 32 orang.

Kemudian kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai pada Minggu (1/1/12) diikuti seluruh karyawan dan keluarga Kemenag, serta pertandingan futsal antar pegawai Kemenag dari unsur MK2 MI, MTs, MA, K2PPN, Pokjawas dan Pokjaluh.

Selanjutnya, tasyakuran dilaksanakan dengan melaksanakan ceramah rohani dan doa bersama bertempat di aula Kemenag. Terakhir pentas seni dilaksanakan dengan menampilkan Qosidah Modern MIS Susukan dan MA Ma’arif Kadugede.

Prestasi Tahun 2011

Prestasi yang pernah diraih selama tahun 2011 adalah urutan ke-8 MTQ tingkat Jabar. Menempati juara ke tiga tingkat Jabar untuk lomba Keluarga Sakinah (H. Gojali dan Dra. Hj Tuti R), Lomba Musabaqoh Baca Kitab (MBK) Kepala KUA diwakili Kepala KUA Cimahi, Najmudin, S.Ag, dan Lomba Penyuluh Teladan tingkat Jabar a.n Asep Nurdin, M.Pd.

Juga, meningkatnya kesadaran umat melaksanakan ibadah haji yang sudah mencapai quota tahun 2017. Serta, juara ke dua MUFAKAT tingkat Jabar cabang Fathul Mu’in a.n Asep Mansul dari Ponpes Mnba’ul Huda Sidaraja Ciawigebang.
Tebar Hadiah

Ketua Panitia HAB 66, H. Yusron Kholid, S.Ag, M.Si menyebutkan, rangkaian HAB 2011 diantaranya mengadakan kegiaan olah raga dan kegiatan sosial. Untuk pertandingan Futsal dimenangkan oleh Kecamatan Luragung,  disusul Darma dan Cibeureum.

Selanjutnya hadiah Gerak Jalan Santai berupa kulkas diterima oleh H. Didi K., dari MTs Yaspika Karangtawang, kompor gas oleh Siti Khodijah dari RA Al Hidayah, dan kipas angin oleh Mamah Halimah MI AlFalah Cijoho. (tan)

h1

Sinyal Dekat Mamat Robby dengan Iwan Sulandjana

9 April 2012

Kuningan, IB

Dinamika politik di tubuh Partai Demokrat jelang Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) 2013 di Kabupaten Kuningan cenderung adem ayem. Hal itu berbeda dengan mulai memanasnya dinamika politik lintas partai.

Situasi itu dirasakan betul oleh H.T. Mamat Robby Suganda, S.Sos., Ketua Komisi C DPRD Jawa Barat yang digadang-gadang akan mencalonkan diri pada bursa Pemilihan Bupati Oktober 2013 mendatang.

Putra kelahiran Desa Dukuh Tengah Kecamatan Maleber ini nampak dekat dengan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Mayjen (pur) H. Iwan R. Sulandjana. Kedekatan itu nampak dari kebersamaannya saat mendampingi Iwan Sulandjana ketika menghadiri reses Amin Santono, Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat.

Kedekatan ini memang sangat penting, karena seorang calon harus dekat dengan struktural partai mulai ranting, DPAC, DPC, DPD sampai DPP Partai. Hal itu diungkapkan aktivis LSM SEKOCI Rd. Achadiat. “Kedekatan dengan struktural partai sangat penting, sebagai modal awal untuk mendapat dukungan dari masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Sementara H. Mamat Robby ketika ditanya mengenai kedekatannya itu mengungkapkan, hubungan dekat antara dirinya dengan Iwan Sulandjana telah lama terjalin. Kedekatan itu nampak pula dari berbagai poster, baliho, ataupun kalender yang dibuatnya selalu memasang foto Iwan Sulandjana.

“Saya hari ini fokus mendampingi Pak Iwan selama di Kuningan,” ujar Mamat Robby kepada IB, Sabtu (7/1/2012).

Disela-sela mendampingi ketua DPD PD Jabar di Kuningan, ternyata MR demikian ia biasa disapa, banyak menerima tamu dari kepala desa dan tokoh masyarakat. “Para kepala desa yang datang itu bukan hanya ketika di Kuningan, tetapi ada juga yang langsung ke rumah di Bandung,” ucap MR. (kies)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.